Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Menjenguk


__ADS_3

Lian yin segera mengemudi mobilnya keluar dari halaman rumahnya menuju ke rumah sakit. Yang berada jauh di pusat kota.


"Kita jadi kerumah sakit atau makan dulu?" tanya Yiwen mengikuti langkah Lian yin.


"Kita kerumah sakit dulu, Lie Wei dan Mei juga sudah ada di sana." ucap Lian yin.


"Tapi bukannya Lie Wei dan Mei lagi saling diam gak mau berbicara." Tanya Yiwen.


"Iya awalnya begitu, tapi akhirnya mereka bisa baikan lagi. Lagian mereka itu saling ego jadi harus di selesaikan dengan pikiran dingin." gumam Lian yin.


"Baiklah, oya apa nanti aku bertemu dengannya juga,tapi apa aku harus bertemu dengannya juga. Aku merasa tidak ingin bertemu dengan Feng yin, entah kenapa aku merasa bersalah dengannya. Aku gak tahu perbuatan masa lalu apa dengannya sampai aku jadi seperti ini. Setiap dengannya aku selalu merasa banyak salah dengannya"ucap Yiwen menundukkan kepalanya.


"Syang, kamu jangan mereasa bersalah seperti itu, semua bukan salah kamu. Semua sudah takdir. Dulu kamu di pertemukan denganku dan meninggalkan Feng yin itu juga sudah takdir yang tak bisa di ubah. Lagian sekarang kita juga sudah jadi suami istri. Mungkin semua juga sudah di rencanakan oleh takdir." Ucap Lian yin memegang tangan Yiwen.


"Iya mungkin, tapi aku nanti boleh kan menunggu di luar syang aku masih ragu, apalagi jika Feng yin tau kondisiku seperti ini." ucap Yiwen.


"Baiklah terserah kamu, aku juga tidak memaksa kamu untuk masuk ke dalam berbicara dengannya. Biar aku yang berbicara dengannya nanti"ucap Lian yin.


"Oya kabar Ley gimana kenapa tu laki gak pulang-pulang betah banget dia tinggal di sana." Tanya Yiwen yang mulai teringat dengan Ley.


"Gak usah di pikirkan dia, aku mengirim dia kesana karena tugas, sekalian aku suruh jemput temanku wanita. Ya, mungkin dia jadi tertahan ingin berlamaan dengannya disana atau liburan dulu di luar. Biarkan saja biar dia senang." ucap Lian yin.


"Kenapa dia dulu bertemu saat liburan seperti tikus dan kucing selalu bertengkar, Tapi sebenarnya Lian yin sudah memberi dia kejutan dari awal. Di balik sefat mereka begitu. Ternyata mereka juga saling syang."Batin Yiwen.


Lian yin memegang tangan yiwen yang terlihat diam setelah mendegar ceritanya. "Kenapa kamu diam syang" tanya Lian yin. "Apa kamu kangen ya sama Ley." goda Lian yin.


"Apasih sayang gak lah, gimana bisa aku kangen dengannya. Aku tu kangen candaan kalian yang sering bertengkar." gumam Yiwen.


Tak lama Lian yin berhenti tepat di depan rumah sakit. Ia melihat Feng yin, berjalan keluar dari rumah sakit. "Kenapa ada dia sih" gumam Lian yin.


"Siapa" tanya Yiwen.


"Musuh, kamu gak perlu tahu, sekarang lebih baik kita menunduk agar dia tidak melihat kita di dalam mobil." ucap Lian yin manarik tangan Yiwen untuk menuduk ke bawah.


"Siapa sih?" tanya Yiwen penasaran.


"Sssttt...Diamlah dulu"ucap Lian yin.

__ADS_1


Yiwen yang penasaran mulai mengintip sedikit, ia melihat sosok lelaki dan seorang lelaki paruh baya di sampingnya.


"Jangan lihat!" ucap Lian yin.


"Kenapa aku mengira jika itu adalah ayah aku," ucap Yiwen dalam hatinya.


"Kamu jangan melihatkan wajah kamu, kalau dia tahu kamu dia akan membawamu lagi." ucap Lian yin.


"Dia sudah pergi?"Jawab Yiwen.


Lian yin melihat ke atas merasa situasinya sudah aman ia menampakkan tubuhnya dan beranjak keluar dari mobilnya.


"Yiwen ayo cepat keluar, kita tak punya banyak waktu lagi untuk berbicara dengan Feng yin nantinya, dia pasti akan datang lagi nanti"ucap Lian yin.


"Lelaki itu tadi?" gumam yiwen.


"Iya, apa kamu tahu dia." Tanya Lian yin.


"Tahu sedikit, tapi apa kamu tahu siapa lelaki di sampingnya tadi"tanya Yiwen.


"Lelaki paruh baya tadi?" tanya Lian yin.


"Aku tidak tahu, nanti kita bisa tanyakan pada Tao, kamu sendiri bisa langsung tanyakan padanya. Biar semua rasa penasaran kamu." ucap Lian yin. Belum menyelesaikan mendengarkan Yiwen berjalan lebih dulu dengan langkah semakin cepat menuju kekamar Tao, ia sangat penasaran dengan lelaki tadi, ia yakin jika itu adalah ayahnya, yang selama ini ia cari.


"Yiwen, tunggu!" teriak lian yin berjalan mengikuti Yiwen yang sudah jauh di depannya.


"Aku harus tanya Feng yin sendiri, dari pada tanya Lian yin gak ada jawaban yang memastikan. Aku butuh kepastian jika dia benar adalah ayah aku. aku berharap begitu. Biar semuanya terjawab sudah rasa panasarannya.


Ia terus berjalan tanpa pedulikan Lian yin yang masih di belakangnya. "Feng yin.."panggil Yiwen membuat semua orang di ruangan itu menatapnya.


"Di mana Feng yin?" ucap Yiwen yang merasa sangat malu melihat tak ada Feng yin, di sana.


"Lie, kemana Feng yin?" tanya Yiwen.


"Aku di sini?" saut Feng yin berjalan di belakangnya.


Yiwen langsung menoleh ke belakang. "Feng yin, aku mau tanya padamu." ucap Yiwen.

__ADS_1


Feng yin diam mengerutkan keningnya bingung, ia melirik ke arah Lian yin yang berdiri di depan pintu. "Tanya apa?" ucap Lian yin.


"Orang tadi siapa yang kenjengukmu" ucap Yiwen.


"Oh.. tadi adalah Chengyi dan Paman Wo jian, memangnya ada apa? apa kamu tadi gak bertemu dengannya? padahal baru saja dia pulang"ucap Feng yin beranjak duduk di kamar pasien.


"Benarkah, apa dia itu adalah ayah aku?" ucap Yiwen menarik-narik tangan Feng yin.


"Bukannya kamu sudah tau ayah kamu sendiri."ucap Feng yin.


"Tao, ikut aku. aku mau bicara denganmu." ucap Lian yin menyela pembicaraan mereka.


"Baiklah.." Feng yin berajak berdiri menghampiri Lian yin dan berbicara di luar ruangannya. Ia juga penasaran apa yang terjadi dengan Yiwen sebenarnya. Kenapa dia bisa lupa dengan ayahnya sendiri.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengannya."tanya Feng yin.


"Dia hilang ingatan, ada seseorang yang sengaja membuat dia seperti itu. Bahkan dia memberikan dia sebuah cairan untuk uji coba kepintaran di otak Yiwen. Jadi dia lupa semua masa lalunya. Bahkan dia juga lupa denganku. Tapi kamu pasti tahu jika aku dan dia sudah menikah. Aku ingin terus melindunginya."gumam Lian yin.


"Baiklah jadi apa yang harus aku lakukan untuk dia, agar dia bisa memulihkan ingatanya." tanya Feng yin.


"Kamu tahu di mana ayah Yiwen berada, aku akan bawanya ke sana. Dan aku ingin kamu membawaku ke rumah luhan"ucap Lian yin


"Kamu bisa kesana sendiri dengan Yiwen, dan bilang pada penjaga jika jamu adalah temanku yang mau bertemu dengan Chengyi Ini adalah kartu identitasku." gumam Feng yin.


"Baiklah, makasih aku akan segera bawa dia berteku dengan ayahnya, dari tadi ia tetus diam gara-gara keingat tentang ayahnya" gumam Lian yin.


"Iya, kamu lebih baik bawa dia sekarang, aku takutnya akan berdampak buruk dengan otaknya."ucap Feng yin.


"Baiklah, " lian yin beranjak masuk ke dalam ruangan itu menarik tangan Ywien keluar.


"Kita mau kemana?" tanya Yiwen.


"Kerumah Chengyi sekalian bertemu ayah kamu. Bukannya kamu menyuruhku kerja sama dengannya"ucap Lian yin.


"Sekarang kita akan kerumah Chengyi?" tanya Yiwen.


"Iya sesuai dengan keinginanmu untuk kerja sama dengan dia." ucap lian yin.

__ADS_1


"Aku bukan memaksa kamu, tapi kerja sama jauh lebih baik dalam pertahanan . dan juga  bisa tuntaskan masalah ke akar-akarnya. Serang Lee juga sudah sembuh yhing yin sudah cerita semua padaku."ucap Yiwen.


__ADS_2