
“Kalian ternyata sudah ada di sini?”Tanya Lian yin, pada Lay dan Lyli yang sudah duduk memesan makanan di restaurant itu.
“kalian juga makan di sini ternyata”ucap Lay. “Aku baru saja datang, dan belum sempat memesan makanan.”lanjut Lay.
“Kalian gabung saja dengan kita”saut Lyli.
“Iya, boleh juga, dari pada kita makan berdua saja”ucap Yiwen, yang langsung duduk di sebelah Lyli.
Setelah berbincang sejenak, mereka memesan beberapa makanan seafood. Dan mulai melanjutkan lagi berbincang tentang rencana selanjutnya.
“Yin, kamu besok harus selalu di dekat Yiwen, besok adalah pertandingan menembak, dan memanah, serta menunggang kuda. Aku harap kau selalu stand by melindungi Yiwen. Karena besok kita gak tau kuda yang di gunakan Yiwen itu benar-benar sudah jinak, atau mungkin seseorang akan menyabotasenya. Gak Cuma itu, aku dapat info jika besok yang di pilih hanya 6 orang, dan semuanya akan di seleksi lagi jadi 3 orang.”ucap Lyli menjelaskan, dengan kecaggihan otaknya yang dapat membobol sistem kota, ia bisa melihat semua jadwal pertandingan, yang semula di rahasiakan, dan bisa mencari daftar nama yang sudah di persiapkan.
“Baiklah, makasih kamu sudah memberiku informasi tentang itu, tapi bagaimana, cara aku bisa di samping Yiwen, apalagi harus wanita yang berada di samping Yiwen. Karena peraturan pertandingan sangat ketat.”ucap Lian yin, menatap ke arah Lay dan Lyli bingung.
Yiwen menatap ke arah Lian yin, ia hanya diam mendengarkan apa yang mereka katakan, tanpa tahu apa maksud dari ucapan dan rencana mereka. Karena tubuhnya terlalu capek, dan perutnya belum juga terisi seharian. Ia jadi gak bisa terlalu konek dengan apa yang mereka katakan.
Tak lama pelayan datang membawa beberapa makanan yang sudah mereka pesan, dan Mereka masih bebincang tanpa perdulikan makanan yang sudah mulai di taruh di atas meja. Berbeda dengan Yiwen yang sudah tak sabra untuk menyantap makanan yang sudah ada di depan matanya itu. Seakan air lurnya tak berhenti menetes melihatnya.
“kalau aku yang ikut Manda, tidak mungkin. Apalagi aku menggunakan peralatan ini, mereka pasti akan menangkapku. Karena aku di anggap mata-mata oleh mereka.”ucap Lyli.
“Benar juga apa kata kamu, dan pasti hukumannya juga akan berat jika ada mata-mata menyusup. Terus bagaimana? Apa yang kita lakukan?”ucap Lian yin.
Lay dan Lyli saling menatap dan tertawa, ia menoleh ke arah Lian yin seketika. Dengan tatapan menggoda ke arahnya.
“Kenapa kalian mentapku seperti itu?”Tanya Lian yin, curiga dengan mereka berdua.
“Kamu nyamar jadi wanita syang”ucap Yiwen, yang mulai menyantap makanan yang ada, sambil mendengarkan apa yang mereka katakan, dan ia langsung tahu jika Lay dan Lyli ingin mengatakan demikian.
Lan yin membelalakkan matanya seketika,, menatap ke arah Lay dan Lyli bingung. “Kenapa balik mentapku, benar yang di katakana Yiwen, dia saja yang dari tadi diam, nyambung apa yang aku maksud”ucap Lay, yang masih menahan senyumnya.
“Gila! Apa kalian benar-benar sudah gila, masak aku harus nyamar jadi wanita, kalian semua menghancurkan repurtasiku sebagai seorang ketua mafia, apa kata dunia jika tahu, aku gak habis pikir ide itu muncul di kepala kalian.”ucap Lian yin, menepuk jidadnya tak percaya dengan apa yang mreka bicarakan. Bagaimana tidak, ia malu jika ketahuan menyamar sebagai wanita, lelaki yang terkenal sadis harus menjadi wanita, benar-benar di luar dugaan Lian yin.
__ADS_1
“Syang gak sama aku, jika kamu mau melindungi istri kamu ini. Kamu juga harus rela melakukan apapun yang aku minta. Lagian kamu tega biarkan aku sendiri. Ya, meskipun aku sebenarnya tidak butuh bantuan, tapi setidaknya jaga-jaga jika terjadi sesuatu denganku.”ucap yiwen, yang mulai menyeruput minumnya.
“Tapi apa gak ada jalan lainnya, kenapa harus jadi wanita syang, aku gak tahu mau di taruh mana muka aku ini, aku harus berkata apa lagi nanti syang, aku bingung sekarang”ucap Lian yin, memegang kepalanya yang terasa penat. Ia bingung harus terima tawaran itu atau tidak, lagian hanya jadi wanita saja, tidak lebih. Tapi gengsinya tidak bisa di hilangin begitu saja, dalam waktu sehari, lagian Yiwen juga begitu tega dengannya. Menyuruh LIan yin untuk berbuat itu.
Yiwen memegang tangan Lian yin lembut. “Kalau kamu gak mau gak apa-apa syang, aku gak memaksa kamu. Aku hanya Tanya padamu, jika kamu mau melindungiku silahkan tapi jika tidak, juga tidak apa-apa. Aku gak memaksa kamu. Aku bisa jaga diri sendiri, jadi jangan terlalu khawatir denganku.”ucap Yiwen, tersenyum ke arah Lian yin.
“Tapi syang, aku tidak tega membiarkan kamu sendiri, biarkan aku menemanimu ya, jangan bertindak bodoh. Aku gak mau kamu terluka nantinya.”ucap Lian yin, menyentuh tangan Yiwen lembut, dengan senyum tipisnya.
“Baiklah, kalau gitu lakukan saja itu, apa yang di bilang Lay dan Lyli tadi”ucap Yiwen, menahan senyumnya.
Lian yin berdengus kesal, ia terpaksa menganggukan kepalanya, menerima tawaran itu. Kalau bukan karena Yiwen di gak mau berbuat nekat seperti itu, ia harus menjad wanita demi dia. “Semoga gak ada yang tahu kalau aku menyamar menjadi wanita”ucap Lian yin. Lay dan Lyli tak berhenti tertawa. Mereka membayangkan bagaimana, jika Lian yin berpakaian menjadi seorang wanita cantik.
“Aku gak bisa membayangkan itu, Yin. Kamu pasti sangan menggemaskan jadi wanita.”Ucap lay, sambil tersenyum memandang Lian yin.
Lian yin memukul dada Lay, ‘Jangan mentapku seperti itu, kau senang jika aku jadi wanita”ucap Lian yin kesal.
“kamu cantik jadi wanita, bahkan lebih cantik daroi pada istri kamu”saut Lyli.
“Kenapa kalian menunjuk ke arahku, Lian yin suruh pakai bajuku gitu.”cap Yiwen, terkeut “Gak-gak, nanti bajuku longgar semua dia pakai dia.”Lanjut Yiwen.
Lian yin mentap ke arah Yiwen, ia tahu baju Yiwen rata-rata jarang ada gaun wanita, ia suka pakai baju longgar seperti lelaki. Lan yin berharap bisa pakai baju Yiwen saja lebih baik dari pada pakai baju Lyli yang sangat feminim. “Pliss..”ucap Lian yin memegang tangan Yiwen dengan tatapan memohon pada yiwen.
Yiwen berdengus kesal, “baiklah, baik. Kamu mau akai aju aku yang mana nantinya, pakai gaun atau yang lainnya. Tapi hanya beberapa bajuku saja, jagan kamu coba semua baju aku. Takutnya nanti baju aku jadi longgar, gara-gara kamu coba semua”ucap Yiwen terpaksa.
“Makasih”ucap Lian yin, mencium tangan istrinya itu.
“emm aku tahu kenapa kamu setuju jika kamu pakai baju Yiwen, karena bajunya seperti anak laki-laki, tapi kamu harus pakai gaun, agar penyamaran kamu berjalan sempurna”ucap lay, menatap ke arah Lian yin, di balas dengan pelototan tajam dari mata Lian yin yang seakan ingin menerkam mangsanya.
“Apa katamu, aku harus pakai baju seksi gitu, kalau semua laki-laki tergoda dengan ku gimana, apa kalian mau tanggung jawab nantinya.”Ucap Lian yin, meraih minumannya, dan segera meneguk habis minumannya, karena perasaan kesal, ia tidak tahu sudah minum satu gelas jus apukat yang di pesanan Yiwen tadi.
“Bener itu kata lay”saut Yiwen.
__ADS_1
Tit..Tit..
“Suara apa?”tanya Lian yin, mecari sumber suara itu.
“Kalan diam, ada orang yang mencurigakan berjarak 10m dari kia.”ucap Lyli.
“Gimana kam ahu? Apa ini bisa melacak musuh”Tanya Lian yin, mentap ke jam yang di guanan Lyli.
“Iya, dalam bahaya atau tidak jam ini akan selalu berbunyi, seakan bisa menyensor suhu tubuh pada seseorang di sekelilingku. Ini bisa mendeteksi musuh hingga jarak 2 km.”ucap Lyli menjelaskan.
“Apa benar kata kamu, benar-benar sangat hebat”ucap Lian yin.
“Ini masih belum seberapa, aku ingin mengembangkan teknologi ini lebih hebat lagi, kalau hanya mendeteksi musuh jarak dekat saja belum seberapa, aku ingin bisa mendeteksi musuh dari jarak jauh juga, dan lebih banyak teknologi lagi yang ingin aku kembangkan.”ucap Lyli, menjelasakan. Dia memang wanita yang sangat sempurna, sudah cantik, dia ahli dalam mengembangkan teknologi lebiih maju. Lian yin dan Changmin pernah minta tolong dia untuk membantunya dalam mengembangkan siser pertahanan dirumahnya. Dan akhirnya Cangmin dan Lay yang mendesain sendiri itu. Dan Lyli yang merangkap desiannya, Meski dia tinggal di Sydney, mereka berhubungan hanya lewat email, dan terkadang telefon, jika ada hal penting.
“Sekarang apa yang harus kita lakukan”Tanya Yiwen, yang mentap ke arah Lyli dengan bibir masihmenyedu jus alpukat yang masih tinggal setengah gelas itu.
“Kita pergi dari sini, berpencar. Kamu dan Lian yin pergi ke kamar kamu atau kemana terserah, aku kan pergi dengan Lay, tapi jika ada masalah kalian beri tahu aku. Aku mau lihat, dia mau mencari siapa?”ucap Lyli.
“Baiklah, aku akan pergi dulu dengan Yiwen, kalian tolong bayar makananya dulu ya”ucap Lian yin dengan kedipan mememohon ke arah Lay.
Lay menghela napas panjangnya, ya bagaimana seorang di bawah di harus membayar semuanya. “Kenapa harus aku?”Tanya Lay protes.
“Lha terus siapa lagi, sekali-sekali kamu traktir kita”ucap Lian yin, ia segera memegang tangan Yiwen dan melangkahkan kakinya mnjauh dari Lay dan Lyli sebelum mereka protes lagi.
“Cepat bayar ya, maaf aku tinggal dulu”ucap Lan yin dengan nada keras, sambil melirik ke arah Lay yang sudah jauh di belakangnya. Duduk bersamam dengan Lyli mentap ke arah Lian yin.
“Sudahlah, cepat bayat”ucap Lyli.
“Baiklah”ucap Lay terpaksa.
"Jangan terpaksa gitu, udah sekarang buruan kita harus pergi"ucap Lyli menarik tangan Lay pergi menuju kasir dengan segera.
__ADS_1