
Tatapan lian yin masih mengarah pada mata Yiwen. Namun tanpa suara dari mulut mereka. Lian yin duduk di samping Yiwen di ranjang. Tak jadi malakukan hal intim. Lian yin segera memakaikan kain yang menempel pada tubuh Yiwen tadi, seperti sedia kala.
Namun kali ini, ia datang dengan tujuan yang sama yaitu ingin bertemu dengan Yiwen dan berusaha membawanya pergi nanti, dari rumah luhan. Namun tak mau menculiknya ia ingin berbicara baik-baik dengan Yiwen.
Dan tak hanya itu. Ia ingin menemani Yiwen berbaring di ranjangnya menemani mimpi indahnya berdua.
Yiwen menatap lian yin di sampingnya.
"Kenapa kamu menyentuhku lagi"
Tanya Yiwen menghilangkan keheningan di antara mereka. dengan mata menatap ke arah Lian yin.
"Dan Bukannya kamu pernah merasakan dengan Yhing yhi" lanjut Yiwen. Kini wajahnya nampak menunduk seolah ia tak suka dengan hubungan mereka berdua. Ingin rasanya ia marah-marah pada Lian yin namun hatinya tak bisa. Seraya mulutnya tertutup rapat untuk berkata.
Lian yin menyentuh pipi Yiwen mendongakkan ke atas wajah Yiwen. Seraya ia tahu apa yang di rasakan Yiwen saat ini. Sepertinya memang Yiwen cemburu saat melihatnya dengan Yhing yhi. Itu hal bodoh yang ia lakukan padanya dulu.
Lian yin kini hanya terdiam seolah ia mengingat kejadian itu. Ia tak bermaksud dengan Yhing yhi. Mungkin hasratnya tiba-tiba yang membuat ia terpancing dengan kemolekan tubuh Yhing yhi. Tapi kali ini ia sadar jika dirinya salah dan perlahan ingin memperbaiki semuanya. Ia tak mau Yiwen kecewa lagi dan cemburu padanya. Apalagi pergi meninggalkannya lagi.
"Jangan bahas Yhing yhi.Aku tidak mau membahasnya" ucap Lian yin beranjak membaringkan badanya menatap atas langit Kamar Yiwen.
"Kenapa bukanya kamu sangat menikmatinya waktu itu" ucap Yiwen dengan senyum tipis seolah mengejek Lian yin.
Lian yin menegaskan pada Yiwen.
"Apa yang kamu bilang? Sekarang dan seterusnya aku hanya ingin kamu dan kamu" Ia menaeik tangan Yiwen agar berbaring di sampingnya, lalu memeluk erat pinggang Yiwen.
Tanpa bisa menolak Yiwen hanya diam berbaring di ranjangnya. Tanpa melanjutkan perbincangannya yang membuat hati Yiwen panas. Namun mereka yang terasa sangat capek, mulai tertidur dengan balutan selimut berdua.
***
Keesokan harinya mereka terbuai dalam dekapan hangat berdua di balutan selimut tebal. Seling merengkuh satu sama lain bahkan seperti memeluk erat gulingnya. Matahari sudah menampakan sinarnya. Yiwen masih tertidur dengan posisi sangat nyaman merengkuh pinggang Lian yin.
Dan bahkan sebaliknya lian yin juga sama. Tak ada tanda dari mereka akan membuka matanya untuk menikmati udara pagi hari yang sejuk.
Seakan mereka sudah terbuai dalam mimpi indah yang tak ingin cepat berlalu. Yiwen yang biasanya tidur dengan posisi yang entah berantakan kemana-mana. Yiwen menarik tangannya ke atas mendang tubuh lian yin hingga jatuh ke bawah.
__ADS_1
Brukkk... Lian yin terjatuh ke lantai.
Yiwen masih menutup matanya berbalik miring ke kanan memeluk guling di sampingnya.
"Sakit juga!" Gumam Lian yin yang langsung terbangun seketika dari tidurnya. " Yiwen kenapa kamu menendangku" ucap Lian yin beranjak berdiri dengan tangan menyentuh pinggangnya yang terasa sakit.
Yiwen tak menggubris ucapan Lian yin, ia masih memeluk erat gulingnya. Dengan mata masih terpejam seoalah tak ingin terbuka lebih dulu ia menikmati mimpi indahnya.
"Sialan dia masih tidur" gumam Lian yin. Ia yang sudah bangun lebih dulu. Beranjak menuju kamar Mandi untuk membasuh tubuhnya.
Ia tak mau mengganggu tidur nyenyak Yiwen. Kasihan dia mungkin terlalu capek.
--0o0--
Chengyi POV
Di balik kantor yang begitu megah. Luhan duduk bersandar di kursi kerjanya dengan kaki kanan di lipat ke atas lutut kirinya.
"Sekertaris Lee gimana perkembangan bisnis kita" tanya Chengyi.
"Baiklah.. siapa yang ada di balik perusahaan itu. Sepertinya bukan Lian yin yang menjalankanya" Chengyi melanjutkan lagi pertanyaannya.
"Lie Wei, seorang yang punya kepintaran di atas rata-rata. Dia mampu mengendalikan semua perusaahaan sekaligus. Bahkan saham mereka tak pernah turun dari pasaran. Strategi yang dia mainkan sangat jenius bahkan mampu mengalahkan perusahaan di seluruh dunia" lanjut sekertaris lee.
"Tapi dari info yang saya dapat. Lie Wei di beri Lian yin satu perusahaan untuknya pribadi" lanjut sekertaris Lee.
Chengyi terdiam seketika, dengan menyebut nama Lie Wei dalam bibirnya. Ia jadi teringat dengan adiknya yang hilang saat ia kecil. Adiknya adalah salah satu orang yang sangat jenius dan mempunyai IQ di atas rata-rata. Saat berumur 7 tahun dia hilang entah kemana. Semua keluarga sudah mencarinya bahkan sampai ke ujung dunia tak menemukan dia, seolah tiba-tiba hilang di telan bumi. Bahkan jika meningggal juga tak menemukan jasadnya.
Dan sekarang entah kemana perginya adik kesayangan dan sekaligus adik satu-satunya dia. "Apa kamu punya foto lelaki bernama changmin itu. Dan semua data masa lalunya" tanya Chengyi penasaran, dia beranjak dari sandarannya duduk tegap dengan tangan menyangga ke meja.
"Belum, tuan. Tapi saya akan segera mencari tahu semua data tentang dia" ucap sekertaris Lee dengan kepala masih menunduk seolah menghargai luhan berbicara.
"Baiklah cepat pergi, Dan cari tahu tentang dia"
"Baik, tuan" Sekertaris lee beranjak keluar dari ruangan luhan.
__ADS_1
Chengyi terdiam menyandarkan lagi punggungnya yang kini merasa sangat tegang. Mendengar nama Lie Wei seolah ia merasa dia adalah adiknya. Namun ia tak berani memutuskan begitu saja sebelum sekertaris Lee menemukan semua berkas tentang masa lalunya.
Ini sangat sulit di percaya jika memang dia adiknya. Bahkan dia bekerja untuk Lian yin dan bukan untuk dirinya.
Mencoba menghilangkan pikiran itu lagi. Kini ia fokus dengan strateginya melawan lian yin.
Chengyi segera melancarkan strateginya untuk mencuri sebuah dokumen penting milik Lian yin. Bukannya ia ingin memelikinya. Namun hanya sekedar ingin tahu apa yang ada di dalam dokumen yang di perebutkan banyak orang.
Tetapi ia tak mau bertindak dengan turun tangan langsung. Chengyi yakin dokumen itu sudah di bekas dan di salin menjadi sebuah file untuk menghindari , saat dokumen itu hilang di curi.
Ia membuka laptop dan segera melakukan tugasnya untuk membobol situs pertahanan milik perusahaan yin graoup. Dan sepertinya lian yin tak ada di sana. Maka akan begitu mudah ia bobol nantinya.
Hingga beberapa menit ia coba untuk ngehack namun masih tetap tak bisa masuk. Benar-benar perusahaan dengan pertahanan teknologi, jaringan dan situs yang sangat aman. Sepertinya mereka menciptakan sebuah aplikasi tersendiri yang hanya di ketahuai beberapa orang di sana. Untuk menjaga penuh semua file perusahaannya.
Dan ini sangat sulis pertahanan situs itu sangat kuat seperti ada orang kuat di balik semua itu. Bahkan kecerdasanya melebihi dia.
"Sialan!!" teriak Chengyi dengan nada sangat kesal. Ia memukul meja kerjanya sangat keras.
"Kenapa sangat susah di bobol, sudah hampir 3 jam tetap tak bisa" kata Chengyi tak ada hentinya. Ia terus berbicara sendiri tak jelas. Bahkan marah-marah sendiri.
Chengyi tak gampang menyerah begitu saja. Ia mencoba dan mencobanya lagi. Ia ingin bisa melihat semua isi file itu agar bisa mengalahkan perusahaan lian yin dengan mudah.
--0o0--
Di balik kamar mewah.
Yiwen mulai terbangun dari tidurnya, ia beranjak duduk bersandar di ranjangnya, dengan tangan di tarik ke atas untuk merenggangkan ototnya yang terasa kaku habis bangun tidur.
"Huamm" ia menguap lebar dengan tangan menutup mukutnya, matanya tertuju ke samping, tak ada Lian yin di sampingnya.
"Kemana dia?" gumam Yiwen melirik seisi rungan itu, Masih tak melihatnya.
"Apa mungkin dia sudah pergi" lanjut Yiwen beranjak berdiri. Ia seolah tak perdulikan Lian yin lagi. Entah dia pergi atau enggak ia tak perduli.
Ia melangkahkan kakinya berjalan ringan menuju ke balkon kamarnya. Menatap pemandangan indah di sana. Ia merasakan desiran angin pagi hari yang terasa sangat sejuk. Bahkan burung-burung masih berkicauan di atas kamarnya. Dengan harum bunga menyeruak menyebu penciumanya.
__ADS_1