Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Bertemu musuh


__ADS_3

Yiwen merasa sangat bosan sendiri di ruangan itu, bahkan katanya manajernya akan datang tapi entahlah sudah menunggu 15 menit belum juga datang. "Apa mereka salah jalan masuk ke ruangan Lian yin, kanapa lama sekali. aku sudah gak sabar lagi, mataku juga sudah mulai ngantuk." ucap Yiwen yang duduk bersandar di sofa.


"Huuff.. membosankan." gumam Yiwen lagi, merentangkan ke dua tangannya di sofa.


"tok..tok..tok.."


"Siapa?" teriak Yiwen yang langsung antusias mendengar ketuka pintu di luar.


"Manajer nyonya, saya membawakan pesanan nyonya"ucap Manjer itu.


"Masuklah, dan tarus semua di meja"gumam Yiwen.


Manajer itu langsung masuk dengan beberapa pegawai wanita, dengan membawa semua yang ia pesan. "Nyonya ini buku novel smaa majalah." ucap pegawai yang mulai menaruk bukunya.


"Ini teh hijaunya, sama cemilan yang nyonya pesan" saut yang lainnya.


"Dan ini baju dan berbagai celana atau gaun "Sambung lainnya.


"Baiklah kalian keluar aku mau ganti baju, dan jangan biarkan siapapun masuk di sini kecuali Lian yin."ucap Yiwen.


"Baik" ucap para pegawai.


Merasa sudah tidak ada orang Yiwen segera ganti baju, ia tetap memakai blezer itu di balut dengan celana yang lebih lenggar.


Ia duduk kembali di sofa menyalakan televisi, Dan mengangkat kakinya di atas meja dengan tangan punggung bersandar di sofa, ia meraih cemilan yang sudah ada di depannya.


Dengan menikmati menonton drama dan memakan cemilan. Hingga beberapa jam berlalu, tanpa sadar ia ketiduran.


"Syang" panggil Lian yin.


"Kenapa sepi tak ada jawaban," gumam lian yin, ia mulai berjalan masuk melihat ruangannya benar-benar berantakan, Lian yin hanya bisa menggelengkan kepalanya mengusap dadanya berkalai-kali. Ia harus sabar menghadapi istrinya, bahkan sampah snack berserakan di meja, dan ada sisa teh hijau yang masih ada di atas meja dan satu cangkir kosong. Bahkan Tv juga masih menyala menonton Yiwen yang sedang tidur bersandar di sofa.


Tanpa membangunkan Yiwen yang lagi tertidur, Ia membereskan sampah Yiwen di bawah meja, merapikan semua yang berserakan di meja.


"huuf... Akhirnya beres juga, Yiwen juga belum bangun. Biarkan saja deh" Ia segera duduk di kursi kerjanya menyelesaikan pekerjaan yang masih menumpuk di meja.


"Emmm.. Yin kamu sudah selesai," ucap Yiwen yang sih memejamkan matanya, menarik ke dua tangannya ke atas.


"Cepat bangun, aku mau ajak kamu keluar sekarang." ucap Lian yin.


Yiwen sontak terbangun dari tidurnya, ia merapikan rambutnya yang terlihat berantakan dengan jemarinya, "Apa ada orang." ucap Lian yin yang langsung berdiri.


Lian yin tersenyum melihat wajah lucu Yiwen, terlihat snagat antusias saat mendengar mau di ajak keluar. "Gak ada bentar lagi ada orang"ucap Lian yin.


"Emangnya mereka mau kesini." tanya Yiwen.


"Enggak sih, mereka menunggu kita di ruangan meeting tadi, aku akan mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan pada publik jika kamu istriku." ucap Lian yin.


"Apa kenapa kamu gak bilang padaku?" ucap Yiwen terlihat langsung panik.


"salah sendiri kamu tidur saja dari tadi, wartawan akan datang 10 kenit lagi. Kamu harus rapikan itu rambut dan segera ganti baju yang para pegawaiku bawa tadi."ucap Lian yin.

__ADS_1


"Tapi aku belum make up, aku harus kelihatan cantik di depan camera nantinya."ucap Yiwen.


"Udah gitu saja sudah cantik kok." gumam Lian yin.


"Benar aku sudah cantik." Tanya Yiwen.


Lian yin beranjak dari duduknya menghampiri Yiwen, telapak tangannya memegang pelipis yiwen mengusap rambut pipinya. "Aku tidak mau kamu di lihat cantik oleh seseorang, kalau kamu di rumah selalu tampil cantik untukku aku mengizinkan kalau di luar gak usah pakai make up, bigini saja kamu sudah cantik. Jangan di tambah make up lagi"ucap Lian yin.


Yiwen hanya tersenyuk menatap Lian yin.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Yiwen.


"Permisi tuan"ucap pegawai yang menghampiri mereka.


"Iya ada apa?" tanya Lian yin.


"para wartawan sudah datang dan menunggu tuan"ucap pegawai itu menundukan badannya.


"Baiklah aku akan segera kesana" ucap Lian yin.


"Sekarang udah ayo ikut aku, aku harus kengenalkan ke pu lik tentang istriku ini"ucap Lian yin menarik tangan Yiwen untuk merengkuh tangannya. berjalan menuju ke ruangan meeting tadi yang sekarang sudah di penuhi para wartawan.


Semua camera sudah mulai mengambil gambar setiap langkah mereka, daei luar hingga masuk ke dalam ruangan. Bahkan Yiwen merasa seperti artis baru yang di kerubuti banyak wartawan.


"Baik buwat semuanya, maaf sudah menunggu lama. Hari ini kita langsung saja akan memperkanalkan Yiwen, wanita di sampingku ini sebagai istri aku. kita sudah 3 hari ini menikah di itali"ucap Lian yin memegang punggung Yiwen.


Yiwen hanya diam ia terlihat sangat gugup, dengan ke dua tangan menggenggam erat ujung kemeja yang ia pakai.


"Aku gak bisa semua camera, bahkan semua mata di sini dan di televisi memandangku." ucap Yiwen lirih.


"Aku yakin kamu bisa?" ucap Lian yin lirih.


"Maaf tuan kenapa tuan memutuskan untuk pergi meninggalkan Yhing yhi dan lebih memilih Yiwen," ucap salah satu wartawan.


"Karena dia sudah berkhianat, bahkan dia sudah punya calon suami di belakangku, sekarang dia menunggu suaminya di rumah sakit. Dan sekarang juga aku sudah tidak ada perasaan dengannya." ucap Lian yin.


"Untuk nyonya Yiwen, kenapa memilih tuan Lian yin padahal dulu anda punya pasangan." sambung wartawan lainnya.


Yiwen terdiam puluh keringat mukai membasahi wajahnya, para wartawan itu tidak tahu jika ia hilang ingatan. Lian umyin menoleh ke arah Yiwen ia melihat Yiwen hanya menunduk tak bisa berkata apa-apa lagi untuk menjawab pertanyaan wartawan itu.


"Sudah sampai di sini, sepertinya Yiwen sedang gak enak badan. Jadi aku harus segera bawa dia pulang. Kalau soal pasangan dia dulu, ia sudah lama putus dan lebih memilihku"ucap Lian yin beranjak keluar dari ruangan itu memegang tangan Yiwen dan punggungnya.


"Kita pulang sekarang"ucap Yiwen.


Lian yin mentap jam tangannya.


"Iya kita pulang, sekarang sudah jam 13.00, bukannya kamu juga akan melakukan tugas kamu"ucap Lian yin.


Yiwen hanya tersenyum, dan berjalan keluar menuju ke mobil mereka.


"Mampir di restaurant gak?" tanya Lian yin.

__ADS_1


"Gak usah kita langsung saja pulang"ucap Yiwen.


"Baiklah"Gumam Lian yin.


"Yin turunkan aku di depan"ucap Yiwen.


"Tapi syang, apa kamu mau sendiri"tanya Lian yin.


"Kalau kamu mau menemaniku, kamu harus berdiri agak jauh," ucap Yiwen.  matanya masih memutar mrlihat sekelilingnya. memang seikilas ia melihat wajah seorang wanitz berlari. Tak mau cerita dulu pada Changmin dan lian yin ia ingin selidiki lebih dulu.


"Yin kenapa diam?" tanya Yiwen.


"Aku gak mau kamu sendiri, aku takut." gumam Lian yin.


"Sudahlah jangan takut, lagian apa yang perlu di takuti, dia hanya wanita dan hanya satu orang, ku bisa menghadapinya sendiri"ucap Yiwen memegang tangan Lian yin. "Sekarang aku keluar dulu ya?" ucap Yiwen perlahan mulai membuka pintunya.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama. "gumamnya.


"Iya tenang saja sayang,"ucap Yiwen.


" Bye.. sekarang kamu pergilah tinggalkan aku"ucap Yiwen.


Yiwen beranjak menjauh dari mobil Lian yin, dan perlahan mobil itu sudah mengilang masuk ke halaman rumah Lian yin. Yiwen berdiri di luar pintu gerbang seakan menunggu seseorang.


"Keluarlah jangan sembunyi lagi" Teriak Yiwen.


"aku tahu kamu sini cepat keluarlah, tidak ada Lina yin disini"teriak yiwen kembali.


"Plok.. plok.. plok.." Suara tepuk tangan itu membuat Yiwen terkejut.


"Kamu pintar juga, tapi pintar kamu hanya buwatan, sekaran kamu ikut aku untuk mengembangkan lagi kepintaranmu. Kamu akan jauh lebih cerdik, pintar dan cekatan dari sekaranv."ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari bekakang, lalu berbisik pada telinga Yiwen.


Yiwen tersenyum. "Kamu yhing yin? kembaran Yhing yhi kan?" tanya Yiwen.


"Kamu bisa tahu juga ternyata?" ucap yiwen.


"Sekarang kamu ayo ikut aku, karena kamu itu milikku alat percobaanku."gumam yhing yin. "Yhing yin, sekarang kamu di sini bisa apa? kamu terlalu bodoh datang langsung ditempat musuh, bukannya dapatkan aku tapi malah kamu sendiri nanti yang ketangkap. Aku ingatkan padamu ya, kalau aku masih di sini,  aku tidak akan membiarkan siapapun masuk dalamrumag ini untuk bergerak seenaknya." bisik Yiwen dengan tatapan sinisnya.


"Ternyata otak kamu sudah di racuni Lian yin" tanya Yhing yin.


"Yang meracuniku adalah kamu, yang membuat aku seperti ini. Tapi aku beruntung sekarang punya kepintaran di atas rata-rata IQ meskipun hanya buataan dan kapan saja bisa hilang. Mkasih"ucap Yiwen menarik bibirnya sedikit, dengan tangan bersendekap.


"Jangan bangga dulu, itu belum sempurna dan masih harusdi kembangkan lagi"ucap Yhin yin menarik tangan Yiwen.


"Gak perlu"yiwen menepis tangan Yhing yhi, mau menariknya ke belekang, namun dengan sigap Yhin yin menepis dan ganti membalikkan keadaan tapi ia tak bisa, Yiwen menendang perut Yhing yin menjauh darinnya.


"Jangan menyentuhku lagi, ingat aku bukan bahan untuk percobaanmu. Carilah hewan yang lebih banyak, kalu kamu mau membawaku ya tunggu saja kamu yang akan terbawa olehku" ucap Yiwen mengancam.


"Sialan kamu panggil Lian yin juga, kenapa dia bisa tahu jika aku disini"ucap Yhin yhi sambil memegang perutnya yang masi terasa sakit.


Lagian mereka dua wanita jago bela diri, namun punya kemampuan khusus masing-masing, Yhing yin lebih jago dalam hal langsung bertindak kasar. Namun Yiwen tak pernah memakai kekerasan dalam menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


"Besok kamu temui aku lagi di tempat yang sama, sekarang aku akan pergi dulu. Lian yin sudah berlari menghampirimu. bye." ucap yhin yin. ia tak mau banyak bicara lagi, dan terlihat ceroboh nantinya.


__ADS_2