Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Grace Dan Lie Wei


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Ley dan Lie Wei sudah stay di ruang rahasia kali ini dia di temani Grace yang berada di kursi roda. 


Mereka sibuk merakit robot, berbeda dengan Grace yang masih stay dengan laptopnya. 


Grrrtttt.. grtttt..


"Grace! apa ponsel kamu yang getar?" tanya Lie Wei, menoleh ke arah Grace.


"Enggak tuh, ini ponsel aku. Gak getar." 


Lie Wei, menggerakan kepalanya, menatap ke arah Ley.


"Apa ponsel kamu?" Lie Wei bertanya pada Ley di sampingnya. 


Ley hanya diam, menghembuskan napasnya. Menoleh ke ponselnya di atas meja, yang terus menyala. 


"Sepertinya memang iya!!" ucap Ley, beranjak mengambil ponselnya. Ia melihat sekilas, matanya terbuka lebar saat melihat siapa nama yang menghubunginya, yaitu Lyli. Ada sebuah panggilan tak terjawab dan beberapa pesan darinya. 


Ley segera membuka salah satu pesan darinya. 


Apa kita bisa bicara lagi, aku mau minta bantuan denganmu. 


Ley seketika terdiam, ia berpikir! Kenapa, dia menghubungiku, kemarin dia marah dengaku! San tidak mau bertemu denganku. Sekarang dia minta bantuan padaku, memangnya apa yang sebenarnya terjadi padanya. Aku harus cari tahu sendiri!.


Sebuah pesan dari Lyli membuat Ley, yang semula sibuk dengan Grace dan Lie Wei. Ia segera memgambil jaket ada di kursi.


Grace dan Lie Wei menatap ke arahnya bingung. 


"Kamu mau kemana?" tanya Lie Wei penuh curiga. 


Ley segera memakai jaket, dan dia juga segera membawa senjata yang ada di meja. 


"Aku ada urusan pergi dulu, kalian lanjutkan. Dan kamu Grace jangan lupa makan dan minum obat" ucap Ley dengan nada terburu-buru. Ia bahkan tidak lupa mengingatkan temannya itu. Meski cuek tapi dia benar-benar perduli dengan yang lainnya. 


Lie Wei dan Grace saling memandang bingung. Saat melihat ponselnya, Ley berubah dan langsung panik. 


"Memangnya kamu mau kemana Ley?" Tanya Grace, meski awalnya ragu, ia mencoba untuk memberanikan diri bertanya padanya. 


"Kalau kamubada masalah, kota bisa selesaikan masalah itu bersama. Dan kamu jangan pergi sendiri." Sambung Lie Wei.


Ley tersenyum, "Aku gak keluar hanya ada urusan mendadak, yang harus aku selesaikan dengam sedera" gumam Ley. 


"Apa tadi Lian yin yang menghubungimu?" Tanya Lie Wei, yang masih penasaran dengan apa yang terjadi sesungguhnya dengan temannya itu. Ia khawatir jika dia menembus bahaya sendiri. Mereka teman bersama, teman rasa saudara, yang benar-benar tidak bisa di pisahkan, meski terkadang mereka berantem tapi rasa perduli sesama teman sangat besar.


Ley mendengar rasa khawatir dari Lie Wei dan Grace hanya tersenyum, berjalan mendekati mereka, lalu menepuk pundaknya dengan berbisik. 

__ADS_1


"Aku tidak ada masalah apapun, dan dengan siapun. ini hanya masalah hati" ucap Ley, dan segera melangkahkan kakinya pergi. 


"Aku mau kelaur! Ada keperluan mendadak. Kalian teruskan sendiri, mungkin aku agak lama. Nanti aku hubungi" ucap Ley. 


"Apa kamu mau meninggalkan semua tugas ini. Apa tadi Lian yin yang menghubungimu?" tanya Lie Wei untuk yang ke dua kalinya.


Lie Wei ingin memastikan siapa yang menghubunginya, Lie Wei yang merasa kesal, tiba-tiba Ley mau pergi begitu saja, mengabaikan tugasnya. Dan menyerahkan semuanya pada Lie Wei dan Grace. 


Aku hanya bilang mau pergi sebentar, lagian hanya beberapa jam sampai masalahnya selesai, dan kamu malah memojokkan aku" gumam Ley, emakin kesal di buatnya. 


Lie Wei semakin naik pitam. 


"Aku hanya tanya padamu, lagian kamu sekarang selalu pergi. Apa tadi yang menghubungi kamu Lyli? Kalau memang benar, dari pada kamu pergi gak guna, lebih baik bawa dia kesini. Aku yakin Lian yin juga mengijinkannya. Dan Grace juga tidak permasalahkan tentang itu. " ucap Lie Wei penuh rasa kesal meledak-ledak dalam hatinya, meluapkan isi hatinya. Seketika menghentikan langkah Ley yang hampir saja membuka pintunya, ia memikirkan apa yang di bicarakan Lie Wei. 


Kepala Ley bergerak, menatap ke arah Grace, yang di balas dengan senyum manisnya. Dan anggukan kepala kecil darinya. 


Ley menghembuskan napasnya.


Apa lebih baik aku bawa dia ke sini!! lebih baik kita kerja sama bersama, menyelesaikan semua masalah bersama. Lagian sepertinya dia juga merasa tidak aman sendiri. Dan aku juga akan menghubungi Lian yin bertanya padanya, apa dia mengijinkan atau tidak. dia juga pasti setuju, apalagi Lian yin dia gak mungkin menolaknya, pikirnya. 


Ley hanya diam dan.  Klikkkk... 


Pintu itu terbuka otomatis secara perlahan. Ia beranjak pergi tanpa menjawab ucapan Lie Wei 


Melihat Ley yang sudah pergi menjauh. Grace dan Lie Wei saling menatap bingung. 


Grace hanya diam, dan kembali fokus dengan laptopnya. 


Merasa tidak di hiraukan, Lie Wei mendekati Grace. Memutar kepalanya sembilan puluh derajat, menghadap ke wajah Grace, mata mereka saling bertemu. Seketika tubuh Grace, tersontak ke belakang. 


Grace memincingkan matanya, "Ada apa kamu menatapku seprti itu" 


"Diamlah!!" Lie Wei mengarahkan tangannya ke wajah Grace, membuat gadis itu semakin, menggeser kursi rodanya ke belakang. Dengan mata semakin melebar, menatap wajah Lie Wei yang semakin mendekat ke arahnya. 


Lie Wei hanya diam, tanpa suara, ia mengambil bulu mata Grace yang terjatuh tepat di bawah kantong matanya. "Sudah!!" ucap Lie Wei, meraih tangan Grace, dan membuka telapak tangannya. Lalu ia meletakkan bulu matanya ke telapak tangan gadis itu. 


Grace menghela napasnya lega, ia mengira Lie Wei agar berbuat sesuatu padanya. Perasaan curiga itu luntur, saat tahu kenyataannya, yang tidak seperti ekpentasinya.


Grace mendorong tubuh Lie Wei menjauh darinya. 


"Huuff.. Bisa gak jangan buat aku mati duduk. Hanya bulu mata kamu membuat aku gugup" ucap Grace yang masih memegang dadanya, mengatur detak jantungnya yang seakan mau copot di buatnya. 


Lie Wei, meletakkan telunjuk tangannya di bawah hidung Grace, merasakan hembusan napas Grace, membuat Grace tersontak terkejut.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Grace. 

__ADS_1


"Kamu masih hidup!! Aku kira kamu sudah jadi mayat hidup" Canda Lie Wei dengan tawa meledek. 


Grace menguntupkan bibirnya. 


"Kamu gila!! Udah tahu aku itu masih hidup, malah di kira mayat hidup" Grace semakin kesal, memalingkan pandangannya dari wajah Lie Wei.


Lie Wei memegang, dagu Grace. Menariknya agar menatap wajahnya. 


"Jangan cemberut begitu!!" Gumam Lie Wei.


"Kenapa?" 


"Kalau kamu cemberut, semua barang mati di sini sedih menatapmu" guman Lie Wei. dengan ke dua tangan memegang kursi roda Grace. 


"Kok bisa?" 


"Karena kecantikan kamu tak terpancar gak bisa mehiasi ruangan ini." 


"Kamu itu aneh!!"


"Kenapa bisa anek!! Emang ini kenyataan! Apa kamu tahu kalau kamu itu bagaikan bunga abadi. Yang selalu mekar, dan harunya tidak pernah hilang. Kamu membuat semua hati orang tenang." Ucap Lie Wei, membuat wajah Grace memerah seketika.


"Udah gak usah lebay!!" Grace mendorong tubuh Lie Wei menjauh. 


"Lebai gimana? Memang itu kenyataan. Seandainya aku belum punya kekasih sekarang. Mungkin aku sudah mengutarakan cinta padamu" gumam Lie Wei, yang beranjak berdiri. 


Grace terdiam saat mendengar kata itu, awalnya ia merasa sangat senang. Dengan apa yang di katakan Lie Wei. Tapi ia sadar dia siapa dan Lie Wei itu siapa. Dia sudah punya pasangan dan gak mungkin akan jatuh cinta dengannya. Semua kata-kata itu hanya untuk menghibur dirinya. 


Dan kini harinya masih hampa, tidak tahu lagi apa dia masih bisa merasakan cinta lagi, setelah patah hati mengetahui Lian yin menikah. Atau malah tetap bersama kenangan masa lalu.


Grace menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran negatif di otaknya. 


"Grace!!"


"Kamu kenapa?" tanya Lie Wei mengibaskan tangannya ke wajah Grace.


"Gak apa-apa, udah aku sibuk" gumam Grace mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia mulai terfokus kembali dengan laptop di depannya.


Dan Lie Wei tak hentinya memandang Grace, yang sibuk sendiri dengan laptopnya.


"Udah jangan bercanda lagi, ku masih sibuk Lie Wei" gumam Grace.


"Kamu lucu juga kalau lagi serius gitu" gumam Lie Wei, dengan senyum merekah.


"Aku berhasil!" ucap Grace dengan senyum gembiranya. 

__ADS_1


"Berhasil apa?" tanya Lie Wei, menatap Grace bingung.


"Lihatlah ini!! Aku berhasil menemukannya" ucap Grace, yang berhenti tersenyum gembira. 


__ADS_2