
"oya syang ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, tapi kamu harus jawab jujur ya sekarang”ucap Yiwen, menatap ke arah Lian yin yang masih duduk di sampingnya.
“mau Tanya apa syang”Tanya Lian yin.
“aku mau Tanya soal hubungan kita dulu, kamu dan yhing yhi juga”ucap Yiwen.
“Emangnya apa yang perlu di tanyakan lagi syang, bukannya semua sudah tahu semuanya, dan kenapa kamu masih Tanya lagi tentang hal itu syang. Apa masih ada yang janggal di pikiran kamu sekarang”ucap Lian yin.
“Karena aku hanya ingin tahu semua masa lalu yang sempat aku lupakan, sebenarnya aku sudah ingat sedikit demi sedikit, aku ingat siapa orang yang pernah ada dalam hatiku dulu, dan siapa yang selalu menyayangi aku dulu, selalu bersama aku selalu menjaga aku. Dan aku ingat cintaku padamu dulu sampai sekarang, masih tetap sama”ucap iwen yang mulai menundukkan kepalanya.
“apa sekarang kamu menyesal dengan keputusan untuk menikahiku sekarang atau kamu tidak mau sebenarnya menikah denganku”ucap Lian yin.
“Bukan karena hal itu, aku hanya ingin sekali pertanyaan yang selalu menggangu pikiranku, soal apa yang dikatakan Yhing yhi tadi soal kamu dengannya”ucap Yiwen menatap ke arah Lian yin.
“aku udah gak ada hubungan lagi dengannya, jadi jangan Tanya lagi soal aku dan yhing yhi, bukannya dia sekarang sudah jadi penghianat sama seperti yhing yin dan Luhan. Aku pernah hampir mau menikah dengannya dan itu karena ingin mengetahi apa yang sebenarnya Yhing yhi rencanakan, dan semenjak aku kenal dengan kamu aku sudah mulai melupakan semua kenangan masala lalu itu bersama Yhing yhi, dan aku sebenarnya tidak pernah suka dengan yhing yhi, aku hanya iangin melihat apa maksud dia tiba-tiba mendekatiku”ucap Lian yin, memegang ke dua bahu Yiwen lembut. Dengan mata memandang mata Yiwen dan di selimuti keraguan yang menyelimuti hatinya.
“Tolong jangan lagi meragukan diriku lagi, aku syang dengan kamu. Gak ada hubungan lagi Antara aku dan Yhin yhi. Jangan pikirkan omongan orang lain, kamu hanya percaya dengan suami kamu ini, aku gak mungkin bohong dengan orang yang paling aku syang”gumam Lian yin.
“apa benar apa yang kamu katakan”ucap Yiwen.
“iya, dan kamu juga sempat marah denganku gara-gara aku pernah tergoda oleh yhing yhi, tapi itu dulu dan saat kamu menghilang beberapa hari aku terus mencari kamu di manapun tapi kamu tidak ada, dan ternyata kamu pergi dengan Tao kekasih kamu”ucap Lian yin menundukkan kepalanya, merasa ia cemburu dulu dengan hubungan Yiwen dan Tao.
“iya aku sudah ingat tentang itu, tentang Tao dan Luhan, tapi sekarang di mana mereka?”Tanya Yiwen, yang tiba-tiba teringat lagi tentang dua orang yang pernah mengisi hatinya itu.
“Iya, kenapa aku baru kepikiran soal itu, bukannya mereka di sini, tapi aku tidak melihat mereka sama sekali atau mereka akan melakukan rencana di sini, atau malah sebaliknya jika Luhan dan Tao sedeng bertemu dengan ketua mafia timur untuk merencanakan sesuatu yang membuat sebuah perubahan dalam pertahanan Luhan”ucap Lian yin.
“Aku juga tidak tahu, tapi aku hanya ingin tahu di mana mereka, apa yang sebenarnya mereka rencanakan. Kalau soal itu gak mungkin Tao seperti itu, aku kenal Tao bagaimana dan kebiasaan dia bagaimana, dia teman aku dari aku kecil sangan kecil malahan. Dia gak meungkin melakukan kerja sama dengan orang di itu bekerja untuk agen intelijen, bukan untuk dirinya sendiri.”ucap Yiwen.
Lian yin menatap ke arah Yiwen, ternyata istrinya itu sudah mulai ingat tentang masa lalunya, dan kini ia tidak perlu khawatir lagi dengan perasaanya padanya. Dia pasti akan selalu menyanyanginya bahkan selalu ada untuknya.
“Yin, bagaimana setelah ini, kita pulang dan kamu coba hubungi Tao untuk datang ke rumah kamu, aku ingin minta maaf dengannya, suda pernah menyakitinya, dan lebih memilih kamu”gumam Yiwen.
“Baiklah, sekarang kamu harus fokus dengan apa yang akan kamu hadapi nanti, semoga kamu bisa menang dan kamu pergi dengaku selamat sampai rumah kita syang”ucap Lian yin
“Baik sayang, aku harap juga begitu”ucap Yiwen, menyandarkan kepalanya di pundak Lian yin. Ia merasa sangat lelah, dan mulai mengantuk.
__ADS_1
“syang apa yang ingin kamu lakukan nantinya?”Tanya Lian yin mengusap kepala Yiwen.
“Maksud kamu apa syang”Tanya Yiwen, melirik sekilas ke arah Lian yin.
“Rencana kamu selanjutnya apa, bukannya kamu selalu punya rencana yang tak terduga, terkadang membuatku terkagum-kagum dengan kamu”gumam Lian yin.
“Apa syang aku juga gak tahu, sekarang aku masih terlalu banyak pikiran, kamu jangan menyuruhku untuk berpikir lagi lebih banyak, aku ingin menyandarkan kepalaku dulu di pundak kamu aku capek”ucap Yiwen, yang perlahan memejamkan matanya, ia merasa sangat capek dengan pertandingan yang melelahkan tadi, bahkan juga pikirannya juga sangat lelah.
Lan yin mengusap kepala Manda, membuat ia semakin tertidur di atas pundak Lian yin.
“maafkan aku syang”ucap Lian yin, ia melihat wajah Yiwen yang terlihat memar dan penuh dengan luka.
“Yiwen kenapa kamu seperti ini, ini semua salah aku kamu harus mengalami semuanya”ucap Lian yin, mencoba berdiri dengan tangan kanan menyangga kepala Yiwen agar dia tidak tersadar dari tidurnya, ia mengangkat tubuh Yiwen membawanya ke dalam mobil, Dan meletakkan tubuh Yiwen di kursi depan mobilnya. Lian yin segera mencari kotak obat yang selalu ia bawa di mobilnya. Dengan segera Lian yin mengobati luka Yiwen, memberinya obat merah dan meberi plaster di pelipisnya dan di siku serta pinggir bibirnya.
“Luka kamu banyak juga, sebenarnya apa yang terjadi tadi, apa Yhing yhi menyakiti kamu”gumam Lian yin menarik dagu Yiwen ia menatap detail wajah Yiwen saat tertidur pulas dengan wajah yang penuh dengan memar.
Lian yin masuk ke dalam mobilnya, menyadarkan kepala Yiwen ke bahunya, biar dia bisa tidur pulas, lagian pertandingan masih lama, masih satu jam lagi. Masih ada kesempatan untuk Yiwen beristirahat sejenak, karena nantinya adalah pertandingan final dan akan semakin melelahkan untuk Yiwen, dan nanti, akan terjadi hal yang entah tidak bisa di duga-duga sebelumnya olehnya.
Kringgg.. Kringg..
Lian Yin segera mengangkat telefon dari changmin, siapa tahu ada hal penting yang dia ingin sampaikan padanya. “Ada apa”Tanya Lian yin.
“Kamu sudah lihat fotonya?”Tanya changmin.
“Belum, aku belum sempat untuk membuka chat dari kamu, aku masih sibuk di sini, jika aku mengirim tanda bahaya, aku ingin kamu nanti cepat datang ke sini dengan membawa helicopter untuk menjemputku”ucap Lian yin.
“memangnya apa yang akan terjadi?”Tanya changmin.
“Aku bisa jelaskan nanti di rumah, sekarang aku bersama dengan Yiwen, dia masih akan melaksanakan satu pertandingan lagi”ucap Lian yin.
"baiklah, aku akan datang ke sana secepat mungkin, apakah Lay juga ada di sana, kenapa nomornya tidak bisa di hubungi dari tadi”gumam changmin.
“dia sekarang bersama dengan Lyli”ucap Lian yin.
“Lyli? Apa dia ikut ke sana, jadi kemarin Lay ke Sydney hanya untuk menjemput Lyli, kenapa kamu gak bilang padaku”ucap Changmn.
__ADS_1
“emangnya apa kamu mau jemput dia, terus mia mau kamu kemanakan, ingat kamu sudah puna passangan jangan melirik wanita lian, aku yang akan marah dengan kamu”ucap Lian yin mengingatkan changmin.
“Ia aku tahu, lagian siapa yang akan melirik wanita lain, aku hanya ingin bicarakan masalah teknologi dengan Lyli ada hal yang perlu aku kembangkan lebih jauh lagi, nanti kalau kalian sudah sampai rumah aku akan perkenalkan teknologi yang aku buat, dan hanya dengan waktu satu minggu setelah kalian pergi meninggalkanku di sini, aku gak ada kegiatan jadi aku buat mesin teknologi untuk pertahanan kita”ucap changmin. Yang terus berbicara panjang lebar tanpa hentinya, membuat Lian yin menjadi bosan .
"kalau soal itu bicarakan lewat telepon bikin aku bosan Changmin, kamu membuat mood aku jelek, sekarang aku mau kamu tutup teleponnya dan jangan ganggu aku dulu sebelum aku memberi kode denganmu nantinya.
“baiklah, baik. Aku tunggu kamu pulang, aku kangen dengan kalian semua”ucap changmin.
Lian yin segera menutup teleponnya seketika mendengar ucapan changmin taka ada habisnya.
“Yah,, di matikan lagi, nyeselin banget Lian yin sekarang gak bisa di ajak bicara semenjak dia menikah, ga ada waktu denganku dan Lay”gerutu Changmin.
Mei berjalan mendekati Changmin "Telepon siapa syang?" tanya Mei.
"Lian yin, dia nyeselin telepon aku di matikan olehnya, lagian juga dia entah kenapa jarang ada waktu denganku"ucap Changmin masih kesal.
"kenapa kamu marah, lagian mereka sibuk syang, kamu gak bisa mengerti mereka, sekarang mereka dalam bahaya, dan terakhir Yiwen nengerimkan pesan padaku jika dia akan ada bahaya nantinya.
"Apa katamu, jadi mereka dalam bahaya, kita akan jemput mereka nantinya. Kita akan ajak mereka segera pergi dari sana. Tapi nunggu kabar dari Lian yin, dia akan memberikan pesan bahaya nantinya jika mereka benar-benar sedang dalam bahaya.
"Iya, aku ikut dnegan kamu ya?" ucap Mei.
"jangan syang, kamu di sini jaga rumah, aku gak mau kamu terlibat dalam bahaya juga nantinya."ucap Changmin mengusap lembut rambut Mei.
"Iya kamu nyebelin"gumam Mei.
"Syang kamu tolong ngertiin aku ya, ini tugas bukan masalah tentang hal jalan-jalan. jadi kamu jagan ikut aku gak mau kamu kenapa-napa. Nanti aku mau beri kamu hadiah kalau kamu mau menurut dengan aku"ucap Changmin.
"Beneran?" tanya Mei.
"Iya syang"ucap changmin mencubit pipi Mei.
"Baiklah kalau gitu aku gak ikut, tapi kamu harus jaga diri, aku gak mau juga kamu kenapa-napa. aku gak mau kamu terluka. Kamu harus hati-hati. Dan jaga Yiwen juga sama yang lainnya."gumam Mei.
"Iya syang, kenapa kamu jadi bawel gini"ucap Changmin .
__ADS_1