
"Memangnya Yhing yin bercerita apa"tanya Lian yin, berjalan menuju ke mobilnya lagi. Ia tak mau berlama-lama di rumah sakit. lagian Yiwen juga ingin bertemu dengan ayahnya. kini lebih baik Yiwen dipertemukan lebih dulu dengan orang tuanya.
"Dia akan kembali lagi mencariku, aku bingung apa aku sebegitu pentingnya aku bagi mereka. kenapa mereka memanfaatkan kepintaran yang ada dalam otakku. apa sebenarnya rencana mereka."gumam Yiwen yang mulai masuk dalam mobilnya.
Lian yin mengusap lembut rambut Yiwen,"Jangan cemas, seberapa berat masalah kamu ada aku, aku tidak akan pernah ninggalin kamu, aku akan selalu jaga kamu dari mereka. Mungkin akan lama prosesnya. Tapi suatu saat masalah ini akan selesai dengan sendirinya. dan kita akan hidup bahagia. Sabar ya, bukannya kamu baisanya yang selalu menyemangatiku"gumam Lian yin.
Yiwen hanya tersenyum tipis, "makasih atas semuanya."ucap Yiwen.
"Kita makan dulu ya aku lapar." ucap yiwen.
"Baiklah mau makan apa?" tanya Lian yin.
"Makan seafood.." ucap Yiwen antusias.
"Tumben mau makan seafood" ucap Lian yin.
"Gak tau aku ingin makan itu dari tadi." gumam Yiwen.
Lian yin mengerutkan keningnya. "Apa kamu hamil?" tanya Lian yin, mengerutkan keningnya ragu.
"Hamil?" Yiwen melebarkan matanya mendengar kata hamil.
"Emangnya kamu gak ada tanda-tanda apa gutu, mual ingin muntah pusing atau apa gitu" tanya Lian yin. Ia terlihat semangat jika Yiwen hamil. Dia sangat ingin segera punya anak.
"Gak merasa apapun."ucap Yiwen.
"Kamu telat gak?" tanya Lian yin.
"Telat apa?" Yiwen semakin bingung di buatnya. Ia tak mau jika hamil lebih dulu Tapi kalau memang dia hamil apa boleh buwat mau gak mau dia juga harus mau. Dan membesarkan anaknya kelak.
"Mentrusai sayang" tanya Lian yin spontan tanpa malu.
"Oo.. aku gak tahu, bulan ini aku belum mentruasi. Dan biasanya sih awal bulan kadang juga akhir bulan"ucap Yiwen.
"Nah sekarang sudah belum"tanya Lian yin
"Gak tahu." ucap Yiwen.
__ADS_1
"Ya, sudah habis makan aku mau bawa kamu ke rumah sakit untuk periksa kehamilan"ucap Lian yin. ia tak berhenti tersenyum ceria, ia bahkan sudah tak sabar mendengar kabar bahagia itu. Bisa jadi seorang ayah bagi anak-nakanya kelak nantinya.
"Gak mau, kita selesaikan semuanya dulu baru kita periksa, lagian aku gak merasa sedang hamil"ucap Yiwen mengelak.
"Gak mau aku mau kamu periksa dulu, aku yakin kamu hamil" ucap Lian yin.
"Dari mana kamu tahu aku kalau hamil, kamu lihat sendiri kan tubuhku masih terlihat fit tidak mudah lelah, dan aku juga tidak muntah, pusing, mual dan sebagainya. Kalau hanya ingin makan ini itu bukan berarti aku hamil kan, semua orang juga bisa ingin makan ini itu tanpa menunggu hamil dulu." ucap yiwen.
Wajah yang semula ceria berubah jadi muram, Rasa ingin punya anaknya mulai pupus. Yiwen sepertinya tak mau punya anak darinya. Kalau seperti ini terus apa entah gimana hubungan mereka akan langgeng.
"Yin kamu kenapa" tanya Yiwen.
"Gak apa-apa." jawabnya jutek.
"Kamu marah dengaku." ucap Yiwen.
"Gak, udah itu makanan seafood di deoan kamu makan saja aku mau pergi dulu"ucap Lian yin.
"Pergi kemana?" tanya Yiwen.
"Pergi jalan-jalan sebentar. Kamu makan saja dan ini uang biwat bayar semuanya"ucap Lian yin mengulurkan beberapa lembar uang untuk Yiwen.
"Apa kamu marah soal kehamilan aku?" ucap Yiwen.
"Enggak bukan masalah itu." gumam Lian yin singkat. Ia merasa kecewa dengan Yiwen yang tak mau memberi alasan kenapa dia tidak mau hamil lebih dulu. Bahkan dia seakan tidak mau punya anak dari Lian yin. itu yang membuat Lian yin tak mau berbicara lagi dengan Yiwen.
"Bulang kenapa kamu amarah denganku." tanya Yiwen.
"Kamu juga tahu kenapa aku marah, tapi setidaknya kamu tahu kenapa aku seperti ini. Aku syang denganmu ingin punya anak dari kamu. Sebagai pelengkap keluarga kita. Apa kamu akan berniat meninggalkanku nantinya jika kamu sudah ingat. dan lebih memilih pergi dariku anggap tidak pernah lagi bertemu dengaku." ucap Lian yin. Menarik tangan Yiwen untuk berdiri di depannya.
Bukan begitu, aku tidak pernah berpikir seperti itu." ucap Yiwen.
"Aku mau kamu beri tahu apa alasan kamu tidak ingin punya anak dariku"tanya Lian yin.
"Aku ingin punya anak dari kamu tapi enggak sekarang, nanti Yin saat semua sudah terbongkar. Bukannya kamu ingin hidup bersma jauh dengan masalah. Aku tidak mau jika aku punya anak sekarang anak kita jadi korban mereka. Aku takut itu terjadi." gumam Yiwen menundukan kepalanya bersandar di dada bidang Lian yin.
Lian yin terdiam, ada benarnya juga apa yang di jatakan Yiwen. Jika dia punya anak sekarang maka anaknya akan jadi korban mereka yang mengincar Yiwen dan dirinya. "Aku tidak mau anak kita masih kecil harus terlibat dalam dunia seperti ini." gumam Yiwen menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Syang, maaf aku gak kepikran sampai situ. Maafkan aku sudah berpikir burik tentang kamu. Benar apa katamu. Kita selesaikan smeua masalah ini secepatnya. Dan setelah itu fokus dengan oenyembuhan ingatan kamu"gumam Lian yin mengangkat dagu yiwen dan mengusap lembut tetesan air mata yang membasahi pipinya.
"Jangan nangis lagi, maafkan aku terlalu egois dengan kamu. sekarang kita makan bersama. sekarang jangan pasanga wjaha sedih senyum dong"gumam lian yin.
Yiwen tersenyum tipis, melihat suaminya itu bisa mngerti apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Lian yin menarik tangan Yiwen masuk ke dalam rumah makan Seafood yang tak begitu mewah seperti restaurant mewah yang biasa ia makan. Meskipun begitu tenpatnya juga terlihat bersih dan rapi.
"Kamu mau makan apa?" tanya Lian yin.
"Kepiting saus asam manis"gumam yiwen.
"Baiklah, aku akan pesankan. Tapi kamu harus habiskan semuanya ya"ucap Lian yin.
"Siap baik deh, oya minumnya jus apukat ya, jangan di kasih susu"gumam Yiwen.
"Oke, "
"Pelayan sini" teriak Lian yin.
"Iya tuan mau pesan apa" tanya waiters itu.
"Mau pesan kepiting saus tiram manis dua, sama jus apukat dan air putih saja" gumam Lian yin.
"Baik tuan, apa mau tambah lagi"tanya waiter itu.
"Sudah itu saja"gumam Lian yin.
"Baik"
Lian yin memegang tangan Yiwen, ia tak bisa lepas kali ini dengannya. "Yin apa kamu sudah sangat ingin punya anak" tanya Yiwen penuh keraguan.
"Iya, tapi kamunya masih belum siap gak apa-apa. lagian juga ini demi keselamatan anak kita nantinya. "gumam Lian yin.
"Nanti aku pikirkan lagi ya, jika kamu ingin punya anak kalau aku bilang mau nantinya baru aku kasih tau ke kamu"ucap Lian yin.
"Apa benar, secepatnya ya aku sudah gak sabar ingi. tahu gimana jawaban kamu"ucap Lian yin memegang erat tangan Yiwen dengan ke dua tangannya.
"Iya, syang."ucap yiwen.
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka datang, dengan sangat antusias Yiwen segera melahap makanan itu. Tanpa banyak bicara lagi dengan hitungan menit makanan itu ludes di makana Yiwen.