Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pertarungan Tenologi


__ADS_3

#Lian Yin POV


Di sebuah perusahaan megah milik keluarga Yin. Seorang lelaki duduk bersandar di kursi kerjanya dengan menggoyang-goyangkan kursinya. Seolah ia berpikir sebuah rencana untuk melancarkan ide gilanya nanti.


Pokirannya terhenti seketika, Tiba-tiba Lie Wei berlari masuk ke dalam ruangan lian yin membuat ia terkejut mengalihkan pandangan matanya. Dengan napas ngos-ngosan ia mencoba berbicara dengannya.


"Ga--gawat data base kita sedang di serang oleh oknum yang tak di kenal. Sepertinya mereka mau mencuri data perusahaan Kita" ucap Lie Wei tergesa-gesa.


"Aku sudah tahu semuanya. Tenang saja aku sudah memindah semua data perusahaan di dalam sebuah chip ini. Tak ada yang bisa mencurinya kali ini meskipun hacker paling hebat pun di wilayah Barat"


Lian yin menarik bibirnya sedikit menatap tajam ke arah tembok di depannya. Ia sudah tahu jika Chengyi lah yang berusaha menyerang perusahaannya. Namun meskipun ia menggunakan virus untuk masuk pun data Lian yin tidak akan dengan mudah terbobol.


Lian yin bukan orang sembarangan dalam mendeteksi rencana lawan. Ia sudah bisa menebaknya lebih dulu sebelum lawan bisa bertindak. Bahkan data keuangan perusahaannya sudah ia rubah keamanannya jauh lebih aman. Kali ini ia yang turun tangan sendiri tidak melibatkan Ley dalam rencananya. Karena ia tahu dia bukan tandingan Ley.


Chengyi lebih cerdik dan pintar dari pada Ley. Maka dari itu ia tidak mau ambil resiko dan harus turun tangan sendiri menghadapinya.


Sepertinya kali ini Ley sedang berbincang dengan Yhing yhi di rumahnya. Sejak ia kembali dari barat ia segera pulang ke rumah untuk mengambil beberapa barang yang ia perlukan dan pergi sendiri dengan Lie Wei menuju ke perusahaan. Bahkan ia rela bermalam di sana demi berhadapan dengan orang berbahaya seperti Chengyi.


Ia tidak menyerangnya secara langsung namun melalui teknologi. Ini yang membuat Lian yin harus lebih hati-hati bila berhadapan dengannya.


"Terus apa rencana kita selanjutnya" pungkas Lie Wei beranjak duduk di depan lian yin.


"Kamu kontrol perkembangan saham kita. Dalam dunia saham kamu sangat ahli bahkan tidak ada yang menandingimu" pungkas Lian yin dengan tatapan liciknya. Seolah banyak ide baru muncul dalam otaknya.


"Baiklah" Sambung Lie Wei.


Suara hentakan kaki yang mulai mendekat ke ruangan Lian yin membuat semua mata di dalam ruangan tertuju ke depan pintu. Terlihat Ley membuka pintu perlahan dengan. Berjalan ringan masuk ke dalam ruangan lian yin.


"Ley gimana Yhing yhi kamu bisa bujuk dia untuk pergi" tanya Lie Wei menatap ke belakang.


"Dia sudah pergi dan kali ini sepertinya ada masalah serius. Kamu harus hati-hati dengannya ia sangat licik dan berbahaya. Jangan sampai satu kata pun membocorkan data tentang sebuah perusahaan ini padanya" Ucap Ley duduk di samping Lie Wei.


"Dia sebenarnya bekerja sama dengan Chengyi" ucap Lian Yin santainya.

__ADS_1


"Gimana kamu bisa tahu?" Ley nampak terkejut Lian yin sudah tahu semuanya dari pada dia.


"Aku sudah mengetahuinya sudah lama. Saat Feng yin bertemu dengannya untuk membahas sebuah masalahnya. Aku diam diam menyuruh orang mengintai mereka. Dan ada seseorang yang akan membunuh Yhing yhi waktu itu dengan menyewa penembak jitu. Dengan menggunakan senjata milik kita. Maka Feng yin yang di kenal sangat pintar dalam dunia intelijen ia mengira itu adalah kita yang berencana membunuh Yhing yhi. Chengyi tidak mau Yhing yhi membocorkan semua rencananya pada Feng yin" Lian yin duduk dengan ke dua tangan di atas meja dan badan agak condong ke depan.


"Ternyata kamu lebih cerdik dari pada Chengyi" pungkas Lie Wei memberi applause pada Lian yin. Kepintaranya dalam mendeteksi sangat luar biasa.


"Sekarang yang kita lakukan hanya bertahan lebih dulu. Jangan bertindak gegabah. Biarkan mereka terus menyerang kita. Jika mereka benar-benar sudah lengah maka kita akan balik menyerang mereka" ucap Lian yin semua mendengarnya sangat tenang menatap Lian yin dengan duduk santai menyandarkan punggungnya di kursi.


"Baiklah" Sambung Ley dengan wajah datarnya.


#Back Story Yiwen


Wanita cantik itu berjalan keliling di sekitar kota sendiri. Hanya untuk menghilangkan rasa penat dalam pikirannya. Ia menatap sekelilingnya yang penuh dengan orang berpasangan. Mereka nampak tak canggung memamerkan kemesraan mereka di depan umum. Bahkan hingga berpelukan dan saling merasakan bibir masing-masing.


Melihatnya bukan menambah jernih pikiran malah mengotori pikiran Yiwen. Ia menatap seolah jijik melihat mereka. "Sialan mereka  ciuman di depanku" gumam Yiwen memalingkan pandangannya. Ia berjalan dengan langkah semakin cepat.


Hari sangat gelap jarum jam sudah menunjukan pukul 22.30. Namun gak mengehentikan niat Yiwen hanya untuk sekedar jalan-jalan malam. Ia tidak takut dengan apa yang terjadi nantinya. Karena memang ia bisa menjaga dirinya sendiri.


Ia berjalan ringan di pinggir jalan dengan pikiran kemana-mana. Ia bingung apa yang harus ia lakukan. Menerima tawaran luhan untuk menikah dengannya atau bertahan dengan hubungan yang rumit. Cinta ini membuangnya semakin gila. Tiga cinta yang membuat ia merasa bingung harus berbuwat apa. Ia tidak mau ada salah satu yang tersakiti nantinya dengan apa yang ia putuskan nanti.


"Hai cantik" pungkas salah satu lelaki yang menghampirinya.


"Dan't touch me!" umpat Yiwen dengan penuh amarah.


Tak menggubris ucapan Yiwen semua lelaki semakin menghampirinya mencoba meyolek tubuh Yiwen. Namun dengan sigap Yiwen menepis tangan mereka.


"Apa kalian tuli. Jangan sentuh aku! " pungkasnya lagi dengan nada semakin tinggi.


Dua orang lelaki tanpa banyak bicara memegang ke dua tangan Yiwen. Namun bukan Yiwen namanya jika hanya pasrah dan menyerah. Ia memutar badannya ke belakang menendang dada ke dua pria secara bersamaan di sampingnya hingga tersungkur ke bawah.


"Kurang ajar!" pungkas lelaki teman mereka itu penuh rasa kesal tak terima di kalahkan dengan mudah olehnya.


"Apa tidak malu melawan wanita" ucap Yiwen dengan nada mengejek.

__ADS_1


Merasa di ejek para lelaki itu mulai mendekati Yiwen. Tetapi belum sampai menyentuh


Yiwen ia meloncat kan tubuhnya ke atas memutar sedikit, menendang satu persatu lelaki di sampingnya hingga tersengkur semua di bawahnya.


Yiwen menepuk-nepukkan ke dua tangannya yang tak kotor itu.


Salah satu lelaki itu berjalan mendekati Yiwen dari belakang ingin menyerangnya menggunakan senjata tajam. Yiwen melirik sedikit ke belakang ia senyum semringai mengetahuinya apa yang ia pegang. Dengan sigap menendang tangan lelaki itu hingga senjata tajam di tangannya jatuh entah kemana.


Ia manarik tangan lelaki itu hingga sampai ingin mematahkannya. Tak mau berbuwat sadis ia membiarkan semua lelaki itu pergi.  " Kalian cepat pergi sebelum aku mematahkan semua tulang kalian semua" pungkas Yiwen dengan tatapan tajamnya.


Ia melempar tubuh lelaki yang ada di depannya hingga tersengkur di samping teman-temannya.


Sebuah applause terdengar di belakang Yiwen membuatnya sontak menoleh seketika.


Ia mengerutkan keningnya.


"Chengyi!" gumamnya terkejut melihat Chengyi sudah di belakangnya.


"Dari dulu kamu memang jago dalam hal bela diri" pungkas Chengyi merangkul pundak Yiwen seolah ia menggapnya sebagai teman seperti waktu mereka masih sekolah SMP.


"Apa dari tadi kamu mengikutiku" ucap Yiwen menyingkirkan tangan Luhan dari pundaknya.


"Kenapa? Emangnya aku tidak boleh mengikuti calon istriku" sambung luhan. ucapannya seketika membuat Yiwen membuka mata lebar-lebar.


"Calon istri!" ucapnya dengan nada tak menyangka.


"Iya !" Luhan dengan senyum senang mengedipkan mata dengan kedipan menggoda pada Yiwen.


Lelaki itu duduk di tembok taman yang memang bisa di jangkau olehnya. "Apa kamu tidak suka?" lanjutnya menatap Yiwen yang masih berdiri kaku di depannya.


"Sejak kapan aku jadi calon istri kamu?" Ucapnya berjalan menjauh dari Chengyi dengan langkah kaki ringan.


"Sejak ayah kamu datang ke tempatku. Kita sudah merencanakan semuanya" sambungnya meloncat turun mengikuti langkah Yiwen yang sudah semakin menjauh.

__ADS_1


"Jadi ayahku yang merencanakan semuanya" pungkas Yiwen datar. Ia seolah tak terkejut mendengar ucapan Chengyi itu.


__ADS_2