Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pertemuan Lian yin dan Yiwen


__ADS_3

Yiwen yang merasa bosan terlalu lama di kamar, Akhirnya ia memutuskan untuk keluar menemui Jack, menghilangkan rasa malas yang mengganggunya. Yiwen melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya berjalan menuruni anak tangga. Dengan langkah ringan, ia menembus kerumunan para tamu yang menikmati sebuah pesta yang sangat meriah, banyak laki-laki dan wanita yang minum wine di padu dengan musik dj membuat suasana semakin meriah. Semakin malam, suasana pesta semakin meriah, banyak orang berdatangan dan berkumpul dalam sebuah pesta.


Brukkk..


"Maaf!!" ucap Yiwen yang tak sengaja menabrak sosok laki-laki di depannya.


"Yiwen!!" ucap sosok laki-laki asing itu, membuat Yiwen mengerutkan alisnya.


Gimana bisa dia tahu namaku? Pikirnya dalam hati.


Ke dua teman wanita dan laki-laki itu berada di sampingnya, memegang ke dua tangannya erat, mencegah dia mendekati Yiwen.


"Em.. Dari mana.. Kamu.. Tahu nama aku?" ucap Yiwen terpatah-patah, dengan mata sedikit mengernyit.


"Emm.. Maafkan teman aku.. Tadi dia asal ceplos saja menyebut nama kamu!!" ucap wanita di samping laki-laki itu.


"Iya, gak apa-apa?" jawab ramah Yiwen, menyipitkan ke dua matanya, dengan wajah imut manis yang ia miliki, tubuh Yiwen yang tadinya terasa sangat lemas, entah sejak kapan tubuh wanita itu sehat kembali, bahkan dia sangat akrab dengan sosok orang asing yang berdiri di depannya.


"Oya, kamu mirip dengan isyrinya, namanya hampir sama denganmu!!" ucap laki-laki asing depannya. "Iya, kan. Yin!!" sapa laki-laki itu, mendorong bahu temannya dengan bahu kirinya.


Yin? Kenapa napa itu tidak asing di pikiranku? Sepertinya aku kenal denganya!!


"Emm.. Nama asli kamu siapa?" tanya Yiwen ragu-ragu, mencoba bertanya pada laki-laki di depannya.


"Kau Li..."


"Dia Fheng yin, bisa di panggil Yin" ucap wanita di depannya menerobos ucapan Lian yin, agar tidak keceplosan lagi berbicara padanya.


"Fheng Yin!!" ucap Yiwen, memutar matanya, mencoba mengingat kembali nama itu.


Apa aku kenal dengannya? Ada hubungan apa dia denganku?


"Syang!! Kamu di sini?" Jack berjalan membawa satu gelas minuman, merangkul pundak Yiwen, mendekatkan tubuhnya.

__ADS_1


"Iy.. Iya Syang!" ucap Yiwen, sembari menatap laki-laki di depannya tadi, yang tiba-tiba menghilang entah kemana.


Kemana dia pergi? Ada hal yang ingin aku tanyakan padanya? Tapi kenapa dia menghilang? Gumam Yiwen dalam hatinya.


"Kamu lagi cari siapa?" tanya Jack, memutar matanya melihat sekelilingnya, tidak ada siapapun di depannya.


"Tadi ada orang di depan? Apa kamu gak lihat?" tanya Yiwen.


Jack mengerutkan bibirnya, menarik ke dua alisnya ke atas. "Tidak ada siapa-siapa di depan, tadi hanya lihat orang lewat saja!!"


"Apa tiga orang tadi keluar saat Jack dayang. Tapi kenapa mereka prrgi? Padahal mereka bisa saling berbincang dengan Jack, jika memang teman Jack." pikir Yiwen, menarik sudut bibirnya.


"Sudah ayo aku akan kenalkan kamu apda yang kainya!!" ucap Jack, memegang tangan Yiwen, menurutnya berjalan menuju ke sebuah gerombolan para laki-laki, dan hanya dia yang perempuan sendiri. Jack langsung menyambut teman-temannya dengan sebuah candaan dan senyumnya ramahnya, membuat Yiwen yang perempuan sendiri di sana merasa sangat minder dan malu. dia lebih memilih untuk diam dan menjadi pendengar sejati para laki-laki yang sedang berbincang di depannya itu, perbicangan yang terlihat sangat santai penuh canda dan tawa.


"Syang!! Kenapa kamu diam?" tanya Jack, melirik ke arah istrinya, dan di susul dengan para teman Jack yang ikut menatap ke arah Yiwen.


"Jangan terlalu tertutup dengan kita, kita semua dengan, Jack seperti saudara!" saut salah satu trmannya, yang mulai menggoda Yiwen.


"Tapi jangan sampai istri aku juga istri kalian juga, dia hanya milikku!! Hanya untukku!!" ucap Jack meletakkan lengannya di pundak Yiwen, di sambut dengan tawa kompak para teman-temannya.


"Enggaklah!! Kita bukan tipe perebut istri orang!!" ucap teman Jack, seketika membuat Jack terdiam, ia teringat tentang hubungan Yiwen dan Lian yin, dan dia merasa tersindir dengan apa yang di katakan temannya itu.


"Gimana kalau aku pergi dulu ke toilet, kalian bicara dulu! Nanti aku nyusul!!" ucap Yiwen mencari alasan, dia merasa bosan dengan pembicaraan mereka yang sama sekali tidak ia pahami. Dan membuatnya merasa jenuh memutuskan untuk melarikan diri dari gerombolan teman Jack yang dama sekali tidak ia kenal juga, dan dia merasa sebagai orang asing di sana, yang ia kenali hanya suaminya semata.


"Aku antar, ya?" gumam Jack.


"Gak usah, aku bisa sendiri. Lagian aku sudah mulai membaik kok, nanti setelah ini juga aku pasti istirahat!!" ucap Yiwen, tersenyum memegang lengan Jack dan beranjak pergi meninggalkan mereka semua yang bersama dengan Jack.


"Istri kamu cantik juga?" ucap salah satu teman Jack.


"Jelas!! Pilihanku gak mungkin salah!!"


"Terus, Mei gimana? Apa dia gak kamu undang ke pdrnikahanmu?" saut yang lain.

__ADS_1


"Aku undang dia, tapi aku gak tahu dia datang atau tidak!!"


"Kamu benar-benar hebat menaklukkan hati wanita. Tapi jika kamu membuang dia, lebih baik serahkan padaku saja!!" tawar salah satu temannya.


"Kalau itu, aku gak mungkin meninggalkan dia!!" jawab Jack tegas.


Yiwen yang berdiri tak jauh dari mereka, mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, meski terganggu musik dj yang memang di pesan khusu oleh Jack untuk kesenangan teman-temannya.


Mei? Siapa dia? Apa dia istrinya juga? Atau mantan pacarnya?


Yiwen tak hentinya terus bergumam dalam hatinya. "Apa yang kamu pikirkan?"suara berat seorang laki-laki membuatnya sadar dari pikirannya. Dua menoleh ke sumber suara, ke dua matanya mengerut saat melihat sosok laki-kaki di depannya.


"Bukanya kamu yang tadi ya?" tanya Yiwen, menunjuk ke tubuh laki-laki di depannya. Dengan senyum ramah sedikit terkejut di buatnya.


"Iya, kamu masih ingat aku?" tanya Yin basa-basi. Lian yin memang sengaja untuk tidak memberi tahu siapa dia sebenarnya, jika tahu bukannya pulang dengan selamat, kalau di dalam.kapal ia ketahuan Lian yin, pasti Jack dan teman-temannya tidak akan tinggal diam. Dengan keteguhan hati dan kesabarannya, ia harus merelakan Yiwen menikah dengan laki-laki lain, tapi dia sudah janji pada dirinya sendiri akan mengambil Yiwen kembali nantinya.


"Kemapa kami diam?" tanya Yiwen.


"Emm.. Boleh aku ajak kamu bicara sebentar?" tanya Yin, memegang tangan Yiwen, menariknya keluar dari kerumunan para tamu di sana.


Tangan ini? Sentuhan ini sepertinya aku mengingatnya. Aku tidak famuliar dengan sentuhan tangan ini? Siapa dia sebenarnya?


"Sudah! Sekarang kamu duduk! Aku akan ambilkan kamu minum!!"


"Aku tidak minum alkohol!!" jawab Yiwen sebelum Yin mengatakan minuman itu padanya.


"Oo.. Oke baiklah!! Aku ambilkan kamu sirup atau orange juice?"


"Terserah!!" Yin melepaskan tangan Yiwen, menuntunnya untuk duduk di sofa, di sebuah ruangan yang sangat kecil, bahkan seperti kamar atau raungan khusus, mungkin untuk para tamu! Em.. Atau untuk penyimpanan senjata dan sejenisnya.


Lian yin yang dari tadi hanya diam menatap Yiwen sembari menunggu permintaan selanjutnya, hampir 10 menit menunggu, dia memutuskan untuk pergi mencari minuman lebih dulu, dan membawakan dia minuman.


Dan tak butuh selang waktu lama, Yin kembali membawa dua gelas minuman, lalu meletakkan di meja depannya. "Minumlah!!" ucap Yin, duduk di samping Yiwen, tanpa basa-basi, ia mendekatkan bibirnya di telinga belakang Yiwen, desiran napasnya melewati helaian rambut tipis di belakang telinganya.

__ADS_1


__ADS_2