Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Mei bertemu Lie Wei


__ADS_3

Yiwen berusaha mencegah Mei untuk pergi. Ia sebenarnya tidak bermaksud berbicara seperi itu padanya. 


"Mei, tunggu!!" teriak Yiwen berlari mengejar Mei.


Mei terus berjalan tanpa perdulikan Yiwen. Dengan segera Yiwen berlari meraih tangan Mei.  "Mei, aku mau biacara denganmu" ucap Yiwen, yang masih mengatur napasnya. 


Mei, membalikkan badannya menatap penuh kekecewaan terhadap Yiwen. Ia kesal tidak di hargai sama sekali di sana. Bahkan sudah berkali-kali ia mencoba baik dengan mereka.


Mei, berjalan mendekat, dengan telunjuk menujuk ke wajah Yiwen.  "Apa lagi? Kamu mau menyalahkan aku lagi? Kamu mau membuat aku malu di depan Grace. Ingat ya Yiwen, kamu itu satu anggota dengan aku. Dan kamu ada di sini juga dapat misi dari siapa. Ingat itu!!" kata Mei dengan nada semakin meninggi.


"Mei, aku tahu semuanya. Aku ingat semuanya. Tapi kamu harus tahu juga apa yang aku maksud. Kamu jangan seperti ini, aku bicara seperti itu. Karena aku kesal kamu selalu berantem gara-gara pria. Aku udah ingatkan kamu berkali-kali, tapi apa kamu gak pernah mendengarnya. Kamu mengabaikan setiap nasehat dariku" ucap Yiwen. 


"Sudahlah, kamu juga sudah mengusirku dari sini. Dan aku akan pergi sekarang" ucap Mei, dengan senyum sinisnya.


"Apa yang kamu katakan. Jika kamu pergi gimana dengan Lie Wei . Gimana hubungan kamu dengannya, apa kamu mau pergi begitu saja meninggalkan dia. Atau, Apa kamu juga akan mengiklaskan Lie Wei?" ucap Yiwen. 


"Bukannya itu mau kamu!! Agar Grace bisa dekat dengannya. Dan aku akan mengiklaskan semuanya. Aku juga akan pergi dari kehidupan Lie Wei. Lagian gak ada gunanya aku terus di sini lagi, semua tidak menganggapku ada. Dan semua di sini selalu menganggapku sebelah mata. Apalagi saat kedatangan grace di sini." Mei membalikkan badanya, melepaskan tangan Yiwen di lengannya, lalu melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Yiwen. 


Yiwen hanya bisa diam, menatap ke pergian Mei dengan penyesalan yang masih terus membekas di hatinya. Ia bingung apa yang harus ia katakan jika Lie Wei tahu sial hal ini. Dia juga pasti akan kecewa nanti dengan keputusan yang ia ambil sepihak. 


Yiwen, menarik napasnya. Mencoba menghilangkan rasa kesal di hatinya. Gadis itu berjalan masuk ke dalam rumahnya lagi. 


"Yiwen, di mana Mei?" tanya Grace, mememutar roda kursi rodanya mendekat ke arahnya Yiwen, yang duduk di sofa. 


Yiwen hanya dia menudnuukan kapalnya. 


"Apa dia benar-benar pergi?" tanya Grace memegang tangan Yiwen. 


"Iya!" Yiwen yang terasa sangat lemas, ia duduk di sofa, dengan ke dua tangan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing. 


"Grace, apa aku tadi terlalu berlebihan?" tanya Yiwen, mengusap wajahnya. 


"Jagan berpikir hal itu, sekarang kita harus cari cara agar Mei kembali lagi. Sebelum Lie Wei nanti kembali dengan Lian yin" jawab Grace. 


Yiwen hanya diam, ia tak berhenti memegang kepalanya yang semakin pusing, berbagai halangan selalu datang. Membuat dia merasa sangat tertekan. Lian yin juga entah pergi kemana, jarang hubungi dia sekarang masalah dengan Mei yang sudah pergi dari rumahnya. 


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Grace. 


"Aku bingung sekarang apa lagi yang harus aku lakukan Grace. Lian yin masih pergi, entah kapan dia akan kembali. Dan sekarang kejadian Mei yang semakin membuatku terasa sangat pusing harus berbuat apa lagi." curhat Yiwen.


"Yiwen, aku yakin Mei pasti kaan kembali dia hanya butuh kasih syang dari Lie Wei. Apalagi beberapa hari ini Lie Wei gak ada, dan sebelum Lie Wei pergi mereka saling bertengkar satu sama lain. Dan itu semua juga karena aku. Aku yang menyebabkan mereka bertengkar. jawab Grace. 


"Jangan berbicara seperti itu. Lagian Lie Wei yang memang terlalu berlebihan perhatian denganmu. Membuat Mei terus salah paham."


"Tapi--"


"Udah jangan bahas itu lagi" ucap Yiwen.


"Baiklah, aku harap mei cepat kembali lagi ke rumah!!" ucap Grace, menepuk bahu Yiwen.


"Ya, semoga saja begitu."

__ADS_1


Yiwen menarik napasnya kesal. Ia bingung sekarang, hanya bisa diam dan memikirkan cara gimana ia bisa kembali.


 


#Chengyi Pov


Beberapa hari tidak ada kabar dari Chengyi dan Feng yin berkeliling dari kota satu ke kota lainya. Mereka buka hanya ingin jalan-jalan. Namun, ia ingin mencari di mana kepergian ayah Yiwen. 


Feng yin sudah pernah datang ke ruamahnya, namun ke amanan di rumah Yiwen sudah berubah dalam waktu beberapa hari saja. Entah kenapa Ayah Yiwen jadi tidak percaya lagi dengan Feng yin, membuat ia harus merubah semuanya dalam waktu hanya beberapa minggu. 


"Ayah Yiwen gak tahu di mana? Setelah itu kita pergi kemana?" tanya Feng yin, pada Chengyi 


"Kita akan cari Grace, bentar algi aku akan menikah dengannya. Dan aku gak mau semua rencana aku gagal." ucap Chengyi


"Bukanya kamu suka dengan Yiwen, dan sekarang kamu juga nyerah untuk dapatkan Yiwen?" tanya Feng yin. 


"Biarkan dia bahagia, sekarang aku akan menikahi Grace, dan merebut semua apa yang di miliki ayahnya" kata Chengyi menjelaskan. Pikirannya penuh dengan renacan licik demi menguasai negara Timur.


"Gimana kita bisa cari Grace?" tanya Feng yin. "Dia sudah menghilang tanpa jejak, dan sekarang gimana kita bisa dapatkan dia?" 


"Dia gak akan bisa kabur lama, jika tidak ada yang menolongnya. Aku tahu dia pasti berada di kota Lian yin. Dan dia di rawat oleh orang pastinya." 


"Tapi, jika kamu mau pergi silahkan. Aku akan tetap pada pendirianku mencari Yiwen. Aku ingin bertemu dengannya."


Chengyi tersenyum picik. "Apa kamu gak bisa move on dari dia?" 


"Maksud kamu apa? Aku mencarinya hanya ada perlu" 


"Tapi aku yakin Lian yin akan mengusirmu. Jika kamu berani dekat-dekat denganya."


#Back story


 


Lian yin dan Lie Wei mengemudi mobilnya ke kota seberang yang dekat dengan dia tinggal. Mata Lie Wei tiba-tiba terhenti memandang wajah wanita yang mirip dengan Mei. 


"Yin, bentar!!" ucap Lie Wei, menepuk lengan Lian yin. 


"Ada apa?" tanya Lian yin bingung. 


"berhenti sekarang!!" Lie Wei yang sudah terlihat sangat panik, melihat Mei pergi membawa koper berjalan dengan wajah nampak sangat kesal. 


Lian yin mengehentikan mobilnya. dan Lie Wei tidak banyak bicara ia segera turun dari mobil Lian yin, berlari mengikuti Mei. 


"Mei tunggu!!" teriak Lie Wei. 


"Siapa lagi yang memanggilku, kenapa suara Lie Wei masih saja tetap terngiang di telingaku" gumam Mei


"Mei, tunggu!!" Lie Wei terus berlari mengejar Mei, mencoba meeraih tangannya.


"Mei!!" ucap Lie Wei.

__ADS_1


Mei menoleh, menatap Lie Wei ada di belakangnya. Ia lengaung nemeluk erat tubuhnya. "Kenapa kamu pergi? Semua orang di sana sudah tidak perdulikan aku lagi" ucap Mei, yang masih memeluknya erat.


Lie Wei melepaskan pelukan Mei. "Maksud kamu apa?" tanya Lie Wei.


"Yiwen mengusirku, dan semua gara-gara Grace. Aku hanya gak suka ada Grace di rumah itu. Aku mau dia yang pergi. Jadi aku terus mrngucilkan dia" ucap Mei, dan. Plakkk..


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Mei. "Kamu menamparku!!" ucap Mei menatap tajam ke arah Lie Wei.


"Harusnya kamu minta maaf pada mereka. Yiwen yang ounya rumah itu. Dia gak mungkin jika mengusir kamu tanpa sebab. Dan perbuatanku dengab Grace keterlaluan. Dia lagi sakit, harusnya kamu bantu Yiwen untuk merawatnya. Di mana hatimu, ini bukan Mei yang aku kenal dulu. Mei dulu sangat baik, dan perhatian dengan semua orang." ucap Lie Wei menjelaskan.


Mei hanya diam, ia meneteskan air matanya. Baru kali ini Lie Wei menamparnya. Tapi apa yang dia bilang ada benarnya. Entah kenapa Mei berubah sifatnya saat ada Grace, cemburunya terlalu berlebihan. Dan, gak hanya sekali Lie Wei dekat dengan wanita. Dan dia meluapkan amarahnya pada Grace.


"Sekarang kamu pulang lagi, dan minta maaf pada Yiwen dan Grace. Jika kamu gak mau hubungan kita berakhir sampai di sini!!" Lie Wei segera pergi dan masuk ke dalam mobil Lian yin yang sudah lama menunggunya.


Mei terdiam, ia duduk di kursi telat di belajangnya. Mencoba berpikir sebentar. Langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.


 


Lie Wei melanjutkan perjalanannya lagi.


Lian yin yang melakukan tugasnya sendiri bedua dengan Lie Wei untuk memberantas para penyusup di kotanya. Sudah dari kemarin ia tidak pulang, dan lebih memilih menuntaskan semua yang merasa mengganggu kehidupannya. Ia dan Lie Wei memang sengaja untuk membersihkan kota mereka dari para penjahat berdarah dingin yang mengincar mereka semua, ia tidak mau lagi ada kejadian yang ke dua kalinya seperti Ley, yang sekarang masih terbarin di ranjangnya. Ya, meskipun keadaan dia sudah perlahan mulai pulih.


 


Lian yin berjalan ringan menuju sebuah rumah, yang di duga tempat para ajudan itu bersembunyi. Ia tidak mau datang sendiri dengan Lie Wei. Lian yin membawa polisi untuk menangkap mereka semua dan di hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


"Tadi benar Mei?" tanya Lian yin.


"Iya!!"


"Kenapa dia pergi?"


"Masalah wanita, dia memang selaku keras kepala"


"Dan mulai sekarang kamu juga harus tegas untuk memilih. Sebelum kamu menyesal di kemudian hari."


Lie Wei terdiam, ia bingung dengan apa yang di katakan Lian yin.


"Sekarang siapkan senjatan, kita sudah sampai" lanjut Lian yin.


"Tapi menurut kamu, apa keputusanku nanti bisa di terima?" tanya Lie Wei.


"Aku jugama gak tahu, semoga saja keputusanmu tidak salah."


Mereka terus berbincang di dalam mobilnya.


Mereka membawa beberapa polisi untuk menangkap orang di rasa ia curigai di kotanya. Tak mau repot, ia lebih memilih bekerja sama dengan polisi lebih mudah.


Lian yin menghentikan mobilnya, di rumah tua yang terlihat sudah mulai lapuk. Atap yang seakan sudha mau roboh. Dan lantai yang terlihat bersih, seolah kemang ada kebidupan di dalamnya.


Lie Wei segera meyiapkan beberapa senjatanya. Dan Lian yin beranjak turun lebih dulu.

__ADS_1


"Yin, apa kamu tidak bawa perlengkapan senjata kamu?" tanya Lie Wei.


"Gak usah, lagian polisi juga banyak!" ucap Lian yin.


__ADS_2