Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Rok terlalu pendek


__ADS_3

"Apa gak terlalu pendek ini rok." Gumam Yiwen menarik roknya yang terlihat di atas lututnya, ia berjalan dengan tangan sibuk menarik ke bawah roknya. "Ih.. risih banget harus pakai rok sependek ini, padahal sebelumnya gak pernah pakai ini"gumam Yiwen.


Lian yin nengerutkan keningnya, "Kenapa dia tahu jika dulu gak pernah pakai rok"Batin Lian yin tersenyum, lalu mengusap kepala Yiwen.


"Ya sudah nanti ganti itu rok kamu,di kantorku" gumam Lian yin yang merasa risih dengan kelakuan Yiwen yang tak hentinya terus menarik roknya. Apalagi sepertinya dia mulai ingat kebiasaan dia dulu.


"Iya tapi aku gak mau pakai rok lagi, karena terlalu ribet buwat jalan, gak enak gak bisa leluasa.Aku mau pakai celana"gumam Yiwen. Ia yang dulunya sangat tomboy tidak pernah namanya pakai rok panjang maupun pendek. Kebiasan yang masih melekat sampai sekarang.


Lian yin menatap sekujur tubuh Yiwen, sekilas melihat rok Yiwen memang terlalu pendek. Dengan sigap Lian yin membuka jas hitam yang membalut tubuhnya, ia memakaikan jas itu di pinggang Manda dengan menali ke dua lengannya di pinggang "Sudah gini lebih baik." ucap Lian yin.


"Tapi kan ini jas kamu untuk pergi meeting, tapi kenapa kamu buwat menutup rok pendekku, aku gak apa-apa pakai ininsampai di ruangan kamu, lagian ruangan kamu kan lumayan dekat dari sini." ucap Yiwen menatap Lian yin bingung dengan perlakuannya padanya.


"Sudah pakailah, aku yang membuat kamu pakai rok pendek, aku gak tahu kalau rok itu terlalu pendek kamu pakai. Lagian juga aku gak suka lekuk tubuh kamu di lihat orang lain. Karena yang boleh nelihatnya hanya aku saat di kamar," ucap Lian yin menggoda Yiwen, ia menggenggam tangan Istrinya itu berjalan melewati tatapan pegawainya yang tertuju pada Yiwen.


"Kamu memang suka usil, lagian siapa juga yang mau kamu lihat. Jangan berpikir mesum"bisik Yiwen.


Semua pegawai kenatap ke arahnya, Meski bukan sosok yang baru di kenal para pegawai Lian yin. Namun Yiwen saat ini lebih disorot karena sudah menjadi istri dari Lian yin. Dan sekarang sudah akan resmi jadi nyonya Yin setelah di adakan jumpa pers yang akan di lakukan siang nanti.


"Yin, kenapa semua menatapku? apa penampilanku terlalu aneh ya?" tanya Yiwen. "Atau aku sangat buruk hari ini? terlalu jelek mungkin." lanjut Yiwen yang terus bertanya pada Lian yin tak hentinya. Dengan mata menatap tubuhnya dari ujung kaki, ia merasa tak ada yang aneh, hanya roknya yang terlalu pendek. Itu juga gara-gara Lian yin yang memilihkan rok tadi.


"Gak ada yang aneh dari kamu hanya kecantikan kamu yang membuat semua orang menatap kamu karena iri. Aku sangat bangga bisa dapat istri seperti kamu, udah cantik, pinter, baik Syang banget deh sama kamu"ucap Lian yin menggoda.


"Apaasln sih Yin seperti anak kecil tahu gak, bicaranya oebai banget"ucap Yiwen sewot.


"Lagian kamu pandai juga kalau berbohong, oya sekarang kita langsung ke ruangan kamu dulu ya sebelum meeting, ku mau ganti dulu"ucap Yiwen.

__ADS_1


"Iya tapi aku masuk ke ruang meeting lebih dulu, Karena sudah telat 10 menit gak enak kalau kelamaan nunggu kasihan mereka"gumam lian yin.


"Baiklah, aku tunggu kamu di ruangan kamu saja, tapi sediakan teh hijau dan cemilan di sana ya, sekalian bawakan aku buku majalah, atau novel terserah. Dan bawakan aku baju ganti juga"gerutu Yiwen.


Lian yin membuka matanya lebar-lebar, mengerutkan keningnya seketika mendengar permintaan istrinya yang terlalu banyak. Ia memghela napasnya sejanak "Baiklah." gumam Lian yin terpaksa harus menuruti apa kata istrinya itu.


Lian yin seketika tersenyum, menatap Lie Wei, lewat di sampingnya. "Kebetulan kamu lewat" Ucap Lian yin menepuk tangan Lie Wei yang kebetulan lewat di samoing lian yin.


"Wah pasti sial ini, perasaanku mulai gak enak. Pasti aku akan di suruh Meeting" batin Lie Wei menatap ke arah Lain yin dengan senyum semringainya. 


"Ada apa? apa ada yang perlu aku bantu?" tanya Lie Wei seolah sangat antusias.


"Sangat ada, kamu siapkan apa yang di minta Yiwen. Kalau kamu gak bisa suruh orang lain siapkan semuanya. Aku sekarang ada meeting, lagian juga sudah telat jadi aku minta tolong bantuan kamu, tapi jika kamu mau ada rencana lain suruh orang menemui Yiwen di ruanganku"ucap Lian yin sepertinya sangat terburu-buru.


Lie Wei, menghela napasnya lega, "Untung saja aku gak di suruh untuk Meeting, lagi malas banget untuk ikut meeting." gumamnya


"Eh.. iya aku akan segera laksanakan"ucap Lie Wei. "Sudah cepat meeting mereka sudah menunggu semuanya di ruang meeting" lanjut Lie Wei.


"Baiklah, aku titip Yiwen." ucap Lian yin melangkahkan kakinya untuk pergi.


"Kamu sama dia dulu ya, nanti aku akan temui kamu di ruanganku."ucap Lian yin mengusap ubun kepala Yiwen.


"Iya, semangat"ucap Yiwen, dengan ke dua kaki jinjit berusaha untuk mengecup kening Lian Yin, yang lebih tinggi darinya.


"Kamu sekarang ikut aku ke ruangan lian yin, tulis semua apa yang kamu mau, tapi aku gak bisa terus nemenin kamu, aku ada banyak tugas, bahkan Mei saja aku biarin sendiri,"gumam Lie Wei.

__ADS_1


"Iya udah gak apa-apa. oya Mei kemana apa dia ikut kemari juga, dan apa boleh panggilkan untuk temani aku jika dia ada di sini" ucap Yiwen.


"Bukannya di lagi di rumah, apa kamu gak tahu jika dia di rumah tadi. Lagian gak mungkin aku bawa dia kesini, aku sekarang sibuk banget jadi gak bisa bagi waktu. Beda dengan Lian yin yang semua tugas bisa dibserahkan padaku dan Lay, atau manajer di sini. Kalau aku yang memgejekan semuanperusahaan bahkan aku lebih sibuk dari Lian yin"ucap Lie Wei, menjelaskan detail.


"Tapi aku tadi gak melihat Mei di rumah, apa mungkin dia masih tidur kali ya?" gumam Yiwen.


"Mungkin, udah sekarang kamu ikuti langkahku. aku akan segera hubungi manajer untuk siapkan apa kerperluan kamu di sini, dan ingat jangan berbuat rusuh, atau kamu pergi dari sini. Pasti Lian yin akan marah padaku nantinya." ucap Lie Wei.


"Siap ." gumam yiwen.


Mereka berjalan menunu ke ruangan Lian yin tepat di lantai atasnya, ia harus menaiki tangga, seperti apanyang di lakukan Lie Wei. Lagian gak apa-apa olahraga dikit.


"Aku boleh tanya gak" ucap yiwen.


"Tanya apa?" jawab Lie Wei.


"Kenapa kamu gak mau menikah dengan Mei, padahal dia sangat mencintai kamu. Dan dia juga berharap bisa secepatnya kenikah denganmu"gumam Yiwen.


"Sudah gak usah bahas itu, aku lagi malas bahas yang tidak terlalu penting. Lagian sudah sampai cepat masuk ke dalam,manajer nanti akan kesini membawa sesuai pesanan kamu," ucap Lie Wei beranjak pergi meninggalkan Yiwen.


"Tapi aku yakin kamu juga suka dengan Mei, dan ingin menikah dengannya. Jangan membohongi dirimu sendiri. Jika kamu memang cinta kenapa menolak menikah dengannya. Jangan sampai kamu menyesal nantinya. Masalah apapun bisa di selesaikan bersama saat kenikah jangan harus lari dari kenyataan seperti ini."Teriak Yiwen.


Lie Wei menghentikan langkahnya, tanpa menatap ke belakang ia kendnegar jelas apa yang di katakan Yiwen padanya. Tapi ia masih tak perduli. Karena ada hal khusus yang semua tidak tahu itu. Hanya dia yang tahu tentang kehidupannya dan Lian yin orang menolong dia di jalanan saat dia masih remaja.


Dan bukannya dia tidak mau menikahi Mei, wanita itu bagi dia adalah semangat hidupnya sekarang. Meski dulu sempat suka Yiwen namun sepertinya Lian yin lebih suka dengannya dan Yiwen juga memilih Lian yin. Tapi sejak ada Mei semua berubah, dari hati dan perasaannya yang dulunya tertuju pada orang yang salah. Kini dia bisa jatuh cinta pada dirinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mei, semoga kamu mengerti dan mau menunggu lebih dulu." batin Lie Wei memejamkan matanya, lalu melangkahkan kakinya pergi.


__ADS_2