Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Seperti Detektif


__ADS_3

"Kenapa kamu diam?" tanya Yiwen menepuk pundak Lian yin yang dari tadi terus melamun.


Ia terus berpikir jika memang dapat bantuan dari Yiwen itu hal bagus, Dan dia juga tidak menyangka jika Yiwen tiba-tiba menjadi pintar gini pemikirannya. Tapi yang jadi masalah saat ini adalah saat Lian yin gak bisa menjaganya terus nanti. Pasti akan semakin banyak yang mengicar dia karena kepintaranya mendeteksi. Dan kejeniusannya. Bahkan Lian yin yang terkenal kejeniusannya mendeteksi terkadang ia juga masih ada lengahnya.


Tak semuanya ia bisa mendeteksi para musuh, terkadang memang dia gak tahu tiba-tiba musuh datang seperti saat Lee datang. Dan untung saja ada alarm pendeteksi yang di berikan Ley padanya.


sekarang aku harus lebih hati-hati lagi, dan Yiwen aku akan menjaganya dan membuarkan dia selalu di sisiku. Aku tidak akan membiarkan dia sendirian lagi, meskipun suatu hal apapun yang mengganggunya.


Kehilangan yiwen lagi tak bisa di pikirkan olehnya, apa jadinya hidupnya jika tidak ada Yiwen apa akan kembali seperti dulu penuh dengan musuh. Atau malah menderita sendiri, gumam Lian yin mematap wajah cantik Yiwen dengan penuh banyak pertanyaan di pikirannya.


"Yin, kamu gak apa-apa kan?" tanya Yiwen menatap dekat ukiran wajah tampan Lian yin.


"Eh.. iya syang, tadi aku kepikiran sesuatu saja. Oya gimana lanjutan tadi, kamu lanjutkan saja. Nanti kita selidiki lagi lebih detail, sebelum menjelang malam nantinya"ucap Lian yin mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aku sedang bicarakan ini pada Ley, dia bilang jika nanti dia akan selidiki lagi. Soalnya ini juga sudah mulai malam. sangat sulit melihat dari kejauhan dengan mata telanjang. Tapi aku sudah pastikan kalau orang yang mengirim ini sudah pergi dari tempat ini. Bagi wanita seperti dia juga tak mau ambil. Resiko di tempat sepi seperti ini. Dan juga sudah ada seseorang yang kenunggunya di ujung jalan untuk membawanya cepat pergi dari tempat ini. Dari jejak kaki yang Ley lihat tadi berjalan kenuju ke utara, dan tadi aku mendengar suara mobil.sekilas di ujung utara jalan sebelah saja, tepat saat Ada suara langkah kaki cepat di atap vila ini"ucap Yiwen menjelaskan.


Lay dan lian yin hanya saling menatap kagum dengan pejelasan Yiwen. Bahkan Ley tidak tahu detail samapi di sana. "Lama-lama sia seperti detektif Conan saja"gumam Ley dalam hati.


"Dia begitu pintar, sangat cocok jika menjadi detektif" gumam lian yin dalam hatinya.


"gimana kamu bisa tahu tentang itu?" tanya Lian yin yang mulai penasaran dengan Yiwen.


Yiwen tersenyum tipis, menarik napasnya dan mulai menjelaskan perlahan pada Ley dan Lian yin.


"Itu sangat mudah, Jika kalian lebih teliti mendengar, melihat, merasakan, dan filing kita, semua akan menemukan jawaban dengan cepat. Dan sepertinya wanita itu ada misi lain selain kita. Jadi dia akan segera pergi saat membuat kita mulai panik. Dan kamu juga harus hati-hati sayang. Bukannya aku gak percaya dengan keahlian kalian. Tapi wanita ini lebih ahli dari pada kalian." ucap Yiwen menegaskan.


"Maksud kamu, dia adalah tim khusus begitu?" tanya Ley.


"Iya dia adalah seorang yang sudah lama juga menggeluti dunia ini. Dan dari keahliannya menghilang dengan begitu cepat. Bahkan pertama dia naik ke atas atap Vila ini, meloncat turun Dan jika meloncat, di samping jendela itu pasti ada bekas kaki. Tapi jika memang sekarang sudah tidak ada, begitu cepat dia berjalan sambil menghapus jejak itu, maka itu tidak mungkin, sebelum melakukan itu dia sudah tahu lebih dulu. Dia sangat ahli dalam ilmu bela diri, maka dengan mudah dia melompat tepat di pinggir pantai. Lalu melemparkan bom molotof disana. Selalu pergi dengan meningglkan jejak kakinya di pinghiran yang terkena desiran lembut ombak pantai. Karena memang gampang terhapus jadi kita tidak bisa kendeteksi sempurna. Dan selanjutnya kamu kamu juga sudah tahu Ley."Yiwen menjelaskan lebih detail gimana perjuangan wanita itu hanya untuk mengirim sebuah pesan.


Ley terus menatap bingung pada Yiwen, ia masih belum mengerti bagaimana bisa Yiwen tahu semuanya tentang itu, Bukannya dia hilang ingatan, tapi dia malah lebih pintar dari sebelumnya. Sekarang yang membingungkan cairan apa yang di suntikan ke Yiwen oleh Lee . Bukannya aku curiga pada Yiwen. Tapi kali ini Lee sangat berbahaya ternyata. Semua orang


bahkan sudah tertipu dengannya. Dia sangat licik dan ahli dalam berbagai hal. Dia sepertinya mau memanfaatkan Yiwen untuk melakukan uji coba kepintaran itu. Dan Yiwen bisa menampun dalam otaknya. dia mlakukan itu pada Yiwen untuk menguatkan pertahanan dia saat ini.


Tetapi Yiwen tidak akan bisa untuk mengingat kembali, tapi entahlah, semua ada di tangan Yiwen, jika dia mampu mengingat masa lalunya maka dia pasti akan ingat, tapi jika dia tak sanggup maka akan berbahaya juga bagi Yiwen. Pasti akan banyak yang mengincar dia karena kepintarannya.


Lama hening tanpa ada lanjutan pembicaraan, Ley dan Lian yin saling menatap.


"Syang bentar aku mau bicara sama Ley berdua, gak apa-apa kan?" tanya Lian yin, langsung di balas cepat dengan senyum tipis dan anggukan oleh Yiwen, tapa rasa curiga terpikir di otak Yiwen.

__ADS_1


lian yin beranjak berdiri, memberi kode dengan kedipan mata pada Ley. Ley segera menyusu Lian yin berjalan keluar ke halaman Vila.


"Ada apa?" tanya Ley berjalan mendekati lian yin.


"Apa pemikiranmu sama denganku" tanya Lian Yin menatap hamparan luas lautan yang terlihat gelap di depannya.


"Aku pikir sepertinya Lee sudah memberikan sesuatu di otak Yiwen. Sekarang kita harus perketat penjagaan Yiwen. Jika berita kepintaran dia menyebar ke penjuru kota. Maka akan semakin banyak yang mengincar dia. Dan termasuk juga Lee. Aku yakin jika dia belum mati, pasti dia sekarang terbaring di rumah sakit dan masih hidup. Jika dia sadar maka Lee akan mencari Yiwen dan memanfaatkan dia lagi sebagai uji coba" gumam Ley menjelaskan pada Lian yin.


"Aku juga berpikir seperti itu, tapi aku hari ini pasti banyak tugas dan tak mungkin bisa menjaga dia seutuhnya. Aku harap kamu bisa bantu aku menjaganya nanti" ucap Lian yin.


"Aku akan membantumu. Dan sepertinya memang kamu banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor. Tapi jika di kantor kamu bisa ajak Yiwen kemanapun kamu pergi" ucap Ley.


"Apa menurut kamu jika Yiwen akan bisa pulih" Lian yin penasaran dengan keadaan yiwen yang memang ada kemanjuan sedikit. Namum di tambah kepintaran dia saat ini.


"Dia akan sembuh, tergantung dia yang akan menjalankannya" ucap Ley.


Di dalam ruang tamu Yiwen duduk sendiri menyangga dagunya menatap pemandangan laut di balik jendela. Ia merasa sangat bosan harus menunggu lama, Lian yin da Ley berbincang di depan Vila.


"Apa yang mereka bicarakan, kenapa lama sekali" gumam Yiwen, meraih minuman copi dalam. Kemasan di depannya, ia mulai membuka dan menyeduh perlahan, sambil menikmati pemandangan pantai.


"Ah.. masih lama juga ya mereka ngobrolnya" gumam Yiwen menyandarkan punggungnya di sofa.


Ia mulai beranjak berdiri, membawa botol minuman di tangannya keluar. "Kenapa kalian lama sekali, apa yang kalian bicarakan"teriak Yiwen.


Ley dan lian yin menoleh kompak, Lian yin segera beranjak menghampiri Yiwen. "Kita lagi merencanakan sesuatu, nanti kamu juga tahu sendiri. Lagian juga untuk keselamatanmu" gumam Lian yin mengusap lembut rambut Yiwen.


"Beneran? gak menbicarakan masa lalu aku kan?" Yiwen menatap penuh curiga ke arah Lian yin dan Ley bergantian.


"Gak lah, sekarang yang penting keselamatanmu dulu, soal itu kita pikir belakangan ya" ucap Lian yin.


"Baiklah, tapi lain waktu aku ingin kamu cerita padamu soal masa lalu aku yang belum aku ketahui" ucap Yiwen, ia membalikkan badanya dan masuk ke dalam Vila, duduk bersandar di sofa dengan menyeduh kembali kopinya.


"Ley berjalan menghampiri Yiwen." Boleh aku tahu sesuatu dari kamu sebelum Lian yin membawamu kemari" tanya Ley duduk di depan Yiwen.


"Boleh mau tanya apa?" tanya Lian yin.


"Apa Lee memberi tahu kamu sesuatu dulu"


Yiwen terdiam, memutar otaknya untuk mengingat saat ia bertemu dengan Lee dan beberapa hari bersama dia. "Gak pernah bilang apa-apa tapi aku tahu jika dia pernah bertemu dengan wanita cantik. Tapi aku gak sengaja dulu mendengarnya. Dan sebelum dia tahu aku di depan pintu ruang kerjanya. Aku pergi lebih dulu."

__ADS_1


"Apa yang mereka bicarakan" tanya Ley, menyondongkan tubuhnya agak ke depan.


"Aku hanya ingat namanya, Yhing yin dia punya saudara kembar. Dan dia bekerja sama dengan Luhan. Seingat aku itu, tapi aku gak tahu lagi."


"Apa katamu, Luhan?" Ley mencoba memastikan lagi.


"Iya, memangnya kamu kenal dengan dia.?"


"Dia musuh kita, dan laki-laki yang juga pernah menculik kamu dari Lian yin. Kamu juga hampir saja menikah dengannya" ucap Ley.


Ley berdiri, melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dan mulai mengambil ponselnya dalam saku. Entah siapa yang ia ingin ia hubungi. Tapi itu bukan urusan Yiwen lagi.


"Kemana Lian yin kenapa dia tidak masuk sih" gumam Yiwen melihat di balik jendela. Ia menatap Lian yin duduk sendiri di luar, di temani desiran ombak pantai yang menerpa ujung jemari kakinya.


"Ngapain dia di situ?" Yiwen segera keluar menghampiri Lian yin.


"Syang kamu gak masuk ke dalam?" Yiwen berjalan menghampiri Lian yin yang duduk sendiri di pinggir pantai melihat pemandangan bintang di malam hari, dan desiran ombak menerpa ujung kakinya.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Yiwen duduk si samping lian yin. 


"Lihatlah bintang di sana"


Yiwen menyandarkan kepalanya di pundak lian yin. Menatap bintang yang bertaburan di langit. Namun ada yang sendiri tanpa ada teman di kelilingnya.


"Apa itu yang kamu tunjuk" ucap Yiwen memastikan.


"Iya yang sendiri itu, aku ingin hidu seperti itu tanpa beban pikiran sama sekali. Dan aku ingin hidup bebas tanpa musuh dan pergi ke suatu tempat untuk kita berdua tinggal. Dan lepas dari dunia mafia. karena aku gak mau anak kita nanti akan jadi imbasnya karena terlaku banyak musuh yang mengintaiku" ucap Lian yin.


"Emangnya kita mau punya anak" tanya Yiwen menatap wajah lian yin.


"Emang kamu gak mau punya anak?" tanya Lian yin.


"Mau sih, tapi gak sekarang tunggu sampai ingatan aku pulih."ucap Yiwen menyandarkan kebali kepalanya di bahu Lian yin.


"Iya di mana Ley?" tanya Lian yin pada Yiwen.


"Lay di dalam sibuk dengan ponselnya" ucap Yiwen, merengkuh tangan kiri Lian yin erat.


"Apa yang dia lakukan"gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Liam yin menatap wajah cantik Yiwen di pundaknya. Ia menyentuh hidung mungilmya yang terlihat menggodanya.


__ADS_2