
Keesokan harinya.
Jack dan Yiwen sampai di kota, dan mereka naik halicopter pribadi milik Jack yang menjemputnya tadi pagi. Di sebuah kita yang belum pernah sama sekali Yiwen kunjungi. Dan Jack juga baru saja menyelesaikan pembayaran membeli rumah baru di sana, rumah yang sangat mewah dan megah. Dan semua penjaga bahkan sudah ada di sana, seakan berada dalam penjara berada di sana.
"Sekarang kamu ikut aku, aku ingin bertemu dnegan rekan kerja aku di sini," ucap Jack.
"Tapi rumah kita siapa yang bereskan?"
"Semua bisa di atur, sekarang ini penyinh. Dia adalah inbestor terb3sar di petusahaan baru aku di kota ini. Kita harus mrnyambut dia," ucap Jack, melangkahkan kakinya pergi keluar dari rumah itu.
"Jika kamu ingin ikut bersiaplah!!" ucap Jack.
"Baik!!" Yiwen berjalan di belakang Jack, wajah laki-lakinya itu sekarang nampak sangat serius, meski entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
Salah satu pengawal berlari kecil mendekati Jack, dia menundukkan kepalanya sebagi tanda hormat.
"Permisi tuan, ada orang yang dari tadi mata-mata di rumah ini, dia melihat dari kejauhan"
"Selidiki siapa dia?" ucap Jack bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pengawal lainya.
"Yiwen! Cepat masuk!!"
"Iya!!".
Tumben banget dia panggilan ku Yiwen, apa dia lagi ada masalah sekarang?
Yiwen beranjak duduk di kursi belakang tepat di samping Javk, dan perlahan mobil itu melaju keluar dari halaman rumah yang nampak sangat kuas itu.
Beberapa menit perjalanan di dalam mobil, Jack hanya diam saja, wajahnya terlihat sangat cemas dan panik. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Kenapa dia terlihat begitu khawatir.
Sampai di sebuah kantor dengan gedung tinggi menjulang langit itu. Mereka bergegas keluar.
"Aku masuk lebih duku, kamu bisa kan jalan sendiri. Nanti temui aku di lantai 15. Di ruangan pemilik perusahaan ini," ucap jack mengusap rambut Yiwen.
Yiwen tersenyum tipis. "Baiklah!! Kamu duluan saja. Aku bisa sendiri, kok!!" jawab Yiwen.
"Kau pergi dulu" Jack memberikan kecupan di dahi Yiwen, dan berjalan pergi mendahului Yiwen. Sedangkan Yiwen hanya diam sejenak, menatap sekelilingnya. Perusahaan yang sangat megah dan begitu luas. Pikirnya.
"Aku akan jalan-jalan dulu." Yiwen berjalan menelusuri setiap ruangan di lantai satu, dia berjalan melihat-lihat sausana kantor di sana.
Brukkk..
Tubuhnya terpental seketika saat tak sengaja menabrak seseorang di deoannya, ketika dia tak melihat ke depan. "Maaf!!" ucap Yiwen.
"Kita bertemu lagi, syang!!" bisik laki-laki itu, suara beratnya membuat Yiwen seketika mendongakkan kepalanya, wajahnya terkejut, dengan mata melebar, membuat ke dua alisnya saling teratur. Melihat sosok laki-laki yang dia kenal.
"Kamu? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Yiwen, berjalan mundur, dia mencoba menghindar dari laki-kaki yang pernah tidur dengannya itu.
"Apa anak kamu sehat? Kamu harus sering periksa, jangan turuti suami kamu yang tidak perduli kesehatan ibu dan bayinya." Laki-laki itu menyentuh perut Yiwen, dan mengusapnya lembut.
"Jangan sentuh!!" Yiwen menepis tangan laki-laki di depannya.
"Kenapa?" tanyanya dia berjalan semakin mendekatinya, dan Yiwen yang terus berjalan mundur. Hingga terpojok di dinding, ke dua tangan laki-laki itu mencengkeram bahu Yiwen.
"Kamu mau kemana? Jangan pergi lagi dariku?"
__ADS_1
"Lepaskan aku!! Atau aku akan hajar kamu di sini?" ancam Yiwen.
"Haha.." Yin tertawa. "Kamu mau hajar aku? Apa kamu sudah lupa kamus sekarang di mana, syang!!" Yin mencolek dagu Yiwen.
Yiwen menguntipkan bibirnya, ia menatap tajam dengan hembusan napas beratnya berpacu semakin cepat.
"Dasar mesum?" umpat Yiwen.
"Mesum? Tapi kamu menikmati juga." Yin berbisik pelan. Menaikkan ke dua alisnya bersamaan. "Apa kamu mau kalau aku bilang ke suami kamu. Jika kamu pernah berhubunganndenganku, dua kali. Dan kamu bahkan bermain sangat ganas," laniutnya.
"Jangan mengancamku!!" Yiwen mendorong tubuh Yin menjauh.
Dia masih sama seperti dulu. Aku suka, Tapi aku akan menikah dengan Yhing yhi. Aku udah kecewa denganmu.
Yiwen mengulurkan tangannya dengan jari telunjuk tepat di wajah Yin.
"Kenapa kamu diam? Sekarang kamu cepat pergi dari aini. Aku sudah tidak ada urusan lagi denganmu. Dan ingat jangan pernah menganggu kehidupan aku dengan suamiku,"
"Yin! Ada yang ingin bertemu denganmu sekarang," ucap seorang pria yang sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Iya, sebentar!!"
Laki-laki itu melihat wajah Yiwen di depannya, seketika langsung memegang ke dua bahunya. "Yiwen!! Kamu sudah kembali. Ini aku Changmin! Apa kamu lupa, laki-ki yang paling tampan dan amnsi!!" ucap Changmin mrnggoyang-goyangkan tubuh Yiwen.
"Yiwen! Kita kembali ke rumah Lian yin ya, kita semua akan tinggal bersama lagi seperti dulu. Dan jauh dari ini semua." lanjutnya.
"Lepaskan aku!!" Yiwen menepis tangan Changmin di bahunya.
"Kamu siapa? Aku tidak kenal denganmu? tapi kenapa kalian kenal denganku. Aku gak yahu siapa kalian semuanya!!" umpat kesal Yiwen.
Apa dia hilang ibgatan? Kenapa dia tidak ingat denganku. Tapi dia tahu namanya sendiri. Gumam Changmin menatap setiap sudut wajah Yiwen, yang memang memang mirip dengan Yiwen yang dulu.
"Kamu jangan bercanda!!" ucap Changmin masih tak percaya.
"Siapa yabg bercanda. Aku gak kenal dnegan kamu dan kamu!!" ucap Yiwen menunjuk wajah Changmin dan Yin bergantian.
Yin menepuk bahu Changmin. "Sudahlah. Lebih baik kamu pergi cari Lay. Bantu dia siapkan pernikahannya!!" ucap Yin.
"Baiklah!!" Changmin membalikkan badannya, sebelum melangkahkan kakinya dia menoleh ke belakang menatap Yiwen, yang sibuk mengibaskan ke dua bahunya dengan tangan.
Apa benar dia hilang ingatan? Atau ada orang yang sengaja melakukan itu? Tapi sepertinya lian yin sudah tahu. Aku ikuti saja permainan Lian yin. Dia pasti punya rencana jauh lebih cemerlang. Changmin tersenyum kembali menatap Yin. Dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Changmin!! Bilang pada tamu kuta surut tunggu sekitar 10 menit!!" ucap Yin. Dan hanya di balas dengan sebuah tangan kanan di atas, jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk huruf O.
Melihat Changminnsudha pergi menjauh, Yin menarik tangan Yiwen masuk ke dalam toilet tepat di samping dia berdiri. Yin melemparkan tubuh Yiwen hingga terpojok di dingding.
"Kamu mau ngapain?" tanya Yiwen, menendang perut Yin. Membuat alki-laki itu terpental kr belakang.
"Kamu berani melawanku," ucap Lian yin berjalan mendekati Yiwen, dengan wajah penuh dengan hasrat yang ingin ia curahkan.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Yiwen, menggeser tubuhnya merayap di dinding dengan punggungnya
"Aku hanya ingin bermain pelan, sayang!!" ucap Yin, memegang ke dua tangan Yiwen, menariknya ke atas, cengkramannya sangat kuat meski hanya menggunakan tangan kiri.
"Kamu berani melawanku, maka aku akan menyentuh kamu sesuakaku!!" bisik Yin, menyentuh milik Yiwen, membuat gadis itu seketika menggeliat, entah kenapa saat bersamanya dia tidak pernah bisa menolak apa yang di katakan laki-laki di depannya itu. Meski dia mebyentuhnya, bahkan bermain dengannya semalaman dia tidak pernah menolak. Membuat Yiwen terheran-heran di buatnya. Yiwen merasa jika dirinya seakan terpikat olehnya, dan selalu rindu tubuhnya setiap berhubungan dengan Jack. Harus tubuhnya berbeda, kenyamanan yang dia rasakan juga berbeda.
__ADS_1
Yin menyingkap rok Yiwen, dia memang sengaja ingin menyentuhnya dengan jari-jarinya, tanya ingin tahu apakah dia bisa menolaknya atau makan memberikannya nanti.
"Em.. Yin!!" desah Yiwen, terasa menikmati sentuhan Yin. Yin yang merasa dia sudah mulai kuluh, dia melepaskan tangan Yiwen, dan membiarkan dia melakukan apa yang di inginkan. Dan Yiwen hanya memeluknya sangat erat.
"Hanya sebentar, kenapa kamu sudah basah?" bisik Yin.
Kenapa aku gak bia amenolaknya. Aku sudah punya suami. Tapi hatiku ingin terus bersamanya. Bahkan sekarang ingin berhubungan dengannya, aku ingin memeluknya, mencium harus tubuhnya lagi.
Yin menarik tangannya, kini menyentuh benda kenyal Yiwen, sembari menggulum bibir mungil Yiwen penuh gairah yang semakin memuncak, Yiwen membalas kecupan Yin semakin dalam, mereka saling menggulum bibir nasing-masing
Yin membuka salah satu toilet yang memang toilet umum perempuan. Dia menutup rapat pintunya, dengan bibir yang masih gak lepas di temoatnya, mereka saling menggulum, dengan tangan Yiwen memeluk leher Yin semakin erat.
Dengan gesitnya tangan Yiwne, helaian benang yang menempel mulai terbuka, Yin menyingkap rik Yiwen, melakukan hubungan dasyat lagi yang seperti biasanya. Adik Yin merasa sudah sangat rindu dengan milik Yiwen.
Adegan panas mulai terjadi, tanpa ada penolakan dari Yiwen. Hingga 15 menit berlalu, Yin yang sadar jika dia akan menemui Jack, dengan segera dia mengakhiri hubungannya. Dan merapikan baju dan celana yang dia pakai.
"Sekarang kamu cepat pergi setelah ini." ucap Yin.
"Eh.. kamu biarkan aku seperti ini?"
"Memangnya kenapa?"
"Tau, terserah!!" umpat kesal Yiwen, merapikan bajunya kembali, dan segera membenarkan rok miliknya.
"Aku tunggu kamu di luar, sebelum ada orang yang masuk ke sini!!" ucap Yin.
"Iya!!" jawabnya jutek. Yin bergegas keluar, dan Yiwen yang sudah membenarkan bajunya dia berjalan keluar menuju ke wastafel melihat rambutnya yang masih berantakan, Yiwen segera merapikan kembali rambutnya. Laku segera mencuci tangannya. Dan beranjak keluar.
"Cepat jalan ikuti aku, jika kamu ingin menemui suami kamu!!" ucap Yin.
"Kamu kenal suami aku?" tanya Yiwen, terkejut.
"Kenal! Dia rekan kerja aku!!" jawab Yin, menatap ke arahnya. "Memangnya kenapa?" tanyanya
"Apa? jadi kamu rekan bisnisnya?" tanya Yiwen memastikan, wanita itu seketika membuka matanya lebar mendengar apa yang di katakan Yin tadi.
Gimana kalau Yin bilang apa yang sudah sering kita lakukan berdua. Aku gak tahu kalau Jack marah pasti sangat, menakutkan!
"Kenapa kamu diam?" tanya Yin, mengusap lembut rambut Yiwen. Sembari menggerutu dalam hatinya.
Maaf!! Aku gak bisa bersama kamu juga. Mungkin ini memang yang terbaik. Aku kecewa kamu telah menghianatiku. Tapi aku gak bisa jika tubuh aku jauh dari kamu. Meski kamu sudah suami dan aku akan menikah, ku aka tetap berbuat itu padamu. Aku ingin tahu dulu siapa ayah sebenarnya di perutmu.
"Jangan menyentuhku seperti itu, semua pegawai menatap ke arahku!!" ucap Yiwen, yang merasa malu, sentuhan tangan Yin membuat semua pegawainya menatap ke arahnya.
"Maaf!! Aku gak sengaja!!" ucap Yin. Menarik tangannya kembali.
Yiwen melirik wajah Yin dari samping dia tersenyum tipis, seakan terlihat bayangan sosok lain dalam dirinya, yang tiba-tiba terlintas di benaknya. Tapi ia tak tahu siapa orang yang dalam pikirannya itu.
"Argg.. Siapa kamu? Kamu siapa?" gumam Yiwen memukuk-mukul kepalanya pelan.
"Kamu kenapa?" tanya Yin, yang panik saat mendengar ucapan keras Yiwen di sampingnya.
"Gak apa-apa, aku mau cepat sampai ke sana!!" ucap Yiwen.
"Baiklah!!"
__ADS_1