
“Maaf tuan, ponsel anda yang berbunyi” ucap pengawal yang
masih berdiri di depannya.
Laki-laki itu menoleh, Kembali duduk tegap, menggerakkan
ekplanya ke kiri, melihat ke arah ponselnya yang tepat di sampingnya.
Ternyata ponsel aku yang getar, tapi entah kenapa ada yang
janggal ya. Arrggg.. mungkin ini hanya perasaanku saja. Pikir laki-laki itu.
“Iya, Kamu boleh pergi sekarang. Nanti jika ada saudara
kembar itu datang, kamu bilang padaku. Jangan bolehkan dia masuk dulu. Bentar
lagi aku akan keluar. Ingat jangan ada yang boleh masuk ke sini, kecuali Luhan
dan Tao.”
“baik tuan” jawab pengawal itu, dengan kepla yang masih
menunduk , memberi hormat pada tuannya. Ia bergegas pergi dari hadapan tuanya
Yiwen yang mendengar hentakan kaki keluar ia mengusap
dadanya lega. Akhirnya ia bisa bernapas lega, meski hanya sejenak. Setidaknya ia
tidak sampai ketahuan oleh tuan misterius itu.
~~
“Kamu di mana sekarang?” ucap seorang wanita seberang jalan sana
“Ada apa syang, kita akan segera manikah. Apa kamu sudah
tidak sabar bertemu dengan aku” ucap laki-laki itu.
“Jangan bercanda, aku mau bertemu dengan kamu, karena ada
urusan yang sangat mendesak. Kita bertemu sendiri jangan bawa orang lain.”
“Baiklah, kamu sudah tidak sabar ternyata. Kemarin aku sudah
datang ke rumah kamu. Apa masih kurang apa yang aku kasihkan padamu, apa kamu
mau lagi.”
“Tutup mulutmu. Jangan kurang ajar lagi padaku. Aku jika
bukan karena orang tua aku , gak mungkin mau menikah dengan kamu. Dan ingat
pernikahan kita hanya sebatas binis orang tua” ucap wanita itu tegas.
“Bukanya kamu dulu yang mengejar ku, dan sekarang aku
menuruti apa yang kamu inginkan. Aku akan memuaskan mu nanti”
“Jangan banyak bicara lagi, aku mau kamu segera datang aku
tunggu sekarang.”
“iya Mei syang”
Laki-laki itu mengakhiri panggilannya.
````
Yiwen melebarkan matanya seketika. Saat mendengar siapa yang
ada di balik telepon itu ‘Mei’ .
“Apa laki-laki ini adalah calon suami Mei. Jadi benar yang
apa yang aku pikirkan selama ini. Jika Mei ada hubungannya dengan laki-laki
misterius ini. Tapi apa rencana sebenarnya, di balik semua ini. kenapa dia
menghianati aku dan semuanya.” Gumam Yiwen dalam hatinya.
Yiwen yang merasa kesal mengepalkan tanganya, dengan tatapan
tajamnya.
Aku harus selidiki semuanya. Akunharus cari tahu, dan Mei.
Aku juga akan cari tahu tentang dia. Aku gak akan biarkan semua teman aku, dan
juga suami aku dalam bahaya. Apalagi mereka tinggal dengan perempuan yang
menyembunyikan kelicikannya.
“Mei... Mei.. Mei... Kamu sangat menarik. Dan sebentar lagi
kita akan menikah, aku akan melaksanakan janji aku dulu padamu” gumam laki-laki
itu, dengan senyum tipis, menyimpan sejuta keicikan di dalam otaknya. “Sepertinya
aku harus pergi. Mei pasti akan marah jika tidak segera datang ke sana”
Laki-laki itu bergegas berdiri, menutup pintu balkon
kamarnya. Lalu berjalan menuju ke pintu kamarnya.
Mendengar hentakan kaki laki-laki misterius itu pergi, Yiwen
segera menggeser tubuhnya, ke pinggir Ia melihat ke arah pintu, yang perlahan
tertutup.
“Akhirnya, aku harus pergi sekarang. Semua yang ada dalam
pikiranku sudah terjawab sedikit,. Meski, belum semuanya jelas” Yiwen beranjak
keluar dari tempat sembunyiannya. Berlari menuju ke balkon, sebelum dia kembali
lagi ke kamarnya.
“Shiiittt... Pintunya ternyata di kunci” ucap Yiwen lirih,
ia tersenyum tipis. Menganggukan kepalanya beberapa kali, Dan segera mengeluarkan
satu alat yang ia gunakan untuk membobol pintu itu. Ia membuka pintu balkon yang
__ADS_1
terkunci hanya hitungan beberapa menit.
Tap... tap.. tap..
Suara hentakan sepatu itu, berjalan mendekat ke arah pintu.
Ckleeekkk...
“Sepertiya, ada orang yang akan datang, aku harus cepat
pergi” ucap Yiwen membuka pintu balkon segera, melemparkan tali yang ia bawa
dengan sangat lihainya ia mendarat ke bawah dengan sempurna.
“Berhentii!! Siapa kamu?” teriak laki-laki yang berjalan
masuk ke kamrnya, ia berlari menuju balkon kamarnya. Mengeluarkan senjata
miliknya yang memang terselip di saku jasnya.
“Ketahuan lagi,” ucap kesal Yiwen, mendongakkan kepalanya ke
atas.
Dorrr..
Tap.. tap.. tap..
Tebakan pertama mendarat, dengan kecepatan kakinya Yiwen, melangkah
ke tembok depannya, membalikkan badanya memutar. Menghindari peluri yang tepat
terkena tembok.
Yiwen mendongakkan keplanya, tersenyum picik mentap
laki-laki di depannya. Ia segera berlari menerobos para pengawal yang suah
mulai satu, dua mencegahnya pergi.
“Siapa kamu?” teriak pengawal yang melihat Yiwen berlari
semakin jauh ke belakang rumah besar itu.
“ Ada saja penghalang” Yiwen tersenyum picik, ia berlari
kecil, memutar badanya, mendengang dagu laki-laki di depanya.
“Berhenti, atau aku akan menembak kamu sekarang”
Yiwen menghentikan langkahnya, ia memutar badanya berbalik
mentap dea pengawal di depan pandanganya, mengulurkan senjata tepat di depannya.
Bukkkk.. Bukk...
Prakkk...
Yiwen melakukan semua dengan mudah hanya satu tendangan
samping, mengenai pipi mereka bersamaan. Pada dua orang berbeda di depannya,
dan menedang jauh senjata di tangan para pengawal itu. Mmebuat mereka jatuh
“Makanya jangan ikut campur urusan aku” gumam Yiwen lirih, dengan
senyum tipisnya.
“Lian yin, kamu bisa mendengarku tidak, cepat kamu ke
belakang rumah di tempat yang sama. Aku akan segera keluar. Semua pengawal
sudah mengetahuai keberadaanku.” Ucap cepat Yiwen menggunakan alat bicara jarak
jauh.
Selesai bicara dengan Lian yin, Ia segera melempar talinya
lagi ke atas, seperti biasa dengan sigap ia sudah sampai di atas.
“Ada penyusup, cepat tangkap dia” para pengawal berhamburan
keluar semakin banyak, membuat Yiwen khawatir seketika.
“Yiwen , cepat pergi” ucap Lian yin, yang baru saja
menghentikan mobilnya tepat di bawah Yiwen.
“Bentar!!” Yiwen segera mendarat dengan sempurna, dan langsung
masuk ke dalam mobil. Tak banya bicara Lian yin segera melesat dengan kecepatan
tinggi pergi dari rumah itu.
````
Pria misterius itu segera kelyar
“Siall... dia sudah pergi.. Siapa dia sebenarnya.” Ucap
laki-laki misterius.
“Kenapa kalian semua bodoh!! Lihat apa yang kalian kerjakan,
sampai ada orang yang bisa masuk ke rumah ini. “ ucap pria itu dengan suara
kerasnya, membuat semua pengawal hanyan diam, dan menundukkan tanganya.
“Apa kalai tidak cek di dala cctv.” Lanjutnya.
“Maaf tuan, cctv mati. Dia menembak cctv nya” ucap pengawal
penuh ragu.
“Apa katamu, kenapa bisa di masuk dan kalian gak tahu.
Sampai dia bisa menembak cctv kita” ucap pria itu semakin meninggikan suaranya,
dengan amarah yang semakin menggebu. Membuat semua pengawal mundur satu langkah
dari tuanya, ia takut jika tuanya akan memukulinya seperti biasanya.
“Maaf tuan” ucap pengawal.
__ADS_1
“Kalian sekarang cek semua rumah, ada yang hilang semua
dokumenku” ucap pria itu, beranjak pergi masuk ke dala rumahnya kembali, dengan
wajah penuh kekesaan dan emosi yang masih belum kelar.
Ia berjalan menuju ke mobilnya, dan segera masuk ke mobil.
Melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari rumah megahnya.
Semua pengawal hanya diam, dan berdiri di depan gerbang
rumahnya dengan kepala masih menunduk.
````
“Yiwen, apa yanh kamu lakukan, kenapakamunbisa sampai di
kejar mereka. Sudah aku bilang kamu itu ceroboh. Untung saja mereka tidak
menangkap me. Gimana jadinya kalaunsampai kamu tertangkap dengan mereka,
Yiwen..” celoteh Lian yin tyiada jedanya.
“Sudah ngomelnya, sekarang aku mau ganti baju. Gerah banget
pakai baju ini.” Ucap Yiwen, tak perdulikan ucapan Lian yin, yang hanya membuat
telinganya gerah.
Lian yin menarik napasnya, mencoba mengatur napasnya yang
ngos-ngosan gara-gara Yiwen yang membuat ia hampir saja khawatir di buatnya.
Yiwen, membuka helaian kain hitam yang membalut tubuhnya,
tanpa malu di hadapan suaminya. Yang memang sudah biasa tahu bentuk tubuhnya
setiap malam.
Lian yin, melirik sekilas, kemolekan tubuh Yiwen, membuat ia
yang tadinya marah-marah perlahan mereda. Ia menelan ludahnya berkali-kali,
hingga melegakan tenggorokannya.
“Yiwen,” panggil Lian yin.
“Ada apa?” tanya Yiwen, menoleh dengan tangan masih mencoba
memakai bajunya yang pertama ia keluar dengan Lian yin dari rumahnya.
“Gak usah di pakai” ucap Lian yin, meraih baju Yiwen,
melemparnya ke belakang mobilnya.
“Lian yin, apa yang kamu lakukan, kamu suruh aku seperti
ini. Malu di lihat orang, Yin”
Lian yin tertawa, “kenapa harus malu syang. Lihatlah, di
sini gak ada orang hanya ada kita berdua. Dan kaca mobil ini gelap, tidak akan
ada orang luar yang bisa melihatya.” Gumam Lian yin, melirik ke arah Yiwen,
yang duduk mengerutkan bibirnya beberapa senti. Ia menggoda Yiwen, mencoba
memegangnya. Namun, wajahnya masih saja sama. Ia terlihat sangat kesal
dengannya. Bahkan, Yiwen menepis tanganya berkali-kali.
“Oya, apa yang kamu dapatkan tadi? Tanya Lian yin, yang
memecahkan keheningan di antara mereka berdua..
Yiwen, yang semula cemberut. Ia mulai membuka mulutnya. “Ternyata
benar semua yang kamu curigakan pada Mei. Dan nanti, saat Mei kembali jangan
langsung mengusirnya. Kita biarkan saja dia sampai dia benar-benar mengakui
seneidiri apa yang ia inginkan untuk masuk ke rumah kamu.” Ucap Yiwen, dengan
nada sedikit kesal.
Lian yin yang sadar Yiwen kesal, ia memelankan laju mobilnya, ia menarik kepala
Yiwen, menyandarkan ke bahunya. Dengan jemari tangan terus mengusap lembut pipi
Yiwen. Dan salah satu tangannya fokus mengemudi mobilnya.
Tangan kanan Yiwen, meraba belakang temoat duduknya, mencoba
meraih bajunya kembali.
“Aku akan ceritakan semuanya, tapi kamu pakai baju dulu.
Bentar lagi kita sa,mpai rumah. Kalau Changmin sudah nunggu kita gimana” gumam
Yiwen, yang sudah berhasil mengambil baunya. Ia duduk kembali dan segera memakai
kembali bajunya. Tiba-tiba, Lian yin menginjak rem mendadak, menarik kepala
Yiwen, mengecupnya lembut. Yiwen tak bisa mneolakknya, ia menerima kecupan
lembut Lian yin, saling membalas, hingga kecupannya semakin dalam dan
bergairah. Dan jemari tangan Lian yin menjelajah nakal di tubuh Yiwen.
Merasa puas, Lian yin mengakhiri kegiatanya, ia mulai
menajalankan mobilnya kembali. Yiwen hanya dia, ia mengusap bibirnya. Dan
segera memakai lembaran kainya kembali menutupi tubuhnya.
sepuluh menit kemudian, Lian yin sampai di rumah Yiwen. Ia
melihat halicopter nya sudah mulai mendarat. Yiwen dan Lian yin bergegas turun.
Seperti biasa mobil Lian yin tersembunyi sendiri di balik parkiran bawah tanah
milik Yiwen. Setelah mereka berjalan menjauh menuju ke tempat halicopter itu mendarat.
__ADS_1