Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 229


__ADS_3

“Maaf tuan, ponsel anda yang berbunyi” ucap pengawal yang


masih berdiri di depannya.


Laki-laki itu menoleh, Kembali duduk tegap, menggerakkan


ekplanya ke kiri, melihat ke arah ponselnya yang tepat di sampingnya.


Ternyata ponsel aku yang getar, tapi entah kenapa ada yang


janggal ya. Arrggg.. mungkin ini hanya perasaanku saja. Pikir laki-laki itu.


“Iya, Kamu boleh pergi sekarang. Nanti jika ada saudara


kembar itu datang, kamu bilang padaku. Jangan bolehkan dia masuk dulu. Bentar


lagi aku akan keluar. Ingat jangan ada yang boleh masuk ke sini, kecuali Luhan


dan Tao.”


“baik tuan” jawab pengawal itu, dengan kepla yang masih


menunduk , memberi hormat pada tuannya. Ia bergegas pergi dari hadapan tuanya


Yiwen yang mendengar hentakan kaki keluar ia mengusap


dadanya lega. Akhirnya ia bisa bernapas lega, meski hanya sejenak. Setidaknya ia


tidak sampai ketahuan oleh tuan misterius itu.


~~


“Kamu di mana sekarang?” ucap seorang wanita seberang  jalan sana


“Ada apa syang, kita akan segera manikah. Apa kamu sudah


tidak sabar bertemu dengan aku” ucap laki-laki itu.


“Jangan bercanda, aku mau bertemu dengan kamu, karena ada


urusan yang sangat mendesak. Kita bertemu sendiri jangan bawa orang lain.”


“Baiklah, kamu sudah tidak sabar ternyata. Kemarin aku sudah


datang ke rumah kamu. Apa masih kurang apa yang aku kasihkan padamu, apa kamu


mau lagi.”


“Tutup mulutmu. Jangan kurang ajar lagi padaku. Aku jika


bukan karena orang tua aku , gak mungkin mau menikah dengan kamu. Dan ingat


pernikahan kita hanya sebatas binis orang tua” ucap wanita itu tegas.


“Bukanya kamu dulu yang mengejar ku, dan sekarang aku


menuruti apa yang kamu inginkan. Aku akan memuaskan mu nanti”


“Jangan banyak bicara lagi, aku mau kamu segera datang aku


tunggu sekarang.”


“iya Mei syang”


Laki-laki itu mengakhiri panggilannya.


````


Yiwen melebarkan matanya seketika. Saat mendengar siapa yang


ada di balik telepon itu ‘Mei’ .


“Apa laki-laki ini adalah calon suami Mei. Jadi benar yang


apa yang aku pikirkan selama ini. Jika Mei ada hubungannya dengan laki-laki


misterius ini. Tapi apa rencana sebenarnya, di balik semua ini. kenapa dia


menghianati aku dan semuanya.” Gumam Yiwen dalam hatinya.


Yiwen yang merasa kesal mengepalkan tanganya, dengan tatapan


tajamnya.


Aku harus selidiki semuanya. Akunharus cari tahu, dan Mei.


Aku juga akan cari tahu tentang dia. Aku gak akan biarkan semua teman aku, dan


juga suami aku dalam bahaya. Apalagi mereka tinggal dengan perempuan yang


menyembunyikan kelicikannya.


“Mei... Mei.. Mei... Kamu sangat menarik. Dan sebentar lagi


kita akan menikah, aku akan melaksanakan janji aku dulu padamu” gumam laki-laki


itu, dengan senyum tipis, menyimpan sejuta keicikan di dalam otaknya. “Sepertinya


aku harus pergi. Mei pasti akan marah jika tidak segera datang ke sana”


Laki-laki itu bergegas berdiri, menutup pintu balkon


kamarnya. Lalu berjalan menuju ke pintu kamarnya.


Mendengar hentakan kaki laki-laki misterius itu pergi, Yiwen


segera menggeser tubuhnya, ke pinggir Ia melihat ke arah pintu, yang perlahan


tertutup.


“Akhirnya, aku harus pergi sekarang. Semua yang ada dalam


pikiranku sudah terjawab sedikit,. Meski, belum semuanya jelas” Yiwen beranjak


keluar dari tempat sembunyiannya. Berlari menuju ke balkon, sebelum dia kembali


lagi ke kamarnya.


“Shiiittt... Pintunya ternyata di kunci” ucap Yiwen lirih,


ia tersenyum tipis. Menganggukan kepalanya beberapa kali, Dan segera mengeluarkan


satu alat yang ia gunakan untuk membobol pintu itu. Ia membuka pintu balkon yang

__ADS_1


terkunci hanya hitungan beberapa menit.


Tap... tap.. tap..


Suara hentakan sepatu itu, berjalan mendekat ke arah pintu.


Ckleeekkk...


“Sepertiya, ada orang yang akan datang, aku harus cepat


pergi” ucap Yiwen membuka pintu balkon segera, melemparkan tali yang ia bawa


dengan sangat lihainya ia mendarat ke bawah dengan sempurna.


“Berhentii!! Siapa kamu?” teriak laki-laki yang berjalan


masuk ke kamrnya, ia berlari menuju balkon kamarnya. Mengeluarkan senjata


miliknya yang memang terselip di saku jasnya.


“Ketahuan lagi,” ucap kesal Yiwen, mendongakkan kepalanya ke


atas.


Dorrr..


Tap.. tap.. tap..


Tebakan pertama mendarat, dengan kecepatan kakinya Yiwen, melangkah


ke tembok depannya, membalikkan badanya memutar. Menghindari peluri yang tepat


terkena tembok.


Yiwen mendongakkan keplanya, tersenyum picik mentap


laki-laki di depannya. Ia segera berlari menerobos para pengawal yang suah


mulai satu, dua mencegahnya pergi.


“Siapa kamu?” teriak pengawal yang melihat Yiwen berlari


semakin jauh ke belakang rumah besar itu.


“ Ada saja penghalang” Yiwen tersenyum picik, ia berlari


kecil, memutar badanya, mendengang dagu laki-laki di depanya.


“Berhenti, atau aku akan menembak kamu sekarang”


Yiwen menghentikan langkahnya, ia memutar badanya berbalik


mentap dea pengawal di depan pandanganya, mengulurkan senjata tepat di depannya.


Bukkkk.. Bukk...


Prakkk...


Yiwen melakukan semua dengan mudah hanya satu tendangan


samping, mengenai pipi mereka bersamaan. Pada dua orang berbeda di depannya,


dan menedang jauh senjata di tangan para pengawal itu. Mmebuat mereka jatuh


“Makanya jangan ikut campur urusan aku” gumam Yiwen lirih, dengan


senyum tipisnya.


“Lian yin, kamu bisa mendengarku tidak, cepat kamu ke


belakang rumah di tempat yang sama. Aku akan segera keluar. Semua pengawal


sudah mengetahuai keberadaanku.” Ucap cepat Yiwen menggunakan alat bicara jarak


jauh.


Selesai bicara dengan Lian yin, Ia segera melempar talinya


lagi ke atas, seperti biasa dengan sigap ia sudah sampai di atas.


“Ada penyusup, cepat tangkap dia” para pengawal berhamburan


keluar semakin banyak, membuat Yiwen khawatir seketika.


“Yiwen , cepat pergi” ucap Lian yin, yang baru saja


menghentikan mobilnya tepat di bawah Yiwen.


“Bentar!!” Yiwen segera mendarat dengan sempurna, dan langsung


masuk ke dalam mobil. Tak banya bicara Lian yin segera melesat dengan kecepatan


tinggi pergi dari rumah itu.


````


Pria misterius itu segera kelyar


“Siall... dia sudah pergi.. Siapa dia sebenarnya.” Ucap


laki-laki misterius.


“Kenapa kalian semua bodoh!! Lihat apa yang kalian kerjakan,


sampai ada orang yang bisa masuk ke rumah ini. “ ucap pria itu dengan suara


kerasnya, membuat semua pengawal hanyan diam, dan menundukkan tanganya.


“Apa kalai tidak cek di dala cctv.” Lanjutnya.


“Maaf tuan, cctv mati. Dia menembak cctv nya” ucap pengawal


penuh ragu.


“Apa katamu, kenapa bisa di masuk dan kalian gak tahu.


Sampai dia bisa menembak cctv kita” ucap pria itu semakin meninggikan suaranya,


dengan amarah yang semakin menggebu. Membuat semua pengawal mundur satu langkah


dari tuanya, ia takut jika tuanya akan memukulinya seperti biasanya.


“Maaf tuan” ucap pengawal.

__ADS_1


“Kalian sekarang cek semua rumah, ada yang hilang semua


dokumenku” ucap pria itu, beranjak pergi masuk ke dala rumahnya kembali, dengan


wajah penuh kekesaan dan emosi yang masih belum kelar.


Ia berjalan menuju ke mobilnya, dan segera masuk ke mobil.


Melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari rumah megahnya.


Semua pengawal hanya diam, dan berdiri di depan gerbang


rumahnya dengan kepala masih menunduk.


````


“Yiwen, apa yanh kamu lakukan, kenapakamunbisa sampai di


kejar mereka. Sudah aku bilang kamu itu ceroboh. Untung saja mereka tidak


menangkap me. Gimana jadinya kalaunsampai kamu tertangkap dengan mereka,


Yiwen..” celoteh Lian yin tyiada jedanya.


“Sudah ngomelnya, sekarang aku mau ganti baju. Gerah banget


pakai baju ini.” Ucap Yiwen, tak perdulikan ucapan Lian yin, yang hanya membuat


telinganya gerah.


Lian yin menarik napasnya, mencoba mengatur napasnya yang


ngos-ngosan gara-gara Yiwen yang membuat ia hampir saja khawatir di buatnya.


Yiwen, membuka helaian kain hitam yang membalut tubuhnya,


tanpa malu di hadapan suaminya. Yang memang sudah biasa tahu bentuk tubuhnya


setiap malam.


Lian yin, melirik sekilas, kemolekan tubuh Yiwen, membuat ia


yang tadinya marah-marah perlahan mereda. Ia menelan ludahnya berkali-kali,


hingga melegakan tenggorokannya.


“Yiwen,” panggil Lian yin.


“Ada apa?” tanya Yiwen, menoleh dengan tangan masih mencoba


memakai bajunya yang pertama ia keluar dengan Lian yin dari rumahnya.


“Gak usah di pakai” ucap Lian yin, meraih baju Yiwen,


melemparnya ke belakang mobilnya.


“Lian yin, apa yang kamu lakukan, kamu suruh aku seperti


ini. Malu di lihat orang, Yin”


Lian yin tertawa, “kenapa harus malu syang. Lihatlah, di


sini gak ada orang hanya ada kita berdua. Dan kaca mobil ini gelap, tidak akan


ada orang luar yang bisa melihatya.” Gumam Lian yin, melirik ke arah Yiwen,


yang duduk mengerutkan bibirnya beberapa senti. Ia menggoda Yiwen, mencoba


memegangnya. Namun, wajahnya masih saja sama. Ia terlihat sangat kesal


dengannya. Bahkan, Yiwen menepis tanganya berkali-kali.


“Oya, apa yang kamu dapatkan tadi? Tanya Lian yin, yang


memecahkan keheningan di antara mereka berdua..


Yiwen, yang semula cemberut. Ia mulai membuka mulutnya. “Ternyata


benar semua yang kamu curigakan pada Mei. Dan nanti, saat Mei kembali jangan


langsung mengusirnya. Kita biarkan saja dia sampai dia benar-benar mengakui


seneidiri apa yang ia inginkan untuk masuk ke rumah kamu.” Ucap Yiwen, dengan


nada sedikit kesal.


Lian yin yang sadar Yiwen kesal, ia memelankan laju mobilnya, ia menarik kepala


Yiwen, menyandarkan ke bahunya. Dengan jemari tangan terus mengusap lembut pipi


Yiwen. Dan salah satu tangannya fokus mengemudi mobilnya.


Tangan kanan Yiwen, meraba belakang temoat duduknya, mencoba


meraih bajunya kembali.


“Aku akan ceritakan semuanya, tapi kamu pakai baju dulu.


Bentar lagi kita sa,mpai rumah. Kalau Changmin sudah nunggu kita gimana” gumam


Yiwen, yang sudah berhasil mengambil baunya. Ia duduk kembali dan segera memakai


kembali bajunya. Tiba-tiba, Lian yin menginjak rem mendadak, menarik kepala


Yiwen, mengecupnya lembut. Yiwen tak bisa mneolakknya, ia menerima kecupan


lembut Lian yin, saling membalas, hingga kecupannya semakin dalam dan


bergairah. Dan jemari tangan Lian yin menjelajah nakal di tubuh Yiwen.


Merasa puas, Lian yin mengakhiri kegiatanya, ia mulai


menajalankan mobilnya kembali. Yiwen hanya dia, ia mengusap bibirnya. Dan


segera memakai lembaran kainya kembali menutupi tubuhnya.


sepuluh menit kemudian, Lian yin sampai di rumah Yiwen. Ia


melihat halicopter nya sudah mulai mendarat. Yiwen dan Lian yin bergegas turun.


Seperti biasa mobil Lian yin tersembunyi sendiri di balik parkiran bawah tanah


milik Yiwen. Setelah mereka berjalan menjauh menuju ke tempat halicopter itu mendarat.

__ADS_1


__ADS_2