Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Misi pertama selesai


__ADS_3

Sampai di sebuah goa yang sangat dalam, bahkan sangat gelap tidak ada satupun cahaya yang menerangi. Yin berjalan lebih dulu masuk ke falam, dan di susul oleh Reysa, Brayen dan Tao. Mereka dengan mudahnya masuk ke dalam, tanpa ada halangan sama sekali.


"Kalian ternyata sudah masuk ke dalam perangkap!!" ucap seorang yang entah siapa, nuansa yang gelap membuat pandangan matanya tak bisa jeli melihat siapa di samping atau belakangnya itu


"Siapa kamu?" tanya Lay, memutar matanya dan mulai memasang pendengaran tajamnya.


"Jangan hiraukan dia. Kalian jalanlah lebih dulu. Aku dan Brayen akan urus dia.!!" ucap Reysa, mengambil ponselnya dan mulai menyalakan flash.


"Kamu bisa membuka semuanya sendiri. Setelah kalian pergi, dan bukalah sebagian dinding goa yang menghalangi. Hanya Kalung yang kamu pakai itu, bisa membukanya." jelas Brayen.


"Baiklah!!" Yin mengangguk pelan, dia bergegas pergi meninggalkan Brayen dan Reysa.


"Memangnya kalian siapa? Bisa melawanku!!" ucap seorang wanita, mereka berjalan dengan langkah sangat ringan. Mereka adalah Yhing Yhi, dan Yhing yin dan Lee.


"Lawan saja kalau kalian bisa!!" ucap Reysa dengan santainya.


"Kamu saja sudah berani masuk. Dan aku bis bilang pada Lian yin, jika kalian juga sudah mencuri miliknya " ucap Yhing yin.


"Hahaha.. Apa yang kanu katakan. Apa kalian sudah bodoh? Kalian tidak tahu kalau Lian yin meninggal?"


"Lian yin meninggal?"


"Iya!!'


"Kau gak yakin jika dia sudah meninggal. Perasaanku berkata lain!!" ucap Yhing yhi.


"Terserah percaya atau tidak!!" Reysa tersenyum, dan seperti hiasa dia berlari secepat kilat. Rak ada yang bisa melihat larinya.


Brukk!! Bruk!! Bruk!!


Kalian semua sangat lemah, bukan tandinganku!!" ucap Reysa, dan Brayen seda menaiki ke dua tangan mereka yang sudah tersungkur ke bawah.


"Sialan? Sebenarnya kalian siapa? Aku tidak melihat kalian di dunia mafia!!" umpat kesal Lee.


"Kamu tidak perlu tahu!!" jelas Reysa dan segera berjalan pergi meninggalkan mereka yang masih terikat, mengikuti Lian yin dan Lay.


------


Sementara Lay dan Yin sudah sampai di sebuah harta karun, tanpa ada hambaran sama sekali di setiap perjalan mereka. Benar apa yang di jatakan Reysa jika kuncinya bis au tuk menrbus dinding goa itu.


Harya di depannya, yang benar-benar membuat ke dua mata mereka terbelalak. Sebuah gudang berlian dan Emas. Serta fosil dinosaurus yang berada di atas tumpukan emas dan berlian itu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Lian yin tak hentinya memandang.


"Kita harus bawa ini semua atau gimana?" tanya Lay memastikan.


"Kita harus sembunyikan di tempat yang aman!!" jelas Lian yin. Dia mulai teringat tentang cincin yang di berikan kakek Yiwen padanya.

__ADS_1


"Semoga cincin ini benar seperti dugaanku. Cincin penghubung untuk ke ruang bawah tanah rumah Yiwen."


"Cepat cari tahu gimana caranya,"


Lian yin mengorak-atik cincin di tangannya, dia mencoba mencari tombol atau apa untuk membuka pintu ruang waktu.


"Srrrttt!!"


Suara itu membuat Lian yin melompat ke belakang, dia melihat seperti layar di depannya. "Ternyata benar!! Kita harus segera melemparkan semua berlian ini ke ruang waktu. Dan mencarikan tempat yang lebih aman tanpa tersentuh orang yang akan menyalahgunakan harta ini.


Mereka hanya berdua saling membantu membuang semua harta karun itu ke dalam layar tembus di depannya.


Hingga Reysa dan Brayen sayang lagi.


Selesai melakuakn semuanya, Brayen sedera meletakakn prledak ke dalam goa. Lengakn dengan fosil dinasaurus yang masih tetap kokoh di temaptnya.


"Sekarang kita semua pergi, biarkan fosil itu tetap di sini. Harta yang sudah di ambil kita segera sumbangkan pada ornag yang membutuhkan!!" ucap Reysa, menarik tangan Lian yin dan Tao untuk bergegas pergi, Dan brayen sudah siap menrkan peledak.


"Kita lari!!" lanjut Reysa,


Booommmm..


Ledakan dahsyat membuat mereka segera berlari sekuat tenaga agar tidak ikut terkubur di depannya. Dan Lian yin berhenti sejenak melihat Yhing yhi dan kembarannya ia tak tega meninggalkan mereka sendiri.


"Tao bantu aku bawa mereka!!" ucap Lian yin.


Emm... Emmm...


"Kita selamat!!" ucap Lian yin.


"Iya kalau bukan karena kebodohan dia yang langsung meledakkan gak pikir-pikir dulu." umpat kesal Reysa.


"Lagian aku kira gak berbahaya. Ternyata ledakan itu mampu merontokkan semuanya."


"Apa kamu memang sengaja mau menbunuhku, agar kamu bisa dengan wanita lain?" tanya Reysa beranjak berdiri menatap tajam dengan ke dua tangan berkacak pinggang.


Brayen bangkit dari duduknya, dia beranjak berdiri. "Apa yang kamu katakan? Apa jam sudah mulai nenrimaku?" tanya Brayen memegang ke dua tangan Reysa.


"Enggak!! Aku masih marah!!" Reysa menguntupkan bibirnya, sembari mengerutkan bibirnya, dia menarik ke dua tangannya, melemparkan pandangannya berlawanan arah.


"Aku kesal!!" umpat Reysa, dan hanya di balas sebuah senyuman tipis oleh Brayen. Lian yin beranjak berdiri, dan bergegas pergi meninggalkan yang lainya.


"Yin!!" suara lembut seorang wanita membuat langkah Yin terhenti, dia tahu siapa yang memanggilnya.


"Ada apa?"


"Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Yhing yhi, membuat semua yang ada di sana tercengang.

__ADS_1


"Aku janji tidak akan mata-matai kamu lagi. Dan aku dengan Lee juga sudah putus. Aku masih ada rasa denganmu!!" ucap Yhing yhi, beranjak berdiri melangkahkan kakinya perlahan, lalu memeluk erat tubuh Lian yin dari belakang.


"Aku ingin selalu bersama kamu!!"


"Apa yang kamu katakan? Kapan kita putus?" ucap Lee yang merasa telah di bohongi Yhing yhi. Dia memegang lengan Yhing yhi sangat kuat.


"Saat kamu telah membohongiku. Dulu waktu kamu berpura-pura jadi pacar Yiwen. Ternyata kamu mengambil kesempatan tidur dengannya." umpat kesal, menepis tangan Lee kasar.


"Lagian apa kamu gak sadar adik aku sudah lama seka denganmu. Jadi lebih baik kamu bersama dengannya. Aku sekarang ingin bersama dengan Lian yin, menebus semua kesalahan yang aku lakukan dulu padanya." Yhing yhi memeluk erat lagi pinggang Lian yin, melingkarkan tangannya semakin erat.


"Maaf!! Aku masih banyak urusan." ucap Lian yin melepaskanntangan Yhing yhi yang melingkar erat di perutnya.


"Resya, Brayen ayo kita kembali." ucap Lian yin melangkahkan kakinya pergi. Dan di susul Reysa dengan Brayen berjalan di belakangnya. Menatap tak suka ke arah dua wanita di sampingnya.


"Lian yin aku akan terus mendekati kamu. Sampai kamu mau denganku, aku gak perduli dengan apa yang di bilang orang lain. Yang aku inginkan hanya kamu. Aku akan selalu menunggumu," ucap Yhing yhi, merengek dan duduk tersungkur ke atanah, seakan berat untuk di tinggalkan lagi yang ke dua kalinya oleh Lian yin.


"Kalian sudah selesai?" tanya Changmin. Yang berjalan tepat di depan Lian yin.


"Sudah sekarang kamu ikut denganku, aku akan beri tahu siapa kakak kamu!!" ucap Lian yin. Menepuk pundak Changmin dari samping. Ajak Grace dan Luhan juga. Lagian kita harus segera pergi.


"Eh.. Kamu gak lihat Tao tadi?" tanya Brayen yang tak melihat sosok Tao saat dia keluar yadi.


"Apa dia keluar? Atau dia masih ketinggalan di dalam?" tanya Reysa.


"Ada apa?" suara berat laki-laki membuat mereka melihat kompak kearah sumber suara.


"Tao? Kamu dari mana?" tanya Lian yin.


"Maaf aku tadi cari Lyli sebentar. Lagian hanya beberapa detik. Tadinya memang mau meninggalkan kalian. Tapi aku sudah bertemu dia di samping goa jadi aku langsung bawa dia."


"Baiklah! Kita pulang semuanya."


"Ke rumah kakak kamu, jangan pulang di rumah kamu!!" saut Brayen.


"Tapi!!"


"Situasi memang sudah aman. Tapi kita belum tahu kelanjutannya. Aku tahu kalian semua bisa jaga diri. Tapi kakak kamu juga ingin tinggal bersama adiknya yang terpisah sangat lama.


"Kamu punya kakak?" tanya Grace, yang semula diam, dia mulai membuka suaranya.


"Kita bicara nanti aja. Lebih baik kita cepat pergi!!" ucap Lian yin.


"Iya benar kata, Lian yin!!" saut Reysa.


Mereka bergegas pergi dari hutan itu, menuju ke mobil yang mereka bawa masing-masing.


-------

__ADS_1


Jangan lupa baca novel author satunya ya kak.. Siapa tahu kalian suka. Cerita dewasa Ganre romance, comedy.


- Menjadi Istri Bayaran


__ADS_2