Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Mimpi


__ADS_3

"Yiwen!! Kamu jangan pernah pergi. Aku akan selalu ada di sisi kamu!!"


"Yin, apa kamu masih hidup, aku gak bisa jauh dari kamu. Kita akan segera punya anak, kan. Kita akan selalu bersama... Bukanya kamu sudah janji padaku.. Kamu akan selaku bersama dnegan aku, kita hidup bersama di rumah kecil, milik aku. Jauh dari pusat keramaian. Apa kamu masih ingat itu..." ucap Yiwen menatap ke depan. Namun Lian yin tetap berjalan ke dpan tanpa perdulikan Yiwen yang meneteskan air mata fi belakangnya.


"Aku harus pergi!!" ucap Lian yin, terus berjalan tanpa arah. Dengan cepat Yowen berlari mengejar Lian yin, memeluk tubuhnya dari belakang. Ia melingkarkan ke dua tangannya di perut Lian yin.


"Apa yang ingin kamu katakan, aku ingin selalu ada bersama kamu selamanya, Yiwen. Tapi aku harus pergi. Kanu tunggu aku kembali. Aku akan mencari kamu, dan tenang saja, ku tidak akan pernah melupakan kamu. Kita akan bertemu lagi!!" Lian yin melepaskan tangan Yiwen. Tetapi Yiwen tetap semakin erat merengkuh tubuh Lian yin, menyandarkan kepalanya di punggungnya.


"Kamu harus tetap di sini. Aku sedang hamil jadi jangan pergi. Gimana dengan anak kita nantinya" ucap Yiwen, yangvterua meneteskan air matanya, ia tak kuasa terua meneteskan air matanya, hingga baju Lian yin tetlihat basa olehnya.


"Aku tahu!! Kamu pasti hamil, aku harap kamu jaga anak kita. Kamu harus selamatkan semuanya. Dan aku sudah mendapatkan percahan peta harta karun itu. Dan bukanya aku ingin mengingatkanmu. Aku harap kamu selesaikan tugas yang sudah terlanjur kamu jalani. Sebentar lagi kamu akan berhasil. Meski aku harus merelakan kamu menikah dengannya." ucap Lian yin, melepaskan tangan Yiwen di perutnya, membalikkan badannya menatap ke arah Yiwrn, memegang ke dua pipi wanita di depannya.


"Kamu akan selalu di hatiku. Sampai kapanpun, dan kamu tunggu aku kembali mencari kamu. Kita akan pergi bersama nantinya. Kamu tetap jagalah hatimu, ya." lanjutnya.


"Tapi kenapa aku harus pergi? Aku gak bisa, Lian yin.. Gak bisa!!"


"Aku yakin kamu bisa, kanu buat dia jatuh cinta padamu. Dan tinggalkan dia. Aku yakin kamu bisa.. Dan aku tidak akan pernah menduakanmu. Aku akan selalu setia padamu!!"


"Tapi..." ucapan Yiwen berhenti, saat telunjuk tangan Lian yin menutup mulutnya.


"Jangan khawatir!! Aku akan selaku melindungi kamu dari jauh. Aku akan selalu mengawasi kamu. Dan tinggal kamu, jaga hati kamu untukku. Jangan mudah jatuh cinta dengan orang lain!!"


"Iya, aku akan selalu menjaga hati aku. Tapia pa kamu gak bisa tetap bersama dengan aku.!!".


"Maaf!! Kita harus berpisah lebih dulu. Dan suatu hati aku akan menikahi kamu. Pernikahan yang jauh lebih mewah dari pernikahan kita dulu. Dengan di hadiri banyak teman kita, keluarga kamu, dan para sahabat kamu," ucap Lian yin mengecup lembut kening Yiwen, melepaskan sentuhannya, dan beranjak, membalikkan badannya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen sendiri


"Lian yin...!!" teriak Yiwen menggelegar, dan Lian yin sama sekali tidak perdulikan itu


"Maafkan aku, Yiwen. Aku sayang dengan kamu. Sangat cinta padamu. Aku harap kamu menepati janji kamu!!" gumam Lian yin dalam hatinya.


"Lian yin!! Aku akan selalu mencintai kamu. Selamanya. dan aku tidak akan menikah dengan siapapun. Aku hanya cinta padamu."


Lian yin menghentikan langkahnya sejenak.


"Menikahlah dengan, Jack. bawa dia pergi dari dunia mafia. Setelah itu kamu bisa kembali dengan aku!!" ucap Lian yin dengan nada tinggi, tanpa menoleh ke belakang.


"LIAN YIN!!!" Teriak Yiwen, beranjak duduk, terbangun dari tidurnya, dengan napas ngos-ngosan, keringat mulai bercucuran membasahi tubuhnya. Ia mengusap wajahnya. "Apa tadi hanya mimpi?" tanya Yiwen dalam hatinya, ia memutar matanya melihat sekelilingnya.


"Apa maksud mimpi itu? Apa Lian yin akan meninggalkanku? Apa aku juga hamil sekarang?" tanya Yiwen dalam hatinya, mengusap perutnya yang terlihat aneh, bulan lalu ia masih M. Tapi bulan ini memang belum.


"Tapi siapa Lian yin, apa aku pernah suka denganya. Tapi buaknya aku suka dengan Jack. Dan kenapa Lian yin selalu ada di mimpi aku, dan aku hamil anak siapa? Apa aku sebelumnya pernah menikah dengan, ian yin itu" gumam Yiwen, menarik dua sudut bibirnya tipis, merasakan kebahagiaan tersendiri dalam dirinya.


"Aku di mana sekarang? Apa aku bersama dengan Jack? Tapi di mana dia? Apa dia pergi? Tapi ini kamar Siapa?" Yiwen terus bertanya pada dirinya sendiri, ia menarik napasnya, mencoba mengatur napasnya yang mulai bisa bernapas normal kembali.

__ADS_1


"Yiwen!! Kamu sudah bangun?" tanya Jack, berjalan mendekati Yiwen yang masih duduk di ranjangnya, jack membawa satu nampan makanan dan minuman di ke dua tangannya. Ia meletakkan di meja, lalu beranjak mendekati Yiwen.


"Kita di mana?" tanya Yiwen, memegang lengan Jack.


"Kita di kapal pesiar, sesuai janji aku. Kita akan menikah besok. Dan kuta juga akan bulan madu di sini, semua sudah aku siapkan. Setelah itu kita akan berhenti tepat di sebuah pulau di mana kita akan tinggal bersama. Menghabiskan waktu bersama." ucap Jack, mengusap lembut rambut panjang Yiwen.


"Iya, sudah. Sekarang kamu bantu aku bangun," ucap Yiwrn, membuka selimutnya, ia membenarkan gaunnya yang menyingkap ke atas, lalu beranjak berdiri, dengan tangan di atas pundak Jack.


"Kamu memang ingin dekat dengan aku, ya?" tanya Jack menggoda, mencium pipi kiri Yiwen.


"Jack!! Apa-apaan, sih!! Aku batu bangun. Kamu sudah mencium aku. Padahal aku amsih jelek, belum cuci muka."


"Tapi kamu tetap cantik," ucap Jack membantu Yiwen duduk di sofa.


"Sekarang nikmati masakan aku!!"


"Kamu bisa masak?" tanya Yiwen tak percaya.


"Bisa, kamu mau makan apa saja. Aku akan masakan buat kamu. Jadi jika jadi istri aku. Kamu diam saja, jangan terlalu capek, aku akan masak buat kamu. Soal bersih-bersih kita bisa lakukan bersama."


"Kenapa kamu tidak menyewa oembantu?"


"Kita akan tinggal di tempat te5pencil, dan aku hanya bisa menghubungi orang untuk membawakan makanan. Tapi kita tidak bisa menyewa orang di sana." ucap Jack, mengambil satu piring pasta, dan mulai menyuapkan pada Yiwen.


"Sepertinya aku pernah makan seperti ini, tapi aku lupa dengan siapa?" gumam Yiwen, mencoba mengingat-ingat dengan siapa ia pergi.


"Mungkin dengan aku dulu. Aku sudah lama suka dengan kamu. Dan kita juga sudah lama tinggal bersama," ucap Jack, mencoba beralasan. "Jadi jangan terlalu di pikirkan. Sekarang kamu makan yang banyak. Aku akan membuatkan makanan yang jauh lebih enak nanti," ucap Jack, mengusap pipi Yiwen yang masih mengunyah makanannya.


mereka mulai menikmati makanan, seling menyuapi satu sama lain. Sambil berncanda membaut suasana berbeda dari dalam hati Ywirm, ia bisa tersenyum lepas bersama dengan Jack tanpa harus takut drnganya. Dia saling mrnggoda, jahil. Dan saling mengambil minuman dan menyuapi.


Selesai makan, Yiwen menyandarkan kepalanya di bahu Jack. "Syang!! Apa aku bisa bersama dnegan kamu selamanya?" tanya Ywien, membuat Jack terdiam, ia menatap ke arah Ywien, yang masih menyandarkan keoalanya, ia mengusap lembut ujung kepalanya.


"Aku aka selalu bersama dengan kamu, memangnya kenapa?" tanya jack.


"Apa kamu tahu siapa Lian yin?" tanya Yiwen.


Wajah Jack seketika mengernyit, dengan pandangan mata terbuka lebar. Rasa takut kehilangan Yiwen lagi mulai terbayang di dalam benaknya.


"Lian yin? Kenapa kamu tanya tentang dia?"


"Aku tadi mimpi tentang dia, katanya dia akan meninggalkanku,. Dan aku menangis saat dia bilang itu!!"


"Udah, itu hanya mimpi. Dan mimpi hanyalah bunga tidur!!"

__ADS_1


"Iya, udah. Aku tanya satu lagi padamu,"


Yiwen mendongakkan kepalanya, menatap Jack. "Apa kita pernah berhubungan badan sebelumnya?" tanya Yiwrn, membuat Jack semakin bingung, melebarkan matanya, engan ke dua tangan memegang bahu Yiwen.


"Memangnya kenapa?" tanya Jack.


"Karena aku mimpi jika aku hamil!!" ucap Yiwrn, mengusap perutnya.


Jack menatap wajah Yiwrn, lalu menyingkap sedikit baju Yiwen, hinga terlihat perutnya, ia mengusap lembut perut Yiwrn.


"Jika kamu hamil, maka itu adalah anak aku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Semoga kamu benar-benar hamil, syang!!" ucap Jack, mendaratkan sebuah kecupan lembut di perut Yiwen.


"Iya, aku juga syang!!" jawab Yiwen, ia melirik jam tangan yang melingkarkan di tangannya. Sudah menunjukkan pukul 07 malam.


"Aku mandi dulu!!" ucap Yiwen.


"Kamu ke kamar mandi sendiri, tau kamu mau aku antar?" tanya Jack mencoba bertanya dengan Yiwen.


"Temani aku. Aku gak mau sendiri!! Apa kamu mau menemani aku," ucap Yiwen, semakin membuat Jack berbahagia. Rencananya sudah berhasil, satu langkah lagi ia bisa mendapatkan Yiwen dan menikah dengannya, bisa berbaring di ranjang yang sama bersama dengannya. Tanpa harus susah payah memaksanya lagi. Kali ini dia pasti akan dengan suka rela memberikan tubuhnya untukku.


"Baiklah, aku akan temani kamu. Tapi aku tidak mandi. Kamu saja yang mandi lebih dulu. Aku tidak mau jika mandi bersama takutnya nanti aku berbuat itu lagi padamu. Aku mau nunggu sampai kita nikah, dan besok pagi kita sudah menikah, syang!!" ucap Lian yin, memegang tangan Yiwen.


"Apa perlu aku buka sekarang?" tanya Jack.


"Di kamar mandi saja. Takut di lihat orang," ucap Yiwen.


"Gak ada orang, lagian ini kamar kita Hanya ada beberapa orang di sini yang membantu aku. Menyiapkan pernikahan kita, tapi di dalam kamar ini hanya kita gerfua," ucap Jack.


"Sekarang aku buka, ya!!" ucap Jack, yang mulai membuka gaun tanpa lengan milik Yiwen, hingga terlihat bagian, yang masih terbalut dalamannya, dan ia mengangkat tubuh Yiwen, membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Udah kamu cepat mandi, aku akan segera keluar, tunggu kamu di luar." ucap Jack, memegang dada Yiwen.


"Syang!! Kamu jahil!!" ucap Yiwen geli.


"Tubuh kamu sangat seksi, kamu terlihat menggoda syang!!" gumam Jack, mencium dada Jack, membuat bekas merah di dadanya.


"Emmm... Syang!!" ucap Yiwrn, mengacak-acak rambut Jack, mencengkeram erat rambut Jack. Membuatnya terlihat sangat berantakan.


"Udah sekarang kamu pergi syang!! Apa kamu mau ikut aku mandi!!"


"Enggak!! Udah aku keluar dulu, syang!!" ucap Jack, mengusap pipi Yiwen, dan beranjak pergi meninggalkan Yiwen sendiri di dalam kamar mandi.


Ia menutup kembali pintu kamar mandi. Menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi. "Rencana aku berhasil. Dan Yiwen masuk ke dalam perangkap aku. Sekarang aku tinggal buat dia jatuh cinta padaku. Aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu, syang!! Kamu sepenuhnya adalah milik aku." gumam Jack dalam hatinya, lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamar mandi. Dan duduk di ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2