Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Grace dan Lie Wei Flash back


__ADS_3

Lyli duduk di samping Ley, memegang kepalanya yang terasa sangat pusing. Hidupnya terasa sangat tertekan, karena masalah yang ia lakukan sendiri. Sebenarnya dari dulu ia sangat menderita. Namun, Lyli tidak pernah menceritakan semua masalahnya apda siapapun. Bahkan bagi dia hidup sendiri, sudah biasa. semua masalah ia pecahkan sendiri tanpa bantuan siapapun. Dulu Lian yin selalu membantunya, karena ia merasa kasihan dengannya. Dia tidak punya orang tua lagi, semejak orang tuanya bercerai dan pergi meninggalkan dia sendiri. dan hingga Lian yin-lah yang nenolongnya. memberikan dia temoat tinggal untuk berteduh, bahkan smapai sekarang.


Ley menatap ke arah Lyli, memegang ke dua tangannya. Dengan pandangan mata tertuju lada Lian yin.


"Sebenarnya apa yang terjadi, jujurlah" ucap Lay, mencoba membuat Lyli mengungkapkan semua masalahnya.


"Kenapa kamu hanya diam dan menyimpan masalah kamu sendiri. Bukalah masalah kamu dnegan orang lain, jangan jadi beban pikiran kamu sendiri. Aku siap berbagi cerita dengam kamu. Aku siap menampung semua masalah kamu" lanjutnya, 


Mendengar Ley yang terus memaksanya bercerita. Lyli semakin kesal, kobaran api kemarahan menyala-nyala dalam tubuhnya. Ia bangkit dari duduknya, dengan pandangan mata semakin menajam dan tangan menunjuk ke arah Ley.


"Aku gak apa-apa Ley, kenapa kamu memaksa aku untuk cerita. Aku gak suka kamu memaksa aku seperti itu. Dan kalau kamu masih mau memaksa aku ceita hal yang tak ingin aku ceritakan, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini. Aku ingin sendiri, jangan ganggu aku lagi, maaf." ucap Lyli dengan nada tinggi, ia semakin kesal di buatnya. 


Lyli menarik tangan Ley, dan menyeritnya untuk segera keluar dari kamar hotelnya. 


"Baiklah, aku akan pergi sekarang, tapi aku hanya ingin bilang sesuatu padamu. Jangan sedih lagi, belajarlah lupakan masa lalu, dan tataplah masa depan kamu dengan orang yang tulus mencintai kamu" ucap Ley. "Bye.. jaga diri kamu" Ley melambaikan tangannya pergi dari hadapan Lyli. 


Lyli hanya diam, menutup pintunya. Ia bersandar di pintu. Dengan air mata yang tak bisa tahan lagi, tetasan air mata itu keluar dari mata bulatnya. 


"Maaf, aku lagi kesal, aku marah, aku benci dengan hatiku sendiri. Aku benci dengan diriku sendiri" gumam Lyli. Dengan tangisan semakin tersedu-sedu. 


"Aku berharap bisa suka dengan kamu, tapi entah kapan, biarkan waktu yang menjawab semuanya. Maaf" 


Ley yang merasa kecewa dengan sikap Lyli yang tiba-tiba marah dengannya. Hanya karena hal yang ia tidak tahu sebenarnya kenapa. 


~


Di sisi lain, Lie Wei dan Grace sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dengan laptop di depan mereka, tanpa saling berbincang satu sama lain, bahkan menatap saja tidak. 


"Grace kamu masih sibuk gak?" tanya Lie Wei. Beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke ranjang Grace. Dnegan tangan masih membawa laptopnya.


"Ada apa?" Grace yang sibuk dengan laptopnya, ia menatap ke arah Lie Wei yang berdiri di depannya. 


"Grace, coba lihat apa ini bagus" ucap Lie Wei, yang duduk di sofa sendiri, sedangkan Grace masih tetap stay si ranjangnya, dengan tiga laptop yang menemaninya. Ia sibuk dengan kegiatannya.


Meski ia mahir dalam dunia IT, yang tahu hanya Lian yin, temannya sekolah dulu yang selalu paham semua kemampuannya. Belum pernah sebelumnya, ia memberi tahu kemampuannya dalam bidang IT pada siapun. Bahkan orang tuanya saja tidak tahu. 


"Ini apa? Kenapa kamu malah belanja online" Tanya Grace. 

__ADS_1


"Ini buat kamu? Bagus gak?" tanya Lie Wei. 


Grace mengerutkan keningnya, menatap aneh pada Lie Wei, "kenapa buat aku, lebih baik kamu berikan pada pacar kamu, Mei. Dari pada harus di berikan pada aku" ucap Grace, yang kembali menatap ke laptop di pangkuannya. 


"Aku memberikan kalung ini untuk kamu, aku ingin membalas semua yang kamu lakukan dulu padaku. Ketulusan kamu dan Lian yin merawat aku. Meski kamu harus pergi saat lulus SMA dan tidak pernah bertemu lagi. Dan bahkan kamu memutuskan hubungan antara kamu dan Lian yin, dan kamu juga lupa dengan aku." ucap Lie Wei, ia memandang Grace adalah malaikat penolongnya dulu. Bahkan dia berutang nyawa dengannya. Saat detik-deting ia sebelum yak sadarkan diri, orang yang pertama ia lihat adalha wajah grace yang mencoba menolongnya, dari kerumunan orang yang hanya melihatnya tak bernai menyentuhnya. 


#Flash back Lie Wie. 


"Ma, kita mau kemana?" tanya Lie Wei, yang duduk di belakang menukmati perjalanan.


"Kita mau pergi menemui kakak kamu, kamu belum pernah melihat sama sekali wajah kakak kamu, kan, jadi sekarang mama dan papa ingin kamu melihat kakak kamu" ucap Mama Lie Wei.


"Yee.. Lie Wei bertemu dengan kakak" Lie Wei berairak gembira. Dan keluarga Lie Wei melihatnya senang, mereka ikut senang hingga tidak ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi di depannya. 


"Iya, tapi Lie Wei kalau bertemu dnegan akkak jangan nakal sama kakak kamu" ucap Mama Lie Wei, menoleh ke belakang.


"Pa, awas" teriak Mama Lie Wei. 


Aaaa......


Teriak satu keluarga itu kompak, dan. 


kecelakaan tak terkendalai. Mobil yang di tumpangi Lie Wei, terguling-guling membuat orang tuanya meninggal di tempat. Dan Lie Wei, yang masih di dalam ia menahan rasa sakit di kepalanya. 


"Mama! Papa!" Ucap Lie Wei lirih, mencoba bangkit namun tubuhnya dan tak bisa bergerak lagi. 


~


"Yin, ada apa di depan?" tanya Grace. 


"Sepertinya ada kecelakaan" ucap Lian yin. 


Grace yang suka menolong, segera berlari secepat mungkin, menerobos kerumunan orang yang hanya menonton mereka. 


"Kamu mau kemana? Jangan ke sana" ucap salah satu orang yang megangnya, mencegahnya untuk mendekat. 


"Apa kalian orang dewasa gak punya hati, di dalam itu ada manusia, di mana hati kalian, kenapa tidak tersentuh sama sekalii melihat kondisi mereka" ucap Grace, dengan nada kesalnya. Meski ia masih kecil namun hatinya seperti malaikat, ia selalu membantu irang yang lagi kesusahan. 

__ADS_1


Grace meski berbadan kecil, ia kenarik tangannya dari cengkraman seorang laki-aki dewasa. Dan berlari memeriksa mobil itu. Ia melihat seorang anak kecil yang masih hidup. "Kamu bertahan ya" ucap Grace, mencoba memegang Lie Wei, Yang masih diam di dalam menahan rasa sakit. 


Lie Wei tersenyum, menatap wajah Grace. "To-- tolong aku kak!" ucap Lie Wei mengulurkan tangan kebarah Grace. Dengan suara yang sulit untuk keluar.


"Iya kamu sabar ya, aku akan cari bantuan" ucap Grace, yang terlihat panik. Tak lama Lian yin berlari menghampiri Grace, dengan membawa dua ajudan yang bersamanya. 


"Tolong bawa dia pergi ke rumah sakit." Pinta Lian yin pada ke dua ajudannya. Dan jangan lupa panggil polisi, untuk memulangkan korban yang sudah meninggal, ingat jangan ada wartawan yang meliput di sini. Aku gak mau wajah aku terekspos para wartawan. Jika ada berita segera blok semuanya" lanjut Lian Yin, dia yang terlihat masih kecil, dan masih sekolah SMP tapi sifat memerintahnya sudah seperti orang dewasa. Dan dia juga di kenal sangat sadis, namun ia menyembunyikan sifatnya itu dari Grace. 


"Baik tuan" ucap Para ajudan kompak, dan segera melaksanakan perintah Lian yin dengan segera. 


"Grace, kamu ikut dengan aku. Jangan di sini, biar mereka yang mengurus semuanya." Ucap Lian yin, menarik tangan Grace yang memegang tangan Lie Wei.


"Baiklah, tapi Kita nanti pergi ke rumah sakit jenguk dia, jangan biarkan dia kenapa-napa. Kasihan dia masih kecil. Dan sudah kehilangan ke dua orang tuanya" ucap Grace, yang masih melihat ke belakanh, ia tak sanggup melihat anak kecil itu meringis kesakitan, bayangan minta tolongnya masih terngiang di pikirannya. 


"Iya, nanti kita ke sana, sekarang kita pergi. Dan nanti bukannya ayah kamu akan pulang, jadi kamu harus segera di rumah." ucap Lian yin.


Grace tediam, dan beranjak pergi. Mengikuti Lian yin. 


~~


"Grace kamu kenapa?" Tanya Lie Wei, memegang pundak Grace, membuatnya tersadar dari lamunannya. 


"Gak apa-apa, kamu masih ingat itu ternyata" ucap Grace dengan senyum tipisnya. 


"Apa kamu sudah bertemu dengan kakak kamu?" Tanya Grace, membuat Lie Wei terdiam seketika, ia tidak pernah terfikirkan tentang kakanya lagi semenjak di rawat dan di asuh oleh keluarga Lian yin. Yang menggantikan kasih syang ke dua orang tuanya.


"Maaf jika kamu terluka karena pertanyaan aku" ucap Grace, memegang bahu Lie Wei. 


"Udah gak apa-apa, ku belum pernah bertemu dengan kakak aku, dari dulu samapai sekarang. Dan aku tidak perduli dengan itu. Bahkan kakak aku saja tidak pernah mencari aku, kenapa aku harus mencari dia. Aku sudah punya kakak yang jaub lebih syang dengan aku, bahkan dia membuat aku jadi seperti ini" ucap Lie Wei, dengan senyum tipis mengungging di bibirnya. 


"Tapi sekarang kamu sudah dewasa dan tumbuh jadi laki-laki pintar. Tapi apa kamu gak ada inisiatif mencari kakak kamu?" Tanya Grace, yang penasaran, kenapa sudah hampir puluhan tahun tapi Lie Wei belum bertemu kakaknya. 


"Gak perlu! Aku senang hidup seperti ini, ku sudah nyaman dan bahagia bisa hidup seperti ini" jawab Lie Wei. 


"Baiklah, tapi meskipun suatu saat kamu bertemu dengan kakak kamu, maka kamu harus terima kenyataan jika dia kakak kamu. Dan kamu harus mulai hidup bahagia dengan kakak kamu, aku yakin kakak kamu sebenarnya mencari kamu. Gak mungkin dia gak cari kamu" ucap Grace, memegang ke dua bahu Lie Wei, san menepuk-nepuk pelan. 


"Grace, waktunya makan" ucap Mei yang tiba-tiba masuk ke kemar Grace tanpa sepengetahuan mereka. 

__ADS_1


"Mei" ucap Grace yang langsung melepaskan tangannya dari bahu Lie Wei.


"Maaf mengganggu!" Ucap Mei, seolah tidak melihat apa yang di lakukan mereka. "Aku pergi dulu" Mei, beranjak pergi dari kamar Grace penuh kekecewaan dalam hatinya.


__ADS_2