
"Kamu jadi ikut aku, syang!!" ucap Jack, mengusap wajah Yiwen lembut, sentuhannya mengarah semakin ke bawah hingga berhenti tepat di dadanya, dan. Plakk!!
"Jangan sentuh aku, aku mau pergi dengan kamu. Dnegan satu syarat. Kamu jauhi aku, jangan dekat-dekat denganku!!" ucap Yiwen tegas, dengan telunjuk tangan mengarah pada wajah Jack.
Jack mengangkat ke dua tangannya ke atas, "Oke, baiklah. Aku tidak akan menyentuh kamu. Tapi sekarang kamu jalan dulu saja, masuk ke dalam mobil. Dan sebelum itu. Kamu oe4gi kr kamar aku. Aku mau kamu ganti baju dulu!!" ucap Jack, menatap tajam ke arah Yiwen.
"Aku lebih nyaman pakai baju ini,"
"Enggak!! Aku sudah siapkan khusus untuk kamu. Dan lagian kamu juga akan jadi bagian dari anggota aku. Sekarang aku merasa sangat bahagia dapat anggota yang sangat hebat!!" ucap Jack, menarik tangan Yiwen, lalu berbisik pelan padanya. "Kamu akan menjadi teman tidurku nanti. Kamu tunggu saja!!" Jack menggigit telinga kanan Ywirn, membuat.
Yiwen spontan mendorong tubuh Jack menjauh darinya. "Jangan kurang ajar padaku. Aku bisa membunuh kamu sesuka hatiku!!" ancam Yiwen, dengan rahang mulai menggertak kesal, ia semakin menatap tajam ke arah Jack.
"Cepat ganti baju kamu. Aku tunggu kamu di mobil." ucap Jack, meraih helaian rambut tipis Ywirn, lalu mencium bau harus rambut panjang milik Yiwen. "Sangat wangi!!" gumam Jack, tersenyum penuh dengan nafsu menatap Yiwen.
"Menurutlah padaku, jika kamu menolak apa yang aku katakan. Maka jangan harap kamu bisa bertemu dengan Kian yin dan ayah kamu!!" ucap Jack, membuat Yiwen semakin menggertak kesal, aliran daranya mulai naik, dari ujung kaki hingga mengalir cepat ke kepalanya.
Ia hanya diam, dengan bibir menguntup, ia menghentakan kakinya, beranjak pergi tanpa seuntai kata keluar dari bibir Yiwen. Ia segera menuju ke kamar Jack, untuk memakai baju yang sudah di siapkan untuknya, baju yang yang pas untuknya, tapi baju itu terlalu seksi baginya. Yiwen menelan ludahnya, dan segera memakai baju itu tanpa banyak bicara lagi.
Yiwen berjalan sangat risih, menarik ujung rok pendek yang ia kenakan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jack, menarik tangan Yiwen masuk ke dalam mobilnya.
Jack segera menjalankan mobilnya menuju pesta yang akan ia hadiri bersama dengan Yiwen. Tak butuh waktu lama, hanya 15 menit mereka sampai di tempat pesta, dan Yiwen hanya diam, ia bahkan 15 menit tetap diam tanpa menyapa atau menatap ke arah Jack sama sekali, dan Yiwen duduk agak memojok ke depan pintu mobil, ia tidak mau jika Jack melecahkannya lagi nantinya. Ia sudah bertekat jika dia ada kesempatan akan segera kabur, dari pada harus jadi budak cintanya.
"Cepat turun!!" ucap Jack, membuka pintu mobilnya, menyilakan tangan kirinya ke belakang dan tangan kanan ke depan, mempersilahkan Yiwen untuk keluar, dengan badan sedikit menunduk, seperti tuan putro yang keluar dari kereta kencananya.
Yiwen menepis tangan Jack, "Menyingkir dariku, aku bisa keluar sendiri. Gak usah sok baik denganku. Aku dan kamu masih sama kita musuh, selamanya akan jadi musuh." jelas Yiwen jutek, ia merapikan bajunya, menarik gaun pendek sepaha miliknya agak sedikit turun.
Jack menarik napasnya dala-dalam, mencoba untuk sabar menghadapi Yiwen. Kali ini banyak orang penting yang datang. Dan ia tidak ingin citranya jadi jelek hanya karena memperlakukan wanita dengan sangat kasar. "Oke!! Sekarang kamu ikut aku," Jack meraih tangan Yiwen, merangkulkan ke tangan kanannya, meski sempat menolak, dan menarik tangannya kembali, namun tangan Jack mencegahnya dan terus memegangnya berjalan masuk ke dalam rumah mewah di mana akan segera di dilangsungkan pesta besar, dan semua rata-rata tamu akan di suguhkan minuman yang bermerk sebagai sambutan.
"Selamat datang, Mr Jack!!" sapa seorang laki-laki paruh baya, penuh senyuman bersalaman dengan Jack, ia melirik wanita yang berada di samping Jack, Yiwen dari tadi tak memperdulikan suasana di dalam itu, ia tak hentinya berdecak malas, dengan bibir terus mengumpat dalam hatinya. Ia ingin sekali segera berlari pergi menjauh dari Jack.
"Hai.. Apa kamu istri Jack?" suara berat laki-laki itu membuat Yiwen tersadar dari lamunannya.
Yiwrn menautkan keningnya, menatap laki-laki paruh banya di depannya itu yang terlihat menggodanya, ia memincingkan matanya, menatap aneh pada laki-laki tua itu.
Dia benar-benar tua reyot, kenapa masih suka lirik seorang wanita muda seperti ku?
Yiwen menatap tak suka, ia memutar matanya malas tanpa memperdulikan laki-laki di depannya, yang mencoba ingin berkenalan dengannya.
"Maaf Mr Kikino, dia memang suka malu bertemu dengan orang asing. Dan dia adalan calon istri aku!!" ucap Jack, melirik dengan senyum manis terukir di bibirnya, dengan tangan mencengkeram erat tangannya yang memegang lengan milik Jack.
"Iya, gak syang!!" tanya Jack.
"Emm... !!" Yiwen masih menimang-nimang apa yng di katakan. Dan Jack segera mengedipkan matanya menatap tajam kr arah Yiwen.
"Eh.. Iya," ucap Yiwen dengan senyum terpaksanya. Jack mengambilkan minuman di samping tempat dia berdiri, yang sudah berjejer minuman tertata sangat rapi. Dan berbagai macam hidangan yang sudah tersaji di meja.
"Minumlah!!" ucap Jack, memberikan minuman itu pada Yiwrn, dan langsung di ambil oleh Yiwen, ia terus mengeluarkan senyum palsunya di depan Jack dan semua tamu yang menyapa Jack dan dirinya.
__ADS_1
"Kamu cantik, seksi, apa kamu sudah bermalam dnegan Mr Jack," ucap seorang laki-laki di depannya.
Uhuk... Uhuk...
Yiwen yang baru meneguk minumannya, ia seketika tersendat mendengar pujian yang tak pantas ia tujukan padanya. Ia merasa sangat ilfil dapat pujian dari laki-laki yang bisa di anggap sebagai ayah olehnya.
"Kamu kenapa?" tanya Jack, memegang punggung Yqien.
"Gak ada apa-apa, apa boleh aku ke kamar mandi sebentar?" tanya Yiwen.
"Aku antarkan!!" jawab Jack membuat Yiwen menautkan ke dua alisnya. Ia mendekatkan wajahnya dan berbisik padanya.
"Apa yang kamu bilabg, aku mau ke kamar mandi saja kamu ikut dengan aku " decak kesal Yiwen.
"Aku gak mau jika kamu berani kabur dariku," bisik Jack denagn suara tajam membuat Yiwen semakin kesal, rencana untuk pergi dari Jack selaku gagal.
"Ya, sudah kalian pergi saja ke toilet. Tapi jangan lama-lama kalau bermain di yoilet," goda laki-laki paruh baya itu.
"Anda bisa saja!!" ucap Jack malu-malu. "Saya tinggal dulu sebentar. Antarkan calon istri saya ke toilet." lanjutnya.
"Iya, silahkan!!"
Yiwen mengumpat kesal dalam hatinya, melangkahkan lainya lebih dulu, berjalan menuju ke toilet yang entah ia tidak tahu di mana toiletnya berada.
"Kenapa kamu selaku mengikuti aku Aku gak suka kamu selalu menganggu hidupku. Dan ingat aku sudah punya suami kamu tahu itu. dan gak akan pernah menikah dnegan kamu " jawab tegas Yiwen, dengan telunjuk tangan menunjuk ke wajah Jack, dan hanya di balas, dengan senyuman tipis, ke dua alis terangkat ke atas.
"Terserah apa katamu. Tapi lihat saja nanti!!" gumam Jack, yang terus terang dengan Yiwen seakan memang dia sudah punya r3ncana tersendiri untuk memiliki Yiwen.
"Kamu jadi ke toilet atau tidak," ucap Jack, berjalan pelan mendekati Yiwrn, melangkah semakin dketa, membuat Yiwen melangkahkan kakinya mundur ke belakang, hingga bersandar ke tembok. "Apa yang ingin kamu lakukan? Jangan kurang ajar kamu!!" ucap Yiwen.
Jack meletakkan tangannya menyangga tubuhnya di tembok, mendekatkan wajahnya, dengan tangan memegang dagu Yiwen. "Kamu lihat wajahku. Apa aku kurang tampan sampai kamu menolak aku. Dan apa aku kurang segalanya, jika kamu menikah dnegan aku. Maka aku akan berikan semua yang kamu mau. Apa yang kamu inginkan akan aku penuhi, meski harus keluar dari dunia mafia aku akan penuhi itu!!" ucap Jack lirih, mendekatkan wajahnya, membuat ke dua nata mereka saling tertuju, hembusan napas berat mereka saling berpacu semangat cepat.
Kenapa dia reka memberikan segalanya untukku. aku tidak kenal dneganbya, bahkan aku tidak tahu dia siapa. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku bisa menyelamatkan semua orang yang aku sayang jika dia sudah lepas dari dunia mafia nantinya. Tapi aku gak bisa menghianati Lian yin. Aku gak mau itu terjadi, gimana jika dia tahu dan marah besar dengan aku. Pasti dia sangat marah.
"Kenapa kamu diam, syang!!" tanya Jack, menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri, melihat raut wajah Yiwen secara detail.
"Baiklah jika kamu gak bisa jawab. Maka aku akan beri kamu waktu. Tapi kamu jangan pergi dariku. Aku gak mau jika kamu jauh dariku,"
"Kamu akan menikah dengan Mei, jangan macam-macam denganku!!" jawab Yiwen.
"Aku sudah tidak suka dengannya. Kau hanya ingin membalas rasa sakit hati yang pernah dia lakukan padaku dulu. Dan sekarang rasa cintaku padanya hanya sebatas dendam" gumam Jack, melepaskan dagu Yiwen, berdiri tegap, membelakangi Yiwen, dengan tangan kanan memegang krningnya, ia terlihat sangat kesal jika mengucapkan hal itu.
Yiwen melangkah satu langkah ke depan, menepuk pundak Jack, mencoba berbicara baik-baik dengannya.
"Aku tahu kamu tidak mungkin jika tidak suka dengan Mei. Dalam lubuk hati kamu paling dalam, hanya dia yang kamu cintai. Tapi jangan pernah memaksakan diri kamu mencintai orang lain jika kamu tidak ingin tambah tersakiti nantinya,"
"Apa yang kamu katakan!!" ucap kesal Jack, membalikkan badannya, mencengkeram dagu Yiwen, sedikit menariknya ke atas, mengecup bibir Yiwen penuh dengan amarah dan gairah yang menggebu.
Empp... Empp..
__ADS_1
Yiwen mencoba meronta-ronta, memukul dada Jack, mencoba menendangnya, namun dia semakin menempelkan tubuhnya, dengan tangan menyentuh pahanya. Tanpa perdulikan orang yang lewat di sampingnya, Jack semakin mengecup dalam Yiwen.
Kenapa aku berhasil seperti ini, aku ingin pergi dari sini. Aku tidak mau terus jadi pelampiasan nafsunya. Aku ingin pergi.
Ywien meneteskan air matanya hingga jatuh tepat di pipi Jack, membuat laki-laki itu mengakhiri kecupannya. "Sekarnag cepay ke kamar mandi," Jack menegang tabgan Ywirn, menariknya berjalan menuju ke kamar mandi yabg tidak jauh darinya, laki-laki utu ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Kamu keluarlah!!" ucap Yiwen, menarik tanganya dari cengkaram Jack, ia nebgusap bibirnya dari ounggung tanganya.
"Aku gak akan pergi. Aku akan tetap di sini!!" ucap Jack, tanpa menatap ke arah Yiwen.
"Aku mau buang air kecil!"
"Silahkan!! Tenang saja aku tidak akan melihatnya!!" jawab Jack datar.
Yiwen menghela napasnya kesal, ia segera buang air kecil, penuh ragu ia melepaskan dalamannya, dengan mata melirik ke arah Jack yang hanya diam, tanpa menatap je arahnya sama sekali.
Aku gak suka kamu menangis saat bersama aku. aku ingin kamu bisa tersenyum denganku. Seperti kamu tersenyum pada Kian yin. Aku ingin kamu bisa bahagia juga denganku, meski aku terlambat dekat dengan kamu. tapi setidaknya aku harus merebut kamu dari Lian yin. Jack terus bergumam dalam hati, dengan punggung menyandar di wastafel. Dna ke dua tangan di lipat di atas dadanya.
"Sudah!!" ucap Ywien, yang sudah selesai buang air kecil.
"Aku tanya satu lagi baut kamu?" ucap Jack, menarik tangan Yiwrn, meleparnya hingga bersandar di wastafel belakangnya.
"Mau tanya apa?" tanya Yiwen, menarik ke dua alisnya, tanpa rasa takut terbesit dalam dirinya.
"Apa kamu akan menikah dengan aku, jika tahu kenyataan sebenarnya?" tanya Jack.
"Kenyataan apa maksud kamu?" tanya Yiwen bingung.
"Jika Lian yin sudah meninggal dunia," ucap Jack seketika membuat Yiwen lemas seketika, tubuhnya seakan seperti lilin yang perlahan leleh ke bawah, ia duduk di lantai, meneteskan air matanya, menutup mulutnya tak percaya. Dan Jack duduk jongkok di depannya, memegang ke dua bahu Yiwen. Bagai di sambar petir di siang haru, mendengar hal yang sangat menyakitkan hatinya, hatinya benar-benar hancur mendengar kenyataan jika Lian yin sudah tidak ada lagi di sisinya.
Yiwen memutar ingatannya bersama dnegan Lian yin, dari awal dia bertemu hingga dia bisa dekat dan sampai menikah dengannya. Hari-hari yang menyenangkan di setiap harinya di jalani berdua.
"Apa yang kamu katakan, itu pasti bohong, kan?" tanya Yiwen, memukul-mukul punggung Jack.
"Aku gak bohong, dia memang sudah meninggal. Ada musuh alin yang nenembaknya," ucap Jack beralasan.
"Siapa dia?" tanya Yiwen menatap semakin tajam, ia mencengkeram erat kemeja Jack.
"Kamu gak usah pikirkan tentang dia. Aku ingin sekali bisa menikah dengan kamu. Yang penting kamu mau menikah dengan aku setelah ini,"
"Jangan bilang kamu membunuhnya."
Jack menarik satu sudut bibirnya. "Siapa yang membunuh dia. Aku tidak suka mengotori tangan aku begitu saja. Dan aku tidak ingkar janji padamu. Aku tadi pagi baru saja dapat kabar jika Lian yin tertembak saat dia mencoba kabur dari tempat di mana aku menangkap Lian yin."
"Gak mungkin... Dia gak mungkin bisa semudah itu terbunuh.. Itu gak mungkin.. Dia bukan laki-laki lemah, aku yakin dia pasti akan hidup!!" Yiwen menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
"Dia terjebur di lautan, dan anak buah aku tidak bisa mencari tubuhnya. Entah mungkin sudah di makan paus atau dia sudah di dasar aku juga tidak tahu." ucap Jack, melepaskan tangan Yiwen di kerahnya.
Ia menarik tangan Yiwen masuk ke dalam dekapan hangat tubuhnya, dengan tangan mengusap kepala dan punggungnya. "Jangan sedih. Aku janji akan menjaga kamu. Aku yang akan meneruskan apa yang belum di lakukan Kian yin padamu." ucap Jack, Yiwen yang merasa sangat terpukul, ia memeluk erat tubuh Jack, menghilangkan rasa sakit hatinya, ia masih belum bisa percaya kenyataan yang ada.
__ADS_1
"Aku mau kamu antarkan aku ke laut di mana dia hilang!!" ucap Yiwen, melepaskan pelukan Jack.