Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pelecehan Yiwen


__ADS_3

Yiwen yang baru saja tersadar dari pingsannya, ia meringis kesakitan di bagian intinya. "Apa yang di lakukan padaku tadi. Dasar gila!!" gumam Yiwen dalammhatinya, memegang daerah intinya yang terasa perih. Ia terdiam, menatap tubuhnya yang sudah terbalut dengan baju. 


"Siapa yang memakaikan aku baju ini?" gumam Yiwen, memegang bajunya. 


Ia mulai teringat lagi, apa yang di lakukannya dengan Jack tadi. Terlintas dalam benaknya jika Lian yin tahu.


"Aku harus segera pergi dari sini!!" ucap Yiwen, segera menuju ke kamar mandi, membasuh tubuhnya bekas laki-laki yang membuat hatinya benar-benar tersiksa. Ia tak mau mengingat hal itu lagi. Yiwen beranjak untuk berdiri, dengan kaki yang seakan susah untuk jalan, namun ia mencoba berjalan dengan biasa, agar tidak ada orang yang tahu tentang hal ini. 


"Aku akan membunuh kamu sendiri nanti dengan ke dua tangan aku. Karena kanu telah menodai aku. Dan aku tidak akan segan-segan melakukan itu nantinya," gumam Yiwen dalam hatinya, amarah dalam dirinya semakin mengobar, menutupi sekujur tubugnya


"Permisi non!" ucap seorang pelayan, yang langsung berjalan masuk ke kamar Yiwen. 


"Kenapa kamu di sini, aku tidak memanggil kamu!!" ucap Yiwen jutek. 


"Maaf, tuan yang menyuruh saya, untuk masuk ke kamar non, Yiwen. Tuan memberikan gaun ini. Untuk di pakai pesta nanti!"


Yiwen segera meraih gaun itu, dan segera berjalan menunu balkon, melemparnya kr bawah.


"Non, kenapa di buang!!" pelayan itu terlihat panik, sekujur tubuhnya seketika gemetar, melihat Yiwen membuang gaun itu. 


"Bilang sama boss kamu, ya. Aku gak sudi pergi ke pesta bersama dengannya," umpat kesal Yiwen, telunjuk tangannya, mengarah pada wajah pelayan itu.


"Tapi, non jika tidak menurut apa yang di katakan tuan. Maka semua akan membunuh aku, apalagi non membuang gaun itu. Dia pasti sudah marah besar padaku." ucap pelayan itu, mengungkapkan isi hatinya, sembari menundukkan kepalanya, mencengkeram jemarinya sendiri, mengusap tangannya, yang sudah mulai basah. Rasa takut mulai menghantuinya, membuatnya semakin gelisah. 


Yiwen yang tidak tega melihat ekspresi takut wanita di depannya itu. Ia melangkahkan kakinya dua langkah mendekati wanita, seorang pelayan di depannya itu. "Ap---"


"Yang dia katakan memang benar. Jika kamu tidak mau ikut dengan aku sekarang. Maka kamu tahu, aku akan membunuhnya di depan kata kamu!!" ancam Jack, memotong cepat pembicaraan Yiwen, tanpa memberi kesempatan wanita itu untuk bicara.


Yiwen menarik salah satu sudut bibirnya sinis. Melangkah penuh dengan amarah yang bergejolak dalam dirinya. Ia melangkahkan kakinya cepat menuju ke hadapan tepat Jack yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Kamu memang gak punya hati. Dia salah apa kenapa kamu mau membunuh dia, harusnya aku yang kamu bunuh, aku yang membuang gaun yang kamu berikan. Dan aku juga gak sudi pergi dengan kamu. Dan jangan pikir kamu berkuasa terus, kamu bisa berbuat seenaknya. Yidak dnegan aku, ingat itu!!" pesan Yiwen, menatap sekamin tajam mara Jack. 


Jack sedikit menundukkan badanya, memegang dagu Yiwen. "Jangan terlalu kejampadaky, syang!! Apa kamu gak ingat hubungan kita tadi. Kira sudah melakukan hubungan suami istri, jadi kamu akan segera menjadi istri ke dua aku. Setelah aku menikahi Mei, maka aku akan menikahi kamu. Jadi kamu sabar ya,"


Plaaakkkk... 


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Jack, membuat pipi laki-laki itu berpaling ke kiri. Dia mulai memegang pipinya, menatap ke arah Yiwen, dengan pandangan mata menajam. "Kamu berani melawan aku. Maka jangan harap Lian yin bisa keluar dengan selamat. Padahal aku ingin mengajak kamu bertemu dengannya. Jadi jika kamu mau pergi dengan aku ke pesta, menemani aku minum. Setelah itu aku akan ajak kamu ke temaot di mana aku mneyembunyikan Lian yin. Dan kamu bisa mencium suami kamu sepuas kamu nantinya." ucap Jack dengan senyum penuh kelicikan dalam dirinya. 


Yiwen terdiam, menatap wajah Jack. Sembari berkata dalam dirinya. "Apa yang dia lakukan? Apa benar dia akan membawa aku pada Lian yin. Jika benar, ini kesempatan aku bisa pergi dengan Lian yin. Memulai hidup baru lagi d3ngannya. dengan seorang yang paling aku cintai selama ini. Tapi aku gak mau jika dia tahu apa yang di lakukan Jack padaku. Dia pasti akan marah juga padaku. Dan pergi meninggalkanku. Aku gak sanggup melakukan kesalahan yang ke dua kalinya.


"Kenapa kamu diam? Jika kamu mau, pakai gaun ini. Setelah itu kamu cepat rias wajah kamu, agar semakin cantim," ucap Jack mencolek pipi Yiwen, membalikkan badannya, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen sendiri di kamarnya. 


"Jika bukan karena ingin bertemu dengan Lian yin. Aku hak akan mau perhindengan kamu!!' gumam Yiwen, namun terdengar jelas di telinga Jack. 

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan?" tanya Jack. 


"Bukanya kamu sudah dengar, jadi aku gak perlu lagi ucapkan lagi untuk yang ke dua kalinya. Aku lagi malas untuk bicara dengan kamu. Lebih baik kamu cepat pergi dari sini." ucap Yiwen tegas. 


"Dan ingat, jangan kembali lagi. Jika aku belum selesai," lanjutnya.


"Dasar gadis gak tahu diri. Masih mending aku tidak berbuat kasar padamu. Tapi jika kamu berani melawanku. Maka kamu akan tahu akibatnya."


"Aku bukan Mei yang bisa kamu perbudak. Aku Yiwen, yang akan terus melawan kamu. Dan aku ingatkan sekali lagi. Kamu sudah janji akan melepaskan Lian yin. Jadi aku harap kamu harus tepati janji kamu!!" gumam Yiwen, menatap wajah Jack, penuh percikan api yang mengobar di dalam tubuhnya.


Jack menarik sudut bibirnya. "Kamu benar-benar wanita yang berbeda. Aku sangat suka. Tapi setelah aku melepaskan Lian yin. Ingat kamu harus menemani aku lagi malam ini," ucap Jack, membalikkan badannya, melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari ruangan itu.


"Arggg... Kenapa semuanya terjadi. Dan kenapa aku harus di perbudak olehnya. Aku tidak mau lama-lama di sini Aku harus pergi. Aku akan ajak Lian yin untuk segera pergi dari sini." gumam Yiwein, melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Ia berendam air hangat di dalam bathup kamar mandi, merasakan sensasi hangat yang membuat tulang-tulangnya terasa sangat rileks. Pikirannya perlahan mulai tenang, dan bisa berpikir jernih lagi . 


Yiwen menyandarkan kepalanya di pinggiran bathup, dengan ke dua tangan di atas, ia memejamkan matanya, menikmati air hangat yang terus masuk ke dalam pori-pori tubuhnya. Hingga satu jam berlalu, Yiwrn masih tetap berndam, ia semakin pulas, pikieannya yang mulai tenang membuat dia bisa tidur dengan tenang. Sekalian ia yidak amu bekas yubuh atau harus tubuh Jack amsih menepel pada dirinya. 


------


Jack yang sudah merasa sangat lama menunggu. Ia terlihat kesal, melangkahkan kakinya, dengan langkah semakin cepat, menuju ke kamar Yiwen. 


Ia mencoba membuka kamar Yiwen, dan ternyata di kunci olehnya.


"Buka kamar Yiwen!!" ucap Jack pada pengawal di belakangnya. 


"Baik, tuan!!"


Pintu perlahan terbuka, Jack semakin terkejut melihat Yiwen tak berada di kamarnya. Kamar itu nampak sangat kosong, hanya gaun pemberian darinya masih berada di atas ranjang. 


"Kemana dia pergi?" tanya Jack dengan wajah sudah mulai memerah, penuh dengan amarah. 


"Cepat cari dia!!" ucap Jack menatap ke arah jendela yang masih tertutup rapat. 


"Periksa semua kamar ini!!" lanjutnya. 


"Iya, tuan!!" 


Pengawal di belakang Jack, mulai memeriksa semua pintu kamar dan balkon kamarnya yang masih tetap di kunci. Bahkan dia belum membukanya. "Kemana dia?" gumam Jack, menatap sekelilingnya, kemudian menatap ke arah kamar mandi yang terkunci.


"Apa dia masih mandi?" gumam Jack, menarik sudut bibirnya, seakan rencana licik terngiang di otaknya.


"Sepertinya dia masih berada di sini, tuan. Semua pintu masih terkunci. Dan dia belum keluar sama sekali dari kamar ini." ucap pengawal itu. 


"Sekarang kalian pergi. Aku yang akan menunggu dia sampai keluar." ucap Jack, duduk di sofa, kamar Yiwen. 

__ADS_1


"Baik, tuan!!" pengawal itu beranjak pergi meninggalkan Jack sendiri di kamar Yiwen. Jack sudah punya rencana sendiri untuk membuat Yiwen merasa sangat terkejut nantinya jika melihat dirinya. Meski ia bisa masuk ke kamar mandi dengan mudah, tapi ia lebih suka untuk menunggu lebih dulu. 


Jack melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. "Aku akan tunggu 10 menit lagi, jika kamu belum keluar. Maka aku yang akan masuk ke dalam kamar mandi," guman Jack, sembari menatap kamar mandi di depan matanya, dengan tatapan penuh kemarahan.


Ia tak ingin jika semua orang yang berada di rumah besarnya selalu membangkan waktu. Ia yang di kenal dengan laki-laki yang selalu tepat waktu untuk datang ke perjamuan pesta maupun kantornya. 


Jack terus menatap kamar mandi Yiwen, sesekali ia melirik jam tangannya lagi, lalu menyandarkan punggungnya, dengan ke dua tangan di atas, dan kaki kiri menilang ke atas kaki kanannya. "Sudah lima menit aku menunggu dia belum juga keluar. Apa mau aku yang masuk ke dalam." gumam Jack semakin kesal di buatnya. 


"Oke, ku akan tunggu kamu lima menit lagi. Waktu kamu kurang lima menit, Yiwen!!" gumam Jack, menarik sudut bibirnya sinis. 


-------


Sedangkan Yiwen, ia masih berada di kamar mandi, tetapi kini dia sudah membuka matanya, dan mulai membasuh tubuhnya, ia tidak mau bekas laki-laki lain melekat di tubuhnya. 


"Aku gak mau bekas ini ada, ku gak mau, aku benci semua ini... aku benci.." teriak Yiwen, memukul air di depannya, membuat percikan air itu melebar, hingga jatuh membasahi lantai. 


"Jack!! Aku akan membalas kamu, aku akan membalas kamu!!" gumam Yiwen. Ia menarik napasnya dalam-dalam, mencoba mengatur amarah yang sudah menyelimuti hatinya, dan bergegas keluar dari dalam bathup. Ia meraih handuk di sampingnya, berjalan menuju ke kaca di kamar mandi, melihat sebagian tubuhnya, yang terlihat nemerah, akibat cengkeraman dan kecupan Jack yang membengkak di lehernya, hingga dadanya. Dan ke dua tangannya terlihat sudah mulai membiru, akibat cengkraman erat Jack. 


"Aku tidak akan masuk ke dalam perangkap kamu lagi sekarang. Aku akan segera pergi, saat bertemu dengan Lian yin. Aku gak mau terus di sini. Tapi sebelum aku pergi, aku harus mencari tahu apa yang ada di kubur Jack kemarin. Apa itu sebuah potongan peta atau bukan." gumam Yiwen, mencengkeram erat wastafle di depanbya, sembari menatap tajam cermin, seakan ia ingin memukul kaca di depannya itu, untuk meluapkan amarah yang semakin menajdi dalam dirinya.


Yiwen, memegang handuknya, mencengkeramnya erat, lalu perlahan membuka pintu kamar mandinya, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, menutup kembali pintu kamar mandi, tanpa menyadari kehadiran Jack yang dari tadi terus menunggunta, matanya sudah mulai berbinar, melihat tubuh seksi Yiwen yang sudah berjalan mendekatinya. 


Yiwe menatap ke depan, seketika langkahnya terhenti, terkejut melihat Jack sudah seperti seekor kucing yang melihat makanannya. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Yiwen, semakin mencengkeram erat ujung atas handuknya. 


"Harusnya kamu yang tanya pada diri kamu. Apa yang kamu lakukan di dalam!!" gunam Jack, beranjak berdiri, melangkahkan kakinya mendekati Yiwen, dan wanita itu perlahan melangkah mundur menghindari Jack, hingga ia terpojok di tembok, membuat tubuhnya menyandarkan ke tembok belakangnya. 


Jack menyandarkan tanganya di samping telinga Yiwrn, dan berbisik. "Jangan coba-coba membuat aku marah, jika kamu tidak mau aku berbuat seperti ini lagi!!" Jack memegang paha Yiwen, mengusapnya sampai ke atas, membuat handuk itu meningkap ke atas. Seketika Yowen langsubg menepis tangan Jack, jangan coba-coba menyentuhku lagi. 


Dugggg... 


Yiwen menendang bagian berharga milik Jack, membuat laki-laki itu seketika meringis kesakitan, menegang miliknya berjalan mundur, dengan tatapan menajam ke arah Yiwen. 


"Shiittt!!" umpat kesal Jack. "Awas kamu berani melawanku, maka aku tidak akan melepaskanmu, Yiwen!!" ancam Jack, berjalan mundur, duduk di sofa miliknya. 


"Aku akan melawan kamh lebih dari utu. Jika kamy beranu melecehkanku. Dan utu baru permulaan, dan ingat. Aku bukan Mei, yang bisa kamu tiduri sesuka kamu." ucap Yiwen, tanpa rasa takut pada ancaman Jack. 


Jack menarik bibirnya sinis, "Kamu memang sangat berani. Dan aku tidak akan segan-segan membuat kamu terluka. Nantinya, dan ingat apa yang kanu lajukan dnegan aku tadi. Semua sudah terekam. Dan aku akan memberi tahu Lian yin tentang hubungan kita. Apa kamu tahu apa reaksi dia nanti." gumam Jack, menahan sakitnya, beranjak berdiri, mendekati Yiwen, yang terlihat terkejut dengan apa yang di katakan Jack. Hembusan napasnya semakin cepat, dan pikirannya mulai berkecamuk.


"Dan ingat sayang!! Kamu akan segera di ceraikan oleh Lian yin!! Dan dengan terpaksa kamu akan memohon padaku. Agar Vidio itu tidak menyebar ke publik. Jika menyebar, maka harga diri kamu akan hancur, termasuk keluarga kamu." ucap Jack, memegang dagu Yiwen, mencium lembut bibir Yiwen, yang terlihat menganga, membentuk huruf o, menatap ke arahnya. Pandangan mata Yiwen kosong, ia tak sadar Jack ******* bibirnya. Dengan jemari tangan mengusap pahanya mulus Yiwen. 


"Shiittt!!" umpat Yiwen, yang baru tersadar dari lamunannya, ia mendorong kerat dada Jack, menjauh darinya, laku mengusap kasar bibirnya bekas kecupan Jack. "Aku tidak akan pernah takut padamu. Kamu pasti hanya menggertakku, aku tidak perduli apa kata kamu." ucap Yiwen, beranjak menuju ke lemarinya, mengambil baju ganti untuknya. 


"Baiklah!! Kamu segera pakai gaun itu," ucap Jack, sembari mengusap bekas kecupannya. 

__ADS_1


"Aku tunggu kamu disini" lanjutnya, membalikkan badannya, duduk di sofa, dengan pandangan mata membelakangi Yiwen.


__ADS_2