Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Persiapan pergi


__ADS_3

"Yin, kamu sudah bangun"ucap Yiwen, yang baru saja membuka matanya, karena pantulan darinsinar matahari yang menembus di balik kaca jendela hotel, mengenai wajahnya. Ia menatap samar ke arah Lian yin di sampingnya.


Yiwen mengusap matanya yang masih terasa lengkat, dan mencoba duduk, menatap ke arah Lian yin yang sudah duduk di sampingnya. Dengan tangan mengusap lembut rambutnya.


"Katanya mau bangunin aku"gumam Lian yin, yang sudah duduk bersandar di ranjang.


"Yah, kamu sudah bangun lebih dulu tadi"ucap yiwen.


"Kamu semalam tidur jam berapa, kenapa sekarang sudah rajin banget bangun pagi"tanya Yiwen, membuka selimutnya.


"Entahlah, sekarang kamu cepat mandi. Aku sudah selesai mandi. Tinggal nunggu kamu. Lagian sekarang coba deh kamu lihat. Jam berapa ini"gumam Lian yin.


Yiwen menatap ke arah jam tangan yang ia letakkan di meja samping ranjang. Jam 8.00. "Apa sudah jam 8, kenapa kamu tidak membangunkanku dari tadi"ucap yiwen, yang mulai beranjak dari ranjang. Ia tidak mau telat dalam kompetisi itu. Karena ada hal yang ingin ia cari tahu. Dia penasaran dengan wanita kemarin. Apa dia benar wanita yang sama yang pernah ia lukai di parkiran mall kemarin atau orang yang berbida. Dan atau mungkin dia justru seorang lelaki. Entah kenapa dia sangat penasaran. Seakan ada hubungannya dengan dirinya.


"Kamu tidur terlalu pulas, udah sekarang kamu mandi. Aku akan siapkan barang kita dulu"gumam Lian yin.


"Baiklah"tanpa menunggu lama, Yiwen segera beranjak menuju kamar mandi. untuk membasuh tubuhnya yang terasa sangat capek. Dan pikurannya juga terasa tidak tenang.


Lama menunggu Lian yin membereskan semua barang-barang Yiwen ke dalam koper, Terlalu banyak belanja membuat 2 koper besar mereka tersa sangat penuh. Harus beli koper lagi nih sepertinya"gumam Lian yin, menggelengkan kepalanya. Begitu banyak baju yang ia bawa, apalagi Yiwen belanjaannya sangat banyak.


"Yin, udah selesai"tanya Yiwen, yang basru saja keluar dari kamar mandi.


"Sisa barang kamu gak bisa di masukan koper, sedah penuh. dan baju kamu terlalu banyak Yiwen. sebagian di taruh tas belanjaan kamu saja gak usah di taruh dalam koper"Gumam lian yin.


"Baiklah terserah kamu, salah satu mau aku pakai sekarang. leparkan ke sini"


Lian yin mendekati Yiwen, mengambilkan baju untuk ia pakai segera.

__ADS_1


"Pakailah ini, aku tunggu kamu di luar, sekalian mau temui Lay dulu"gumam Lian yin.


"Baiklah"jawab Yiwen.


Dengan segera Lian yin keluar dari kamar meninggalkan Yiwen. Ia yakin dengan Yiwen jika dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Gak perlu bantuannya pun ia bisa menjaga dirinya. Dan kini semakin hari juga kemampuannya semakin bagus, ia tidak seceroboh dulu waktu pertama kali Lin yin kenal. Sekarang dia lebih pintar, di tambah lagi jago dalam hal bela diri. Membuatnya semakin ahli dalam segala hal.


"Tapi setidaknya sekarang, aku harus melatih dia nantinya. Pertandingan ini akan sulit. Sepertinya mereka sudah lama mengincar kelemahan Yiwen"ucap Lian yin dalam hatinya.


"Gimana semua sudah siap?" tanya Lian yin pada Lay yang sudah menunggunya di lobi hotel.


"Sudah, tapi Lyli masih di dalam. Ia masih ganti baju. Dan sebantar lagi dia juga akan turun. Dan Yiwen di mana? Apa dia juga masih di dalam?" Tanya Lay, menatap ke belakang yang memang tidak ada Yiwen di belakang Lian yin saat ini.


"Iya, dia memang masih di dalam. Sekarang ada yang perlu aku bicarakan dengan kamu. Apa kamu tahu jika Yiwen sedang di serang kemarin?" tanya Lian yin duduk di sofa yang terpajang di lobi.


"Di serang? Siapa yang melakukannya? Apa orang yang mengikutiku kemarin?" tanya Lay, yang terkejut jika mendengar Yiwen di serang oleh seseorang.


"Sepertinya, sekarang kita menuju ke Timur. Di sana ada sambutan yang untukku kita"ucap Lian yin.


"Entahlah, tapi. Yiwen di serang dan di ajak untuk ikut lomba bela diri. Tapi sepertinya ini memang sengaja, untuk memancing Yiwen. Tapi apa mereka sudah tahu tentang Yiwen aku juga tidak tahu. Kita harus selidiki tentang ini. Kamu ikut denganku ke sana. Dan jangan lupa hubungi Changmin untuk tetap waspada di sana. Dan terus urus perusahaan di sana."gumam Lian yin.


"Baiklah, aku akan segera menghubungi Changmin. Tapi apa kita punya tanda untuk masuk ke sana. Aku belum punya lencana untuk masuk ke sana. Kalau di semua negara aku pernah datangi, tapi di Timur sangat susah untuk masuk ke sana. Apalagi dengan pendatang baru seperti kita. Di sana sangat ketat penjagaannya. "ucap Lay.


"Yiwen sudah membawa kencananya, sekaligus dengan kertas formulir lomba itu. Orang itu seakan sengaja memberikan itu pada Yiwen. Agar kita bisa masuk ke sana."Ucap Lian yin.


"Oo.. berarti ini memang sudah di rencanakan. Mereka sudah lama mengikuti kita. tapi kita saja yang tidak tahu siapa sebenarnya mereka. Sepertinya istri kamu lebih jeli dalam hal ini sekarang. Ini akan membantu kita"gumam Lay.


---00---

__ADS_1


Di sisi lain Yiwen baru saja keluar dari kamarnya. Ia terus berdecak kesal. Karena semua barangnya alat make up semua sudah di bawa Lian yin, i masukan ke dlaam tasnya. Ia belum sempat menyisir rambut juga.


Dengan terpaksa Yiwen keluar dengan rambut yang masih berantakan. Dengan langkah terburu-buru. Ia tak sadar ada orang yang baru saja keluar dari kamarnya.


BRUKKK...


"Maaf ya"ucap Yiwen, menundukkan badannya minta maaf pada seorang wanita di depannya yang ia tabrak.


"Gak apa-apa. Kamu mau ke depan ya. Gumana kalau kita barengan"ucap wanita itu penuh keramahan.


Tanpa curiga, Yiwen mengangguk menandakan ia menerima tawaran wanita itu. Untuk berjalan bersama ke depan Lobi. Pasti Lian yin dan Lay juga sudah di sana menunggu.


"Kamu mau kemana?" tanya Wanita itu.


"Ke lobi, Suami aku sudah di sana"ucap Yiwen, penuh keramahan.


"Oo.. sama kalau gitu, ku juga mau ke lobi. Oya, kenalkan aku Lyli, kamu?" tanya Lyli pada Yiwen, dengan mengulurkan tangannya ke arah Yiwen.


"Aku Yiwen"Jawabnya.


"Yiwen? Emm...bentar sepertinya aku pernah tahu nama kamu. Tapi bentar aku coba ingat-ingat dulu."ucap Lyli, ia mencoba mengingat siapa Yiwen. Ia seakan sudah mengenal Yiwen sebelumnya, atau pernah dengar namanya dari seseorang.


Thingg... "Iya aku tahu sekarang, kamu istri Lian yin ya."ucap Lyli sambil tertawa kecil.


"Gimana kamu bisa tahu?" tanya Yiwen bingung.


"Aku yang datang sama Lay"ucap Lyli.

__ADS_1


"Oo. jadi kamu wanita yang di jemput Lay kemarin. Wah kebetulan sekali kita bertemu tadi. Dan sekarang di mana Lay. Kamu gak sama dia?" tanya Yiwen.


"Dia sudah menunggu di luar"gumam Lyli.


__ADS_2