Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Lay


__ADS_3

"Udah sekarang kamu mandi dulu sana syang, setelah itu baru menemui Lay. Jangan lama-lama ya"gumam Yiwen, menatap ke arah Lian yin.


"Baiklah, syangku yang menggemaskan ini"ucap Lian yin, mencubit ke dua pipi Yiwen dari belakang.


"Kebiasaan deh"Gumam yiwen, menyentuh pipinya yang terasa sakit.


"Udah sana mandi"Yiwen mendorong tubuh Lian yin ke dalam kamar mandi.


"Bye..."


Yiwen berlari menuju ke ranjangnya. Ia ingin tahu apa yang di sembunyikan Lian yin di ponselnya. Tadi dia sempat melihat ponselnya dengan tatapan kosong. Dan maka dari itu ia ingin melihat apa sebenarnya yang ada dalam ponselnya.


Yiwen segera meraih ponsel Lian yin di ranjang. Ia membuka setiap pesan dan panggilan. "Hanya dari Lay, gak ada yang lain ternyata. Tapi kenapa sampai kepikiran seperti itu. Kenapa sebanarnya dia. Apa memang benar apa yang ia katakan jika dia gak mau kehilangan aku lagi. Atau dia suatu hal lagi yang di bilang Lay pada Lian yin sampai membuat dia kepikiran seperti itu. "Gumam Yiwen, yang terus memrgang ponsel Lian yin.


"Ahh... Menyebalkan.." ucap Yiwen membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Aku cepek banget, kenapa sekarang jarang banget istirahat. Banyak banget masalah baru yang muncul. Membuat aku harus menguras tenaga aku, dan sekarang aku merasa sangat capek mau istirahat, tapi gak bisa."gerutu Yiwen, dengan tubuh berbaring dan pandangan mata menatap ke atap-atap langit kamarnya.


Hingga ia tertidur pulas di ranjang, dengan kaki masih menggelantung di bawah. Lian yin yang baru keluar dari kamar mandi menatap Yiwen yang sudah tidur di ranjangnya.


"Dia pasti capek, sampai ketiduran seperti itu"ucap Lian yin, segera membenarkan posisi tidur Yiwen, mengangkat ke dua kakinya ke atas ranjang. Dan menarik selimut tebal menutupi tubuh mungilnya.

__ADS_1


Sebuah kecupan lembut di kening Yiwen, menemani tidurnya. "Semoga mimpi indah ya"gumam lian yin. Ia segera meraih ponselnya. Dan bersiap menemui Lay.


"Jaga diri kamu ya, ku tinggal dulu"gumam Lian yin. ia segera beranjak dari kamar hotel menuju kamar Lay yang tak jauh dari kamarnya.


Tap..Tap..


Lian yin melangkah dengan sangat hati-hati dan menatap sekelilingnya. Ia tidak mau gegabah dalam keluar kemana-mana. Karena banyak orang yang mengincarnya, banyak orang yang ingin mengincar dirinya, dan apalagi Yiwen. Tapi ia berharap semoga Yiwen baik-baik saja di kamar, Ya meskipun ia harus tinggal dulu sebentar menemui Lay.


"Eh.. Yin, cepetan masuk. Jangan terlalu lama di luar"ucap Lay, yang kebetulan ia mau keluar, namun ada Lian yin di depan pintu, dengan segera Lay nenarik Lian yin ke dalam.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat panik gitu?" Tanya Lian yin, yang nampak aneh pada Lay yang tidak seperti biasanya.


"Kamu ikuti aku, jangan bertindak gegabah di sini. Kita harus segera pulang. Banyak orang yang menunggu kalian di rumah. Aku khawatir dengan kamu dan Yiwen. Di sini sangat bahaya. Banyak musuh baru, entah apa yang kalian lakukan sampai banyak musuh baru seperti ini"ucap Lay.


"Sepertinya dia adalah orang asing, yang baru mengincar kita. Dan aku mau tanya apa yang kalian lakukan sebelumnya. Kenapa sampai mereka juga mengincar kamu dan Yiwen?" tanya Lay, duduk di samping Lian yin.


"Aku juga tidak tahu kenapa, tapi aku tidak mencari masalah dengan siapapun. Aku hanya berurusan dengan Yhing yin, dia membuat masalah dengan Yiwen. Bahkan dia berani menculik Yiwen. Saat Yiwen membongkar kebusukan Yhin yin pada Luhan. Dan Luhan sepertinya juga sangat berterima kasih telah berhasil menemukan penghianat seperti dia."ucap Lian yin.


"Jadi kamu kerja sama dengan Luhan, tapi dia bukannya orang yang licik. Gak mungkin dia mau begitu saja kerja sama denganmu. Dan Yiwen apa dia ingat sesuatu juga tentang Luhan?" gumam Lay, menyandarkan kepalanya dia atas sofa.


"Yiwen hanya ingat sedikit, tapi anehnya dia begitu saja menerima tawaranku. Dan mau kerja sama dengan cuma-cuma tanpa minta imbalan padaku. Dan Dia juga tidak mendekati Yiwen sama sekali."gumam Lian yin, yang kini ia semakin curiga dengan Luhan juga. "Apa dia punya rencana lain"lanjutnya.

__ADS_1


"Bisa jadi, ia ingin terlihat baik di mata Yiwen, agar bisa mendapat simpati darinya"ucap Lay.


"Aku harus tanyakan ini pada yiwen. Tadi dia sempat telefon Luhan. Entah apa yang mereka bicarakan semuanya gak jelas aku mendengarnya. Tapi sepertinya memang benar apa kata kamu. Dan tadi sebelum ke hotel juga ada mobil yang diam-diam mengikutiku. Apa Yiwen sepertinya sudah tahu sesuatu tentang ini."gumam Lian yin, beranjak duduk tegap.


Lay, berdiri menuju ke sebuah kulkas kecul yang ada di hotel. Ia tadi menyimpan beberapa minuman kesamasan di kulkas. Untuk persediaan minuman.


"Sekarang kamu minum dulu, jangan terlalu tegang. Kita pikirkan santai saja."ucap Lay, melemparkan botol minuman ke arah Lian yin, dan di tangkap dengan sempurna olehnya.


"Gimana soal wanita yang aku suruh jemput kamu."tanya Lian yin yang mula meneguk munumannya.


"Dia ada di sini juga, di kamar sebelahku. Kenapa kamu menyuruhku jemput dia. Bukannya dia pernah suka dengan kamu dulu."ucap Lay, melangkahkan kakinya mendekati Lian yin.


"Kita lupakan masalah tadi dulu kalau gitu, aku suruh jemput dia karena kamu biar gak kesepian. Lagian dia sudha gak suka denganku. Dan aku juga sudah menikah kan. Sudahlah dia bisa kamu miliki. Sebagai teman kamu. Aku akan membuat kamu juga bahagia. Aku gak mau kamu terus melaksanakan tugas tanpa bisa merasakan cinta"ucap Lian yin.


Lay duduk di samping Lian yin. "Tapi aku gak tahu bisa membuat dia jatuh cinta apa enggak. Dia itu susah di tebak. Dan sepertinya dia masih suka dengan kamu, entah aku bisa mendapatkan hatinya atau tidak nanti. " Ucap Lay.


Lian yin menepuk pundak lay, "Yakin kamu bisa mendapatkan hatinya. Kamu harus berjuang demi dapatkan hatinya."Ucap Lian yin.


"Baiklah"gumam Lay. Seakan mendapatkan semangat baru dari Lian yin. Kali ini ia juga harus berjaung sama seperti yang lainnya jika ingin mendapatkan sebuah cinta yang benar-benar tulus.


"Aku kembali dulu, kamu pikirkan-lah cara gimana dapatkan dia. Aku sekarang mau temui Yiwen. Entah kenapa perasaanku gak enak. Sepertinya ada yang akan menganggun Yiwen sekarang. Karena situasi tidak begitu mendukung. Aku harus ekstra jaga Yiwen. sekarang pasti banyak yang mengincarnya. Apalagi jika dia mempunyai kemampuan lebih. Banyak para mafia yang menginginkan dia gabung" ucap Lian yin, yang mulai beranjak berdiri.

__ADS_1


"Baik, kamu juga harus hati-hati. Karena bukan hanya Yiwen yang mereka incar. Sepertinya kamu juga"gumam Lay.


"Siap aku juga akan lebih hati-hati lagi sekarang" Lian yin tersenyum, dan mulai melangkahkan kakinya keluar daei kamar Lay. Menuju ke kamarnya bersama Yiwen. Ia tidak bisa tenang jika meninggalkan Yiwen sendiri terlalu lama.


__ADS_2