Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Lian yin di sekap


__ADS_3

Byuurrr..


Seseorang menyiram air ke wajah Lian yin, yang duduk dengan


ke dua tangan terikat. Di belekang kursi kayu yangbmengikat ke seluruh


tubuhnya.


“Bangunlah!! Nanti bos aku ingin bicara dengan kamu,” ucap


seseorang pengawal Jack, yang memang senagaj menanngkan Lian yin, dan


menyekapnya di suatu rumah kjsokng milik Jack. Setelah menangkan Lian yin, Jack


beranjak pergi menyiapkan semua keperluan yang ingin ia tanyakan padanya. Dan termasuk


sebuah peta yang selama ini ia juga cari. Dan satu lagi, yang sudah sangat


ingin ia cari adalah meneruskan tugas ayahnya, untuk mencari ahli IT dan


teknologi canggih yang sekarang masih berkeliaran di negaranya, dan menyebar ke


seluruh penjuru. Dan dia sudah mendapoatakan dua nama dari Mei, ini akan


menjadi hl yang pasti akan lebih menarik lagi nantinya.


Entah ada dendam apa yang membuat ayahnya menjadi sangat membenci


orang yang jauh lebih pintar darinya. Jack juga tidak tahu menahu tentang itu,


ia hanya meneruskan apa yang di katakan ayahnya sebelum meninggalakan dirinya,


tanpa tahu sebab dendam ayahnya.


----


Pengawal itu berdiri tegap menatap tajam ke arah Lian yin.


Sambil menunggu dia tersadar dari obat tidur yang ia berikan kemarin.


Lian yin yang mulai tersadar, mendongakkan kepalanya,


menarik satu sudut bibirnya tipis, menatap sinis ke arah pengawal di depannya.


“Cepat buka lebar mata kamu,” umpat kesal pengawal itu.


“Memangnya apa yang ingin kamu dapatkan dariku?” tanya Lian


yin, mencoba melepaskan dirinya, dengan tubuh terus menggerakan kursinya.


“Nanti kamu juga akan tahu,”


Lian yin terdiam, ia terpikirkan cara untuk mencoba kabur


dari pengawal sialan di depannya itu


“Memangnya kamu gak bisa bantu aku sekarang?” tanya Lian yin,


mencoba untuk mengelabuhi pengalwa bodoh di depannya.


“Bantu apa? Jika kamu ingin aku melepaskanmu, maka itu tidak


akan mungkin terjadi. Apalagi jika kamu berani kabur dari sini, kamu akan tahu


akibatnya.” Ancamnya.


Dasar pengawal sialan, kamu gakada apa-apanya dariku, tapi


aku aka melawan kamu jika kamu mau melepaskanku. Tapi tunggu dulu, aku harus


sabar, ini belum saatnya untuk melawan. Kamu harus sabar dulu Lian yin, jangan


gegabah. Lian yin terus memberi semangat dan kesabaran untuk dirinya sendiri.


“Emm.. Bagaimana ya, emangnya kamu tidak mau membantu aku,


aku jani tidak akan kabur dari sini”


“Baiklah, tapi awas sampai kamu berani kabur!!” ucap


pengawal itu, dengan telunjuk tangan mnegarah ke wajaha Lian yin.


“Singkirkan tangan kamu,”


“Apa yang kamu inginkan?” tanya pengawal itu, menarik


tangannya kembali.


“Aku gak ingin kamu melepaskanku,” ucap Lian yin, dengan


senyum penuh kelicikan dalam pikirannya.


“Memangnya kamu mau minta bantuan apa?” tanya pengawal itu


was-was, ia berjalan mendekat  penuh


hati-hati.


“Aku ingin kamu lepaskan ikatan ini, aku mau ke kamar mandi


sebentar.” Lian yin mencoba untuk bernegosiasi denganya, mengelabuhi setiap


musuhnya.


“Apa yang ingin kamu lakukan? Jangan bodoh, aku akan


menembak kamu, jika kamu mencoba untuk melarikan diri.”


“Siapa juga yang mau melarikan diri, aku tidak akan


melarikan diri. Tenang saja!! Aku hanya ingin ke toilet.” Ucap Lian yin.


Pengawal itu, menghela napasnya dengan terpaksa ia harus


menerimanya, meski dengan perasaan was-was Lian yin akan kabur nantinya, Jack


tidak akan hanya sekedar marah, dia pasti akan membunuhnya. Jika sampai sandera


yang susah payah ia bohongi dan di bawah di rumah kosongnya, melarikan diri


tanpa mendapatkan apapun darinya.


“Baiklah!!” Pengawal itu mulai melepaskan ikatan tangan Lian


yin, di belakang kursi.


“Makasih!! Sekarang antarkan aku ke kamar mandi rumah ini,”


ucap Lian yin, menarik ke dua alisnya, mencoba mengecoh laki-laki di depannya,


dengan langkah sangat hati-hati, Lian yin menoleh ke kanan dan ke kiri, mencoba

__ADS_1


untuk mencari situasi aman agar dia bisa kabur dengan segera.


“Jangan coba-coba untuk kabur dari sini, di luar penjagaan


sangat ketat,” ucap pengawal itu, yang jalan lebih dulu di depan Lian yin, yang


hanya berjarak dua langkah dari depan Lian yin.


“Oke, baiklah!!” jawab Lian yin, memutar matanya malas.


Ia ta perduli berapa banyak penjagaan, sampai detik ini juga


kakanya juga tidak menolongnya, hanya karena ingin memancing kakaknya sekarang


terperangkap dalam kandang singa.


“Ini kamar mandinya, cepat masuk!!” ucap pengawal itu


lantang.


“Baiklah, kalau begitu kamu keluarlah, biar aku di dalam


sendiri.” Ucap Lian yin, melirik wajah pengawal itu yang terlihat sangat datar,


tanpa ekpresi sedikitpun di wajahnya.


Dengan wajah kesal pengawal itu bergegas keluar dari kamar


mandi, ia menunggu Lian yin di depan pintu.


Lian yin yang memang hanya beralasan untuk ke kamar mandi,


ia ingin berniat kabur dari tempat itu.


“Sepertinya aku harus pergi!!” ucap Lian yin, mendongakkan


kepalanya, memutar matanya, melihat sekelilingnya, ia mencari cara bagaimana ia


bisa keluar dari dalam kamar mandi itu, tanpa harus melewati pintu, dan kembali


di sekap oleh para pengawal itu.


`````


Di balik pintu, seorang pengawal menyandarkan punggungnya di


tembok, dengan ke dua tangan di lipat di atas dadanya. Ia mentap seorang


laki-laki yang berjalan di depannya, membaut aura di sekitarnya terasa


mengerikan. Pengawal itu erdiri tegap, dengan kepala sedikit menunduk.


“Bagaimana? Apa kamu sudah benar melakukan tugas kamu?”


tanya seorang laki-laki itu.


“Tuan, Jack! Kapan Anda datang?” tanya pengawal itu gugup.


“jangan banyak tanya, di mana Lian yin?” bentak Jack,


menatap tajam ke arah pengawal di depannya.


 “Masih ada di dalam,”


jawabnya, sembari tetap menundukkan kepalanya.


“Sudah berapa lama dia di dalam?” tanya Jack, wajahnya


Ya, padahal para pengawalnya sudah mennangkap apa yang sudah di tugaskan


olehnya, tapi wajahnya tidak menunjukkan jika dia senang dengan tugas para


pengawalnya.


Pengawal itu mendongak, beberapa detik, lalu menundukkan


kepalanya lagi. “Sudah hampir 5 menit , tuan!!” ucapnya.


“Minggir kamu!!” Jack, mendorong bahu pengawalnya,


menyingkir dari pandangannya.


“lain kali jnagan bertindak bodoh, jika dia berusaha kabur


maka kamu yang akan aku bunuh,” ucap Jack tegas, membuat pengawal itu seketika


menelan ludahnya kasar, napasnya mulai ngos-ngosan seakan berhadapan dengan


seekor singa yang sudah siap untuk menerkamnya, rasa takut mulai menghantui


dirinya, ke dua tanganya saling menggenggam, keringat dingin membasahi tangannya


dan sekujur tubuhnya, ia terus bergerak menghilangkan raa gugupnya.


Tok.. Tok.. Tok..


“Iya, sebentar!” teriak Lian yin, dia di dalam terlihat


bingung kamar mandi itu sangat tertutup rapat, dan jalan satu-satunya manjat ke


atas atap, dan membobol genting di atas. Tapi, itu tidak mungkin, karena tak


mungkin juga bisa manjat sampai ke atas tanpa ada tangga atau alat bantu apapun


di kamar mandi.


“Panggil dia cepat suruh dia keluar dari kamar mandi!” ucap


Jack lirih pada pengawal di depannya.


“Baik, Tuan!”


Jack memalingkan tubuhnya, membelakangi pintu kamar mandi.


“Cepat keluar, apa kamu masih lama di dalam. Kalau kamu


tidak segera keluar dari kamar mandi, maka aku aka dobrak sekarang jiuga.”


“Iya, ini aku aka segera keluar” teriak Lian yin, ia sudah


mulai frustasi tidak ada cara lain, jika aku tidak langsung melawan mereka satu


persatu. Dan kebetulan mereka sekarang sedang tidak ada boss dia. Dan pengawal


itu sekarang juga sendiri.” Gerutu Lian yin, memegang knop pintu. Ia merasa


sangat bimbang, mau membuka pintu atau biarkan sejenak.


“Cepat keluar!!” bentak pengawal itu, sedangkan Jack yang


berdiri di sampingnya, ia hanya diam menutup mulutnya rapaty agar Lian yin

__ADS_1


tidak tahu ada orang lain yang di depan kamar manid. Dari awal Jack sudah


merasa dia akan kabur dengan cara curang, jadi kenapa dia tidak mau membuka mulutnya


untuk menyuruh Lian yin keluar.


“Iya!!” Lian yin membuka pintunya, dengan tangan kanan


terangkat seakan sudah siap untuk melayangkan sebuah pukulan.


Pelayan di depannya sontak reflek menghindari sebuah pukulan


yang hampir saja mendarat di wajahnya, dan Jack hanya diam ia membalikkan


badannya, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Lian yin, sebelum ia bertatap


wajah dengannya.


“Pengawal, suntik dia obat penghilang ingatan. Tapi kamu


hatus segera tangkap dia.” Ucap Jack.


Lian yin menoleh, menatap punggung Jack yang sudah berjalan menjauh


darinya. Bahkan ia semula yang ingin melawan satu pengawal di depanya, ia


menghantikan aksinya menatap bengong, ke arah Jack.


“Sial, semuanya berantakan, ternyata dia juga ada di sini.


Boss dari, mereka semuanya. Tapi kenapa dia tidak mentapku, atau menghalangi aku


pergi, apa ini yang di rencanakan, dia akan membunuh aku secara diam-diam.” Gumam


Lian yin dalam hatinya, menmtap tajam ke arah jack pergi.


“Cepat jalan lagi!!” pengawal itu mendoorng tubuh Lian yin,


hingga terpental.


Lian yin menguntupkan bibirnya kesal, ia mentap tajam ke


arah pengawal di belakangnya.


“Apa yang sudah kamu lakukan? Cepat jalan!!” ucap pengawal


itu.


“Jangan sentuh aku!!” Lian yin menepis tangan pengawal itu.


“kalau begitu, cepat jalan sekarang!!” bentak pengawal,


mendorong punggung Lian yin.


“Kalau bukan karena hanya ingin bertemu dengan kakak aku,


maka aku akan segera habisi mereka. tapi tetap saam saja, kakak aku juga belum


juga menolongku, apa tunggu aku sekarat dulu, beru dia muncul.” Gerutu Lian yin


dalam hatinya, sembari melirik tajam ke arah pengawal yang berjalan di


belakangnya.


Ia hanya bisa bersabar untuk mendapatkan bantuan dari


kakanya, hanya ini cara dia bisa bertemu langsung dengannkakanya nanti.


“Pengawalnitu menoleh ke belakang, melihat Jack yang sudah


pergi menjauh darinya dan Lian yin.


“Kamu tetap di sini, aku ada urusan sebentar. Dan kamu


tolong jaga dia dulu,” ucap pengawal itu popada Lian yin dan pengawal di


sampingnya, yang menbantu dia untuk menjaga Lian yin dari kemarin malam.


“Siap!!”


Pengawal Jack berlari pergi mengikuti Jack yang sudah keluar


lebih dulu. Ia iangin bertaya padanya dan membaicarakan masalahna dengan Jack. Sedakan


Lian yin yang masih belum terikat ia mentao ke arah pengawal yang dari tadi


hanya diam, tanpa marah-marah paanya, seakan membiarakan dia tidak terikat.


“Kamu kenapa diam?” tanya Lian yin  yang mulai curiga.


“Aku akan mengatur cara untuk membaa kamu pergi!!”


“Maksud kamu?” tanya Lian yin semakin curoga.


“Kamu nanti juga akan tahu, sekarang kamu ikut dengan aku. Lewat


pintu belakang keluar dari sini, sebelum mereka menyuntikan penghilang ingatan


di tubuh kamu.” Ucap pengawal yang terlihat aneh.


“Sebenarnya kamu siapa?” tanya Lian yin.


“Nanti aku akan jelaskan, lebih baik kamu keluar sekarang!!”


“Apa dia yang di utus kakak aku, untuk menjadi mata-mata di


sini. Tapi kenapa tidak ada sama sekali yang curiga padanya. Dan dia


benar-benar hebat dalam menyamar tanpa di curigai sama sekali keberadaanya.” Gumam


Lian yin dalam hatinya.


“Kita gak punya banyak waktu lagi, lebih biak sekarang kita


pergi.” Pengawal itu menarik tangan Lian yin, berlari menuju ek pinyu belakang.


“maafkan aku!” ucap pengawal itu, saat sampai di pintu


keluar, dia endoorng tunuh Lian yin.


“Larilah!!” ucapnya.


Lian yin hanya diam dan segera lari, dan. Dorrr...


Tembakan mendarat di punggung lian yin, Lian yin yang masih


terasa kuat menahan rasa sakit, ia terus belari, sesekali menoleh ke belakang


menatap orang yang menembaknya.


“Sialan, apa rencananya, kenapa dia kenembakku.” Ucap Lian

__ADS_1


yin, yang terus berlari, hingga terjatuh tersungkur di tanah.


__ADS_2