Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Lie Wei kesal dengan Grace


__ADS_3

Sementara Grace terlihat sangat gusrah, ia berdiri di depan teras rumahnya menatap ke depan tanpa ada tanda-tanda jika Changyi akan datang. Membuat harapannya terasa pupus di tengah jalan.


Sejak tadi pagi ia sudah dandan dengan sangat baik, agar Changyi bisa tertarik dengannya. Namun kini percuma, sampai jam satu siang, dia belum menunjukan tanda-tanda jika akan datang ke rumahnya.


"Kenapa dia jam segini belum juga datang?" gumam Grace dalam hatinya. Tak hentinya Grace terus menggerutu dalam hatinya. Rasa kesal dan capek sudah seharian menunggu membuatnya terlihat mulai cemas.


"Awas jika kamu tidak datang Luhan. Aku sudah make up seperti ini tapi kamu gak datang," gerutu kesal Grace. mengepalkan tanganya, memukulkan ke meja di sampingnya, membuat satu gelas teh di atasnya bergetar, dan percikan teh itu tumpah membasahi meja sampingnya.


Lie Wei dan Boby melihat apa yang di lakukan Grace dari jauh. Dia menatap wanita yang ia cintai di atas balkon yang menembus langsung menuju ke tempat di mana Grace duduk dulu.


"Dia kenapa?" gumam Lie Wei, mencengkeram erat pagar Balkon, dengan ke dua tangannya. Ia berdengus kesal melihat Grace yang sangat kecewa telah di permainkan oleh Changyi.


"Baru janjian saja sudah menunjukan jika dia gak pantas untuk Grace." gumam kesal Lie Wei, memukul keras pagar balkon.


Puk! Puk!


"Sudahlah, jangan banyak bicara. Kamu lihat saja gimana nantinya. Aku yakin jika Luhan akan datang. Dan jika kamu memang suka denganya kamu juga harus terima kenyataan jika dia tidak akan menjadi milik kamu. Dan kamu hanya sebagai orang yang tidak akan ada di hatinya," ucap Boby semakin membuat Lie Wei kesal, ia menoleh cepat menatap tajam ke arah Boby, meraih kerah bajunya, mencengkeram kerahnya sedikit menariknya ke atas.


"Apa yang kamu katakan? Kenapa kanu membela Luhan. Kamu teman aku atau Changyi. Dasar gak tahu terima kasih," ucap Lie Wei, mendorong tubuh Boby menjauh.


"Dengarkan dulu penjelasanku. Aku ingin kamu tahu jika kamu itu hanyalah pecundang yang gampang menyerah. Jika kamu sudah dengannya, maka kamu harus berjuang, jangan mudah menyerah. Dan jika kamu menyerah maka akan seperti apa yang aku katakan tadi." umpat kesal Boby, yang kemang tahu apa yang di alami oleh Lie Wei sama seperti dirinya. Dan sampai sekarang wanita itu juga sama dengan Grace, mengharapkan orang lain tapi tidak pernah sama sekali mengharapkan dirinya.


"Kamu kejarlah cinta kamu. Jika kamu memang suka dengannya. Aku yakin jika kamu akan mendapatkan hatinya. Aku tidak mau kamu seperti aku, yang gampang menyerah karena cinta, ku tidak sanggup lagi sakit hati terlalu dalam." jelas Boby, membuat Lie Wei diam, menakutkan ke dua alisnya.


"Apa kamu juga di skiti?" tanya Lie Wei penasaran.


"Cinta aku bertepuk sebelah tangan. Wanita yang aku cintai suka dengan laki-laki lain. Dan aku tahu siapa orang yang di sukai, dan kamu masih beruntung sebenarnya Grace suka dengan kamu. Dan dia hanya terpaksa menikah dnegan Luhan nantinya. Sedangkan aku, wanita yang aku sukai tidak sama sekali mengharapkan aku." jelas Boby, menepuk pundak Lie Wei, mencoba untuk mengokohkan kembali benteng hati Lie Wei agar tida mudah goyah hanya karena cobaan cinta yang mereka lalui.


"Gimana kamu tahu jika Grace suka dengan aku?" tanya Lie Wei bingung.


"Jika dia tidak suka dengan kamu, maka dia tidak akan sangat khawatir dengan kamu saat kamu kenapa-napa. Aku lihat dari pandangan matanya sangat mengharapkan kamu. tapi dia sudah terlanjur janji akan segera menikah dengan luhan pada ayahnya. Sekarang pergilah, temui cinta kamu," ucap Boby, semakin membuat Lie Wei tambah bersemangat.

__ADS_1


Lie Wei tersenyum, membalas tepukan pundak Boby, dan segera berlari turun dari kamar Boby dan beranjak menuruni anak tangga menuju ke teras rumahnya menemui Grace.


Grace aku akan terus mengejarmu. Sampai kamu benar-benar tahu siapa yang sangat tulus mencintai kamu. Siapa yang pantang bersanding dengan kamu nantinya.


"Grace!! Panggil Lie Wei berdiri di depan pintu menatap ke arah Grace yang sudah semakin kesal, ia terlihat sudah mulai sesegukan, melihat Lie Wei, wanita itu langsung berdiri dan memeluk erat tubuhnya.


"Hikss.. Hikss.. Dia tidak datang, dia berbohong padaku. Dan kenapa ayah juga berbohong padaku. Aku menyesal, aku menyesal telah berharap banyak dengan pernikahan ini yang aku kira akan bahagia,." ucap Grace meluapkan kekecewaan hatinya yang menggumpal dari tadi, bahkan ayahnya juga tidak datang menemuinya dari tadi. Dan seharian Grace belum bertemu dnegan ayahnya.


"Jangan menangis lagi. Masih ada aku di sini yang tidak akan mengecewakanmu." ucap Lie Wei, mengusap punggung Grace.


"Gimana kalau kita pergi sekadang?" tanya Lie Wei melepaskan pelukan Grace.


"Pergi?" tanya Grace memincingkan matanya. seketika langsung melepaskan tangannya yang memegang bahu Lie Wei, dengan kepala menunduk, seakan masih berat untuk pergi dari rumah ini. Ia berusaha untuk mencintai Chengyi meski tidak pernah bertemu, dan meski di dalam hatinya sebenarnya bukan Chengyi. Tapi dia menghargai apa yang di katakan ayahnya. Karena sebelum ia sendiri yang menjebloskan ayahnya ke penjara, Grace ingin menuruti apa yang ayahnya inginkan menikah dengan Chengyi agar mada depan aku bisa terjamin olehnya. Itu yang sering di bilang ayah nya pada Grace.


"Apa kamu gak mau ikut pergi dnegan aku. Lian yin dan yiqen dalam bahaya. Dia butuh bantuan kita. Aku gak nau jika mereka kenapa-napa. Lian yin bagian dari hidup aku" jelas Lie Wei memegang ke dua bahu Grace, mencoba meyakinkan dirinya.


"Kenapa kanu tidak pergi sendiri dengan Boby, ia bisa membantu kamu untuk selamatkan Yiwen. Dan dia tahu kelemahan penjagaan di rumah Jack." gumam Grace, menepis tangan Lie Wei di bahunya.


"Kenapa? Kenapa kamu selaku berharap dengan aku. Aku sudah bilang dengan kamu. Jika kamu adalah teman aku.. Kita hanyalah teman. Tidak lebih, Lie Wei! Kita bagaikan langit dan bumi yang tidak akan pernah bersatu sama sekali. Perbedaan kita jauh, dan banyak orang yang akan menghalangi kisah cinta kita." jelas Grace, beranjak duduk kembali di kursi, ia menggelengkan kepalanya tak percaya, ia tidak bisa terus seperti ini.


"Aku tahu, tapi jika kamu suka dengan aku. Maka aku akan tunggu kamu 2 jam lagi di kamar aku. Aku akan bawa kamu pergi. Jika kamu memilih menikah dengan Lie Wei. Maka pergilah! Maka akh juga akan pergi tidak akan pernah bertemu dengan kamu lagi. Dan semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu," ucap Lie Wei dengan wajah penuh kekecewaan dalam dirinya. Lie Wei membalikkan badannya, melangkahkan kakinya pergi menjauh meninggalkan Grace yang hanya bisa diam menundukkan kepalanya, dengan ke dua tangan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, ia lebih memilih untuk tetap diam pada pendiriannya sekarang. Dan tidak mau terlibat dengan Lian yin dan Lie Wei, tapi ia sudah janji dengan Lian yin akan mempertemukan Lie Wei dengan kakaknya. Itu janji yang sudah ia buat, dari dia masih remaja dan masih dekat dengan Lian yin.


"Maafkan aku, Lie Wei!!" gumam Grace dalam hatinya.


-------


"Kenapa kamu pergi?" tanya Boby menghampiri Lie Wei, berjalan dengan langkah penuh kekesalan dalam hatinya


"Aku tidak bisa lagi meneruskan seperti yang kamu bilang. Aku harus pergi, Lian yin juga membutuhkan aku. Aku tidak bisa lama-alam di sini. Dan jika dia memang jodohku, aku yakin jika dia akan kembali lagi bersama dengan aku nantinya. Dan sekarang kamu mau ikut dengan aku atau tetap di sini," ucap Changmin, berjalan dengan langkah terburu-buru masuk ke dalam kamarnya, ia mengambil semua pakaiannya memasukan je dalam koper-nya lagi.


"Tunggu!! Kamu mau pergi kemana? Menangnya kamu tahu Lian yin di mana. Aku mendengar dari seseorang jika Lian yin telah tertembak oleh mata-mata, dan anak buah Jack, yang menemukan tubuhnya langsung membuangnya ke laut." Lie Wei yang melangkahkan kakinya pergi, ia menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu. Membalikkan badannya menatap tajam ke arah Boby.

__ADS_1


"Apa yang kamu bilang, dia gak mungkin bisa terluka. Aku yakin dia masih hidup, dan gak mungkin jika dia mati hanya gara-gara tergelam di lautan. Dan ingat jangan pernah membohongi aku,"


"Aku tidak bohong padamu. Apa yang aku bilang kenyataan. Teman aku baru saja mengabari tentang hal itu. Dan Yiwen sekarang pergi dengan Jack, dia di perbudak olehnya. Dna entah di mana Jack akan membawanya pergi. Rumor yang beredar jika Jack membatalkan pernikahannya dengan Mei," jelas Boby menggebu, dia terlihat sangat kesal. Lie Wei selalu menganggapnya mencurigakan dan mata-mata.


"Arggg.... " desah Lie Wei mengusap rambutnya frustasi, ia tidak menyangka jika ini akan terjadi pada Lian yin.


"Aku gak percaya, gak percaya jika Lian yin meninggal. Dan lebih baik kamu sekarang ikut aku. Kita cari tubuhnya di luar, jika memang dia tidak ada maka dia pasti masih hidup. Aku sudah kenal lama dengannya, gak mungkin dia kalah begitu saja. Aku tahu tentang itu, kecuali ada yang dua rencanakan sebelumnya," gumam Lie Wei, duduk di sofa, dengan tangan kanan memegang kepalanya yang terasa penat. Boby duduk di samping Lie Wei.


"Aku tahu tentang itu, lebih baik kita pergi sekarang. Jika kamu ingin cepat menemukan Lian yin. Kita pastikan sendiri. San aku akan tanya pada teman aku di mana anak buah Jack membuangnya."


"Baik, cepat kita pergi!!" ucap Lie Wie beranjak berdiri, melangkahkan kakinya berjalan lebih dulu menjauhi Boby.


"Kalian mau kemana?" tanya Grace, menghampiri Lie Wei. Berdiri tepat di depannya, mencegahnya pergi.


"Jangan halangi aku. Aku tidak punya banyak waktu!!" Lie Wei mendorong bahu Grace menjauh darinya. Dan mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Grace.


"Apa yang terjadi dengan Lian yin?" tanya Grace, menatap punggung Lie Wei yang sudah berjarak tiga langkah di depannya.


"Dia dalam bahaya, Lie Wei ingin memastikan jika Lian yin tidak kenapa-napa. Lian yin di kabarkan meninggal dunia," ucap Boby berjalan keluar dari kamar Lie Wei, berjalan menghampiri Grace. Membuat Grace menoleh cepat ke arah Boby.


"Apa yang kamu bilang?" tanya Grace tak percaya.


"Yang aku bilang kenyataan. Dan aku dengan Lie Wei akan pergi cari tahu. Kamu berbahagialah bersama dengan Chengyi kesayangan kamu itu. Gara-gara kamu Lie Wie tetap di sini meski dia tahu jika Lian yin dalam bahaya. Dia berusaha membujuk kamu secepatnya untuk ikut dengannya mencari Lian yin. Tapi apa? Kamu malah menyuruh dia pergi sendiri sekarang."


"Apa kamu gak pernah kasihan dengan Lian yin. Dia teman kecil kamu, dan dia juga orang yang pernah kamu sukai dulu," potong Lie Wie menyerobot cepat ucapan Boby yang memang ada benarnya.


"Aku pergi sekarang!!" ucap Lie Wie. melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Grace yang hanya diam menundukkan kepalanya.


"Apa boleh aku ikut dengan kamu?" tanya Grace, menatap ke arah Lie Wei yang sudah berjalan semakin jauh darinya tanpa memperdulikan ucapan Grace.


Grace berlari mengejar Lie Wei, memeluknya dari belakang. "Jangan pergi sendiri. Aku ikut dneganmu... maafkan aku!! Aku sudah banyak salah dengan kamu. Aku egois. Aku terlalu egois pada semuanya." ucap Grace.

__ADS_1


__ADS_2