
"Apa yang ingin kamu lakukan?" ucap Yiwen, mendorong tubuh Yin menjauh
Yiwen, seandainya kamu bisa mengingatnya. Aku akan bawa kamu pergi. Tapi kamu sana sekali tidak mengingatku, aku harus bersabar untuk membawamu. Tapi dalam waktu 1 minggu nanti, aku harap aku bisa mendapatkanmu lagi!!" gumam Yin, meneguk minumannya untuk melegakkan tenggorokan yang dari tadi kering melihat wajah cantik Yiwen, yang masih berbalut gaun biasa bukan gaun pengantinnya yang panjang.
Lian yin tak hentinya terus menatap wajah Yiwen, sembari terus tersenyum, mengamati lekukan hidung mungil dan bibir tipisnya, yang membuatnya ingin sekali mendekatkan bibirnya.
"Jangan menatapku seperti itu, aku takut kalau kamu bisa jatuh cinta denganku? Dan aku ingatkan kamu, kalau aku sudah punya suami!!" ucap Yiwen datar, dia mencoba cuek di hadapan Yin, laki-laki yang menurutnya sangat asing.
Yin tersenyum tipis "Tenang saja, aku bahkan sudah jatuh cinta padamu dari pertama aku melihat kamu," ucap Yin, mendekatkan wajahnya, bibirnya berjarak sangat dekat, bahkan hanya berjarak satu telunjuk tangan. Hembusan napas berat Yiwen yang merasa sangat gugup, dia hanya fiam, menatap ke dua mata Yin di depannya.
Deg! Deg! Deg!
Kenapa bisa seperti ini? Jantung aku berdegup sangat cepat? Apa aku punya riwayat sakit jantung? Sepertinya besok aku harus periksa ke dokter.
Yin memegang dagu Yiwrn, mengecup lembut bibir wanita itu, tanpa ada perlawanan, Yiwen seakan di bius oleh sentuhan dan tatapan Yin yang membuatnya jatuh ke dalam kenikmatan kecupan bibirnya.
Apa yang aku lakukan? Aku sudah punya suami!!
"Hentikan!!" Yiwen mendorong tubuh Yin untuk yang ke dua kalinya dengan tangan kanannya.
Yiwen mengatur napasnya, yang ngos-ngosan di buatnya. Seakan dia baru saja lari maraton gara-gara kecupan yang membuatnya terbius.
"Kenapa? Bukanya kamu menikmatinya?" goda Yin mencolek dagu Yiwen. Dan langsung di tepis oleh wanita berambut panjang yang
"Siapa sebenarnya kamu? Dan kenapa kamu membawa aku ke sini?" tanya Yiwen, menatap detail setiap ukiran wajah Yin yang duduk di sampingnya, dengan kaki kanan menyilang di atas paha kaki kiri. Yiwen menggenggam sagu gelas minuman itu dengan ke dua tangannya, meletakkan di atas pahanya.
"Aku hanya ingin berteman dengan kamu? Bukanya teman aku sudah bilang siapa nama ku, kan?" gumam Yin, meneguk minuman di tangannya.
"Kamu orang asing yang berani membawa aku ke sini. Dan gimana kalau nanti Jack tahu, dan kamu bisa di habisi olehnya,"
"Emm.. Apa kamu khawatir denganku?" tanya Yin mendekatkan wajahnya dengan tubuh sedikit condong ke depan.
Yiwen menatap ke arah Yin, menautkan ke dua alisnya. Membuat keningnya mengerut membentuk garis halus tak terlihat.
"Makasih kecupanya, suatu saat aku minta lagi. Kamu harus siap!!" ucap Yin, tersenyum tipis menatap Yiwen.
"Ih... Apa sih!! Gak jelas banget. Siapa juga yang mau di cium kamu lagi. Pd banget!!" umpat Yiwen melemparkan pandangannya ke depan tanpa melirik ke arah Yin.
"Yiwen!! Kamu di mana?" teriak Jack, yang berjalan mondar mandir mencari Yiwen, ia dari tadi mencari di toilet tidak ada sama sekali di sana.
"Sepertinya suamiku, sedang mencariku?" ucap Yiwen beranjak berdiri, Yin memegang tangan Yiwen mencegahnya pergi. "Pergilah!! Tapi malam nanti, aku tunggu kamu di kamar!!" ucap Yin, membuat Yiwen melebarkan matanya, ke dua alisnya naik ke atas seakan ingin sekali menerkam mulutnya agar diam tak berbicara aneh-aneh lagi.
"Dasar gila!!" umpat kesal Yiwen menarik tangannya dan beranjak pergi meninggalkan Yin.
Yin hanya tersenyum tipis. Ia memandang wanita yang begitu sempurna, mantan istrinya dan akan menjadi istrinya lagi.
"Aku tidak akan membiarkan Jack tidur dengan kamu!! Aku bisa melakukan berbagai cara, agar kamu bisa bermalam denganku!!" ucap Yin, menarik bibirnya tipis. Dan meneguk minumannya kembali, sembari menatap langkah kaki Yiwen yang sudah jauh dari pandangan matanya.
__ADS_1
--------
"Syang!! Kamu di sini? Dari tadi aku mencari kamu!!" ucap Jack, memegang tangan Yiwen yang seperti orang bingung di depannya.
"Kamu tadi sama siapa?" lanjutnya.
"Tadi aku sama teman, baru kenal, sih!!" ucap Yiwen beralasan.
"Siapa dia? Dan di mana dia sekarang?" tanya Jack, memutar pandangan matanya melihat sekelilingnya. Tidak ada wanita cantik yang di maksud Yiwen.
"Dia pergi, sepertinya tadi buru-buru!!" lanjut Yiwen beralasan. Dia tidak mau jika Jack tahu kalau ia dengan laki-laki.
"Oya, setelah ini kamu mau kemana, syang!!" ucap Jack, memegang dagu Yiwen, mengecup bibirnya tanpa persetujuan darinya, kecupan hanya bertahan beberapa menit, Jack langsung melepaskan kecupannya.
"Kenapa kamu hanya diam?" tanya Jack.
"Aku harus gimana?" tanya Yiwen bingung.
"Kenapa kamu jadi polos.. Kita akan melakukan malam kita sebagai pengantin nanti." ucap Jack memegang pinggang Yiwen menariknya ke dalam dekapan tubuhnya.
"Tapi aku masih hamil!!" Yiwen melipat ke dua tangannya di atas dadanya, agar tidak terlalu menempel dengan tubuh Jack.
"Emangnya kenapa? Meski hamil kita bisa berhubungan, syang!! Malam ini akan jadi malam yang indah buat kita." ucap Jack menjelaskan.
"Oya, kenapa kamu ganti baju?" tanya Jack dengan jemari tangannya mengusap lembut wajah Yiwen, membuat gadis itu terdiam menikmati sentuhan, Jack."
"Kamu mau kemana?" tanya Reysa, memegang tangan Lian yin yang ingin berlari tanpa perduli waktunya.
"Jangan gegebah, ingat kata kakakmu!!" sambung Brayen.
Lian yin menghela napasnya kesal, ia dengan terpaksa harus berjalan pergi meninggalkan Yiwen bersama dengan Jack, meski hati terasa sangat hancur, tapi ini akan menjadi awal aku akan membalas dendam aku padamu. Ingat itu, Jack!!"
"Sudah sekarang kita pergi, kita harus bertemu dengan Changmin!!" ucap Brayen.
"Baiklah!!" Lian yin dengan tubuh tegap, terlihat berwibawa dan sangat menakutkan! Dia berjalan dengan langkah sangat ringan melewati para tamu yang masih bersenang-senang dengan pestanya.
------
Sedangkan Jack, membaringkan tubuh Yiwen di ranjangnya. "Kenapa kamu gak pakai gaun pernikahan tadi?" tanya Jack kembali.
"Aku ganti baju, panas pakai gaun terus?" ucap Yiwen, menarik tubuhnya ke atas.
Jack merangkak ke atas ranjangnya, dengan ke dua tangan menyangga tubuhnya, ia berada tepat di atas Yiwen menghalangi pandangannya menatap atap langit kamarnya.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Jack.
"Siapa apa?"
__ADS_1
"Sebagai istriku, kamu harus menjalani kewajiban kamu sebagai istri!!" ucap Jack, menarik baju tanpa lengan milik Yiwen perlahan.
"Tapi.." Yiwen memegang tangan Jack di pundaknya.
"Sudahlah!! Apa kamu mau menolaknya.. Lagian anak kita di dalam ini tidak akan nolak jika kita berhubungan badan!!" ucap Jack.
Jack mengenduskan hidungnya di leher Yiwen, membuat bekas merah di lehernya? dan menurun ke bawah dadanya, dengan kecepatan tangannya helaian kain menghilang dari tubuhnya, di lemparkan ke lantai di bawahnya.
Jack mengecup bibir Yiwen, tanpa penolakan dari Yiwen, dia menikmati setiap sentuhan jari Yiwen yang merayap di tubuhnya.
"Emm... Jack!!" desah Yiwen, saat merasakan jarinya mulai bermain hebat di daerah inti Yiwen. Wanita itu merangkul leher Jack sedikit mengangkat tubyhnya, menikmati setiap perlakuan Jack padanya.
"Kenapa aku merasa tida terlalu menikmati?" gumam Yiwen.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi tuan!!" sapa seorang yang tiba-tiba mengetuk pintu di saat mereka lagi asik bermanja berdua.
"Iya ada apa?" tanya Jack, yang masih memainkan jarinya.
"Ada tamu tuan, nona Mei datang!!"
"Baik! Suruh tunggu aku!!" ucap Jack, semakin mempercepat ritme jarinya.
"JACK!!" teriak Yiwen, yang merasa dirinya sudah basah.
Jack menarik tangannya dan beranjak berdiri kembali, merapikan bajunya yang terlihat sudah berantakan. Ia beranjak menuju kaca, menyisir rambutnya.
"Syang!! Nanti kita lanjut lagi, aku akan pergi dulu." ucap Jack.
Yiwen hanya diam, ia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Yiwen.
"Mei dayang!!"
"Siapa dia? Apa dia pacar kamu? Atau mantan kamu?"
Jack berjalan mendekati Yiwen, mengecup lembut keningnya. "Jangan khawatir, nanti kita akan teruskan lagi permainannya. Lagian punya kamu sudah basah, kamu pasti lagi menginginkan lagi, kan?" bisik Jack, membuat Yiwen tersipu malu. Dia tidak munafik, meski tidak terlalu menikmati, tapi Jack memberikan dia kenikmatan. Meski merasa sangat berat melakukannya. Tapi mau gimana lagi, itu sudah tugasnya sebagai istri, Jack.
"Baiklah! Aku tunggu kamu!!"
Jack tersenyum, dan beranjak pergi meninggalkan Yiwen.
----
Yiwen terdiam sendiri, mencengkeram erat ujung selimut yang menempel di dadanya, "Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku menikah dengan orang yang gak tahu aku suka dengannya atau tidak?" gumam Yiwen dalam hatinya.
__ADS_1