Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pnyelidikan ke dua


__ADS_3

"Cobain dikit saja syang" gumam Yiwen memaksa.


"Gak mau kamu saja yang makan" ucap Lian Yin.


"Bantu aku makan, aku gak habis sayang," ucap Yiwen mengerutkan bibirnya.


"Salah sendiri sih makan saja gak kira-kira,"ucap Lian yin.


"Ya tadi aku kan ngiler lihat kamu makan pasta sepertinya enak, lagian kamu kan buwatin dua porsi untuk aku juga"ucap Yiwen beralasan.


"Ya sudah sini aku bantu makan"ungkap lian yin.


"Beneran ya bantu makan?" tanya Yiwen. "ini makan semuanya, harus habis ya sekalian sama sisa rotinya di makan juga." ungkap Yiwen mendorong piringnya ke depan Lian yin.


Lian yin melebarkan matanya, menelan ludahnya yangbterasa kering "Kenapa harus semuanya. Kamu sendiri saja yang makan rotinya, aku ini saja sudah kenyang, lagian sahah sendiri bikin roti banyak gitu"gumam lian yin.


"Gak mau"Yiwen melemparkan wajahnya berlawnan Arah.


"Ya sudah kalau gak mau, aku langsung tidur saja, buang saja semuanya"gumam Lian yin.


"Ya syang dong makananya di buang, Ya sudah itu pasta tinggal dikit kamu makan, ini roti buwat yang lain saja." ucap Yiwen tak berhenti berdebat dengan Lian yin.


"Maaf tuan ini teh hijaunya"Seorang pelayan tiba-tiba datang membawa pedasanan teh hijau yang ia inginkan tadi.


"sini bi, makasih ya. Oya bibi mau roti gak syang jika di buang"gumam Yiwen.


"Iya non nanti saja bibi ambil."


"Ya sudah, sekarang bikinkan aku teh hijau dulu ya bi, taruh di kamarku nanti. Entar rotinya kalau kurang bikin sendiri saja bi di dapur ada roti tinggal panggang saja." gumam Yiwen beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya pergi.


"Baik non"


"Eh, non Yiwen baik ya"sabung pelayan yang lain.


"Iya dari pada non Yhing yhi sok cantik itu." Saut yang lainnya.


"Iya lagian dia itu udah cantik, baik, ramah lagi"Lanjutnya.


"Sudah jangan ngerumpi di sini, cepat ke dapur kaalu mau bikin makanan cepat bikin lalu istirahat." sambung Lian yin, membuat para pelayan terdiam ia hanya menundukkan kepalanya berjalan menuju ke dapur yang.


"Iya tuan"gumam para pelayan kompak.


Lian yin segera mengikuti kemana Yiwen pergi.


"Kamu di sini?" tanya Lian yin berjalan mendekati Yiwen.


"Iya katanya kamu mau aku bantu sesuatu"tanya Yiwen. "Bantu apa?"lanjutnya.


"Bentar aku akan ambilkan, semua sempel dari Ley tadi sebelum ia pergi. Dia sudah mengumpulkan semua bukti, katanya tinggal keputusanmu gimana?" gumam Lian yin.


"Baiklah, Sini!" Yiwen segera membuka kotak kecil berisikan bebebapa bukti. Ia melihat bukti dari pasir bekas injakan dan rambut serat sepirhan bom molotof.


"Hanya ini buktinya?" tanya Yiwen memastikan.


"Iya apa ada yang kurang" tanya Lian yin.


"Sudah gak ada ini saja sudah cukup, kamu bantu aku tata semua lalu cek satu persatu"ucap Yiwen. "Ini ada helaian rambut"gumam Yiwen mengangkat sempel helaian rambut yang ada di depannya.

__ADS_1


"Apa kamu kenal rambut siapa," tanya Lian yin.


"Rambut berombak, berwarna pirang dan ada bekas bercabang sedikit dan dari warnanya juga sudah sering ganti-ganti warna rambut. Sepertinya aku pernag tahu rambut ini di mana ya." Yiwen mencoba mengingat ingat apa yang ia ingat sebelumnya tentang rambut itu.


"Entar saja aku lupa ini rambut siapa, Apa kamu punya foto wanita teman dari pacar Lee itu." tanya Yiwen.


"Bentar aku cari."jawabnya.


sambil menunggu Yiwen memeriksa pasir itu, dari ini sih gak terlihat apa-apa jika di lihat dengan mata telanjang. Tapi aku gak ada perlatan lengkap, gumamnya.


Yiwen mencium bau amis dari pasir itu. "Bau darah?" ucap Yiwen.


"Maksud kamu apa?" tanya Lian yin.


"Pasir ini bau darah, tapi bekas darahnya tida tertepel di pasir ini, aku yakin jika wanita itu pernah terluka, di bagian kaki kiri, ada luka di mata kakinya. Mungkin dia terjatuh saat melaksanakan tugas, sepertinya dia wanita ceroboh."gumam Yiwen menjelaskan.


"Seperti kamu dulu," goda Lian yin.


"Apaan sih kenapa aku lagi, aku gak ceroboh seperti wanita ini, wanita ini sangat cerdik tapi dia selalu ceroboh dalam bertindak. Namun kelahlian dia dengan sigap menghilangkan semua jejak dia yang tertinggal. Cara mainnya sangat bersih. aku pikir dia adalah anggota Intelijen yang sudah di latih khusus untuk melaksanakan tugasnya,"ucap Yiwen.


"Jadi dia bukan anak buah Lee," tanya Lian yin.


"Sepertinya sih bukan, dia lebih tepatnya anggota intelijen yang berhubungan dengan lee, dia sangat dekat dengannya hingga ia punya dendam saat Lee terluka. Atau dia Mei, bukannya dia juga kenal dengan Lee. Dan dia juga belum lama kan tinggal sama kamu." gumam Yiwen.


"Kalau Mei gak mungkin kalau dia pelakukunya kenapa dia bantu Lie Wei dan aku menyelesaikan semuanya. Tapi bentar aku tanya Lie Wei dulu. Dia kemarin di mana saat senja sore"Ucap Lian yin beranjak berdiri meraih ponselnya.


Dengan segera ia menghubungi Lie Wei dan menanyakan tentang Mei.


"Eh ..min min, " Panggil Lian yin.


"Lagian nama kamu lucu." canda Lian yin.


"Udah apa yang mau kamu tanyakan, tumben banget malam-malam begini telefon."tanya Lie Wei.


"Mai kemarin sore ada bersamamu gak" tanya Lian yin.


"Kenapa emangnya, dari kemarin dia bersama aku tapi dia pergi sore malamnya pagi tadi tahunya sudah di kamar lagi dia." gumam Lie Wei.


"Emangnya ada apa?" tanya Lie Wei.


"Kalau mau tahu kamu kesini sekarang sendiri jangan ajak Mei" Ucap Lian yin.


"Baiklah," Lie Wei segera nenutup telefonnya.


"Gimana, mungkin benar kata kamu, dia kemarin tidak dengan Lie wei."


"Tapi kamu sudah suruh dia kesini biar Lie Wei, yang memastikan." ucap Yiwen.


Yiwen menatap sekilas serpihan bom yang tertinggal, ia mencium bau itu dan membuangnya seketika. "Ada apa?" tanya Lian yin panik.


"Masih ada sisa racun di sana?" ucap Yiwen.


"Jangan sentuh itu dengan tangan langsung, aku akan cari tahu nanti di internet. Semuanya sudah tahu aku racun jenis apa. Tinggal cari tahu di internet dan gimana cara dia menggunakan semuanya. "gumam Yiwen.


"Biaklah"ucap Lian yin pasrah.


Ia masih tak menyangka jika Yiwen sangat pintar, penciumannya juga sangat tajam, dan pendengaranya juga tak kalah tajam.

__ADS_1


"Sudah sekarang aku mau istirahat tapi jika Lie Wei di sini bawa rambut itu tanyakan padanya. Pasti dia akan lebih tahu dari pada aku" ucap Yiwen segera bernajak melemparkan badannya ke atas ranjang.


"Tubuhku rasanya mau rontok," keluh Yiwen.


"Baiklah kamu tidu saja dulu" ucap Lian Yin mengusap lembut rambut Yiwen.


Lian Yin segera pergi menuju ke ruang kerjanya. Menunggu Lie Wei di sana.


"Yin, ada apa?" tanya Lie Wei yang baru saja masuk ke ruangan Lian yin.


"Lihat rambut ini, Aku menemukannya di pantai depan Vila aku. Ley sudah selidiki tapi ia tidak tahu ini rambut siapa. Tapi kamu jangan marah dulu jika aku bertanya sesuatu padamu"gumam Lian yin.


"Baiklah tanya apa?" tanya Lie Wei.


"Ini rambut Mei bukan, lebih baik kamu teliti dulu detail. Kamu boleh baw aitu srkarang dan periksa di rambut Mei saat dia tertidur pulas nanti malam"


Lie wei terdiam, ia menatap sekilas rambut itu, Rasa penasarannya apakah Mei penghianat ia menerima tawaran Lian yin dan segera membalikkan badanya.


"Aku pergi sekarang" ucap Lie Wei, menutup pintunya kembali.


"Semoga semua bisa ketemu jawabannya siapa sebanarnya mata-mata di sini"gumam lian yin.


----00--


Keesokan harinya jam menunjukan pukul 07.00 Lian yin dan Yiwen sudah bersiap untuk menyelidiki kasus pembunuhan orang tua Lian yin dulu. Kini mereka rela bangun lebih pagi bahkan tadi sebelum matahari terbit Yiwen sudah terbangun. Merasa tubuhnya sudah bugar, ia segera pergi menuju kamar Mandi.


Lalu membangunkan Lian yin yang masih pulas memeluk guling di sampingnya. Untuk melaksanakan misi yang ke dua sekalian Lian yin menguji keahlian Yiwen yang tiba-tiba itu.


Lian yin segera menunjukan senuah runagn kosong, sudah sangat berdebu, banyak kecoa dan sarang labar-laba mejarar kemana -mama


"Kamu pernah lihat gak di mama lokasi orang tua kamu meninggal" tanya Yiwen, dia sudah mulai menggunakan sarung tangan lengkap untuk memeriksa semua rungwn disana.


"Kata orang dulu yang pertama melihatnya dia tergeletak di sini"gumam Lian yin.


Yiwen segera jongkok. Dan memeriksa detail, lantai di bawahnya, wanita itu mengusapnlantai yang sudah mulai berdebu sangat tebal. Ia menemukan bekas hitam di lantai seperti sebuah ijakan sapatu higles bentuknya sama,


"Yin sini" panggil Yiwen


"Ada apa? tanya Lian yin.


"Apa dulu awal bekas ini sudah ada di rumah kamu ya?"tanya Yiwen.


"Aku dulu saat kecil sering main di sini, itu belum pernah melihat jika ada bekas di sana."ucap Lian Yin.


"Yiwen melangkahkan kakinya di dekat bekas hitam satu ke bekas lainya.


"Satu langkah jarak bekas itu dari bekas sebelumnya. dan bekas itu hanya dua" tmgumam Yiwen penuh tanda tanya dalam otaknya.


"Dia mengunakan higles tapi kenapa dia menggunakan kaos kaki, mungkin dia sebelumnya sudah tahu jika prmilik rumah menabur cet di depan rumah. Tapi gak mungkin catnya baru sjaa di tabur dan hanya satu, dia lagi demam waktu itu. Dia nekat membarikanperingatan kecil yang mejadi suatu hal meninggalnya Orang tua Lian yin." gumam Yiwen dalam.hati.


"Gimana?" tanya Lian yin.


"di sini kita hanya menunjuk ada beberapa penunjuk, Kau melihat tadi di luar ada sebuh cat hitam. Dan kalau cat itu orang tua kamu yang menyiramkan. namun hanya sedikit. sebelumnya dia sudah merasa nyawanya keancam dan hanya ada cat hitam di dalam sakunyaa. Awalnya cat itu untuk mengecat kursi itu. Kursi kecil yang terlihat kayinya masih polos" ucap yiwen.


"Itu kursi milik aku.  dulu waktu kecil, memang aku menyuruh papa aku untuk cat kursi itu hingga berwarna hitam.


tapi aku waktu itu tak melihat jelas, gimana detail pembunuhan itu. semua terjadi saat aku tidak ada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2