Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Makan


__ADS_3

"Hari ini aku mau masak apa ya, aku gak bisa masak sama sekali" ucap Yiwen. Ia yang sudah selesai memakai baju, beranjak turun menuju ke dapur. Sebelum Lian yin turun ia ingin membuatkan makanan untuknya sebagai tanda terima kasih darinya.


Yiwen membuka semua persediaan makanan di laci dan kulkas banyak makanan, ia bingung mau buwat apa. "Apa buwat telor dadar aja ya, tau telur ceplok. Itu lebih gampang dan gak ribet" ucap Yiwen. Ia segera mengambil 2 telur di kulkas.


Dan tak lupa ia juga mulai menanak nasi. Beras juga ada banyak, padahal kan di sini hanya beberapa tapi persediaan seperti satu bulan saja, gumam Yiwen


Ia mulai memecahkan telurnya namun bukannya pecah di penggorengan yang sudah di kasih minyak, yang sudah mulai memanas. Telur itu pecah berantakan Di lantai.  "Aaarrrggg.. aku gak bisa," decak kesal Yiwen. Ia sudah mulai menyerah berkali kali mencoba namun tetap gak bisa.


Beberapa telur pacah berserakan ke lantai tepat di bawahnya dan sebagian berserakan di meja.


Dari pada ribet ia segera meninggalkan dapur, dan tidak lupa ia matikan lagi kompornya dan duduk sejenak di meja makan. Memikirkan apa yang akan di masak. "Aku masak mie lagi atau belajar lagi masak telur" gumam Yiwen. Yang masih duduk menimang-nimang masakan apa yang akan di santapnya pagi ini.


"Aku bingung mau masak apa" ucap Yiwen kesal mengacak-acak rambutnya.


Lian yin yang baru saja selesai mandi dan turun mencari Yiwen, ternyata ia ada di dapur. Lelaki itu segera berjalan mendekati Yiwen yang duduk terdiam dengan bibir terus menggerutu gak jelas.


Lian yin memegang ke dua pundak Yiwen , dengan badan agak membungkuk. "Syang.." panggil mesra Lian yin, tepat di telinga Yiwen.


"Lian yin, kamu sudah selesai mandinya"ucao yiwen terkejut. Ia langsung berdiri membalikkan badannya menatap Lian yin.


Gimana nih aku belum bereskan semuanya lagi, lagian cepat banget dia mandinya. Aku kan belum semlat bikin apa-apa hanya nasi putih saja, batin Yiwen menunduk.


"Kenapa kamu terlihat panik begitu" tanya Lian yin menatap aneh pada istrinya itu.


Yiwen mendongakkan kepalanya menatap Lian yin di depan. Ia mencoba tersenyum lebar di hadapan Lian yin.


"He.he.. gak napa-napa kok" Yiwen segera menarik tubuh Lian yin untuk duduk sebelum ia melihat dapurnya berantakan bahkan sangat berantakan, pecahan telur berserakan di mana-mana ada juga yang berada di meja dapur. Dan di kompor juga banyak kulit telur.


"Kamu duduk saja dulu"ucap Yiwen. Mencoba merayu Lian yin kali ini.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Lian yin curiga pada perubahan istrinya yang mendadak.


"Gak ada apa-apa kok" ucap Yiwen mengelak, dengan senyum semringai di wajahnya.

__ADS_1


Aneh kenapa Yiwen berubah begini, ada apa sebenarnya, gumam Lian yin.


"Kamu mau minum, aku ambilkan ya?" kata Yiwen.


Lian yin mengerutkan keningnya menatap Yiwen.


"Gak usah" jawab Lian Yin singkat.


"E.. Mau makan cemilan ya, aku mabilkan" ucap Yiwen segera mengambil beberapa cemilan yang ada.


"Dan ini minumnya kau ambil juga di kulkas" pungkas Yiwen. Dengan nada ngos-ngosan. "Syang sebenarnya kamu kenapa sih?" tanya Lian yin.


Yiwen yang takut jika Lian yin marah nantinya ia lebih memilih menyembunyikan dapur yang berantakan itu dari Lian yin.


"Kenapa kamu diam?" tanya Lian yin.


"Gak apa syang aku hanya pengen manjalin kamu nantinya. sebagai istri yang baik harus manjain suaminya" gumam Yiwen.


"Beneran nih mau manjaain aku, aku gak salah denger kan" tanya Lian yin


Yiwen duduk di samping Lian yin. "Bener syang kamu mau apa lagi aku akan ambilkan sekarang" ucap Yiwen mencoba mencegah agar Lian yin tak masuk ke dapur.


"Gak usah syang aku bisa ambil sendiri" gumam Lian yin yang mulai beranjak dari duduknya.


wah.. gawat nih kalau Lian yin tahu dapurnya sangat berantakan gimana, apa nanti dia akan marah padaku, ya semoga saja dia mau membersihkannya dan tidak marah padaku, batin Yiwen.


"Aku mau ambil air minum dulu" ucap Lian yin segera melangkahkan kakinya mengambil air putih di dapur. Yiwen hanya diam berharap semoga dia gak marah padanya.


belum sempat masuk ke dapur baru berdiri di depan pintu masuk menuju ke dapur. Ia melihat di dalam dapur itu benar-benar sangat berantakan pecahan telur berserakan di lantai dan di meja. Membuat Lian yin menepuk jidadnya. ia menghela napasnya, mengusap dadany dan mencoba untuk tetap sabar menghadapi Yiwen.


"Hai.. maaf ya"ucap Yiwen yang beralari mendekati Lian yin.


"Maaf untuk apa?" tanya Lian yin.

__ADS_1


"Ya soal telur itu, kamu gak marah kan"ucap Yiwen polos.


"Udah gitu aja kenapa panik, aku gak marah kok. Lagian pasti kamu lagi belajar kan tadi?" Ucap Lian yin mengusap lembut rambut yiwen.


"Kalau mau belajar sini sekalian aku ajarin, tapi sebelumnya kita bersihkan dulu yang berantakan ini" ucap Lian yin lembut.


Yiwen tersenyum, ternyata suaminya bemar-benar bisa sabar menghadapinya. Ia mengira Lian yin bakalan marah besar dengannya. Taunya dia malah lembut dan mengajarinya memasak.


Mereka segera membersihkan dapur yang berantakan itu. Hingga tak terasa terus bercanda dan tertawa bersama sampai satu jam berlalu.


"Akhirnya selesai juga" gumam Yiwen menyeka keringat di dahi dengan punggung tangannya.


"Yin, kamu yang masak ya aku capek"ucap Yiwen dengan wajah nampak di tekuk. Membuat Lian yin tak tega melihatnya.


"Baiklah"ucapnya lembut.


Yiwen sontak tersenyum gembira dan spontan mencium pipi Lian yin. "Makasih ya, kamu baik banget deh. Pengertian sama istri kamu yang lagi capek ini"ucap Yiwen.


Lian yin menatap Yiwen seperti itu sangat bahagia. Apalagi bisa melihat senyumnya, candanya, dan tawanya. Lian yin merasa sangat lega.


Aku tidak akan membiarkan seseorang mengambilmu lagi. Aku akan selalu menjagamu, bahkan Lee sekalipun tak akan bisa menyakitimu lagi tak akan aku biarkan dia menyentuhmu walaupun sehelai rambut, gumam Lian yin.


"Kenapa kamu masih diam? Gak jadi masak?" tanya Yiwen.


"Iya bentar lagi, mau makan apa?" tanya Lian yin.


"Telur aja, deh" ucap Yiwen singkat.


Lian yin terheran-heran. "Cuma terlur saja?" tanya Lian yin mematikan.


"Iya emangnya ada yang aneh ya?"tanya Yiwen.


"Gak sih, ya sudah kamu tunggu di meja makan. Aku bikinkan spesial buwat kamu" ucap Lian yin.

__ADS_1


Yiwen tersenyum membalikkan badanya, melangkahkan kakinya menuju ke meja makan. Sambil menunggu masakan Lian yin ia memeriksa melihat ada ponsel di meja. Dengan segera ia meraih ponsel Lian yin itu. Ia hanya penasaran dengan siapa saja lelaki itu telfon dan mengirim chat.


Setelah di buka, Yiwen hanya terdiam heran. Ia tak menyangka semua kontaknya penuh nomor laki-laki. Dan pesannya tak ada yang dari perempuan sama sekali.


__ADS_2