Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Curiga


__ADS_3

Di balik kamar yang di sediakan khusus untuk Yiwen beristirahat sebentar. Yiwen berdiri menatap kaca dengan balutan gaun pink yang terasa sangat pas di tubuhnya. Ia tak henti terus memandang cermin, sesekali menatap wajah cantiknya dengan balutan make up tipis menghiasi wajahnya.


"Bi.. aku mau tanya boleh gak?" ucap Yiwen menatap pelayan di sampingnya.


"Mau tanya apa, non?" jawab pelayan itu.


Yiwen beranjak duduk di ranjang, manarik tangan pelayan itu untuk duduk. "Kamu tahu gak sebenarnya tunangan Lee itu siapa?" tanya Yiwen, yang kini ia merasa ragu dengan Lee, bahkan ia juga tak tahu nama lengkap lee itu siapa. Ia hanya mengetahuai nama depannya siapa. Entah kenapa hatinya terus menolak saat dekat dengan Lee. Itu yang membuatnya semakin curiga, siapa sebenarnya Lee. Apakah dia berpengaruh bagi hidupnya atau sekedar pendatang baru di hidupnya.


Yiwen curiga saat pertama kali tanya tentang dia. Yiwen menatap pelayan itu hanya menunduk diam, seolah ia tak berani menatap ke depan. Dan mulutnya terasa terkunci rapat untuk bercerita lebih jauh.


"Kenapa, kamu diam? Kamu pasti tahu sebenarnya aku siapa? Karena banyak sekali pertanyaan di otak aku tentang ini semua bi" Yiwen memegang tangan pelayan di sampingnya, dengan terus memohon padanya.


"Maaf non, gak bisa?" ucap pelayan itu, ia terus menunduk, memalingkan pandangannya dari Yiwen. Ia merasa begitu takut untuk mengungkap semuanya pada Yiwen.


"Aku mohon padamu! Beri tahu semuanya, padaku. Aku tahu bibi tau banyak hal tentang Lee kan, dia sebenarnya siapa kenapa aku merasa asing dengannya" ucap Yiwen terus memohon.


Pelayan itu beranjak berdiri, ia menatap ke arah pintu, lalu beranjak berdiri, berlari pelan ke arah pintu melihat ke kanan dan ke kiri. Tak ada seorang pun di sana, pelayan itu balik lagi duduk di samping Yiwen.


"Non, tapi jangan cerita pada siapa-siapa ya" ucap pelayan itu lirih.


"Baik, bi" Yiwen tersenyum, memasang wajah serius kali ini mendengarkan apa yang akan di katakan pelayan Lee itu.


Ia berharap akan muncul dari semua pertanyaan yang ada di otaknya. Aku merasa sangat aneh pada dunia ini. Dan kenapa juga Lee tiba-tiba muncul sebagai penolong dan tapi kenapa cincin yang sama di jemari Lee sama dengan di jari manisnya.


"Baik, non. Sebenarnya tuan Lee itu tidak punya tunangan" bisik pelayan itu, seketika membuat Yiwen terkejut.


Yiwen mengerutkan keningnya bingung. "Benar bi??. Dia gak punya tunangan?" tanya Yiwen mencoba memastikan.


"Iya non" jawabnya dengan penuh was-was. Ia takut jika tiba-tiba Lee datang ke kamar itu.


"Kalau gitu pasti bibi tahu kan aku siapa?" Tanya Yiwen kali ini ia semakin curiga siapa sebenarnya dia.


"Maaf non, saya belum tahu, karena saya baru melihat non di sini. Tuan Lee tak pernah membawa non sebelumnya" jawabnya, dengan kata semakin cepat. Pelayan itu seakan takut dengan Lee. Yiwen semakin menatap detail gerak-gerik pelayan itu menyembunyikan ketakutannya. Bahkan tubuhnya saja setiap kata terucap selalu bergetar. Dan bibirnya seakan menyembunyikan banyak rahasia yang sangat sulit untuk membongkarnya.


Sepertinya aku harus selidiki sendiri siapa sebenarnya Lee, kasihan pelayan itu jika dia sampai ketahuan. Entah apa yang akan diperbuat oleh Lee nanti padanya. Aku tidak boleh mengorbankan orang lain untuk terlibat dalam urusanku. Mungkin Lee orang yang kejam, ia juga tidak tahu. Karena baru pertama kali bertemu dengannya, saat tersadar dari pingsannya. Dan dialah orang pertama yang ia lihat di sampingnya.

__ADS_1


"Bii.. sekarang antar aku ke tempat Lee" ucap Yiwen memegang pundak pelayan itu.


"Dan tenang sjaa bii aku tidaka akan cerita pada siapapum tentang apa yang bibi bilang tadi" ungkap Yiwen, ia mencoba menenangkan pelayan di sampingnya.


"Makasih, non" pelayan itu menunduk. Beranjak berdiri.


"Non aku akan panggil tuan Lee saja, non tetap di sini, ya" ucap pelayan itu, menundukan badannya, seraya ia memohon pada Yiwen agar tetap tenang di kamarnya. Tidak pergi kemana-mana, "Baiklah, bii!" Yiwen ersenyum.


Pelayan itu segera pergi dari hadapan Yiwen menuju ke ruangan kerja Lee, karena dia sudah bepesan untuk tetap menemani sejenak Yiwen dalam kamar. Tapi sebelum Yiwen ngotot mau bertemu dengan Lee, pelayan itu segera berlari memanggil Lee.


"Kenapa di sini semuanya terasa aneh" gumam Yiwen, ia beranjak berdiri, menatap setiap detail kamar itu, langkahnya perlahan tertuju pada balkon kamarnya. Sebuah pemandangan yang snagat indah di luar. "Ternyata bagus juga pemandangannya"gumam Yiwen, merentangkan ke dua tangannya, merasakan hembusan angin yang menusuk ke dalam tulangnya.


Pandangan Yiwen kali ini tertuju di ujung taman, ia melihat sosok Lee berada di sana, sedang menanam bunga. "Apa yang dia lakukan?" tanya Yiwen dalam hatinya.


"Yiwen!!" Panggil Lee tepat di belakangnya.


Yiwen sontak menoleh ke belakang, menatap bingung pada lee. Ia mencoba melihat ke ujung taman lagi. Di sana sudah tak ada dia. "Kenapa kamu terkejut seperti itu?" tanya Lee memegang ke dua bahu Yiwen.


Yiwen tersenyum, " Hem.. enggak cuma kaget saja kamu tiba-tiba memanggilku" gumamnya.


"Yiwen kenapa kamu diam saja?" Tanya lee, menatap dekat wajah Yiwen yang terus melamun.


"Gak napa-napa, kamu tadi dari mana?" Tanya Yiwen mencoba basa-basi.


"Aku di ruang kerja, memangnya ada apa?"tanya balik Lee.


Dia semakin mencurigakan, kenapa ada dua Lee di sini. Di rumah yang sama dengan kondisi yang berbeda. Dan lee tadi di kamar sedangkan yang di bawah tadi siapa yang baru saja ia lihat. Dan belum ada 2 menit.


Yiwen senyum samar pada Lee, "Gak apa-apa cuma tadi aku melihatmu di bawah"ucap Yiwen penuh rasa ragu.


Lee terdiam, seraya ia memang memikirkan sesuatu, mungkin memang benar ada hal yang di curigai dari Lee. Sosok orang misterius, yang tiba-tiba muncul dalam kehidupannya.


"Oh..soal tadi, ku memang di bawah sebentar lalu naik ke kamar kamu" ucap Lee, yiwen terdiam. Ternyata benar dia bohong, dari cara bicaranya sangat mencurigakan. Aku harus berhati-hati padanya. Jika aku mengetahui semua rahasianya. Kepergok dia, pasti dia akan menyekapku, gumam Yiwen.


"Oo.. ya sudah, kita jadi pergi gak?" Tanya Yiwen. Kini ia mencoba menghilangkan beban dalam pikirannya. Ia tak mau memikirkan itu, ia menyelidiki secara halus saja, jangan sampai ketahuan oleh Lee.

__ADS_1


"Jadi, aku akan membawamu di jalan-jalan keliling kota. Aku akan mengenalkan semua kotaku"gumam Lee. Ia menarik tangan Yiwen antusias keluar dari kamarnya menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan teras pintu masuk rumah.


Yiwen hanya diam mengikuti setiap apa yang di lakukan Lee.  Lelaki itu menatap Yiwen sejenak, ia teringat tentang pembicaraanya dengan yhin yhi.


#Falsh Back.


"Lee suntikan ini padanya, dia akan selalu kulit dengan apa yang kamu katakan, dan ingat suntikan ini di leher belakangnya. Meski nanti dia akan pingsan sebentar hanya 5 menit. Dan setelah itu ia akan lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan padanya." Ucap Yhin yhi.


"Apa ini manjur?" Tanya Lee curiga dengan yhin yhi.


"Kamu gak percaya denganku?." Tanya Yhin yhi kesal.


"Baiklah aku percaya, dan kamu sementara jangan muncul di hadapakku kalau dia tahu semua tentang kamu, dia akan semakin curiga"ucap Lee menegaskan.


"Baiklah ini yang terakhir aku bertemu denganmu, aku akan ada tugas baru dengan Luhan. Dan kamu harus bertindak cepat untuk membebaskan kakak aku yhing yhi. Itu kalau kamu cepat mau menikah dengannya"gumam Yhin yhi beranjak pergi.


Lee adalah pacar Yhing yhi, sebenarnya dia sudah lama menjalin hubungan. Namun saat tepepet tugas khusus ia harus mengorbankan yhing yhi untuk dekat dengan Lian yin. Meskipun tahu rasanya sangat sakit saat lian yin tidur dengan yhing yhi waktu itu, hingga amarahnya benar-benar memuncak. Dan sejak saat itu ia ingin membalas lian yin dengan pacarnya. Ia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan dengan pacarnya.


"Lee kenapa kamu diam?." Tanya Yiwen menepuk pundak Lee yang dari tadi terus melamun, memegang setir mobilnya.


"Eh.. iya, kita tadi mau kemana?" Tanya Lee, ia segera menyalakan mesin mobilnya, dan menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.


"Bukannya kamu ajak aku jalan-jalan, keliling kota kamu?" Tanya Yiwen penuh tanda tanya di otaknya.


"Oh. Iya, baiklah" Lee mencoba fokus dengan mengemudinya kali ini.


Aku benar-benar bodoh kenapa terlihat linglung gini di dekat Yiwen , itu akan membuatnya semakin curiga dengannku nantinya, gumam lee.


"Aku boleh tanya sesuatu gak?" Tanya Yiwen pada Lee.


"Boleh pastinya, mau tanya apa?" Ucap Lee penuh keramahan, Ia tak mau yiwen merasa curiga lagi.


Yiwen tersenyum, "Aku mau tanya, kamu dapat cincin itu dari mana?" Tanya Yiwen, menunjuk cincin di jari Lee, yang sama persis dengan yang ia pakai.


"Oh.. ini bukannya kamu yang berikan padaku" ucap Lee. Membuat yiwen terkejut seketika. Bagaimana bisa ia memberikan padanya jika baru kenal kamarin.

__ADS_1


__ADS_2