
"Aku syang kamu," Chengyi menarik napasnya dalam-dalam, dia mengecup bibir Grace penuh gairah, dengan perasan menggebu, Luhan menjatuhkan tubuh Grace ke ranjangnya, membuang semau benang yang menghalangi pandangan matanya.
Chengyi mulai bergairah bebas kali ini, meski sangat berat penuh dengan amarah dia menjamah tubuh Grace penuh gairah, ke dua tangannya menjelajahi tubuh istrinya, lalu menarik selimut tebalnya.
"Kamu basah?" tanya Chengyi.
Grace hanya diam, mengecup bibir Chengyi. penuh gairah, sia menggulum semakin puas. Dna Luhan menikmati setiap lekuk tubuh Grace. Laku melakukan olahraga tubuh yang belum sama sekali dia pernah lakukan.
"Ahhh.... "
teriakan keras dari mulut Grace membuat ruangan itu menggelegar, ini pertama kali Chengyi membobol miliknya yang masih Virgin.
Mereka saling mengecup mencengjeram, memeluk penuh gairah, dan menikmati setiap hentakan seirama yang di lakukan Chengyi.
Hingga 15 menit kemudian, Grace dan Chengyi menyudahi gemuruh gairah aksinya, Chengyi mengambilkan pakaian untuk Grace di salam lemari,
Grace menarik angan Chengyi, lalu mengecup bibirnya beberaap detik," Makasih, syang!!" ucap Grace, dia sangat senang merasakan ******* suaminya di dalam. Karena hal itu yang dia inginkan. Entah sejak kapan dia mulai suka beneran dengan Chengyi.
Dan sejanak saat itu juga dia mulai ingin memiliki anak denganya. Agar Chengyi bisa lebih sayang denganya. Memanjakan dia, bahkan selalu menyentuhnya lagi. Setelah hampiri satu tahun bersama, empat bulan menikah resmi, baru kalu ini dia menyentuhnya. Dan Grace sangat menikmati moment ini.
"Kau pergi dulu, kasihan Lie Wei sudah menungguku!!" ucap Chenyi, mengecup kening Grace, lalu mengusap rambutnya. .
"Setelah ini kita seperti ini terus. Aku gak mau lagi ada jarak di antara kita." ucap Grace, melungkarkan tangannya di leher Luhan.
"Iya," jawab Chengyi datar.
"Aku tinggal keluar dulu, kamu segera ganti baju," ucap Chengyi beranjak keluar, membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali, meninggalkan Grace sendiri di kamarnya.
"Makasih!! Meski sedikit cuek tapi setidaknya dia sudah menanamkan binih dalam milikku. Aku sangat menantikan buah hati untuk kamu. Semoga meski satu kali aku bisa cepat punya anak," ucap Grace mengusap perutnya, membayangkan jika perutnya mulai membuncit.
__ADS_1
Tadi Lie Wei benar-benar membantu aku. Dan untung saja aku tidak melakukannya. dengan Lie Wei. Jika Chengyi tahu pasti dia akan meninggalkanku.
Grace segera memakai baju yang di ambilkan Chengyi dan beranjak dari ranjangnya, ia bergegas keluar dari kamarnya. "Grace!!" suara berat seorang laki-laki membuat langkahnya terhenti.
"Apa lagi?" tanya Grace.
"Apa kamu tadi melakukannya dengan Chengyi?' tanya Lie Wei.
"Iya, itu juga bukan rusan kamu." ucap Grace cuek.
"Itu jadi urusan aku sekarang!!"
"Lie Wei, ini bukan urusan kamu. Aku sangat bahagia dengan Chengyi. Jadi jangan ganggu hidup aku lagi. Aku sekarang hanya menganggap kamu sebagai sahabat aku. Makanya kenapa aku menerima kamu di sini," jelas Grace, mendorong tubuh Lie Wei menjauh darinya.
"Apa kamu pernah mencintaiku?" tanya Lie Wek.
"Apa kamu ingin tahu jawabannya?" tanya Grace, membalikkan badannya, menatap tajam ke arah Lie Wei.
"Chengyi apa yang kamu katakan?" tanya Grace.
"Biarkan ia tahu sekarang. dia perlu tahu. Dan kamu jangan sembunyikan lagi semuanya." ucap Chengyi memegang tangan Grace.
"Aku tahu kamu ke sini karena kamu mencari Grace. Dan Amerta sudah cerita semuanya padaku. Kamu dan dia datang ke rumahku." ucap Chengyi.
Lie Wei menggigit bibir bawahnya menahan rasa kesal dalam hatinya.
"Aku menikah dengannya itu juga karena keinginan dia. Aku sudah tahu jika kalian dulu saling suka."
"Iya tapi itu dulu. Sekarang aku sangat mencintai kakak kamu. Dan tidak mau berpaling darinya. Jadi tolong kamu bersikaplah dewasa." ucap Grace.
__ADS_1
Chengyi melepaskan tangan Grace, memberikan kode dengan kedipan mata agar Grace mendekati Lie Wei.
"Lie Wei!! Aku tahu kamu sangat mencintai aku, tapi ada wanita yang jauh mencintai kamu lebih dariku!!" ucap Grace memegang ke dua tangan Lie Wei.
"Kamu memang sulit menerima ini. Tapi kamu juga harus bahagia. Bukalah hatimu untuk wanita lain. Karena aku tidak mungkin bisa bersama dengan kamu,"
"Kenapa dulu kamu tidak jawab cinta aku? Jika kamu mencintai aku," kata Lie Wei, mencengkeram erat ke dua tangan Grace.
"Aku dulu terpaksa karena paksaan ayah aku. Tapi sekarang aku benar-benar suka dengan Luhan. kamu tolong mengertilah, aku mohon!!" ucap Grace memohon.
"Menikahlah dengan orang lain. Maka kamu akan merasakan apa yang aku rasakan. Jatuh cinta setelah menikah. Dan itu yang aku alami sekarang. Dulu memang aku sangat membenci Luhan tapi aku sekarang sangat mencintai dia.!!"
Apa aku harus menikah dengan Amerta agar aku tahu apa itu cinta. Tapi dia masih kecil aku gak suka dengan wanita yang belum dewasa. Hemm.. Mungkin aku harus cari wanita lain agar aku bisa menikah dengannya. Dan bisa merasakan cinta nantinya. Gumam Lie Wei, dalam hatinya. Mencoba tersenyum meski dalam hatinya sangat terluka. Hatinya kini ebanr-benar terluka, dia tak bisa berbicara apa-apa lagi selain mengiklhaskan orang yang paling dia cintai bahagia dengan kakaknya sendiri menjalani keluarga baru dengannya.
"Makasih atas jawabannya," Lie Wei memeluk erat tubuh Grace.
"Kamu kakak iparku, maafkan atas yang aku lakukan tadi," Grace mengusap punggung Lie Wei, mencoba untuk menenangkan hatinya.
"Jangan di pikirkan," jawab Grace melepaskan pelukannya. Dan Lie Wei berjalan mendekati kakaknya.
"Maafkan aku kak," ucap Lie Wei memeluk tubuh kakaknya.
"Tidak masalah, kamu tidak salah. Lagian aku tahu perasaan kamu. Aku juga pernah di posisi kamu!!"
"Maksud kakak?" tanya Lie Wei, melepaskan pelukannya.
"Aku dulu sangat mencintai Yiwen. Dialah cinta pertama aku. tapi apa yang terjadi, dia menikah dan memilih orang lain. Dan itu yang membuat aku terpukul saat dia bahagia dengan orang lain. Itu yang selama ini membuat aku ikut bahagia meski hatiku terasa tersayat-sayat." Luhan menepuk ke dua pundak Lie Wei.
"Luka itu bisa sembuh jika ada wanita yang benar tulus suka dengan kamu, berkorban untuk kamu. Menahan rasa sakitnya di cintai kamu. Dan dialah yang bertahan maka dialah cinta kamu!!" ucapan Chengyi membuat Lie Wei keringat tentang Amerta. Selama ini dia yang selalu ada buatnya. Bahkan dia selaku menyiksa membuat dia nangis, menghinanya, bahkan sampai membentaknya. Dia tidak sedikitpun marah dengannya.
__ADS_1
"Makasih kak, pencerahannya. Sekarang ayo kita kakan bersama!!" ucap Lie wei, mencoba tersenyum kembali, sia beranjak menuju meja makan. Dari tadi dia yang memasak buat Chengyi dan Grace . Setelah itu luhan datang di saat dia sudah selesai lalu membantunya.
"Baiklah!! Ayo kita kakan dulu. Nanti di lanjut lagi pembicaraan kita!!"