Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
ke Irlandia


__ADS_3

Selesai berbicara tentang apa yang harus di lakukan. Lay dan yang lainnya segera membahas apa strategi untuk melindungi anak Yiwen.


"Oya, Lay anak kamu laki-laki apa perempuan?" tanya Yiwen penasaran.


"Dari hasil usg anak aku alki-laki, dan seperti tugasnya bantu akan menjaga anak kamu. Itu sudah jadi kewajiban aku dan anak aku kelak."


"Makasih!!" ucap Yiwen.


"Apa kamu rencana ingin punya anak lagi?" tanya Lyli menggoda.


"Iya, itu pasti yang banyak sekalian nantinya." ucap Lian yin, dan langsung di balas dengan cubitan kecil lagi di pinggangnya.


"Jangan bicara seenaknya," bisik Yiwen sembari meringis menyipitkan matanya, dengan tatapan mengancamnya


"Maaf!! Gitu saja marah!!" ucap Yowen meringis menahan sakit, mengusap pinggangnya.


"Tapi apa kamu yakin, jika kamu akan punya anak laki-laki," tanya Lyli.


"Aku yakin, sangat yakin!!" ucap Yiwen, membalikkan badannya menatap ke arah Lyli yang duduk di sampingnya.


"Iya, sekalian anak kembar syang!!" saut Lian yin.


"Yin, syang!!" ucapnya menggeram menahan amarahnya.


"Apa syang?" tanya Lian yin menarik dua sudut bibirnya senyum semringai.


"Jangan banyak-banyak anaknya, ribet Satu saja vukup!!" ucap Yiwen menjelaskan.


"Iya, bawel!!" Lian yin mencubit manja hidung mancung Yiwen.


"Uekkk.... Uekkk. ." suara tangisan bayi membuat Yiwen langsung bergegas berdiri.


"Sepertinya dia minta susu," ucap istri Chen.


"Iya, aku tinggal dulu," Yiwen segera mengambil babynya dan beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya, untuk menyusui anaknya.


Di sisi lain Lian yin dan yang lainya masih berbincang tentang apa yang akan di lakukan selanjutnya. Untuk menjaga anak perempuannya dia harus tinggal di luar negeri beberapa hari tahun. Dan dengan terpaksa anaknya harus di kenal orang sebagai laki-laki, sampai dia di bawa Chen dan bisa tumbuh menjadi wanita di sana.


"Aku ingin anak kamu tinggal denganku bukan karena hal itu saja. di sana lebih aman, tanpa ada yang mengusik daerahku. Bahkan menginjakkan kakinya di sana saja tidak berani. " jelas Chen.


"Iya, aku tahu. Tapi gimana dengan pendidikannya nanti, pa dia bisa sekolah di luar nantinya," ucap Lian yin.


Chen tersenyum, menepuk bahu adiknya. "Tenang saja, dia bisa sekolah di luar. dan dia akan di kenal menjadi anak aku. Jadi tidak akan ada yang berani mengganggunya."


"Biarkan anak aku nanti juga tubuh besar di sana bersama anak kamu." ucap Lyli, membuat Lay menatap ke arahnya bingung.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Lay.


"Jika kamu membiarkan anak kita tinggal di sana gimana dengan kita?"


"Bukanya kita bisa mengunjunginya setiap hari,"


"Tapi aku ingin merawatnya Lyli,"


"Bukanya kamu sudah bilang jika ini tugas anak kita untuk menjaga anak Lian yin."


"Tapi anak Lian yin perempuan!!"


"Anak kita kembar syang!! Jadi jangan terlalu di pikirkan. Anak kita laki-laki semuanya. Jadi salah satu anak kita bisa di berikan pada kakak Chen,"

__ADS_1


"Apa kalian yakin?" tanya Chen.


"Ya, aku yakin. Biarkan salah satu anak aku bisa menjaga anak Lian yin di sana!!" ucap Lyli.


"Baiklah!! Aku akan ajarkan mereka semua kemampuan pertahanan yang aku punya. Dan kalian semua ingat jangan sampai bilang pada orang lain, jaga keselamatan anak Lian Yin!!" jelas Chen, menatap ke arah Lian yin dan Lay bergantian.


"Baiklah!!"


"Sekarang lupakan masalah itu. Apa kakak sudah menemukan Changmin?" tanya Lian yin. Dia memang dari awal minta tolong pada Chen untuk bantu dia mencari Changmin.


"Belum ada kabar dari orang suruhan aku. Biadanya aku selalu cepat mencari orang. Tapi Changmin pergi tanpa meninggalkan jejak sama sekali dia sangat bersih dalam bermain taktik." ucap Chen.


"Iya, itu yang aku suka darinya. Kerja sama dengannya benar-benar membuat aku merasa bangga. Aku kehilangan dia seakan kehilangan saudara kandung aku sendiri,"


"Kalian jangan khawagir, aku juga akan bantu cari dia?" saut Lay.


"Apa dia menghubungi kamu beberapa bulan ini" tanya Lian yin.


"Gak sama sekali!!"


"Hai... Apa kabar kalian," ucap Reysa dan Brayen yang baru saja datang. Dan juga Amerta juga dayang bersama dengan Boby.


"Kalian berdua barengan?" tanya Lyli heran.


"Iya, kita tadi bertemu di depan?"


"Kalian bicarakan siapa?" tanya Amerta berjalan mendekati Lyli.


"Duduklah dulu!!" saut Lay.


"Apa kamu sekarang pacaran dengan Boby?" tanya Lyli, seakan mengalihkan pembicaraannya tantang Changmin.


"Oo.. "


"Soal Changmin aku tahu dia di mana sekarang!!" ucap Amerta.


"Apa kamu yakin?" tanyanya.


"Sangat yakin, dia sekarang di Irlandia" ucap Amerta.


"Kenapa dia di sana?" saut Yiwen berjalan mendekati mereka.


"Dia ingin bertemu dengan Grace. Padahal aku sudah bilang padanya jika Grace sudah menikah,"


"Terus kenapa dia ke sana?" tanya Lian yin.


"Padahal sudah jelas dia gak bakalan dapat cinta Grace,"


"Cinta itu buta, tidak perduli dengan status pernikahan. Jadi kalian jangan sampai seperti itu. Aku ingin dia suka dengan orang yang sudah menikah!!" ucap Yiwen.


"Kamu juga seperti itu," ucap Lian yin.


"Kenapa jadi bahas aku,"


"Hehe.. Maaf aku hanya bercanda syang!!" ucap Lian yin, beranjak berdiri mengusap lembut rambut panjang Yiwen.


"Jangan bahas yang gak penting lagi," gumam Yiwen mengerutkan bibirnya.


"Iya, syang!!"

__ADS_1


"Oya.. kalian semau makan dulu. Aku sudah siapkan makanan untuk kalian. Dan hari ini kalian semau harus menginap di rumah aku." ucap Lian yin.


"Emangnya ada banyak kamar di sini?" goda Lay.


"Tenang saja di sini ada q0 kamar. Jadi kalian bisa pilih kamar yang kalian suka. Beda dengan rumah aku yang dulu."


"Iya, iya sekarang rumah kamu lebih besar dan megah!!" sindir Lyli.


"Bukanya rumah kamu juga sudah bagus. Itu perjuangan Lay untuk bisa beli rumah untuk kamu,"


"Apaan sih, Yin. Dan gak usah bahas itu," ucap Lay malu.


"Hehe.. Baiklah!! Udah sekarang kita cepat makan!!" lanjut Lian tin sembari tertawa kecil.


-----------


Changmin Pov


Changmin sudah hampir 4 bulan berada di Irlandia, dia seperti orang bingung, tak bisa mendapatkan apa yang dia dapatkan. Kini dia hanya bisa pasrah dengan semua keadaan. Dan berharap jika suatu saat dia bisa melihat Grace.


Hari ini dia keliling kita, hanya ingin mencari Luhan dan yang lainya. Hingga dia berhenti tepat di sebuah mini market.


"Aku haus seharian mencari Grace tidak ada gunanya juga," ucap Changmin. Dia beranjak turun dari mobil, beranjak dengan langkah terburu-buru.


Brukkk...


"Maaf-maaf!!" ucap seorang wanita dengan jaket tebal dan topi menutupi wajahnya.


"Iya, gak apa-apa," jawab Changmin, mencoba melihat wajah wanita itu, tapi dia selaku menghindar saat Changmin mencoba melihat wajahnya meski hanya sekilas.


Langkah kaki Changminnterhrnti saat melihat dompet jatuh tepat di bawahnya.


"Maaf!!" Changmin memegang pundak wanita itu, membuat langkahnya terhenti.


"Iya, ada apa?" tanya wanita itu tanpa menatap ke arahnya.


"Dompet, kamu jatuh!!"


"Iya makasih!!" wanita itu segera berlari menuju ke mobilnya. Changmin tak hentinya menatap wanita itu. Bahkan sampai di samping mobilnya pandangan matanya tak mau menghindar darinya. Seakan ada magnet yang mengikat matanya untuk terus menatapnya.


"Syang!! kamu alam sekali," tanya seorang laki-laki yang baru saja keluar dari mobil wanita itu, lalu memeluknya, dan cubit hidunyanga, bahkan mencium keningnya lembut.


"Hubungan yang sangat harminis," ucap Changmin. Dia membalikan badannya dan beranjak masuk.


"Ihh... Luhan, jangan cubit hidung aku sakit!!" ucap wanita di luar.


"Udah ayo kota pulang,"


mendengar kata Luhan, langkah Changmin tethenti, dia menoleh ke balamnag, melihat mobil itu sudah perlahan menjauh dari halaman supermarket itu.


"Jadi apa yang aku tabrak tadi adalah Yiwen. Apa benar? Kenapa aku gak sadar dari awal," ucap Changmin, yang baru saja masuk ke dalam supermarket. Dia beranjak kembali masuk ke dalam mobilnya, mencoba mengejar kemana mobil Grace tadi pergi.


Hingga 10 menit berlalu dia tak menemukan mobilnya sama sekali.


"Shiitt!!" umpat kesal Changmin menmukul keras mobilnya.


"Kenapa aku gak sodara dari awal, pantas saja tadi aku merasa jika dia itu seperti orang yang aku kenal," ucap Changmin, tak hentinya terus berdecak kesal.


"Sekarang aku harus cari kemana lagi dia, ini kesempatan aku selama 4 bulan berturut-turun aku mencari dia sendiri. Dan sekarang aku harus kehilangan jejak dia. Apa aku gak bisa apa harus tinggal bersama dengan orang yang paling aku syangi."

__ADS_1


Changmin memutar kembali mobilnya, kini ia mulai memelankan laju mobilnya sembari menatap ke kanan dan ke kiri, berharap jika ada kesempatan lagi untuk bertemu dengan Grace. Meski hanya sekilas dia tidak masalah.


__ADS_2