Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 210


__ADS_3

“Grace kamu iku denganku!!” ucap Changmin, seketika membuat


Mei yang melihatnya bertambah gusrah, dan mulai menguntupkan bibirnya. Ia tidak


terima jika ia terus dekat, dan lagian kenapa dia tidak mengajaknya dan kenapa


hanya mereka bertiga saja, pikiran negatif itu selalu menghantui otak Mei.


Yiwen yang mengetahui hal itu ia melirik ke arah Mei, yang


mulai mengeluarkan wajah kesalnya. Ia menepuk pundak Mei agar dia bisa tetap


tenang, dan agar tidak terbawa emosi lagi dengan Changmin. Mei melirik sejenak


ke arah Yiwen, dan di balas dengan anggukan kecil dan sneyum tipis, sebagai


kode agar Mei tetap tenang.


Grace yang sadar ada hal yang aneh, ia melirik sejanak ke


arah Mei, yang terus menatapnya dengan pandangan tidak suka.


“Sepertinya kamu saja yang bicara dengan Lian yin, aku di


sini saja.” Ucap Grace, tersenyum tipis ke arah Changmin. “Kamu yang lebih


tahu, jadi kamu yang jelaskan padanya. Aku gak mau ikut campur lagi untuk


urusan itu, karena itu urusan kalian bertiga dengan Lay” lanjutnya.


“Baiklah!!” ucap Changmin, mengusap lembut bahu Grace dengan


senyum tipis mengarah padanya, bahkan sama sekali tidak perdulikan Mei yang


sedang duduk bertiga dengan Yiwen dan Lyli.


Changmin berjalan ringan bersama dengan Lian yin, berjalan


ringan menuju sebuah taman di rumah sakit. Meninggalkan para wanita yang masih


terpukul dengan kejadian itu.


“Ada apa?” tanya Lian yin.


“Semua sudah terbuka soal file itu, lebih baik kamu nanti lihat


sendiri gimana isi file itu nantinya, sepertinya ini adalah sebuah rahasia


keluarga kamu. File yang seharusnya memang milik kamu” Ucap  Changmin.


“Apa Grace yang membukanya?” tanya Lian yin semakin


penasaran.


“Iya, awalnya mungkin semua orang gak mungkin tahu sandi itu


jika bukan Grace yang membukanya. Dan kamu pasti tidak percaya jika file itu


berhubungan dengan siapa yang memabantu kamu kemarin dalam mengurus sebuah


perusahaan. Dan kamun juga pasti akan terkejut saat tahu siapa yang membantun


kamu, dia sekarang sangat dekat dengan kamu!!” ucap Changmin, dengan senyum


tipisnya.


“Maksudnya?” tanya Lian yin yang terlihat bingung dengan apa


yang di katakan Changmin padanya.


Changmin tersenyum, menepuk pundak Lian yin. “Yang membantu kamu


adalah ayah Yiwen, ia merahasiakan semuanya dari kamu. Sepertinya memang


identitasnya tidak mau di bongkar. Tapi yang aku bingung, kenapa dia selalu


menggunakan kata sadi yang sama dengan File yang di bilang Lyli tadi jika itu


punya kamu. Apa dia ada kaitanya dengan keluarga kamu?” ucap Changmin dengan


penuh pertanyaan pada Lian yin.


Lian yin terdiam , menarik napasnya dalam-dalam. “Dia memang


orang yang sama dengan yang membantu aku, karena dia juga ada kaitannya dengan


keluarga aku, Yiwen dulu pernah ingin di jodohkan dengan aku.” Ucap Lian yin


dengan pnadangan lurus ke depan. “ Sepertinya kita bicarakan lagi di rumah, ada


banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu. Sekarang lebih baik kita segera


bawa Lay, dan kamun juga hubungi dokter terbaik untuk merawatnya sampai dia


sembuh.” Lanjut ian yin, yang mulai melangkahkan kakinya pergi dengan wajah


terlihat sangat datar.


Dan Changmin masih diam, ia tidak percaya jika Lian yin dulu


pernah ingin di jodohkan dengan Yiwen. Tapi sebelum itu terjadi, cinta yang


sudah lebih dulu menyatukan mereka berdua.


Lian yin yang merasa berjalan sendiri, ia berhenti sejenak,


menoleh ke belakang melihat Changmin yang masih tetap berdiri di tepat yang


sama.


“Kamu mau sampai kapan di situ, ayo pergi!!” ucap Lian yin.


“Eh... iya”


\~\~\~


Grace yang dari tadi diam di kursi rodanya, ia mulai membuka


mulutnya, mendorong kursi rodanya mendekati Lyli.


“apa memang kamu yang mencurinya dari ayah aku?” tanya Grace


penuh hati-hati, ia tidak mau jika Lyli marah dengannya.


“Iya! Aku yang mencuri dari orang iblis itu, Kenapa!!”


dengan nada yang semula lembut, ia semakin meninggikan suaranya, mengangkat


kepalanya menatap Grace.


“Apa kamu puas sekarang!!” ucap Lyli.


Yiwen memegang bahu kanan Lyli dari belakang, mendekapnya


agar Lyli bisa tenang. Di saat seperti ini ia tiak mau jika Lyli tambah banyak


pikiran.


“Aku gak permasalahkan itu, aku hanya terima kasih padamu.


Dan maaf jika memang kamu selama ini membenciku, aku mungkin memang salah dulu.


Tapi bagi aku kamu tetap sahabat aku, kamu tetap jadi teman aku sampai


kapanpun, meskipun kamu tidak menganggap aku sahabat lagi” Ucap Grace,


menundukkan kapalanya.


Lyli merasa hatinya terketuk mendengar apa yang Grace


katakan, memang ia dulu yang salah telah memusuhinya. Dan sebenarnya dia yang


salah telah menjahui Grace karena dia terlalu dekat dengan ian yin, yang seakan


Grace ia tuduh merebut Lian yin darinya.


Lyli beranjak berdiri, duduk jongkok di depan Grace, “maafkan


aku, aku yang salah. Kamu gak salah sama sekali, semua salah aku!!” ucap Lyli

__ADS_1


memeluk sahabatnya itu, sahabat yang sudah lama berengkar.


“Kalian ngapain” sambung Changmin, yang baru saja sampai


berjalan mendekati para wanita itu.


Lyli melepaskan pelukannya, menatap kompak ke arah Changmin


dan Lian yin yang sudah berdiri di depannya. “Gak ada apa-apa, hanya saja aku


ingin bicara dengan Lyli tadi” ucap Grace.


Changmin mentap ke arah grace yang terlihat meneteskan air


matanya. “Kamu kenapa menangis seperti itu? Apa ada yang kasar dengan kamu?”


tanya Changmin yang terlihat panik melihat Grace bersedih.


“Changmin udah!! Aku gak apa-apa” gumam Grace, menepis


tangan Chngmin yang akan memegangnya.


Mei yang melihat itu, menggerakan rahangnya, ia merasa


sangat kesal dengan perhatian Changmin yang terlalu berlebihan dengan Grace.


Dan mata Grace yang menatap ke arah Mei, ia sadar Mei memalingkan pandangannya,


seakan memendam kekesalan dalam hatinya melihat Changmin yang terus bersamanya.


“Udah!! Sekarang kita lihat Lay” ucap Lian yin, ia tahu


situasi sedang buruk melihat wanita cemburu. Ia mencoba mengalihkan


pembicaraan.


Tak lama dokter keluar dengan Lay yang masih terbaring di ranjangnya,


ada beberapa perawat yang mendorong ranjang Lay dengan cepat berlari keluar.


“Kalian segera siapkan mobilnya” ucap Dokter itu buru-buru


pada para perawat.


“Aku ikut dengan mobil rumah sakit, kalian pergi bawa mobil


aku” ucap Lian yin.


“Aku ikut dengan kamu” ucap Lyli.


“Baiklah ayo” Lian yin segera pergi dengan langkah cepat


mengikuti para perawat yang sudah membawa Lay ke mobil rumah sakit.


Lyli berlari mengikuti Lian yin, tanpa berbicara dengan


Yiwen ia langsung pergi begitu saja. Namun Yiwen menganggap itu hal biasa ia


tidak curiga dengannya. Lagian sekarang nyawa Lay lebih penting dari pada yang


lainya.


“Sekarang ayo kita pergi” ucap Yiwen.


“Changmin kamu pergi dengan Mei, biar aku dengan Grace, aku


yang akan jaga dia nantinya.” Ucap Yiwen.


“Tapi!!” Changmin menatap ke arah Grace.


“sudah aku mau pulang dengan Yiwen, lebih baik kamu pulang


dengan Mei kekasih kamu. Lebih abik kalian perbarui hubungan kalian yang lagi


renggang” sambung Grace.


“Iya karena ada orang pengganggu” sindir Mei.


Merasa lagi dalam situasi kuran mengenakkan Yiwen , segera


mendorong kursi roda Grace pergi dari hadapan Changmin dan Mei.


sudah pergi menjauh.


“Ayo pilang!!” ucap Changmin pada Mei.


“Aku tanya padamu kali ini!! Apa kamu suka dengan Grace?”


“Enggak!!” jawab Changmin.


“Kenapa kamu jutek padaku? Dan kenapa kamu tidak mau menatapku


sama sekali? Apa aku gak secantik Grace yang sekarang selalu kamu dambakan!


Kamu pasti suka kan dengannya? Kamu cinta kan dengan Grace” ucap Mei, menarik


kerah baju Changmin, ia sangat kesal dengan apa yang Changmin lakukan, ia


meluapkan isi hatinya. Tidak konsisten dengan pendiriannya. “Kamu jahat Changmin!!


Kamu tega denganku, kamu jahat!!”


Cahngmin memegang ke dua lengan Mei, mencengkramnya erat.


“Apa yang kamu katakan? Gimana aku suka dengannya? Harusnya kamu


itu mikir jika aku itu dengannya hanya kerena pengembangan teknologi yang sudah


aku rencanakan bersama Lay dan juga Lian yin. Lagian gak ada hal lain yang aku


pikirkan!!” ucap Changmin yangbtidak mau kalah. Denagn wajah penuh amarah


membuat Mei, mengerut seketika. Ia sangat menakutkan!! Apalagi saat dia marah,


matanya sangat tajam.


“Kamu mau pulang sekarang atau kamu mau tetap di sini?”


lanjutnya.


Mei terdiam, ia menarik napasnya dalam-dalam menahan rasa


emosi yang semakin membakar hatinya. “Aku ikut denganmu!!” ucap Mei,


menundukkan kepalanya.


Changmin hanya diam dan berjalan lebih dulu di susul Mei


yang berjalan di belakangnya tanpa bertanya banyak lagi. Baru kali ini ia


melihat Changmin marah, ia tidak mau mengganggunya lagi, selama ini ia selalu


yang marah-marah dan dia selalu mengalah. Tapi saat Changmin marah seakan


auranya penuh kobaran api kekesalan.


\~\~\~


Yiwen dan Grace mengendarai mobil Lay, dan mobil Lian yin di


bawa oleh Changmin. Mereka bertukar mobil dan segera pergi dari rumah sakit,


dan Changmin meninggalkan mobilnya, agar para ajudannya bisa mengambil mobilnya


nanti.


Di dalam mobil sport hitam yang di kendarai Yiwen, nampak


sangat hening, tidak ada suara sama sekali dari mulut mereka. Yiwen yang merasa


penasaran dengan apa yang di kerjakan Lian yin dan yang lainya tanpa


sepengetahuannya itu, ia ingin menanyakan pada Grace.


“emmm.. Grace, sebenarnya apa yang kalian kerjakan?” tanya


Yiwen.


“Apa Lian yin tidak cerita dengan kamu, tidak mungkin dia

__ADS_1


menyembunyikan dari istrinya sendiri” ucap Grace.


“Tapi kenyataanya, dia tidak cerita dengan aku. Dan dia


terus menyembunyilan semuanya dariku. Tapi aku tidak permasalahkan hal itu. Aku


hanya penasaran saja dengan apa yang sebenarnya yang kalian lakukan” jelas


Yiwen.


“aku dan Changmin hanya mengembangkan teknologi buatan, untuk


membuat robot yang menyerupai kalian. Jadi saat ada bahaya, musuh bisa


terkelabuhi dengan adanya robot yang sangat mirip dengan manusia itu, dan


bahkan mirip dengan kalian. Dan aku juga menyelidiki tentang siapa yang membantu


Lian yin kemarin” ucap Grace menjelaskan.


Yiwen terdiam, ia terpikirkan dengan apa yang di katakan


ayahnya, gimana kalau mereka tahu jika ayahku yang membantunya. Aku sudah janji


pada ayahku, terus sekarang apa yang aku akan lakukan, semuanya pasti tahu,


pikir Yiwen dalam hatinya.


“Yiwen, kenapa kamu diam?” tanya Grace.


“gak ada apa-apa, oya kamu tahu sekarang siapa yang membantu


perusahaan Lian yin diam-diam”


“Iya, dia ayah kamu kan? Tapi kenapa kamu gak bilang terus


terang dengan Lian yin, aku yakin dia tidak akan marah dengan kamu. Dia


pastinmalah berterima kasih dengan kamu”


“baiklah, kalau kalian sudah tahu, tapi sebenarnya gak mau


jika Lian yin tahu, karena itu udah jadi rahasia aku dengan ayah aku. Aku gak


tahu kenpa ayah aku tidak perbolehkan aku bicara tentang itu dengan Lian yin”


\~\~\~


Dua puluh menit kemudian, Yiwen yang dari tadi terus


berbincang dengan Grace di mobilnya. Kini mereka sampai di rumah Lian yin.


Ia berjalan mendekati Lian yin dan yang lainya yang sudah


berada di kamar Lay. “Apa mereka sudah sampai duluan?” tanya Grace.


“Sepertinya begitu, lagian mobilnya juga sudah ada di depan


semuanya”


Tak lama Lian yin keluar dari kamae Lay, bersama dengan


Changmin dan Mei.


“Gimana keadaan Lay?” tanya Yiwen, mencoba mengintip dari


balik pintu yang setengah terbuka.


“Dia masih dalam pengaruh obat, nanti dia akan sadar” gumam


Lian yin.


“Syukurlah kalau begitu” sambung Grace.


“Oya, aku mau tanya padamu nanti” ucap Lian yin pada Grace.


Grace menyipitkan matanya menatap ke arah Lian yin. “Tanya


soal apa?” ucap Grace.


“nanti kamu juga tahu sendiri?” ucap Lian yin. “Sekarang


ikut aku” lanjutnya.


“Kamu mau kemana? Aku boleh ikut gak?” tanya Yiwen, yang


merasa tidak di perdulikan.


“Baiklah, kalau kamu mau ikut” ucap Lian yin yang mulai


mendorong kursi roda Grace menuju ke ruang keluarga.


“Sebenarnya ada apa?” tanya Grace yang bingung dengan Lian


yin.


“Apa benar yang membantu aku adalah ayah Yiwen?” tanya Lian


yin, melirik ke arah Yiwen di sampingnya.


“Grace terdiam , ia menoleh menatap ke arah Yiwen. Ia tidak


bisa jawab tentang hal itu, karena itu privasi Yiwen.


“Kenapa kamu diam? Jawablah!!” lanjut Lian yin.


“Jangan paksa dia untuk bicara, iya memang semuanya ayah


aku. Memangnya kenapa? Kamu gak suka? Kalau kamu memang gak suka oke baiklah,


aku akn bilang pada ayah aku” ucap Yiwen yang merasa sangat jesal dengan Lian


yin yang seakan memojokannya.


Lian yin yang sadar jika Yiwen marah dengannya, ia menarik


napasnya dalam-dalam mencoba berbicara dengan hati lembut dengannya. Agar tidak


terjadi pertengkaran.


“Sepertinya kalian harus bicara sendiri!!” ucap Grace.


Yiwen dan Lian yin saling menatap satu sama lain, Grace yang


merasa mengganggu segera pergi.


Ia minta tolong pelayan untuk membawanya pergi ke kamarmnya.


‘Kenapa kamu gak bilang?” tanya Lian yin.


“Kenapa membantu harus bilang!! Apa semuanya harus atas ijin


kamu, emangnya aku gak bisa memutuskan sendiri” ucap Yiwen yang semakin kesal


dengan Lian yin.


“Bukan maksud aku begitu”


“Terus apa, aku ini istri kamu kenapa kau bertindak dengan


aku seperti orang asing. Jika kamu memang tidak suka dengan aku bilang saja.” Ucap


Yiwen , yang langsung beranjak pergi, dan tetesan air mata tiba-tiba menetes di


pipi Yiwen.


Dengan sigap Lian yin memegang lengan Yiwen. “Jangan pergi!!


Aku hany tanya padamu, aku tidak menyalahkan kamu sama sekali. Aku hanya tanya


kenapa ayah kamu tidak mengijinkan aku tahu” tanya Lian yin dengan nada


lembutnya.


Yiwen menoleh ke arah Lian yin, “Nanti juga kamu akan tahu


sendiri, sekarang aku mau pergi dulu” ucap Yiwen, melepaskan tangan Lian yin


dan beranjak pergi dari hadapan Lian yin.

__ADS_1


__ADS_2