
Soerang itu membawa Yiwen di rumah yang nampak sangat kecil. Bahkan bisa di bilang tidak layak huni. Tapi itu hanya penampakannya dari luar. Tapi di dalam rumah itu sangat berbeda. Jauh lebih unik dengan desain klasik.
Sepertinya itu hanya tempat persembunyiannya. Agar tidak terlalu mencolok siapa mereka jika di pandang masyarakat sekitarnya. Karena mereka tidak mau di ketahui orang. Bahkan berbincang dengan orang asing pun mereka seolah ogah. Dan lebih memilih cuek pada masyarakat sekitarnya.
Dan kini tubuh lunglai lemas seakan tanpa tulang itu, di angkat oleh lelaki yang menyamar jadi sopir taxi, di letakknya di sebuah ranjang kecil berwarna putih, yang mungkin hanya cukup untuk dua orang berbaring di sana. Itu saja sudah maksa, mungkin salah satu akan jatuh jika tidur di ranajng berdua.
Lelaki sopir taxi utu, mengusap lembut wajah Yiwen dengan jemarinya,
"Wanita yang sangat cantik, tapi sayang kamu kurang cerdik. Aku hanya memancingmu, aku yakin kamu akan memberi tahu Lian yin. Tapi setidaknya kamu akan tetap di sini lebih dulu" gumam lelaki itu.
Suara hentakan kaki membuat lelaki utu melangkah mundur ke belakang dengan badan menunduk sedikit. "Semua sudah aku lakukan sesuai rencana tuan" ucap lelaki itu.
"Baiklah, kalian semua pergilah. Aku akan di sini temani tidurnya selama 2 hari. Panggil dokter kita, buwat wanita ini lupa ingatan " ucap lelaki itu,
"Baik tuan," gumam para pengawalnya.
Lelaki itu bernama, Lee dia musuh Lian yin dari dulu, namun bukan tanpa sebab Lee menjadi musuh Lian yin. Lian yin malah tidak tahu jika dia punya musuh. Ya, bisa di bilang sih Lee Qie yang terlalu benci dengan Lian yin. Dan ia sendiri yang menganggapnya sebagai musuh.
Namun keberadaannya selalu berpindah-pindah jadi tidak ada yang mengenalinya. Tetapi rencana dia hanya satu yaitu membunuh Lian yin. Ia hanya ingin melihat Lian yin terpuruk. Dan Yiwen di jadikan sasaran mereka kali ini.
Organisasi mereka bernama XIA, organisasi yang beranggotakkan 10 orang ini tak begitu mudah di kalahkan. Keahlian mereka di atas rata-rata, bahkan para mafia dan anggota intelijen saja mungkin tak mampu memanandinginya. Mereka benar-benar sudah di bilang master dalam hal segalanya. Dari silat, penembak jitu, pemanah dan berbagai senjata mereka mampu lakukan dengan mudah. Meski hanya dengan tangan kosong saja mereka sudah bisa mengalahkan musuhnya. Otaknya yang cerdas juga bisa membobol berbagai rahasia negara untuk bertahan hidup.
Bahkan Mereka juga mampu melabui orang-orang di sekitarnya. Orang yang melihatnya mungkin memganggap dia orang biasa, dan di bilang standar lah tidak terlalu kaya. Namun mereka salah, organisasi ini punya sebuah perusahaan yang termegah di kota Selatan. Kota yang di bilang paling terpincil dan jumlah penduduknya bisa di katakan sangat minim.
Mereka membobol pemerintah unfuk mendapatkan uang dan mendirikan perusahaan. Namun perusahaan itu semakin maju. Dan mereka sudha mulai berhenti dengan pekerjaan kotor itu. Dan fokus pada rencananya semual, yang sudah di rencanakan mulai dari 4 tahun yang lalu. Dan sudah berbagai persiapan sudah mereka lakukan.
Mereka sudah memikirkan matang-matang apa yang akan terjadi nanti, dan bagaimana cara mengatasinya.
Dendamnya pada Lian yin karena dia lah tempat tinggal yang mereka tempati, baik keluarga dan sanak saudara mereka semua meninggal terbunuh. Saat sebuah pertarungan tembakan 6 tahun lalu. Dan saat Lian yin masih belasan tahun dia sudah menjadi boss mafia yang sangat kejam. Tanpa berpikir perasaan orang lain, kehidupan orang lain, dan kebahagiaan orang lain.
__ADS_1
Yang hanya ia tahu adalah bagaimana menumpas habis musuh-usuhnya tak tersisa, Itu yang di ajarkan oleh Kakeknya boss mafia sebelumnya.
Dan saat itulah Lee membentuk oraganisasi XIA, untuk para orang korban dari kekejaman Lian Yin. Mereka tak pernah kekurangan makan atau apapun, meskipun tinggal di rumah kecil yang sederhana. Bisa di bilang mukin reot, bahkan kata orang dia hanya orang miskin.
Tetapi sebenarnya ia punya istana yang sangat megah di pusat kota Selatan.
Tepat berdekatan dengan rumah Lian yin yang berada di sana. Namun yin tak sadar tentang organisasi mereka.
Rumah reot itu hanya persembunyiannya dari para pengawal lian yin agar tak curiga dengan mereka. Karena oraganisasi mereka kini perlahan sudah menyebar di pusat kota. Dan tidak ada yang tahu siapa semua anggotanya.
Ya, bisa di bilang mereka adalah organisasi gelap. Yang selalu di tentang oleh pemerintah.
Tetapi mereka tidak takut akan hal itu. Pemerintahan di sana bahkan bukan tandingannya.
****
Lee memegang jemari lentik Yiwen, dan mengangkatnya ke atas. Sebuah cincin di jemarinya terus ia tatap detail. Cincin yang sangat manis dan pas dengan jemarinya. "Sepertinya aku akan melakukannya dari hal dasar" Gumam Lee.
Tinggal nunggu dokter itu datang dan semua akan berjalan dengan lancar.0p
"Lian yin, kamu pasti bingung sekarang mencari dia. Tetapi aku pinjam dulu calon istrimu ini untuk jadi istriku" gumam Lee dengan tatapan liciknya.
Tok..tok..
"Permisi tuan" pungkas Dokter itu.
"Cepat lakukan apa yang harusnya yang kamu lakukan, jangan biarkan dia mengingat semuanya tentang Lian yin. Dan buwat dia hanya mengingatku sebagai tunangannya sekarang" gumam Lee.
"Tuan apa perlu bantuan lain sekarang" ucap pengawalnya.
__ADS_1
"Carikan cincin yang sama persis dengan cincin ini" Lee menyerahkan cincin itu pada salah satu pengawalnya.
"Baik yuan" pengawaliti segera pergi mencari cincin sesuai dengan apa yang di perintahkan Lee.
Sedangkan dokter itu sudah mulai menyuntikan sebuah cairan di tangan kanan dan kiri Yiwen. Cairan untuk melumpuhkan ingatan di otaknya.
"Sudah selesia tuan, tunggu sampai dia sadar. Dia akan lupa segalanya tentang masa lalunya" ucap Dokter itu.
"Baiklah cepat pergi" sambung lelaki itu.
Di sisi lain di sebiah cafe Joya di sana Lian yin berdiri melihat suasana sekitar. Bahkan ia sudha menunggu hampir 1 jam. Ia tidak nampak Yiwen sama sekali lewat untuk masuk ke dalam. Dia yang sudah mulai khawatir berjalan masuk ke dalam sendiri mencoba mencarinya.
"Di mana dia?gumamnya dengan tatapan cemasnya.
"Sialan! Pasti orang itu sudah membawa Yiwen." Lian yin berjalan menemui sebuah waiters di sana, dan mencoba bertanya padanya.
"Kamu lihat wanita dengan tinggi segini" menunjukan bahunya. "Dan rambutnya hitam pekar, lurus panjang sepunggung" tanya Lian Yin.
Waiters itu namoak bingung, ia tidak tahu dengan apa yang di maksut Lian yin. Karena ia daei tadi sepertinya tak melihat orang seperti yang di jelaskan Lian yin padanya. "Maaf tuan saya tidak melihatnya" gumam wanita itu.
Lian yin terlihat sangat marah ini, ia mencengkram erat bahu wanita itu, membuatnya bergidik ketakutan. Tubuhnya gemetar dan tetesan keringat jatuh setetes demi tetes.
"Jangan bohong padaku" ucap Lian yin dengan nada sangat menakutkukan.
"Benar tauan saya tidak bohong" gunlmanya. Ia tak bisa ksnhana ketkutannya yang semakin menjadi.
" Ahh... " Lian yin berdecak kesal dan mendorong tubuh wanita itu, hingga terpental.
"Dimana dia?" teriak Lian yin mengobrak abrik meja di sampingnya.
__ADS_1
Semua pengunjung di sana menatapnya aneh. Mereka mengira jika Lian yin sudah gila. Dia marah-arah gak jelas di Cafe itu. Padalah memang Yiwen tak pernah berada di sana.
Lelaki itu terus berdecak kesal dan beranjak keluar dengan amarah yang semakin menggebu-gebu. Ia akan membawanya ke Itali untuk menikah. Tapi semuanya kini batal. Emosi Lian yin kini semakin tak tertahankan.