Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Mesin ruang waktu


__ADS_3

"Pasti Yiwen tidak ikut kamu masuk ya?" Tanya Wo jian, duduk di sofa. Ia sudah menuggu Lian yin datang.


"Iya, entahlah tapi sepertinya dia pergi ke kamarnya." Ucap lian yin, berjalan ringan berjalan mendekati Wo jian.


"Ya, udah duduklah, aku ingin bicara dengan kamu" ucap Wo jian. 


Lian yin langsung duduk di depan Wo jian wajahnya pucat pasi saat berhadapan langsung dengan ayah Yiwen mertuanya yang terlibat dingin. Tatapannya membiat ia tidak bisa berkutik, bahkan Kian yin juga tidak berani menatapnya. Dan kini mereka bicara berdua, saling berhadapan satu sama lain mulut Lian yin seakam kaku dan tak bisa mengucapkan kata-kata apa-apa lagi. Ia dari tadi hanya basa-basi gak jelas di depan ayah Yiwen.


"Kenapa kamu diam?" Tanya Wo jian. "Sudahlah, kamu itu jangan terlalu tegang, menatap aku. Aku tidak akan gigit kamu. Lagian aku hanya ingin bilang, kamu harus belajar apa yang sudah aku pelajari selama ini. Aku yakin kamu punya bakat jadi ahli It yang lebih handal dari aku. Temasuk cucu aku nantinya. Sekarang kamu juga sudah ahli dalam bidang IT hanya perlu polesan sendikit. Dan menambah wawasan sedikit saja, Kamu nanti sudah bisa seperti ini kamu bisa menjadi orang seperti aku. Dan teruskan karya aku yang belum jadi, kembangkan lagi lebih jauh. Aku mau kamu bisa lepas dalam dunia mafia dan jadilah orang yang berguna dengan menciptakan alat yang sanagt berguna bagi dunia" ucap Wo jian, yang mulai mengambil teh hangat di depannya yang memang sengaja sudah membuatnya sebelum Lian yin datang. Dan ia meletakkan teh itu di depannya dan Lian yin.


"Jika kamu masih tegang, minumlah dulu teh di depan kamu, jangan cuma di lihat saja. Jika kamu hanya melihat juga gak ada habisnya. Kamu minumlah habis sampai tenggorokan kamu lega dan mulailah bicara, jangan diam saja seperti pagung di depan aku" ucap Wo jian, dengan senyum menyapa Lian yin.


Lian yin menarik napasnya menahanya sejenak lalu mengelurkan perlahan. Dengan penuh ragu, ia segera mengambil teh hangat di depannya dan segera meneguknya habis. Hingga Tenggorokkannya yang mulai mengering bisa kega kembali seperti semula, membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi di depan Ayah yiwen. 


"Kamu terlalu tegang, sekarang aku akan tunjukan mesin waktu yang aku ciptakan dan kamu coba pelajari sendiri. Dan jangan bilang pada siapapun termasuk ke dua teman kamu. Jangan banyak bicara dengan orang lain. Ini hanya rahasia kita berdua. Aku percayakan semuanya pada kamu" ucap wo jian, dengan duduk santai di sofa. 


"Iya aku tidak akan bicara dengan siapapun tentang ini. Tapi apa Yiwen juga tidak berhak tahu tentang ini. Bukannya Yiwen anak kamu?" Tanya Lian yin. 


"Gak boleh, belum saatnya dia tahu" gumam Wo jian. 


"Kenapa dia gak boleh tahu, bukannya dia anak kamu tapi kenapa kamu merahasiakan semua dari anak kandung kamu sendiri. Apa dia gak akan marah dengan kamu nantinya. Pasti dia merasa tidak di anggap nantinya" Ucap Lian yin, yang entah kenapa dia berani berkata seperti itu. 


"Iya, dia anak aku. Tapi setiap orang punya rahasia sendiri yang tidak boleh orang lain ketahuai. Termasuk orang yang kita cintai, dan orang terdekat kita. Tidak terkecuali istri kita sendiri. Yiwen sudah tahu dari dulu, dan dia juga tidak pernah tanya soal itu, karena memang itu oekerjaan ayabnya yangbsangat rahasia yidak boleh di ketahui orang lain" gumam Wo jian, menyilangkan ke dua kakinya dan duduk bersandar dengan tangan kanan merentangkan di atas sofa. 


"Baiklah, aku akan rahasiakan ini juga dari Yiwen" gumam Lian yin. 

__ADS_1


"Berdirilah dan ikut aku sekarang" ucap Wo jian.


Lian yin langsung berdiri dan mengikuti kemana Wo jian pergi. Ia berjalan ringan emnuju ke ruangan yang dia dan yiwen belum pernah masuk. Ruangan itu terkunci rapat, dan tidak ada yang tahu kodenya.


"Lihat baik-baik, aku akan beri tahu kamu satu kali kode ini. Dan jika kamu lupa maka jangan tanyakan lagi padaku, lihatlah baik-baik dan perhatikan dengan jeli. jangan sampai kamu lupa nantinya. Ini kesempatan kamu untuk melihat dan mencoba jadi jangan lewatkan kesempatan ini" ucap Wo jian, dengan tangan yang masih mengotak-atik sandinya yang benar-benar sangar rumit, dan bahkan tidak akan bisa di hapal dengan mudah saat pertama kali melihatnya. 


Lian yin hanya diam menatap setiap gerak gerik jari ayah yiwen dengan telinga terus mendengarkan apa yang di katakan ayahnya. Dia benar-benar harus menghilangkan pikiran buruk yang mengganggu. Agar bisa berkonsentrasi dengan mudah menghapas semua yang di beri tahu ayah Yiwen. 


"Gimana apa kamu sudah paham kode peryatama?" Tanya Wo jian. 


"Sudah" ucap lian yin tegas, sandi pertama sudah tertanam di otaknya. 


"Jangan catat sandi ini di ponsel kamu atau di kertas catat di otak kamu. Nanti masih ada sandi ke dua dan ke tiga" ucap Wo jian, membuat Lian yin mengerutkan keningnya. 


Wo jian segera melanjutkan sandiri berikutnya, yaitu sebuah layar yang menunjukan sebuah permainan, teka-teki yang berbeda setiap layar yang muncul.dan berbagai jawaban yang beda. Tergantung kepintara otak orang untuk berpikir sebuah permainan teka-teki atau sebuah pertanyaan yang akan muncul. 


"Sandi ke dua hanya pertanyaan dan pemainan. Tinggal gimana kamu bisa menjawabnya. Tapi aku yakin kamu pasti bisa. Dans sandi ke tiga nanti sangatlah rumit. Ada sebuah huruf dan angka sidik jari pemilik, dan juga wajah si pemilik." Ucap Wo jian membuat Lian yin yak berhenti memasang telinga tajamnya untuk mendengarkan setiap apa yang di katakan Wo jian padanya. 


"Sandinya sederhana tapi ribet. Membuat orang yang ingin bobol ini berpikir dua kali. Jika ini tidak terbuka dalam waktu 3 2 menit maka kana tertutup kembali seperti semula." Ucap Wo jian. 


"Jadi jika aku gak bisa ini, maka akan tertutup dan mengulangi sandi pertama?" Tanya Lian yin.


"Iya apa kamu yakin bisa, melanjutkan lagi. Kalau kamu gak bisa gak apa-apa. Maka akan mengulang terua dan terus sampai kamu bisa membukanya. Tapi jika kamu mengudurkan diri dan menyerah untuk ketahap berikutnya maka akan terus aku kanjutkan. Jika tidak sampai di sini saja" ucap Wo jian. 


"Aku bisa" ucap Lian yin tegas tanpa menunggu lama-lama lagi. 

__ADS_1


"Baiklah, kamu buka sekarang dan lihatlah di dalamnya" ucap wo jian yang sudah membuka semua sandinya dan terlihat jelas sebuah mesin waktu yang sangay besar. Sebuah ruangan yang dari luar nampak sangat kecil namin di dalam itu sangatlah luas dan besar, bahkan bisa menamping seribu orang sekalipun. 


lian yin menap sebuah ruangan yang kuas, ka berjalan perlahan masuk ke dalam ruangan itu. Dengan kangkah sangat hati-hati dengam landangan memutar melihat sekelilinganya.


"Gimana cara kerja mesin waktu ini?" Tanya Lian yin. 


"Kamu mendekatlah dulu, au akan beri tahu kamu. Dan aku akan memberi kamu tugas dalam waktu dua bulan kamu bisa membuat mesin waktu kamu sendiri." Ucap wo jian membuat Lian yin seketika melebarkan matanya. Ia tidak tahu apa bisa melakukan hal itu. Tapi setidaknya belum ia coba maka jangan bilang tidak bisa.


"Kanapa kamu diam? Aapa.kamu gak.yakin jika kamu bisa membuatnya. Aku akan kasih waktu kamu satu tahun untuk membuatnya dan aku sendiri yang akan mencibanya nanti." Gumam Wo jian.


Lian yin taknberhenti terus memegang mesin itu, ia tak bisa berkata apa-ap lagi semua pembuatan ide yang sangat luar biasa.


"Apa aku bisa coba sekarang?" Tanya Lian yin. 


"Kamu ingin mencobanya? Kalau kamu gak bisa kembali gimana? Aku gak bisa jamin seutuhnya ya" ucao wo jian semakin membuat lian yin takut. 


"kalau aku gak kembali, gimana dengan Yiwen. Nanti kalau mencariku gimana dan kalau dia kehilangan aku pasti dia cari laki-laki lain" gerutu Lian yin. 


"Kalau kamu mau coba sekarang cobalah. Tapi nanti kamu jadi hak bisa terlihat. Dan kamu seperti bayangan yang tidak bisa menyentuh diri kamu. " 


"Ngeri juga ya, apa kita bisa melihat masa depan dan masa lalu?" Tanya Lian yin. 


"terserah kamu mau mulai yang mana dulu" ucap Wo jian.


Lian yin dengan keberaniannya mulai mencoba, ia juga penasaran gimana cata kerjanya agar dia juga bisa buat nantinya, sesuai dengan tugas yang sudah di kasih wo jian padanya.

__ADS_1


__ADS_2