
Changmin dan yang lain semua berkumpul di sebuah lautan yang menghubungkan dua negara perbatasan.
"Kebapa kamu ada di sini?" tanya Lay menatap tajam ke arah Luhan dan Tao.
"Lay!! Tenangkan diri kamu dulu. Ini bukan saatnya kita marah-marah" ucap Changmin, mencoba melerai Lay yang sudah ingin sekali menonjoknnya.
"Kenapa kamu bawa laki-laki itu datang ke sini. Dia penghianat!! Lian yin dan Yiwen sudah percaya dengannya. Tapi dia telah menghianati kepercayaan mereka." ucap Lay menggunakan nada tingiinya, dengan telunjuk tanganya menunjuk ke wajah Luhan.
"Lay kamu coba tenangkan diri kamu. Aku juga kecewa dengannya. tapi sekarang yang paling penting Lian yin. Jangan pikirkan dia dulu, jika kita sudah bertemu dengannya, setelah itu kita selesaikan masalah kita dengan Luhan." ucap Changmin, memegang kr dua bahu Lay, perlahan Lay mulai luluh, ia menarik napasnya, mencoba untuk meredamkan emosi yang semakin menjadi dalam dirinya. Perlahan emosinya mulai pudar, meski masih sedikit kesal jika melihat wajah Luhan dan Tao di depannya.
"Iya benar kata Changmin. Yang penting kita cari Lian yin. Bukan malah berantem dengannya," saut Lyli, memegang lengan tangan Lay.
"Oke.." ucap Lay, menepis tangan Lyli dan Changmin yang terus mencegahnya.
"Apa kamu yakin Lian yin di buang di sini?" tanya Lay, yang sudah tidak sabar ingin segera mencari Lian yin. Saat emosinya sudha mulai meredam, padam.
"Iya, teman aku bilang disini mereka membuangnya," saut Boby, membuat semua orang memandangnya sejenak.
"Baiklah aku akan segera cari dia!!" Lay beranjak berlari menuju ek sebuah jrmbatan kayu, ia mulai melepaskan jaketnya, dan bajunya. Dan bersiap untuk menyeburkan dirinya.
"Lay apa yang kamu lanjutkan?" teriak Lyli berlari mengikuti Lay.
"Aku akan cari Lian yin!!" jawabnya tergesa-gesa.
"Iya, tapi gak harus kamu yang menyelam ke dalam!!" sambung Grace.
"Terus gimana? Apa kalian mau menunggu dia mati terlalu alam di air." decak kesal Lay.
"Jika sudah terlalu lama di air, Lian yin sudah tidak ada harapan lagi," saut Luhan, membuat wajah Lay semakin murka, ia mendongakkan kepalanya menatap Luhan, berjalan cepat mendekati laki-laki itu, menarik ke dua kerahnya. "Apa yang kamu bilang? Emangnya kamu pikir Lian yin selemah itu. Dan ingat, kamu kerja sama dengan Jack, maka aku akan membuat kamu juga merasakan hal sama dengan Lay.
"Lay lepaskan tangan kamu" ucap Grace, menarik tangan Lay, membuangnya asal. "Jangan sentuh calon suami aku!!" suara Grace bagaikan guntur yang menggelegar di malam hari bagi semua orang yang ada fi sana.
"Apa.yang kamu katakan, Grace? Kamu mau menikah dengannya?" tanya Lyli memastikan.
"Iya, aku akan menikah dengannya?" jawab Grace tegas, tanpa bersalah sama sekali. Dan Lyli serta Lay menatap ke arah Changmin, yang hanya bisa menunduk, diam. Mereka semua yang masih sibuk terkejut dengan ucapan Grace, Changmin langsung menyeburkan dirinya, ia tak mau berpikir lagi tentang Grace.
"Changmin!!" teriak Grace, yang ingin ikut menyeburkanndirinya, namun dengan sigap tangan Luhan memegang tangannya mencegah dia pergi.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu mau ikut dengannya cari mati mencari Lian yin yang belum jelas dia masih hidup atau tidak!!"
__ADS_1
"Aku yakin dia masih hidup" jawab Lay, yang ikut menyeburkan dirinya, mereka berusaha menyelam tanpa bantuan alat apapun, yang bisa membahayakan nyawa mereka. Dan Changmin dengan Lay tak perduli. Bagi mereka Lian yin sudah seperti nyawanya. dia yang selalu membantu mereka saat terpuruk dalam kesendirian.
"Aku harus ikut mencari Lay, u gak mau mereka ikut pergi juga. Mereka tanpa alay bantu pernapasan dan gak mungkin bisa bertahan hingga berjam-jam di dalam air." ucap Lyli mencoba untuk menceburkanndirinya. dengan sigap tangan Tao memegang lengan tangan Lyli, mencegahnya pergi.
"Jangan bertindak bodoh. Lebih baik kamu ikut dengan aku!!" ucap Tao membuat Lyli mengerutkan keningnya, menoleh ke belakang menatap wajah Tao di belakangnya.
"Maksud kamu? Aku biarkan pacar aku tergelam di sana dan pergi dengan kamu!!" ucap Lyli kesal.
"Iya, sekarang kamu ikut aku mencari Yiwen. Aku tahu kamu pasti tau petunjuk tentang Yiwen. Dan kamu juga pandai untuk menyamar mencari tahu di mana Jack membawa Yiwen."
"Tapi.. aku gak bisa biarkan Lay dan Changmin ada di sini, berada di dalam.laut betdua!!" ucap Lyli, menatap ke arah Grace tajam. Ia mulai kecewa dengan apa yang sudah jadi keputusan Grace, dan gara-gara dia Changmin dan Lay ikut menyeburkan dirinya. Jika dia tidak bilang itu dulu, mungkin Changkin tidak mungkin berbuat senekat itu.
"Lyli, kita percayakan semua pada Lay dan Changmin. Kita bantu mereka cari Yiwen." ucap Grace berjalan mendekati Lyli yang terus menatapnya tajam. Ia mencoba meraih tangan Lyli, mencoba menyakinkan dirinya.
"Lepaskan aku!!" ucap Lyli menepis tangan Grace.
"Jika kamu ingin pergi, kalian semua pergilah. Aku akan tetap di sini. Dan aku tidak akan pergi dari sini jika Changmin dan Lay belum juga muncul ke permukaan. Dan ingat, aku tidak mau anggap kamu sahabat lagi. Karena kamu sudah melukai hati sahabat aku, yang henar-benar sangat mencintai kamu!!" ucap Lyli, mengulurkan telunjuk tangannya ke wajah Grace.
"Lyli aku bisa jelaskan semuanya padamu," Grace mencoba untuk memegang tangan Lyli. Dan Lyli mengangkat tangannya, mencegah Grace menyentuhnya lagi.
"Grace!! Dengar baik-baik, aku tidak akan pergi dari sini. Jadi jangan membujuk aku lagi." ucap Lyli tegas.
"Dan kamu Tao, lebih baik kamu temani dia. Aku tidak mau wanita ini di sini sendiri. Dan kamu Boby, ikut dengan aku. Kamu pasti tahu, di mana tempat persembunyian Jack yang belum aku ketahui di sini." ucap Kuhan, dan langsung di setujui oleh Boby, ia ingin membantu Changmin hanya dengan menyelamatkan orang yang penting dalam kehidupannya, seperti Lian yin dan Yiwen.
"Tapi aku juga ingin bersama dengan kalian, mencari Yiwen. Aku khawatir dengannya."
"Aku tahu!! Tapi serahkan ini semua pada kita. Kamu jangan khawatir, kita akan mencari Yiwen sampai ketemu dengannya. Dan jika Changmin dan Lay sudah kembali. Kalian bisa susul aku ke tempat di mana kita akan janjian nantinya." jawab Luhan, menepuk bahu Tao.
"Baiklah!! Aku harap kalian cepat menemukan Yiwen. Aku sangat khawatir dengannya, dan terakhir aku lihat dia sangat dekat dengan Amerta, lebih baik kamu selidiki dia " ucap Tao, yang mulai memutar ingatannya tentang kedekatan Yiwen dan Amerta saat di rumah Jack.
"Baik!! Aku pergi dulu!!" ucap Kuhan, membalikkan badannya, memegang tangan Grace yang masih terdiam, menatap Lyli yang terlihat sangat kecewa dengannya.
"Grace!! Ayo kita pergi!!" ucap Luhan.
"Iya!!"
Grace mengikuti langkah kaki Luhan beranjak menuju ke mobilnya bersama dengan Boby.
"Maafkan aku sekuatnya. Mungkin aku membuat kalian semua kecewa. Tapi aku juga pasti akan bantu kalian. Aku tidak akan tinggal diam, semua harus merasakan akibatnya telah melukai Lian yin!!" gumam Grace dalam hatinya, Grace yang terus melamun ia tidak sadar jika dia sudah duduk di jok depan mobil, dengan pandangan kosong menatap ke depan.
__ADS_1
Luhan memakaikan sabuk pengaman di tubuh Grace. "Kenapa kamu diam?" tanya Luhan, menatap dekat wajah Grace.
"Eh... Luhan!! Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Grace terkejut, tiba-iba luhan di depan pandangannya, ia mendorong tubuh Luhan menjauh darinya.
"Aku hanya memakaikan sabuk pengaman kamu," ucap Luhan, yang mulai menyalakan mesin mobilnya.
"Lain kali jangan sering melamun sendiri. Nanti kesambet!!" ucap Luhan, menjalankan mobilnya segera pergi dari pinggiran pantai itu.
Grace terlihat salting, dia salah sangka dengan Luhan yang ia kira akan melecehkannya. Wanita itu hanya menelan ludahnya pelan, menegang sabuk pengaman di depan dadanya, menghilangkan rasa gugupnya dalam hati.
-----
Di sisi lain, Lyli berdiri di samping Tao menatap laut yang terbentang luas di depannya. ia meneteskan air matanya, hingga tetesan air mata itu jatuh tepat di air laut bawahnya. Ia masih belum tenang jika belum melihat mereka semua kembali.
"Changmin, Lay. semoga kalian berhasil mendapatkan Lian yin. Aku gak mau kalian kenapa-napa," gumam Lyli lirih.
"Jangan sedih. Kamu yakinlah!! Mereka pasti akan kembali!!"
"Aku di sini sendiri saja, aku tidak butuh teman siapapun. Termasuk kamu, lebih baik kamu pergi dari sini!!" ucap Lyli pada Tao di sampingnya.
"Terserah kamu mau bilang apa, tapi aku akan tetap di sini. Karena aku gak mau kamu berbuat nekat. Karena ini sudah jadi perintah Luhan. Jadi aku akan menjaga kanu Meski aku sangat khawatir dengan Yiwen." ucap Tao, memandang ke arah lautan di depannya.
Lyli menatap ke arah Tao di sampingnya, dengan kepala sedikit mendongak ke atas. "Ada hubungan apa kamu dengan Yiwen?" tanya Lyli penasaran.
"Aku mantan Yiwen. Dan aku ke sini mencari Lian yi dan Yiwen, aku juga ingin tahu gimana keadaan Lian yin jika di temukan. Karena aku gak mau jika Yiwen nanti terlihat sedih jika tahu Lian yin sudah tidak ada,"
"Jangan katakan Lian yin tidak ada. Aku yakin jika Lian yin pasti ada sekarang, dia masih hidup!!" ucap tegas Lyli.
"Baiklah!! Terserah apa katamu," Tao beranjak duduk, di jembatan itu, dengan ke dua kaki menggelantung mengenai air laut di bawahnya.
Tao memegang lengan Lyli menariknya untuk duduk di sampingnya. "Duduklah!! tenangkan pikiran kamu dulu. Jangan terlalu panik dan khawatir. Jika kamu yakin mereka akan selamat. Mereka pasti akan selamat!!" ucap Tao, menatap wajah Lyli yang kini sudah duduk di sampingnya, berjarak tiga telamat tangan darinya.
"Jangan sok perduli dengan aku!! aku gak mau ada orang lain yang perduli dengan aku kecuali, Lay. Orang yang paling aku sukai sekarang!!" ucap Lyli, membuat Tao tersenyum tipis, dengan ke dua tangan menyangga tubuhnya di belakang punggungnya.
"Oke!! Selamat menunggu saja!!" ucap Tao, melirik ke arah Lyli yang masih terlihat cemas, ia memainkan bibirnya, mengigit bibir bawahnya ke dalam sela-sela giginya, ia mencoba menghilangkan rasa khawatirnya, dan ke dua tangan saling nenggemgam, di atas pahanya.
Tao hanya diam, ia membaringakan tubuhnya terlentang di jembatan yang hanya menjular kecil, beberapa meter saja, untuk bisa menikmati udara angin laut.
Tao menatap atap langit degan bintang yang mulai muncul di atasnya. "Kamu tunggu saja sampai dia keluar dari dasar laut, aku mau merenggangkan otot aku sebentar!!" gumam Tao, memejamkan matanya, menikmati udara malam di pinggiran pantai yang menembus masuk ke dalam pori-pori kulitnya.
__ADS_1