
Lian yin yang semula duduk melihat pertandingan, dia dari tadi tidak sadar jika Yiwen sudak keluar dari tadi mengikuti Qiu.
"Lyli kamu dengar aku kan, bilang pada Lay jika tiba giliran Yiwen segera beri tahu dia. Aku dan yiwen mau keluar sebentar. Ada hal penting yang harus ia kerjakan."ucap Lian yin pada Lyli.
"Iya, aku mendengarmu. Baiklah, emangnya ada masalah apa?" tanya Lyli, ia lagi sibuk dengan mendeteksi kekuatan para peserta lainya.
"Aku juga gak tahu, tapi yiwen bilang ini sangat penting. Nanti aku kabari lagi"ucap Lian yin, segera berlari keluar dari arena pertandingan.
--00--
"Kenapa Lian yin lama sekali"ucap Yiwen, yang berjalan mondar-mandir, dengan tubuh yang sudah panik menunggu Lian yin tak kunjung datang. Sudah hampir 10 menit ia menunggunya. Keberu Qiu pergi jauh nantilnya. Yiwen tadi sempat melihat Qiu masih diam duduk sendiri di taman dekat dengan stadion, entah apa yang ada dalam pikirannya. Seperntinya dia punya beban hidup yang sangat berat.
"Menunggu Lian yin terlalu lama"ucap yiwen, menghentakkan kakinya kesal.
"Lebih baik sekarang aku pergi dulu"gumam yiwen, mencoba melihat di mana Qiu berada.
"Yiwen, kamu di mana?" teriak Lian yin, yang berlari keluar dari stadion. "Di mana dia?" tanya Lian yin, menatap sekelilingnya. Tidak ada yiwen di sana, pandangannya menuju ke taman. ia terlihat berdiri dengan pandangan mata menoleh-noleh, seperti orang bingung.
Lian yin segera menghampiri Yiwen. "Yiwen!" panggil Lian yin.
"Yin, kenapa kamu lama sekali"ucap Yiwen, yang spontan langsung menoleh, dan memukul dada Lian yin.
"Maaf aku tadi kasih kabar pada Lyli dan lay dulu."ucap Lian yin. "Apa yang kamu lakukan di sini"gumam Lian yin.
"Aku mencari seorang wanita yang bertanding dengan yhing yhi tadi. Apa kamu gak lihat tadi mereka berdua itu sangat aneh. Aku melihat kondisi Qiu dalam pertandingan baik-baik saja. Tapi kenapa dia bilang pada Mc jika dia sakit. Dan itu hal yang tidak mungkin. saat pertandingan itu selalu tes kesehatan dulu."ucapĀ Yiwen menjelaskan.
"Benar juga apa kata kamu" ucap Lian Yin yang baru tersadar akan hal itu.
"Sudah sekarang jangan banyak bicara, kita cari wanita itu. Kita ambil bukti dan segera pergi dari lagi."ucap Yiwen, berlari mencari wanita itu, ia melihat Qiu berjalan menuju ke sebuah rumah sakit besar yang tidak jauh dari stadion. Hanya berjarak 2 km.
"Dia yang kamu ikut?" tanya Lian yin.
"Iya dia, memangnya siapa lagi. Lihatlah dia. Sepertinya banyak beban. Ayo kita menemui dia"ucap Yiwen, menarik tangan Lian yin. Segera masuk ke dalam rumah sakit.
"Qiu"panggil Yiwen, yang berlari masuk ke dalam rumah sakit.
Qiu berusaha kabur setelah tau jika itu adapah Yiwen orang yang ikut dalam pertandingan. "Qiu jangan kabur"panggil Yiwen.
"Sialan kenapa mereka di sini"ucap Qiu, yang terus kabur masuk ke dalam rumah sakit.
"Hai"ucap Lian yin tepat di depan Qiu.
__ADS_1
"Kamu?" Qiu yang terkejut langsung menghentikan langkahnya.
lian yin menarik tangan Qiu, menuju ke Yiwen di belakangnya. "Kenapa kamu kabur, aku tidak akan menangkapmu. Tenanglah jangan takut. Aku hanya sedikit tanya. Dan aku tidak akan bilang pada siapapun"ucap Yiwen.
"Baiklah, kita duduk saja di sini"ucap Qiu. "Mau tanya apa? Soal Yhing Yhi itu?"ucap Qiu.
"Kalau memang benar yang kalian tanyakan soal itu, aku gak bisa jawab. Karena itu hal privasi aku. Aku gak mau kamu membuat Yhing Yhi di diskualifikasi. Karena dia aku bisa bayar rumah sakit ibuku nantinya."ucap Qiu.
"Baiklah, apa kamu sudah bayar sekarang?" tanya Yiwen. "Belum, uangnya belum aku cairkan"Jawab Qiu.
"Kalau begitu simpan saja uang itu, Lian yin akan bayar semuanya. Dan kamu bawa ibu kamu pergi dari sini. Kamu bisa merawat ibu kamu di luar negeri"ucap Yiwen, memegang tangan Qiu.
"Kita masuk ke dalam"ucap Qiu, membawa Yiwen dan Lian yin masuk ke dalam ruangangan ibunya. "Ibu aku sedang sakit, jadi amna mungkin bisa keluar negeri sekarang"ucap Qiu, menunjukan kondisi ibunya.
Tenang saja, aku akan bilang pada rumah sakit sekarang. Kamu cepatlah pergi dari sini. Tapi aku ingin kamu mengatakan satu hal. Dan setelah itu pergilah. Agar Yhing Yhi tidak bisa mencarimu lagi. Aku akan kasih uang kamu untuk tinggal di luar negeri. Dan kamu bisa bekerja di sana. Dan kalau uang untuk rumah sakit ibumu. Aku akan bayar semuanya"ucap Lian yin, membuat Qiu terdiam seketika.
"Qiu, terima saja tawarannya. Aku tidak mau kamu kenapa-napa"ucap Ibu Qiu, yang tiba-tiba bangun dari tidurnya.
"Ibu"ucap Qiu, segera mendekati ibunya. "Ibu yakin bisa pergi"ucap Qiu.
"Yakin syang, kamu bicara jujur saja. ibu gak mau kamu bohong"ucap Ibunya.
"Baik ibu, aku akan bicara jujur sekarang"ucap Qiu.
"Aku memang di bayar untuk mengalah, Tapi aku memang butuh uang untu mengobati ibu aku. Dan aku menerima tawaran Yhing Yhi dengan imbalan 200jt."ucap Qiu menjelaskan.
"Yiwen cepat kamu kembali"ucap Lyli di balik alat percakan mereka.
"Baiklah, aku akan segera kembali."ucap Yiwen.
"Yin cepat pergi dan antar dia, aku akan pergi ke pertandingan. Kamu bawa dia sampai bandara di sini. Dan atur penerbangan mereka sekarang juga. Dan kamu juga urus biaya pengobatan ibunya sampai selesai. Setelah itu cepat kembalilah."ucap Yiwen, segera berlari keluar dari rumah sakit, tanpa menunggu Lian yin menjawab. Karean waktunya juga tidak lama. ini adalah pertandingannya. ia harus cepat sampai sebelum terlambat.
Yiwen berlari maraton menuju ke stadion.
--00--
Sedangkan di balik stadion, Lyli merasa sangat khawatir Yiwen belum juga datang.
"Kita akan hitung sampai 5 jika Yiwen belum juga muncul maka pemenangnya adalah Yhing Yin"ucap Mc itu.
Yhing yin yang berdiri di sampingnya. Hanya tersenyum, memandang ke arah kakaknya. "Aku akan menang dengan mudah"ucap Yhing yin
__ADS_1
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
"Empat"
"Tunggu, aku ada di sini"ucap Yiwen, yang masih ngos-ngosan naik ke atas ring. Di sambung dengan tatapan sinis oleh yhing Yin.
"Kenapa kamu kembali juga"ucap Yhing yin.
"Emangnya kenapa, ini urusan aku. kenapa kamu gak mau aku ada di sini? Lagian aku tidak mau kamu bertanding dengan kemenangan begitu saja. Hadapi aku dulu sebelum kamu bisa meng-klaim jika kamu menang"ucap Yiwen, dengan senyum sinisnya.
Yhing Yin berdengus kesal, mengepalkan tangannya.
"Baiklah pertandingan kita mulai, kalian cepat bersiap"ucap Mc.
"Siap"ucap Yiwen dan Yhing Yin kompak.
"Mulai"ucap MC
Yiwen menatap setiap pergerakan kaki Yhing Yin, karena dia mempunyai gerakan kaki yang licah dan cepat. Aku tidak mau jika dia menang begitu saja nantinya, gumam Yiwen dalam hatinya.
Yhing Yin mulai menyerang, dengan kakinya, ia terus menendang ke arah Yiwen dengan gerakan kaki sangat cepat, sulit di lihat dengan mata oleh Yiwen. Hingga mengenai wajah Yiwen.
"Gimana?"ucap Yhing Yin dengan senyum tipisnya.
"Ini belum berakhir"ucap Yiwen, mengusap darah segar yang keluar dari ujung bibirnya. Dan muali berdiri tegap lagi, memandang Yhing Yin dengan tatapan menantang.
Yiwen menarik napasnya sejenak, menatap tajam seakan ia baru mengeluarkan semua kemampuannya sungguh-sunggug. Yiwen mulai menyerang kali ini, namun di balas dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi. Tapi bisa di baca oleh Yiwen kali ini. ia tidak mau kalah, yiwen menangkis semuanya, dan berhasil mendang betis Yhing Yin hingga terjatuh. Dan dengan segera ia menguncinya, meski di balas dengan tendangan oleh Yhing Yin, namun ia berhasil mengunci tubuhnya hingga tak bisa berkutik. Yiwen bernapas lega kali ini, perlawanan yang cukup sulit kali ini dengan Yhing Yin, ia mengakui jika Yhing yin sangat hebat, makanya ia ingin sekali melawan dia, untuk mengukur kemampuannya seperti apa.
"Sialan kamu!"ucap Yhing yin menatap tajam ke arah Yiwen di atas tubuhnya, di balas dengan senyum sinisnya ke arah Yhing yin.
"Satu, dua, Tiga,"
"Kali ini pemenangnya adalah Yiwen"ucap mc Itu menarik tangan Yiwen ke atas.
"Shitt"decak kesal Yhing Yin, beranjak berdiri dan segera turun dari ring.
Yiwen masih berdiri merayakan kemnenagnanya dengan sorakan para penonton yang sangat meriah, menggema di stadion.
__ADS_1
"Ini pertama kali aku merasakan hal seperti ini, sangat menyenangkan dan melelahkan. Seakan aku kenemukan duniaku sekarang" gumam Yiwen dalam hati, dengan senyum kemenangan terpancar dari wajahnya. Dan Grace yang melihat Yiwen tersenyum tipis ke arahnya.
Seakan ia ingin segera menantang Yiwen untuk bertanding dengannya.