
“Grace kamu iku denganku!!” ucap Changmin, seketika membuat
Mei yang melihatnya bertambah gusrah, dan mulai menguntupkan bibirnya. Ia tidak
terima jika ia terus dekat, dan lagian kenapa dia tidak mengajaknya dan kenapa
hanya mereka bertiga saja, pikiran negatif itu selalu menghantui otak Mei.
Yiwen yang mengetahui hal itu ia melirik ke arah Mei, yang
mulai mengeluarkan wajah kesalnya. Ia menepuk pundak Mei agar dia bisa tetap
tenang, dan agar tidak terbawa emosi lagi dengan Changmin. Mei melirik sejenak
ke arah Yiwen, dan di balas dengan anggukan kecil dan sneyum tipis, sebagai
kode agar Mei tetap tenang.
Grace yang sadar ada hal yang aneh, ia melirik sejanak ke
arah Mei, yang terus menatapnya dengan pandangan tidak suka.
“Sepertinya kamu saja yang bicara dengan Lian yin, aku di
sini saja.” Ucap Grace, tersenyum tipis ke arah Changmin. “Kamu yang lebih
tahu, jadi kamu yang jelaskan padanya. Aku gak mau ikut campur lagi untuk
urusan itu, karena itu urusan kalian bertiga dengan Lay” lanjutnya.
“Baiklah!!” ucap Changmin, mengusap lembut bahu Grace dengan
senyum tipis mengarah padanya, bahkan sama sekali tidak perdulikan Mei yang
sedang duduk bertiga dengan Yiwen dan Lyli.
Changmin berjalan ringan bersama dengan Lian yin, berjalan
ringan menuju sebuah taman di rumah sakit. Meninggalkan para wanita yang masih
terpukul dengan kejadian itu.
“Ada apa?” tanya Lian yin.
“Semua sudah terbuka soal file itu, lebih baik kamu nanti lihat
sendiri gimana isi file itu nantinya, sepertinya ini adalah sebuah rahasia
keluarga kamu. File yang seharusnya memang milik kamu” Ucap Changmin.
“Apa Grace yang membukanya?” tanya Lian yin semakin
penasaran.
“Iya, awalnya mungkin semua orang gak mungkin tahu sandi itu
jika bukan Grace yang membukanya. Dan kamu pasti tidak percaya jika file itu
berhubungan dengan siapa yang memabantu kamu kemarin dalam mengurus sebuah
perusahaan. Dan kamun juga pasti akan terkejut saat tahu siapa yang membantun
kamu, dia sekarang sangat dekat dengan kamu!!” ucap Changmin, dengan senyum
tipisnya.
“Maksudnya?” tanya Lian yin yang terlihat bingung dengan apa
yang di katakan Changmin padanya.
Changmin tersenyum, menepuk pundak Lian yin. “Yang membantu kamu
adalah ayah Yiwen, ia merahasiakan semuanya dari kamu. Sepertinya memang
identitasnya tidak mau di bongkar. Tapi yang aku bingung, kenapa dia selalu
menggunakan kata sadi yang sama dengan File yang di bilang Lyli tadi jika itu
punya kamu. Apa dia ada kaitanya dengan keluarga kamu?” ucap Changmin dengan
penuh pertanyaan pada Lian yin.
Lian yin terdiam , menarik napasnya dalam-dalam. “Dia memang
orang yang sama dengan yang membantu aku, karena dia juga ada kaitannya dengan
keluarga aku, Yiwen dulu pernah ingin di jodohkan dengan aku.” Ucap Lian yin
dengan pnadangan lurus ke depan. “ Sepertinya kita bicarakan lagi di rumah, ada
banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu. Sekarang lebih baik kita segera
bawa Lay, dan kamun juga hubungi dokter terbaik untuk merawatnya sampai dia
sembuh.” Lanjut ian yin, yang mulai melangkahkan kakinya pergi dengan wajah
terlihat sangat datar.
Dan Changmin masih diam, ia tidak percaya jika Lian yin dulu
pernah ingin di jodohkan dengan Yiwen. Tapi sebelum itu terjadi, cinta yang
sudah lebih dulu menyatukan mereka berdua.
Lian yin yang merasa berjalan sendiri, ia berhenti sejenak,
menoleh ke belakang melihat Changmin yang masih tetap berdiri di tepat yang
sama.
“Kamu mau sampai kapan di situ, ayo pergi!!” ucap Lian yin.
“Eh... iya”
\~\~\~
Grace yang dari tadi diam di kursi rodanya, ia mulai membuka
mulutnya, mendorong kursi rodanya mendekati Lyli.
“apa memang kamu yang mencurinya dari ayah aku?” tanya Grace
penuh hati-hati, ia tidak mau jika Lyli marah dengannya.
“Iya! Aku yang mencuri dari orang iblis itu, Kenapa!!”
dengan nada yang semula lembut, ia semakin meninggikan suaranya, mengangkat
kepalanya menatap Grace.
“Apa kamu puas sekarang!!” ucap Lyli.
Yiwen memegang bahu kanan Lyli dari belakang, mendekapnya
agar Lyli bisa tenang. Di saat seperti ini ia tiak mau jika Lyli tambah banyak
pikiran.
“Aku gak permasalahkan itu, aku hanya terima kasih padamu.
Dan maaf jika memang kamu selama ini membenciku, aku mungkin memang salah dulu.
Tapi bagi aku kamu tetap sahabat aku, kamu tetap jadi teman aku sampai
kapanpun, meskipun kamu tidak menganggap aku sahabat lagi” Ucap Grace,
menundukkan kapalanya.
Lyli merasa hatinya terketuk mendengar apa yang Grace
katakan, memang ia dulu yang salah telah memusuhinya. Dan sebenarnya dia yang
salah telah menjahui Grace karena dia terlalu dekat dengan ian yin, yang seakan
Grace ia tuduh merebut Lian yin darinya.
Lyli beranjak berdiri, duduk jongkok di depan Grace, “maafkan
aku, aku yang salah. Kamu gak salah sama sekali, semua salah aku!!” ucap Lyli
__ADS_1
memeluk sahabatnya itu, sahabat yang sudah lama berengkar.
“Kalian ngapain” sambung Changmin, yang baru saja sampai
berjalan mendekati para wanita itu.
Lyli melepaskan pelukannya, menatap kompak ke arah Changmin
dan Lian yin yang sudah berdiri di depannya. “Gak ada apa-apa, hanya saja aku
ingin bicara dengan Lyli tadi” ucap Grace.
Changmin mentap ke arah grace yang terlihat meneteskan air
matanya. “Kamu kenapa menangis seperti itu? Apa ada yang kasar dengan kamu?”
tanya Changmin yang terlihat panik melihat Grace bersedih.
“Changmin udah!! Aku gak apa-apa” gumam Grace, menepis
tangan Chngmin yang akan memegangnya.
Mei yang melihat itu, menggerakan rahangnya, ia merasa
sangat kesal dengan perhatian Changmin yang terlalu berlebihan dengan Grace.
Dan mata Grace yang menatap ke arah Mei, ia sadar Mei memalingkan pandangannya,
seakan memendam kekesalan dalam hatinya melihat Changmin yang terus bersamanya.
“Udah!! Sekarang kita lihat Lay” ucap Lian yin, ia tahu
situasi sedang buruk melihat wanita cemburu. Ia mencoba mengalihkan
pembicaraan.
Tak lama dokter keluar dengan Lay yang masih terbaring di ranjangnya,
ada beberapa perawat yang mendorong ranjang Lay dengan cepat berlari keluar.
“Kalian segera siapkan mobilnya” ucap Dokter itu buru-buru
pada para perawat.
“Aku ikut dengan mobil rumah sakit, kalian pergi bawa mobil
aku” ucap Lian yin.
“Aku ikut dengan kamu” ucap Lyli.
“Baiklah ayo” Lian yin segera pergi dengan langkah cepat
mengikuti para perawat yang sudah membawa Lay ke mobil rumah sakit.
Lyli berlari mengikuti Lian yin, tanpa berbicara dengan
Yiwen ia langsung pergi begitu saja. Namun Yiwen menganggap itu hal biasa ia
tidak curiga dengannya. Lagian sekarang nyawa Lay lebih penting dari pada yang
lainya.
“Sekarang ayo kita pergi” ucap Yiwen.
“Changmin kamu pergi dengan Mei, biar aku dengan Grace, aku
yang akan jaga dia nantinya.” Ucap Yiwen.
“Tapi!!” Changmin menatap ke arah Grace.
“sudah aku mau pulang dengan Yiwen, lebih baik kamu pulang
dengan Mei kekasih kamu. Lebih abik kalian perbarui hubungan kalian yang lagi
renggang” sambung Grace.
“Iya karena ada orang pengganggu” sindir Mei.
Merasa lagi dalam situasi kuran mengenakkan Yiwen , segera
mendorong kursi roda Grace pergi dari hadapan Changmin dan Mei.
sudah pergi menjauh.
“Ayo pilang!!” ucap Changmin pada Mei.
“Aku tanya padamu kali ini!! Apa kamu suka dengan Grace?”
“Enggak!!” jawab Changmin.
“Kenapa kamu jutek padaku? Dan kenapa kamu tidak mau menatapku
sama sekali? Apa aku gak secantik Grace yang sekarang selalu kamu dambakan!
Kamu pasti suka kan dengannya? Kamu cinta kan dengan Grace” ucap Mei, menarik
kerah baju Changmin, ia sangat kesal dengan apa yang Changmin lakukan, ia
meluapkan isi hatinya. Tidak konsisten dengan pendiriannya. “Kamu jahat Changmin!!
Kamu tega denganku, kamu jahat!!”
Cahngmin memegang ke dua lengan Mei, mencengkramnya erat.
“Apa yang kamu katakan? Gimana aku suka dengannya? Harusnya kamu
itu mikir jika aku itu dengannya hanya kerena pengembangan teknologi yang sudah
aku rencanakan bersama Lay dan juga Lian yin. Lagian gak ada hal lain yang aku
pikirkan!!” ucap Changmin yangbtidak mau kalah. Denagn wajah penuh amarah
membuat Mei, mengerut seketika. Ia sangat menakutkan!! Apalagi saat dia marah,
matanya sangat tajam.
“Kamu mau pulang sekarang atau kamu mau tetap di sini?”
lanjutnya.
Mei terdiam, ia menarik napasnya dalam-dalam menahan rasa
emosi yang semakin membakar hatinya. “Aku ikut denganmu!!” ucap Mei,
menundukkan kepalanya.
Changmin hanya diam dan berjalan lebih dulu di susul Mei
yang berjalan di belakangnya tanpa bertanya banyak lagi. Baru kali ini ia
melihat Changmin marah, ia tidak mau mengganggunya lagi, selama ini ia selalu
yang marah-marah dan dia selalu mengalah. Tapi saat Changmin marah seakan
auranya penuh kobaran api kekesalan.
\~\~\~
Yiwen dan Grace mengendarai mobil Lay, dan mobil Lian yin di
bawa oleh Changmin. Mereka bertukar mobil dan segera pergi dari rumah sakit,
dan Changmin meninggalkan mobilnya, agar para ajudannya bisa mengambil mobilnya
nanti.
Di dalam mobil sport hitam yang di kendarai Yiwen, nampak
sangat hening, tidak ada suara sama sekali dari mulut mereka. Yiwen yang merasa
penasaran dengan apa yang di kerjakan Lian yin dan yang lainya tanpa
sepengetahuannya itu, ia ingin menanyakan pada Grace.
“emmm.. Grace, sebenarnya apa yang kalian kerjakan?” tanya
Yiwen.
“Apa Lian yin tidak cerita dengan kamu, tidak mungkin dia
__ADS_1
menyembunyikan dari istrinya sendiri” ucap Grace.
“Tapi kenyataanya, dia tidak cerita dengan aku. Dan dia
terus menyembunyilan semuanya dariku. Tapi aku tidak permasalahkan hal itu. Aku
hanya penasaran saja dengan apa yang sebenarnya yang kalian lakukan” jelas
Yiwen.
“aku dan Changmin hanya mengembangkan teknologi buatan, untuk
membuat robot yang menyerupai kalian. Jadi saat ada bahaya, musuh bisa
terkelabuhi dengan adanya robot yang sangat mirip dengan manusia itu, dan
bahkan mirip dengan kalian. Dan aku juga menyelidiki tentang siapa yang membantu
Lian yin kemarin” ucap Grace menjelaskan.
Yiwen terdiam, ia terpikirkan dengan apa yang di katakan
ayahnya, gimana kalau mereka tahu jika ayahku yang membantunya. Aku sudah janji
pada ayahku, terus sekarang apa yang aku akan lakukan, semuanya pasti tahu,
pikir Yiwen dalam hatinya.
“Yiwen, kenapa kamu diam?” tanya Grace.
“gak ada apa-apa, oya kamu tahu sekarang siapa yang membantu
perusahaan Lian yin diam-diam”
“Iya, dia ayah kamu kan? Tapi kenapa kamu gak bilang terus
terang dengan Lian yin, aku yakin dia tidak akan marah dengan kamu. Dia
pastinmalah berterima kasih dengan kamu”
“baiklah, kalau kalian sudah tahu, tapi sebenarnya gak mau
jika Lian yin tahu, karena itu udah jadi rahasia aku dengan ayah aku. Aku gak
tahu kenpa ayah aku tidak perbolehkan aku bicara tentang itu dengan Lian yin”
\~\~\~
Dua puluh menit kemudian, Yiwen yang dari tadi terus
berbincang dengan Grace di mobilnya. Kini mereka sampai di rumah Lian yin.
Ia berjalan mendekati Lian yin dan yang lainya yang sudah
berada di kamar Lay. “Apa mereka sudah sampai duluan?” tanya Grace.
“Sepertinya begitu, lagian mobilnya juga sudah ada di depan
semuanya”
Tak lama Lian yin keluar dari kamae Lay, bersama dengan
Changmin dan Mei.
“Gimana keadaan Lay?” tanya Yiwen, mencoba mengintip dari
balik pintu yang setengah terbuka.
“Dia masih dalam pengaruh obat, nanti dia akan sadar” gumam
Lian yin.
“Syukurlah kalau begitu” sambung Grace.
“Oya, aku mau tanya padamu nanti” ucap Lian yin pada Grace.
Grace menyipitkan matanya menatap ke arah Lian yin. “Tanya
soal apa?” ucap Grace.
“nanti kamu juga tahu sendiri?” ucap Lian yin. “Sekarang
ikut aku” lanjutnya.
“Kamu mau kemana? Aku boleh ikut gak?” tanya Yiwen, yang
merasa tidak di perdulikan.
“Baiklah, kalau kamu mau ikut” ucap Lian yin yang mulai
mendorong kursi roda Grace menuju ke ruang keluarga.
“Sebenarnya ada apa?” tanya Grace yang bingung dengan Lian
yin.
“Apa benar yang membantu aku adalah ayah Yiwen?” tanya Lian
yin, melirik ke arah Yiwen di sampingnya.
“Grace terdiam , ia menoleh menatap ke arah Yiwen. Ia tidak
bisa jawab tentang hal itu, karena itu privasi Yiwen.
“Kenapa kamu diam? Jawablah!!” lanjut Lian yin.
“Jangan paksa dia untuk bicara, iya memang semuanya ayah
aku. Memangnya kenapa? Kamu gak suka? Kalau kamu memang gak suka oke baiklah,
aku akn bilang pada ayah aku” ucap Yiwen yang merasa sangat jesal dengan Lian
yin yang seakan memojokannya.
Lian yin yang sadar jika Yiwen marah dengannya, ia menarik
napasnya dalam-dalam mencoba berbicara dengan hati lembut dengannya. Agar tidak
terjadi pertengkaran.
“Sepertinya kalian harus bicara sendiri!!” ucap Grace.
Yiwen dan Lian yin saling menatap satu sama lain, Grace yang
merasa mengganggu segera pergi.
Ia minta tolong pelayan untuk membawanya pergi ke kamarmnya.
‘Kenapa kamu gak bilang?” tanya Lian yin.
“Kenapa membantu harus bilang!! Apa semuanya harus atas ijin
kamu, emangnya aku gak bisa memutuskan sendiri” ucap Yiwen yang semakin kesal
dengan Lian yin.
“Bukan maksud aku begitu”
“Terus apa, aku ini istri kamu kenapa kau bertindak dengan
aku seperti orang asing. Jika kamu memang tidak suka dengan aku bilang saja.” Ucap
Yiwen , yang langsung beranjak pergi, dan tetesan air mata tiba-tiba menetes di
pipi Yiwen.
Dengan sigap Lian yin memegang lengan Yiwen. “Jangan pergi!!
Aku hany tanya padamu, aku tidak menyalahkan kamu sama sekali. Aku hanya tanya
kenapa ayah kamu tidak mengijinkan aku tahu” tanya Lian yin dengan nada
lembutnya.
Yiwen menoleh ke arah Lian yin, “Nanti juga kamu akan tahu
sendiri, sekarang aku mau pergi dulu” ucap Yiwen, melepaskan tangan Lian yin
dan beranjak pergi dari hadapan Lian yin.
__ADS_1