
Dor... Dor..
Sebuah tembakan bertubu-tubi mengenai mobil Lay, yang masih tetap melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kamu bawa senjata gak?" tanya Mei yang juga sudah terlihat sangat panik. Ia bingung apa yang bisa ia lakukan untuk nrnghambat mobil itu, agar tidak mengejarnya lagi lebih jauh nantinya.
"Ada, kamu coba cari di tempat dudukmu di bawah" gumam Changmin.
Mei dengan sigap segera mencari senjata. Tak butuh waktu lama ia menemukan sebuah senjata. "Kamu pelan-kan dulu mobil kamu, kurangi kecepatan"ucap Mei pada Lay, yang masih fokus dengan jalan di depannya.
"Baik, kamu harus hati-hati" ucap Lay.
"Tenang saja" gumam Mei penuh percaya diri.
Mei dengan sigap, menarik senjata dan menyiapkan semua peluru. Ia segera membuka kaca mobilnya, dan mengengeluarkan tangannya dan.
DOR..
Tembakan satu kali tepat mengenai kaca depan mobil yang mengejarnya. Ia menarik tangannya kembali masuk ke dalam.
"Sial, tidak tepat mengenai ban mobilnya." ucap Mei. "Lay kamu pancing dia masuk ke jalanan sepi, kalau di keramaian gini sangat bahaya. Lebih baik kita pergi ke jalanan sepi" lanjut Mei, dengan wajah seriusnya berbicara pada Lay.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Changmin yang juga khawatir dengan kekasihnya itu.
"Aku ingin menghalangi dia agar tidak mengejar kita berlebihan" ucap Mei.
"Iya sudah, aku akan bantu kamu" ucap Changmin.
"Jangan, kalau kamu menembak dari depan, kamu bisa mengenai tanganku." ucap Mei, yang sangat lebih khawatir dengan keselamatannya jika Changmin ikut ambil tindakan juga.
Changmin segera pindah tempat duduk ke belakang, tepat di samping Mei. "Ini yang aku maksud" ucap Changmin, segera mengambil senjatanya juga.
"Lay, kamu fokus saja mengemudi, biar kita yang akan menghentikan mereka. Sampai dari perbatasan ini, aku yakin mereka akan pergi, tidak akan mengikuti kita lagi" gumam Changmin.
"Siap, kalian harus hati-hati" ucap Lay, yang semakin menambah laju mobilnya, menuju ke tempat sepi. Yang tidak begitu ramai lalu lantang kendaraan umum yang lewat di jalanan. Mobil yang di belakang terus mengejarnya.
Shiittt... Sruaaattt
Ijakan rem dadakan, memutar mobilnya seratus delapan puluh derajat berbalik arah menuju ke sebuah tempat sepi di seberang jalan.
Dor..
Tembakan bertubi terus mereka terima, namun Mei belum berani membalas sebelum sampai di tempat sepi, ia takut akan mengenai orang yang mrlintas di jalan itu.
Sruaaakkk..
Brakk.. Brakk
Mobil musuh tetap si samping mobil Lay, ia menggebrak kaca mobil Lay, dengan sangat keras. "Cepat berhenti" ucap Seorang lelaki berbadan kekar yang berada dalam mobil itu.
"Lay tambah kecepatan" ucap Changmin.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Lay menambah kecepatan laju mobilnya. Sruaaakkk.. menyerempetkan mobilnya, hingga meninggalkan bekas lecet di mobilnya.
Merasa sudah ada jarak antara mobil Lay dan musuh Mei dan Changmin kompak membuka kaca mobil dan segera mengeluarkan tangannya dan.
DOOORR... DOOORRR
Beberapa tembakan tepat menembus ban mobil musuh yang langsung membuat ban mobilnya kempes seketika. Tembakan itu tembus langsung ke dalam.
Dan Lay samakin menambah laju mobilnya hingga sampai di kota sesudah perbatasan. Mei dan Changmin menoleh kompak ia melihat mobil itu sudah tidak mengikutinya. Mei mengusap dadanya, "Akhirnya kita bisa lolos" ucap Mei, yang langsung menyandarkan punggungnya, ia merasa lega sudah bebas dari suasana yang mencengkam tadi.
Lay menghembuskan napasnya lega, akhirnya bisa lolos juga dari mereka. Namun yang bikin aneh, kenapa hanya 2 orang yang mengerjarnya.
"Kalian apa gak curiga, kenapa mereka hanya berdua, jika memang kita di kira sangat berbahaya, pastinya akan mengumpulkan semua pengawalnya untuk menangkap kita, sepertinya ada yang tidak beres dengan semuanya" ucap Lay, yang membuat Mei dan Changmin saling menatap bingung.
Mereka berpikir sejenak, ada benarnya juga apa yang di katakan Lay, kenapa tadi gak kepikiran seperti itu.
~
Di sisi Lain Lian yin dan Yiwen hanya diam di rumah selama proses penyembuhan luka Lian yin seperti yang di sarankan oleh dokter. Jarum jam sudah menujukan pukul 13.00. Semula Lian yin yang ingin menyiapkan sesuatu untuk ulang tahun Yiwen semuanya tidak bisa dan hanya menyiapkan seadanya untukĀ Yiwen.
"Yin" panggil Yiwen yang duduk di sampingnya, Ia sedang asyik memutar film horor yang lagi seru-serunya.
"Apa?" tanya Lian yin, menoleh ke arah Yiwen di sampingnya.
"Kamu lagi marah ya denganku?" tanya Yiwen.
"Enggak syang? Kenapa kamu bisa bicara seperti itu" gumam Lian yin, menatap Yiwen bingung.
"Kamu dari tadi diam di sini, kenapa gak masak sih, aku lapar" ucap Lian yin dengan wajah yang menggemaskan, ia berharap jika Yiwen masak sesuatu untuknya.
Tok..Tok..Tok..
Suara ketukan pintu membuat pembicaraan mereka terhenti.
"Siapa?" tanya Lian yin.
"Tuan ini saya, apa tuan tidak mau makan hari ini dengan nyonya" tanya pembantu Lian yin.
"Gak usah, nanti saja. Aku ingin istri aku yang masak" jawab Lian yin yang masih tetap duduk di kursi.
"Baiklah tuan" ucap pembantu Lian yin yang langsung pergi dari depan kamarnya.
"Syang kenapa kamu mau aku masak?" tanya Yiwen bmdengan wajah bingungnya.
"Dari pada kamu diam di sini saja gak ngapa-ngapain dari tadi, lebih baik sekarang kamu masak, dan aku tunggu makanan itu di sini" ucap Lian yin.
"Baiklah, aku masak sekarang. Tapi kamu mau makan apa?" tanya Yiwen.
"Aku mau kamu bikinkan jus buah, terserah jus apa. Dan bikinkan aku pasta, aku lagi ingin makan pasta." ucap Lian yin, dengan senyum samar di wajahnya.
"Baik, terus apa lagi" ucap Yiwen memutar matanya malas, lagian hari ini entah kenapa ia memang malas untuk mengerjakan sesuatu. Bahkan dari tadi ia hanya diam menonton drama dan film horor.
__ADS_1
"Sudah itu saja" ucap Lian yin.
"Baik, kalau hanya itu gampang, aku akan masak buat kamu" gumam Yiwen, sangat antusias. ia bangkut dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya pergi dari kamar Lian yin dan berjalan menuruni anak tangga, menuju ke dapur.
Sedangkan Lian yin, ia ungin mrnyiapkan sebuah kejutan untuk Yiwen, pambantunya juga sudah ia beri tahu untuk memesan kue . Dan Lian yin juga sudah punya hal lain yang akan jadi sebuah kejutan untuknya.
"Semoga kamu bisa mengenang ini, aku juga minta maaf untuk apa yang sudah aku lakukan kemarin" gumam Lian yin.
Lima belas menit kemudian, Yiwen sudah menyiapkan 2 piring pasta dan dua gelas jus untuk dirinya.
"Non" Sapa pembantunya.
"Iya bi ada apa?" tanya Yiwen.
"Ada pesanan tuan di depan, apa perlu di bawa masuk sekalian" ucap pembantu Lian yin.
"Iya bi, bawa masuk saja, aku juga mau bawa makanan ini ke dalam. Lian yin ada di kamarnya, kamu langsung saja ke sana kasih pesanannya" ucap Yiwen.
"Baik, non"
Yiwen segera berjalan masuk ke dalam kamar Lian yin, ia memutar matanya, tak melihat Lian yin di dalam. "Yin, kamu di mana?" tanya Yiwen, berjalan dengans angat hati-hati mencoba mencari di mana Lian yin.
"Ada apa syang" ucap Lian yin yang baru keluar dari kamar mandi, ia menyembunyikan tangannya di belakang punggungnya.
"Aku kira kamu gak ada di kamar, ini pasta dan jus buah yang kamu minta sudah siap, hanya afa buah apukat tadi" guman Yiwen.
"Gak, apa-apa" ucap Lian yin.
Yiwen meletakkan nampan makanan itu di atas meja. "Ayo makan" ucap Yiwen.
"Baikkah, tapi tunngu bentar" ucap Lian yin.
"Nunggu apa?" tanya yiwen bingung.
"Kamu tutup mata dulu" ucap Lian yin.
"Kenapa sih, tutup mata segala" ucap Yiwen.
"Udah cepat tutup mata" gumam Lian yin.
"baiklah, baik" Yiwen segera menutup matanya sesuai dengan permintaan Lian yin.
"Jangan buka dulu ya" ucap Lian yin, yang mulai mengeluarkan kue yang sudah ia pesan tadi.
"Apasih, kenapa kamu bikin penasaran gini" gumam Yiwen.
"Sekarang buka mata kamu" ucap Lian yin.
Yiwen perlahan membuka matanya, ia terkejut melihat kue coklat di depannya. "Selamat ulang tahung syang, maaf ya baru bisa nyiapin ini. Aku gak bisa menyiapkan lebih dari ini. Aku gak bisa mengundak orang banyak jika ingin merayakan uakng tahun kamu, takutnya nanti ada orang yang mengacaukan, dan kamu sekarang pejamkan mata kamu, dan mintalah satu permintaan, lalu tiup lilinya" gumam Lian yin.
Yiwen yang masih tidak percaya jika Lian yin masih ingat hari ulng tahunnya. "Baiklah" ucap Yiwen yang mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Aku ingin selamanya bisa bersama dengan orang yang aku sayang, hidup bahagia beraama tanpa ada masalah lagi yang mengganggu.