
"Yin geli" gumam Yiwen.
"Nikmati saja syang" ucap Lian yin terus melanjutkan aksinya.
"Yin, sudah aku geli" gumam Yiwen lagi.
"Hanya di pegang dikit syang" ucap Lian yin.
"Apa yang mereka lakukan ya, apa Lian yin meraba-raba milik Yiwen ya. atau.. ah.gak, gak jangan berpikir itu Ley, kalau kamu nanti ngiler siapa yang ngasih." gumam Ley yang masih penuh tanda tanya di otaknya.
"Yin jangan, aku gak mau melakukan ini di mobil, Nanti saja di dalam kamar kalau sudah pulang" ucap Yiwen.
"Baiklah terserah kamu, udah puas belum kalau udah aku buka olpenutup ini" ucap Lian yin.
"Bentar, Aku mau benerin kemeja aku dulu, kalau Ley tahu aku malu" ucap Yiwen beranjak duduk. Ia di bantu dengan Lian yin untuk mengancing kemejanya satu persatu. dan membuka segera penghalang pandangan Ley ke belakang.
"Kalian kalau berbuwat itu jangan di mobil dong. Kalau aku jadi ngiler entar gimana?" ucap Ley.
"Salah sendiri gak lunya pasangan" goda Lian yin, dengan tawa kevil di mulutnya.
Ia segera turun dari mobilnya, "Udah mobilnya parkir situ saja, kita jalan entar kesana" ucap Lian yin.
"Baiklah" ucap Ley lamas.
Yiwen masih di dalam sibuk menyisir rambut dengan jemarinya. merapikan rambut panjangnya agar terlihat lebih rapi dan cantik. Ley Yang masih di dalam juga, menoleh ke kursi belakang menatap Yiwen. "Kalian tadi ngapain sih? Cerita dong?" tanya Ley penasaran.
"Kenapa tanya segala, biasa kan di lakukan suami istri." Jawab Yiwen singkat masih fokus dengan cermin di tangannya.
"Jadi kalian di dalam berhubungan tadi, Haduh, kenapa jadi hotel berjalan sih. Apalagi aku yang nyetir lagi. Untung saja aku gak lihat tadi, kalau aku lihat bisa bahaya nantinya." ucap Ley.
"Tok..tok.."
"Udah turun jangan goda istri aku"ucap Lian yin yang sudah dari tadi di luar.
"Siapa juga yang goda istri kamu, aku hanya tanya saja padanya. Kalian lagi ngapain tadi"Jawab Ley kesal, ia segera turun dari mobil di susul dengan Yiwen juga keluar.
"Kamu mau tahu banget sih, kalau kamu penasaran cari pasangan dulu sana. Baru nanti aku kasih tahu ke kamu, dan sekalian bagi pengalaman buwat kamu nanti agar lebih berani dikit." goda Lian yin.
Yiwen hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua seperti adik kakak tak pernah akur. Baru pertama kali melihat mereka seperti itu. Dan sebelumnya Lian Yin tak pernah seperti itu. Meski hanya beberapa hari Yiwen bersama mereka, Pertama mereka bertemu semua nampak dingin tak pernah ada wajah bercanda terpapang dari raut wajah mereka. Seakan wajah mereka penuh dengan keseriusan.
__ADS_1
"Kita mau kemana sekarang," tanya Ley.
"Udah diam, dan ikuti kita, nanti kamu juga akan tahu sendiri"ucap Lian yin.
"Yin lihat itu, fotoin aku di sana."ucap Yiwen berlari di kerumunan orang dengan pamandangan gemerlap lampu hias malam mejulang disetiap jalanan. Dan dintambah pemandangan bangunan tua sebuah castle dan ada sebuah patung orang bersayap di depannya.
Lian yin mengeluarkan ponselnya, ia segera mengambil bebepa pose Yiwen di balik kerumunan para pejalan kaki yang lewat melintas disana. Tanpa rasa malu Yiwen melakukan beberapa pose bergantian.
"Bentar!! tunggu dulu" gumam Lian yin pada Yiwen.
"Ley dari pada kamu diam saja, fotoin kita berdua"ucap Lian yin menyerahkan ponselnya pada Ley.
"Hah... baiklah" Dengan terpaksa Ley melakukan perintah Lian yin. Ia mengambil foto mereka berdua berbagai pose, hingga saling mengecup hingga berpelukan mesra.
"Sudah belum" tanya Ley.
"Bentar satu pose lagi ya" ucap Yiwen yang masih betah exis di camera.
"Aku juga ingin foto sekali saja" ucap Ley memelas.
"Baiklah entar aku fotoin kamu, tapi ambil foto kita berdua sekali saja ya," ucap Yiwen .
Yiwen segera melakukan satu pose lagi bersama Lian yin dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya.
"Udah selesai, cepat sini aku foto" ucap Yiwen.
"Udah gak usah, ayo langsung saja, kamu bisa foto sendiri pakai ponsel kamu"ucap Lian yin menarik tangan Yiwen pergi.
"Yin bentar sekali saja kenapa sih"gumam Lay berjalan dengan langkah cepat mengikuti Lian yin.
"Kan bisa foto pose sendiri, Jangan tunjukan ke orang jika kamu bergaya sendiri tanpa pasangan. Lebih baik pose separuh badan di depan camera"goda Lian yin pada Ley.
"Yin jangan gitu napa, kamu suka sekali sih goda Ley, kasihan dia, dia itu butuh teman seperti kita untuk sport dia saat dia sedih tak ada pasangan yang menemaninya" ucap Yiwen mengingatkan Lian yin.
"Sudahlah Ley itu kebal kok hatinya, gak mungkin bisa terluka" ucap Lian yin di sambut tawa kecil oleh Yiwen.
"Kamu itu Yin, sudahlah jangan gitu" Yiwen berjalan menghampiri Ley yang terlihat diam menduk.dengan wajah nampak lesu.
"Sini aku yang fotoin"ucap Yiwen.
__ADS_1
"Nah istrinya lebih baik dari pada suaminya"sindir Ley dengan lirikan ke arah lian yin.
"Siapa yang kamu maksud" ucap Lian yin.
"Entahlah yang merasa" ucap Ley melirik sekilas.
"Udah-udah jangan gitu napa, kayak anak kecil saja tau gak. Udah sini cepat pose dindepan aku akan fotoin kamu hanya 3 pose tapi lalu pergi lanjutkan perjalanan kita" gumam Yiwen.
"Baiklah."
Ley segera melakukan beberapa pose, sempat ia melirik sekilas ke arah Lian yin yang terlihat kesal dengannya.
" Yin sini" ucap Yiwen.
Lelaki itu berjalan mendekati Yiwen, "Udah jangan ngambek, ayo lanjut lagi" Yiwen merengkuh tangan Lian yin dan berjalan di tengah kerumunan pejalan kaki.
"Ternyata semakin malam, semakin banyak pengunjung, ya." gumam Yiwen, bersandar mesra di bahu Lian yin tanpa rasa malu lagi.
"Kamu mau makanan itu gak" tanya Lian yin.
"Mau perut aku lapar nih"
"Aku juga lapar" saut Ley yang dari tadi berjalan di belakang mereka. melihat kemesraan mereka. Meski ia merasa iri tapi apa boleh buwat ia hanya bisa menelan ludahnya menahan rasa inginnya.
"Ya siapa juga yang tanya kamu, kalau kamu sih pasti ikut saja kemana kita pergi" gumam Lian yin kesal.
"Ya iyalah, masak aku ninggalin kalian sendiri sih. Terus kalau ada apa-apa jadi aku juga yang merasa bersalah"ucap Ley.
"Yin kalian itu selalu ya, di rumah kelihatan serius, tapi di luar kalian seperti tikus dan kucing gak bisa akur." sambung Yiwen.
"Iya kan Kalau di rumah itu khusus untuk tugas, semakin banyak tugas maka pikiran kita semakin penuh. Jadi ya selalu menampakan wajah serius dan selalu bicara pekerjaan terus, tanpa ada hal lain yang kita bicarakan." gerutu Ley.
"Menyedihkan sekali hidup kalian"ucap Yiwen menoleh ke belakang.
"Tapi yang lebih menyedihkan lagi lelaki yang di sebelah kamu" ucap Ley keceplosan.
Lian yin langsung melotot ke arah Ley, di balas senyum manis di wajah Ley.
Yiwen menatap ke arah Lian yin, ia melihat wajah Lian yin yang memang nampak seperti tersiksa, tapi ia tak bisa berbuwat apa-apa lagi. Dari kejadian di pantai tadi wajah Lian yin nampak murung, dan terkedang dia melamun sendiri tanpa seuntai kata keluar dari mulutnya. Dan di pantai juga dia lebih memilih menyendiri.
__ADS_1