
Hari ini akam di lakukan syukuran menyambut kedatangan baby, tapi hanya unyuk makan-makan. Dan Lian yin hanya mengundang orang-orang terdekatnya. Sekalian mau bagi-nagikan makanan pada orang yang gak mampur di luaran sana nanti.
Yiwen yang duduk menyusui anaknya, menatap aneh pada Lian yin, dia mengernyitkan matanya. Memandang dnegan pandangan menyipit sebelah, wajahnya mengenyit mencium harumnya parfum menyeruak masuk dalam penciumannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Yiwen curiga.
"Syang!! Jangan curiga terus kenapa, jauhkan pandangan curiga kamu," ucap Lian yin mengusap lembut rambut panjang Yiwen.
"Hehe.. Iya, maaf lupa.." Yiwen tertawa kecil.
"Ya, lagian ini juga. Nanti giamna kalau kita buat anak algi," uvap Lian yin, dan alnsgung mendsaptakn cubitan kecil di pinggangnya.
"Aw--- Aw."
"Sakit, syang!!" ucapnya manja.
"Jangan anak-anak terus. Ini saja belum di urus. Sekarang mau buat lagi. Nanti tunggu kalau Queen sudah tubuh dewasa."
"Siap!! Maaf lagian tadi aku bercanda, dan kamu menganggapnya serius. Aku tahu kamu hanis melahirkan, gak mungkin langsung aku pakai sekarang" ucapnya kengusap pinggangnya yang amsih terasa sakit.
"Sakit tahu," lanjutnya.
"Emm.. Mau tambah lagi," tanya Yiwen emnarik ke dua alisnya, dengan tangan membentuk cubitan yang siap beraksi.
"Eh.. Enggak!! Enggak!!" Lian yin mengibaskan ke dua tanganya ke depan berkali-kali, dia berjalan mundur, seakan takut dengan senjata Yiwen satu itu.
Yiwen beranjak berdiri, mengayun Queen yang sudah tidur agar tertidur lebih pulas.
"Anak tidur?" tanya Lian yin, berjalan dnegan langkah takut mendekat istrinya.
"Sudah!!"
"Syang!! Oya katanya Changmi pergi ke liar negeri, ya?" tanya Yiwen, yang hari ini baru sadar jika Changmin tak pernah lagi bertemu suaminya. Biasanya dia dan Lay yang selalu setia menemani suaminya. Dan kini entah kemana mereka.
"Iya, dan katanya lagi kamu tahu kalau dia itu ke luar ngeri mencari siapa?" tanya Lian Yin, berbicara seperti ibu-ibu penggosip biasanya.
"Ya, mana aku tahu. Lagian itu juga urusan pribadinya. Aku gak mau tahu, kalau masalah cinta lebih baik serahkan saja sama pakarnya,'
"Memang pakarnya siapa?" tanya Lian yin.
"Ya, kamulah. Masak aku?" ucap Yiwen.
"Aku gak pernah jatuh cinta, kecuali sama kamu." Lian yin mencubit dagu Yiwen.
"Gak usah merayu, sekarang bantu aku gendong Queen. Aku mau mandi dulu," ucap Yiwen menyerahkan anaknya pada papanya.
"Syang!! Aku juga mau keluar!!"
"Apa kamu gak mau gendong Queen sebentar?' tanya Yiwen memastikan dengan tatapan tajamnya, sedikit menusuk membuat Yin bergidik takut, menundukkan kepalanya.
"Iya mau!!" jawabnya lirih.
"Ya, sudah jaga anak dulu. Aku mau mandi," ucap Yiwen berjalan masuk ke dalam.kamar mandi, lalu menutup pintunya rapat.
Hah... kenapa jadi aku yang baut sasaran dia sih.. Tapi gak apa-apa, kalau menjaga Queen. Setalah anak perempuan. Aku ingin punya anak laki-laki.
Cklekkk...
Suara pintu terbuka sedikit, Yiwen mengeluarkan kepalanya dan berbicara, " Heh.. Jangan menggerutu gak jelas. Jaga baik-baik anak kita. kalau sampai dia nangis atau bangun, aku cubit kamu sampai kamu minta ampun!!"
"Iya! Iya Syang!! Kenapa kamu jahat banget?"
"Aku gak jahat, aku ingin kamu bisa menjaga anak kamu juga. Lagian anak kamu juga butuh kasih syang papanya. Emangnya kamu mau jika anak kamu nanti gak mengenali kamu," ucap Yiwen menggebu.
"Tapi..."
"Udah jangan banyak bicara lagi,"
Braakkk...
Suara bentaingan keras pintu membaut Lian yin terkejut, seakan melompat daei tem0atnya berdiri.
"Dasaar sensitif amat, batu juga lahiran satu hari. Kenapa jadi cerewet banget dia?' tanya Lian yin dalam hatinya, lalu kembali mengusap pipi anaknya, mencoba melihat wajah cantik anaknya yang kini terlihat semakin cantik saat tersenyum.
Tok... Tok.... Tok...
__ADS_1
"Tuan, ada tuan Chen di luar!!" ucap pembantu Lian yin.
"Iya, bi. Suruh pelayan lainya siapkan semuanya. Mulai dari kamar untuk tinggal mereka semua. Bereskan semua tamu. Dan ingat jangan sampai mereka kecewa. Karena dia kakak yang paling aku hormati"
"Iya, tuan!!"
Lian yin memasang pendengaran tajamnya, ia mengernyitkan keningnya saat mendengar langkah kaki lebih dari satu orang berjalan menuju ke kamarnya. "Yin, kamu di dalam?" tanya seorang laki-laki.
"Iya, bentar aku akan keluar kak.. Aku bilang istriku dulu!!" teriak Lian yin dari dalam kamarnya.
"Baiklah!!"
Langkah Chen dan istrinya mulai menjauh, dan Yiwen yang masih mandi belum juga keluar.
"Syang!!" panggil Lian yin tepat di depan pintu kamar mandi.
"Ada apa?" tanya Yiwen.
"Aku bawa anak kita keluar dulu," ucap Lian yin.
"Iya, jangan sampai nangis"
"Iya, syang!! Kamu cepetan mandinya, kakak aku sudah menunggu. Sepertinya kakak aku ada hal uang ingin di bicarakan. Dan sekarang lebih baik kamu cepat mandinya, setelah itu keluar!!" ucap Lian yin.
"Iya, bawel." jawab Yiwen kesal.
Lian yin bergegas keluar dari kamarnya, berjalan menuju ke ruang keluarga di lantai dua.
-------
"Yin!! Duduklah!" ucap Chen dnegan wajah seriusnya.
"Ada apa, kak?"
"Mana istri kamu? ada hal yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Chen.
"Dia masih mandi, bentar lagi keluar."
"Yin Bolehkan aku gendong anak kamu?" tanya istri kakaknya, beranjak berdiri mendekati Lian yin.
"Boleh!!" Lian yin memberikan Queen pada kakak iparnya.
"Namanya siapa?" tanyanya.
"Queen Debora Alexandria,"
"Bagus!!" saut Chen.
"Ada apa?" tanya Yiwen berjalan mendekati suaminya, dan duduk di sampingnya.
"Aku ingin berbicara sesuatu pada kalian," ucap Chen.
"Masalah apa?" tanyanya.
"Tapi aku harap jika kamu mau dengan apa yang aku putuskan. Aku minta ijin pada kalian,"
"Minta ijin apa?" tanya Yiwen bingung.
"Iya, bilang saja terus terang saja, kak. Apa yang ingin kamu katakan." sambung Lian yin yang sudah mulai memasang wajah seriusnya.
Chen menatap istrinya sejenak, menarik napasnya dalam-dalam, sembari mengusap lembut ke dua tangannya, "Aku ingin mengadopsi anak kalian!!"
"Apa?" Yiwen sontak terkejut di sahutnya.
"Gak! Anak akh hanya satu, dan aku gak mungkin menyerahkan anak aku!!" ucap Yiwen, menggelengkan kepalanya.
"Dengarkan aku dulu," ucap Chen.
"Yiwen duduklah dulu," Lian yin menarik tangan Yiwen untuk duduk di sampingnya lagi. "Dengarkan apa yang di katakan kakak aku dulu," lanjutnya.
"Tapi..."
Lian yin memegang ke dua tangan Yiwen. "Bentar, dengarkan dulu kata kakak aku. Kamu jangan egois seperti ini," ucap Lian yin memohon.
Yiwen menghela napasnya kesal, "Baiklah!!" ucap Yiwen terpaksa.
__ADS_1
"Aku ingin mengadopsi anak kalian hanya karena aku tak mau jika anak wanita dalam dunia mafia kita pasti akan jadi rebutan para mafia lainya, apalagi kanu sekarang adalah penguasa mafia di penjuru kota. Banyak yang akan menjodohkan anak-anaknya dengan anak kamu. Agar bisa menggantikan ke dudukanmu."
"Bukanya itu baik kak.. Lagian kalau anak kita bisa suka dengan mereka itu gak masalah untuk memilih salah satu dari mereka."
"Bukan itu, mereka akan bertindak nekat untuk bisa mendapatkan anak kamu. Dan aku hanya ingin menyelamatkan dia."
"Apa benar yang kamu jayakan?" tanya Yiwen.
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa rasakan sendiri nanti. Saat anak kamu menginjak lima tahun saja semua pada berebut. Apalagi sekarang dia wanita pertama yang akan jadi pewaris kamu," jelas Chen.
"Apa ada hal alin selain itu?" tanya Yiwen dengan wajah kosong.
"Di sisi lain, istri aku juga ingin merawat anak. Karena aku dan istriku gak bisa mendapatkan anak. Makanya aku mohon, aku akan jaga dia dan membawanya pergi dari sini. Jika dia tinggal di rumah aku maka tidak akan ada yang tahu."
Lian yin menatap ke arah Yiwen, tubuhnya seakan lemas, dia mengusap wajahnya frustasi menyimpan kesedihan yang dalam.
"Aku gak sanggup kehilangan dia sekarang," ucap Yiwen.
"Aku gak akan ambil dia sekarang!!" ucap Istri Chen.
"Jika kamu mengijinkan dia bersama denganku, maka aku akan ambil setelah dia berumur lima tahun. Saat itu semua pasti akan berebut dia. Maka dari itu aku akan segera menyelamatkan anak ini,"
"Kalian bisa hamil lagi, sedangkan istri aku. Karena penyakitnya tidak bisa mengandung. Dan istri aku terkena kangker ovarium. Dan aku gak mau ambil resiko untuk membuat dia hamil. Selama ini dia masih mengkonsumsi obat agar dia bisa sembuh seouluhnya, bahkan dia masih terapi penyembuhan!!"
"Hah... Baiklah!! Aku mau, tapi setelah aku punya anak lagi. Jika dalan lima tahun aku gak punya anak maka biarkan aku menjaga anak aku sendiri," ucap Yiwen.
"Kamu pasti punya anak lagi, syang!!" ucap Lian yin, mencium keningnya.
"Makasih!! Kamu sangat perduli dnegan kakak aku."
"Kalian harus melahirkan anak laki-laki,"
"Kenapa?"
"Agar dia bisa menggantikan kamu, jangan sampai Queen hang menjadi pengganti kamu. Itu sangat berbahaya baginya," jelas Chen. "Dan makasih untuk semuanya. Aku janji akan merawat dia dengan baik," saut kakak ipar Lian yin.
"Iya," ucap Yiwen meski terpaksa dia mencoba untuk bersikap normal pada keluarganya.
"Kalian lagi bicara apa?" tanya seorang yang baru datang berjalan dengan langkah ringan di mendekatinya"
Semua orang menatap ke arahnya. "Lay? Lyli?" ucap Yiwen beranjak berdiri. menyambut kedatangan temannya itu.
"Aku kangen banget pada kalian, kenapa kalian tidak pernah ke rumah aku!!" Yiwen memeluk tubuh Lyli.
"Kamu hamil, Lyli?" ucap Yiwen mengusap perut Lyli yang sudah membuncit.
"Iya, sudah 7 bulan. Dan aku ingin segera menyusul kamu," ucap Lay.
"Wahh... Iya, aku senang mendengarnya. Ternyata kamu langsung hamil."
"Oya kalian duduk dulu." ucap Lian yin, mempersilahkan Lay dan Lyli duduk.
"Sepertinya kalian serius bicara apa?" tanya Lyli.
"Apa tentang anak ini" Lyli melihat anak Yiwen, matanya seketika berbinar kagum. Wajahnya sangat cantik.
"Anak kamu perempuan?" tanya Lay dengan wajah terkejutnya.
"Memangnya kenapa?"
"Apa kamu sudah tahu.." tanya Lay menatap ke arah Lian yin dan yiwen.
"Aku sudah cerita padanya," saut Chen.
"Jadi apa itu semua benar?" tanya Lian yin.
"Iya, seperti yang kamu dengar dari Chen. Itu yang khas di dunia kita. Makanya dulu tidak ada sama sekali anak wanita di dalam dunia mafia. Kota kita,"
"Kalau Grace?"
"Dia bukan anak mafia, ayahnya hanyalah seorang pengusaha. Dan sia orang suruhan Jack selama ini. Dulu dia bekerja sama dengan ayahnya, tapi setelah ayah Jack meninggal dia bekerja untuk Jack.
"Hah... Kenapa semua jadi seperti ini?" gumam putus asa Yiwen.
"Terus gimana dnegan anak ini, jika publik tahu anak kamu perempuan maka tak akan lama lagi,"
__ADS_1
"Dia akan tinggal di rumah aku. Jadi selama lima tahun nanti kalian harus menyembunyikan identitasnya. Jangan sampai orang tahu jika dia perempuan!!"
"Baiklah!!"