
Yiwen duduk di sebelah Lian yin meamndang berbagai makanan enak tersedia di sana. Tepat kebetulan sekali Yiwen sudah merasa sangat lapar. Meski sudah makan sih di restauran kecil. tadi sebelum ke rumah Chengyi. Namun sekitar 5 jam lalu. Sekarang Yiwen sudah merasa laapr lagi.
"Kenapa kalian hanya diam, cepat makan"ucap Chengyi penuh dengan senyuman, ia menyembunyikan sakit hati yang ia rasakan.
Yiwen memandang ke arah yhing yin yang duduk di depannya. Mereka saling memandang dengan tatapan sinisnya. "Syang cepat makan, bukannya tadi kamu bilang lapar."ucap Lian yin menyilakan helaian rambut panjang Yiwen ke belakang telinganya.
Yiwen menginjak kaki Lian yin keras, menatap tajam ke arah Lian yin, "Diam jangan bikin malu aku"bisik Yiwen. "Kapan aku bilang lapar?" lanjut Yiwen mengerutkan bibirnya.
"Tadi perut kamu bilang, perut kamu teriak lapar.. Lapar.. Tadi"goda Lian yin. Ia memang sengaja memamerkan kemesraannya dengan Yiwen. Agar Chengyi tak berani lagi deketi Yiwen. Kalau sioa tadi memang sengaja ia yang menturuh dia. Agar mereka bisa menyusun rencana untuk menjebak orang itu.
Tapi sepertinya Chengyi kebawa suasana, dan seakan teringat dengan perasaanya dulu pada Yiwen.
"Baiklah aku sekarang makan"ucap Yiwen yang sudah tak sabar untuk menyantap berbagai jenis makanan di meja. Dan tak lupa buah-buahan juga banyak.
"oya boleh bawa buah-buahan ini ke kamarku dan lian yin"ucap Yiwen, tanpa rasa malu dan canggung pada Chengyi.
"Baiklah, temang saja. kamu mau makanan apa kita akan siapkan semua di akamr kamu dan Lian yin."Ucap Chengyi dengan senang hati. Meskipun ia merasa sangat cemburu dengan kemesraan mereka. Namun ia tidak bisa berbuwat apa-apa lagi. Yiwen sudah jadi istri Lian yin tak bisa di ganggu lagi.
Lian yin menendang pelan kaki Yiwen di sampingnya. "Kenapa kamu minta makanan."bisik Lian yin. Ia malu istrinya itu minta makanan lebih apalagi di bawa ke kamar. Pati akamrnya nanti berantakan dan yang jadi sasaran dia lagi.
"Sudah diamlah, yang penting setiap malam nanti. Kalau aku lapar bisa makan buah kan. Atau ada makanan lebih nantinya kita bawa ke kamar." ucap Lirih Yiwen.
"Kamu ini"ucap Lian Yin mengusap lembut kepala Yiwen.
"Udah gak apa-apa. Mungkin kalau malam Yiwen merasa sangat lapar." saut Luhan yang dari tadi terus curi pandang pada Lian yin dan Yiwen.
"Atau kamu hamil ya?" saut Yhing yin yang dari tadi menikmati makanan dengan telinga tajam mendengar obrolan mereka. mendengar pembicaraan menarik ia mulai tertarik untuk membahasnya.
"Hamil? Siapa bilang aku hamil, bikin aja belum"gumam Yiwen kenviba berbohong. Tapi memabg dia belum bikin anak dengan Lian yin. Tapi setau dia sebelum hilang ingatan saja itu. Sebenarnya ia tidak tahu hamil atau tidak tapi dia berharap tidak hamil duluan. Sebelum semua rencanaya berhasil.
__ADS_1
Dan kini Yhing yin mulai terpancing mengira dia hamil. "Tapi dia tidak bisa di remehkan, pasti ada akal bulusnya lagi yang lebih licik"gumam Yiwen dalam hatinya.
"Oo.. aku kira kamu hamil"gumam yhing yin dengan senyum sinis ke arah Yiwen.
Luhan terus menatap ke arah Yiwen, ia sering mencuri pandang ke arah yiwen saat di lengah tak menatapnya. Melihat wajah cantiknya merasa snagat kangen dengan apa yang ia lalui dulu. Ya, gara-gara ke bodohannya ia harus kehilangan Yiwen sampai sekarang, ia benar benar kehilangan dia.
Yiwen tak menghiraukan ucapan Yhing yin, ia segera mamakan habis makananya. Karena tak mau lama-lama menatap wajah yhing yin di depannya. membuat ia muak seakan ingin sekali menendangnya.
"Oya, kamarnya sudah siap belum, aku langsung masuk ke dalam kamar dulu."ucap Yiwen, beranjak beridiri.
"Bi, pa kamarnya sudah siap?"tanya Luhan pada pelayang yang berdiri di belakangnya.
"Sudah tuan"ucap pelayan itu menundukkan badannya.
"Ceoat antar yiwen masuk ke dalam kamarnya."pinta Luhan pada pelayannya.
"Sudah kamu ikuti dia"lanjut Chengyi pada Yiwen.
"Baiklah, kamu istriahat ya jangan main ponsel atau nonton tv, langsung tidur saja"ucap Lian yin basa-basi.
"Siap pak boss"ucap Yiwen, ia segera melangkahkan kakinya pergi menuju ke kemarnya. Sekilas Lian yin melirik yhing yin yang terus menatap istrinya yang berjalan menjauh ke kamarnya.
"Apa ada yang mau di bicarakan pada istriku? Kenapa kamu terus melihatnya?" tanya Lian yin.
"Eh. Enggak, aku hanya menatap pelayan itu"ucap Yhing yin gugup, mencoba berbohong pada Lian yin.
Sialan lian yin curiga denganku, apa yiwen cerita dengannya. Lihat saja nanti kamu yiwen aku akan membalas semuanya, gerutu Yhing Yin.
"Oya aku ke kamar dulu ya, Aku kenyang jadi sekalian mau mampir ke kamarku dulu. Setelah itu pergi lagi"ucap yhing yin mencoba menghindar dari Lian yin.
__ADS_1
"Baiklah, kamu masuk ke ruang kerjaku dulu. Dan ambilkan beberapa dokumen di sana yang sudah aku taru di meja kerja"ucap Luhan.
"Baiklah"ucap Ying yin segera pergi meninggalkan mereka berdua yang lagi menikmati minumannya.
"Selamat" ucap Chengyi pada Lian yin.
"Selamat untuk apa?" tanya Lian yin bingung.
"Kamu telah mendaptakan hati Yiwen seutuhnya. Meskipun dia hilang ingatan tapi dia masih tetap mengingat kamu di hatinya"ucap Chengyi.
"Oo.. soal itu, awalnya memang dia tidak mengenalku. Tapi setelah kejadian aku langaung ajak dia nikah ke Italia. Sperti ini aku lebih bisa leluasa untuk menjaga Yiwen." ucap Lian yin.
"Bemar katamu, jika ada ikatan hatinya tidak akan lepas lagi nantinya"ucap Chengyi.
Di sisi lain Yhing yin berjalan melirik ke kanan dan ke kiri. Ia mencoba masuk ke dalam kamar Yiwen di depannya. Ia mendengarkan di balik pintu. "Apa dia sudah tidur?" tanya Yhing yin dalam hatinya. Ia perlahan menbuka pintu kamar Yiwen.
Yhing yin sangat terkejut mendapati, Yiwen tak ada di kamarnya. "Kemana dia?" tanya yhing yin mencoba mencari memutar matanya menatap di setiap sudut kamar luas milik Yiwen dan lian yin nantinya.
"Apa kamu mencariku?" bisik Yiwen dari belakang.
Yhing yin terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Ia melangkahkan kakinya ke belakang beberapaa langkah. Menarik bibirnya sedikit menatap tajam ke arah Yiwen yang tiba-tiba di belakangnya.
"Kamu menjebakku?" tanya Yhing yin.
"Bukannya menjebakmu, kamus sendiri yang penasaran dengan kehidupanku segala. setiap gerak dan geriknya bahkan kamu selalu ia curigai. "ucap Yiwen penuh percaya diri.
"Shitt.. " umpat kesal Yhing yin.
"Tapi kalau sudha ketahuan seperti ini, tidak masalah. Aku akan cerita sesuatu denganmu. Hati-hatilah sekarang"ucap Yhing yhin dengan anda mengancam dan membakikkan bandanya. Ia tertawa dan mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen.
__ADS_1
"Dasar gila"gumam yiwen. ia mulai masuk ke dalam kamarnya.