Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Sebuah Vila


__ADS_3

Tak butuh waktu lama perjalanan dengan udara. Mereka sampai di sebuah Vila yang sangat terpencil. Bahkan ada di pinggir pantai dengan pemandangan laut yang sangat indah. Dan Ley setelah mengantarkan mereka ke vila. Ia pergi meninggalakan mereka berdua di sana. Karena perusahaan Lian yin butuh mereka. Orang yang paling di percaya olehnya.


****


Yiwen menatap kagum pemandangan pantai yang indah dengan pasir putih dan desiran ombak pantai yang menerjang mata kakinya.


"Waahhh sungguh sangat indah" ucap Yiwen dengan raut wajah nampak sangat gembira. Bahkan hatinya kini mulai berbunga-bunga menatap indahnya pemandangan yang tak pernah ia lihat itu.


Lian yin berjalan mendekati yiwen, dan berdiri di sampingnya.


"Apa kamu suka?" tanya Lian yin melirik ke arah Yiwen.


"Sangat suka" jawab Yiwen.  Pemandangan yang indah itu bahkan seolah ia melupakan kesediahanya sejenak tentang Feng yin. Suasana hati Yiwen berubah saat menatap semuanya.


"Sekarang ikut aku ke dalam,"


Lian yin memegang tangan Yiwen.


Yiwen hanya tersenyum menganggukkan kepalanya. Berjalan masuk ke dalam vila di mana mereka berdua akan tinggal bersama di sana. Tak ingin hanya berjalan bersama dengan hentakan kaki yang seirama.


Lian yin dengan sigap mengangkat tubuh Yiwen dengan ke dua tangannya berjalan masuk ke kamar untuk Yiwen beristirahat nantinya. Yiwen melingkarkan pergelangan tangannya ke leher Lian yin.


"Lihat kamar ini apa kamu suka" tanya Lian yin yang masih mengangkat Yiwen.


"Kamar yang sungguh unik, tapi apa kita gak papa tinggal berdua di sini, apa lagi kita belum menikah" tanya Yiwen menatap mata Lian yin di depannya sangat dekat. Mata indahnya terpancar di hadapannya membuat matanya tak berhenti berkedip.


"Tenang saja aku akan segera menikahi kamu, lagian di sini tempat yang paling aman tidak ada seorang pun yang tahu. Bahkan Yhing yhi dan Chengyi. Hanya Ley dan Lie Wei yang mengetahuinya" pungkas Lian yin membaringkan tubuh Yiwen di ranjang.


Jemari tangan Lian yin menyentuh lembut wajah yiwen, dengan badan berbaring di sampingnya. "Aku akan selamanya bersamamu. Jangan pergi lagi dariku" ucap Lian yin.

__ADS_1


Wanita itu terdiam ia menarik kerah Lian yin mencium lembut bibir Lian yin. Tak mau kalah juga lelaki itu membalasnya dengan sangat lembut. Dengan tangan leluasa bermain liar tanpa penolakan dari Yiwen.


Permainan tangan Lian yin menjalar ke tubuhnya, membuat Yiwen berdesah menikmati. Tiba-tiba Lian yin berdiri seolah teringat akan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Ia berhenti melakukan aksinya.


"Aku akan pergi dulu sebentar, kamu tetap di sini. Dan kalau kamu butuh pelayan aku akan bawa seorang pelayan untuk membantumu di sini" ucap Lian yin berdiri dengan tangan membenarkan bajunya yang berantakan.


Merasa kecewa dengan Lian yin. Namun ia tak bisa bertindak apa-apa. Ia tahu jika Lian yin sangat sibuk. Pasti menikah dengannya akan membuat ia kesepian di rumah nannti karena dia jarang pulang. Namun rasa cintanya tak perdulikan semua. Asal bisa bersama lian yin ia merasa sangat bahagia.


"Baiklah!" Yiwen beranjak berdiri. Merapikan kerah Lian yin. Dan memberinya sebuah kecupan hangat di kening Lian yin, sebagai tanda perpisahan sementara darinya.


"Kamu harus segera pulang, jangan lama- lama. Nanti aku bosan di sini sendiri" ucap Yiwen mendekatkan tubuhnya hingga menempel dalam dekapan hangat tubuh Lian yin.


Lian yin tersenyum, dengan tangan menyentuh pipi Yiwen.


"Tenang saja aku akan cepat kembali, Ingat jangan bukakan pintu untuk sembarang orang. Meski di sini tak dapat di jangkau. Namun kita juga tak bisa pungkiri ada seseorang mata-mata datang" ucap Lian yin dengan raut wajah nampak sangat gembira. Ia bisa merasakan kelembutan Yiwen.


"Baiklah! Terserah kamu. Aku pergi dulu!" Lian yin melepaskan dekapannya dan beranjak pergi. Dengan melemparkan senyum manisnya ke arah Yiwen.


Melihat punggung Lian yin yang sudah melangkah keluar dari kamarnya. Ia segera menutup pintu, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang barunya. "Sepertinya ini sangat nyaman sekali" ucap Yiwen meraba-raba ranjang halus dan empuk miliknya dengan ke dua tangannya yang terlentang di ranjang.


Di otaknya kini terbayang Lian yin, wajah tampan lian yin yang selalu bertingkah sangat lembut. Seakan ia selalu merindukan belaian hangat darinya. Ia berpikir apa mereka akan menikah dengan bahagia.


Terbayang-bayang dalam benaknya jika mereka akan melalui hal sulit saat kenikah Nanti. Bahkan sepertinya akan mengalami serangan hebat. Tiba-tiba ia merasa sangat takut jika akan kehilangan Lian yin nantinya. Sangat takut dan begitu takut seakan mencengkam dalam hatinya.


*****


Lian yin berjalan dengan langkah cepat menuju ke ruangan kantornya. Ia merasa ada hal penting yang harus dia selesaikan. Saat selama 1 bulan nanti akan tinggal bersama Yiwen. Wajahnya kini nampak mulai menegang. Bahkan terlihat sangat serius.


"Yin kamu sudah pulang" sapa Lie Wei berjalan dengan langkah cepatnya, mencoba mengikuti langkah lian yin.

__ADS_1


"Aku pulang ada hal penting. Sekalian aku mau bicara dengannu dan juga Ley. Jangan sampai ada yang mengganggu pembicaraan kita" ucap Lian yin tanpa melirik sekalipun ke arah Lie Wei. Ia menarik dasinya merapatkan ke ujung kerahnya.


"Baiklah" jawab Lie Wei.


"Gimana tentang gadis yang bersama Yiwen dulu. Apa sudah dapatkan informasi sedikit darinya" tanya Lian yin dengan tangan memutar gangang pintu berwarna hitam, lalu membukanya, lalu ia dengan langkah cepat masuk ke dalam dengan dan duduk di kursi kerjanya.


"Aku sudah dapat bicoran sedikit. Soal apa yang mereka rencanakan bersama Yiwen dan ketua agen intelijen. Mereka menginginkan dokumen milik kamu" Lie Wei duduk di sofa dengan punggung bersandar. Ia sangat lelah karena tugas yang menumpuk bahkan seolah otaknya tak pernah istirahat. Tak hanya mengurus semua perusahaan Lian yin dia juga mengurus anak perusahaan miliknya yang di berikan oleh lian yin padanya.


"Aku sudah tahu itu, tapi apa kamu tahu semua rencana itu" ucap Lian yin dengan seluruh badan yang tak pernah berhenti bergerak seolah ia mencari sesuatu yang   sangat penting. Sehingga sehingga setiap laci ia buka satu demi satu.


"Sepertinya kamu mencari sesuatu" tanya Lie Wei yang nampak memerhatikan Lian yin sejak tadi.


"Aku hanya cari sebuah kunci" jawabnya singkat.


"Ini dia sudah ketemu, " pungkas Lian yin dengan wajah senang terpancar dari raut wajahnya.


"Memangnya itu kunci apa?"


"Sebuah kunci ruang rahasia di Vila" ucap Lian yin duduk menyandarkan punggung di kursi rodanya.


"Dimana sekarang Ley" tanya Lian yin yang tiba-tiba teringat dengan Ley.


"Dia bersama Yhing yhi tadi" pungkas Lie Wei.


"Baiklah. Sekarang gimana rencana kita selanjutnya untuk menghadapi Chengyi" wajah Lian yin semakin serius.


"Dia semakin berani menentang kita, bahkan dia berusaha membobol pertahanan kita. Dan barusan ada berita jika dia sangat marah saat tahu calon tunangannya di culik" pungkas Lie Wei


"Sepertinya mereka akan bertindak lebih cepat kali ini" Lian yin seolah berpikir gimana cara menghadapi mereka selanjutnya. Ia harus benar-benar mengatur strategi untuk bertahan sekaligus menyerang.

__ADS_1


__ADS_2