Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
pencarian lagi.


__ADS_3

Grace dan Luhan segera pergi mencari Changmin, sedangakn Boby dia tetap stay di rumah bersama dengan yang lainya. Boby yang ahli dalam taktik strategi dia lebih membantu yang lain untuk mencegah mereka bisa masuk ke rumah Lian yin.


Di rumah Lian yin, semua nampak berkumpul membereskan orang yang masih tergeletak di rumahnya. Dan Lay memanggil ambulan untuk membawa mereka pergi ke rumah sakit, dan bukan Lay namanya jika bukan dia yang nanggung semua biaya rumah sakit. Dia memang orang yang tidak pandang bulu, tapi dia juga sangat bertanggung jawab dalam banyak hal. Meski bukan sepenuhnya salahnya tapi dia merasa semua itu adalah beban baginya.


"Lay! Kita harus pergi ke perbatasan lagi. Dan di sini biarkan pengamanan yang sudah aku perbaiki yang menjaganya. Dan sekarang lebih baik kita pergi!!" ucap Lyli yang teringat dengan perbatasan, dia yakin jika di perbatasan banyak orang yang akan pergi ke sana.


"Iya, tapi sebaiknya Boby kamu di sini saja, apa kamu sanggup?" tanya Lay menatap ke arah Boby yang baru saja duduk santai di sofa.


"Baiklah!! Gak masalah bagiku!!" jawab Boby dengan satainya.


"Kita pergi sekarang, siapkan semua keperluan kita dan masukan ke dalam mobil," pinta Lyli pada Lay.


"Siap, tuan puteri tersayang!!" goda Lay mencolrk dagu Lyli.


"Udah sana pergi, jangan terus menggodaku!!" gumam Lyli malu-malu.


"Kenapa?" tanya Lay.


"Karrna kamu adalah orang yang sangat aku cinta selama ini. Jadi gak masalah jika aku terus menggoda calon iatri aku. Setelah masalah ini seelsai, seusai janjiku. Aku akan menikahi kamu, aku harap kita bisa secepatnya menikah denganmu!!"


"Semoga saja!! " gumam Lyli.


"Kamu gak suka?"


"Siapa bilang gak suka? Aku suka kamu akan menikahiku, tapi sekarnag ke adaananya berbeda, cepat berrskan dan setalh itu kiga pergi." ucap Lyli semakin kesal dengan Lay.


"Iya! Iya! Syang!" jawab Lay, dan bernahak pergi menyiapkan semua keperluannya dan Lyli.


"Apa aku boleh ikut denganmu?" tanya Tao, melangkahkan kakinya mendekati Lyli.


"Boleh! Kamu ikut saja, dan aku juga tidak melarangnya!!" jawab ramah Lyli, menyunggingkan sebuah senyuman manis pada Tao.


"Oya, aku mau pergi dulu ke depan," ucap Lyli.


"Aku ikut!!" Tao beranjak pergi mengikuti Lyli, entah kenapa ia ingin sekali dekat dengan Lyli, hatinya merasa ingin selalu herada di sisinya.


"Kamu mau kemana?" tanya Tao, berjalan di sampingnya.


"Aku mau ke mobil dulu, sepertinya ada yang ketinggalan" jawab Lyli tanpa menatap ke arah Tao.


"Kamu bisa bantu aku?" tanya Lyli, menoleh tepat ke dua nata mereka saling bertatapan.


Deg! Deg!


Kenapa jantung aku betdetak seperti ini?

__ADS_1


Tao tak hentinya mebatap wajah Lyli di depannya.


"Emm.. Kenapa kamu melihat seperti itu?" tanya Lyli mengernyitkan matanya, menatap wajah Tao yang nampak mulai aneh.


"Sudah jangan kelamaan memandang pacarku, nanti kamu jatuh cinta!!" ucap Lay, menepuk pundak Tao, seketika membuat laki-laki itu terkejut.


"Lyli, kamu cepat masuk ke mobil langsung, aku sudah siapkan semuanya!!" ucap Lay, yang beranjak masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Tao.


"Kamu jadi ikut gak? Cepat masuk? Aku juga butuh bantuan kamu nanti," ucap Lyli, menarik tangan Tao agar segera masuk juga ke dalam mobil.


Lay yang mengemudi mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi.


--------


Rumah di dalam pohon...


"Aku datang!!" ucap Lian yin, memberikan sebuah sambutan pada Wo Jian dan kakek Yiwen yang masih sibuk berbincang di dalam ruang kerja mereka.


"Cepat sekali!!" gumam Wo Jian, melirik ke arah Lian yin, dan memberikan sebuah senyuman sambutan.


"Aku kangen dengan kalian semuanya. Maaf aku gak bisa bawa Yiwen sekarang. Tapi aku janji akan bawa dia pergi dari sana!!" gumam Lian yin memberikan sebuah tatapan penyesalan.


"Gak apa-apa, kita juga tidak bisa bertindak gegabah. Aku harap Yiwen bisa bawa dia pergi jauh ari dunia mafia!!"


"Sekarnag kita bahas intinya saja," potong kakek Yiwen.


"Iya, itu lebih baik. Dua teman aku juga masih menunggu di depan. Aku juga gak punya waktu banyak!!"


"Ini, bawa ini untuk menyelamatkan, Yiwen!!"


kakek Yiwen memberikan sebuah cincin yang entah apa yang di berikan padanya.


"Apa ini?"


"Kalau kamu bertemu Yiwen, dia pasti tahu cara menggunakan ini," sambung Wo Jian.


"Tapi Yiwen sudah hilang ingatan!!"


"Kamu berikan saja, gak mungkin dia lupa dengan ini. Aku yakin dia akan ingat!!" ucap Wo Jian.


"Tapi ingatlah, kamu pergi selamatkan harta karuan itu dari orang-orang rakus akan kekayaan. Baru kamu selamatkan Yiwen pergi dari kehidupan, Jack!!"


"Baiklah, saya juga akan balas dendam dengan apa yang sudah di lakukan jack pada Yiwen." ucap tegas Lian yin. "Sekarang aku pergi dulu!!" Yin menyedu secangkir kopi di depannya. Meletakkan kembali kopinya dan beranjak berdiri.

__ADS_1


"Hati-hati!!" ucap singkat Wo Jian, dan hanya di balas sebuah anggukan satu kali oleh Lian yin.


Lian yin berlari keluar dari rumah itu, seperti biasa ia segera mamakai topeng lebih dulu sebelum dia keluar dan menyapa semua orang yang ada di luaran sana. Sesampai di depan pohon itu, ia memutar matanya melihat sekelilingnya, tidak ada Reysa dan Brayen di sekitar rumah kosong dengan pohon besar tepat di mana dia berdiri sekarang. Lian yin segera mengeluarkan ponselnya. Hanya satu yang bisa dia hubungi sekarang Reysa, dia hanya punya nomornya, kalau bukan tadi Reysa yang mencatat nomornya sendiri di ponselnya gak mungkin bisa dia tahu nomor adik iparnya itu.


"Kamu sekarang di mana?" tanya Lian yin, mencoba menghubungi Reysa.


"Aku ada di dalam mobil, cepat kembali. Ada hal yang ingin di bicarakan kakakmu pada kita," ucap Reysa di balik telefon.


Lian yin segera memberikan ponselnya, dan bergegas untuk segera pergi lagi, menuju ke mobilnya. Sudah dari kemarin dia terlalu sibuk sampai lupa gimana caranya untuk tidur pulas lagi seperti biasanya saat di samping dia berbaring masih ada Yiwen yang selalu menemani tidurnya.


Meski sudah bermalam dengan Yowen, tapi tidak bisa sampai pagi bersamanya membuatnya merasakan rindu amat dalam pada wanitanya itu.


Yin masuk ke dalam mobil, tanpa banyak tanya, mobil itu melesat sangat cepat bak pembalap internasional, melewati mobil dan kendaraan yang melintas di depannya dengan sangat lihainya.


--------


Di balik kamar mewah milik Mei, yang hanya berbalutkan selimut tebal, Jack bergegas keluar dari kamar itu.


"Semalaman apa yang aku perbuat dengannya hanya untuk perpisahan!!" gumam Jack, segera memakai bajunya dan keluar dari kamar Mei, tanpa melirik ke arahnya sama sekali.


Jack melangkahkan kakinya keluar menikmati udara pagi dengan suara desiran angin laut, dan suara ombak pantai yang membuat tenang sesaat. Jack duduk di pinggiran kapal mengingat apa yang sudah di lakukannya pada Mei.


#Flash Back


"Mei tunggu!! Kamu mau pergi kemana? Bukanya adik dan orang tua kamu juga ada di sini?" tanya Jack, mencoba mencegah Mei pergi, ia memegang tangan kanan wanita itu sangat erat.


"Mereka segera pulang. Aku juga akan segera pulang!!" ucap Mei datar.


"Kamu di sini, temani aku minum!!"


"Tapi.."


"Ssstt... Hanya sebenyar!!" Jack menutup mulut Mei dengan telunjuk tangannya, membuat gadis itu terdiam.


Jack menarik tangan Mei menuju ke sebuah bar di kapal, dia mengambil beberapa minuman, dan menuangkan satu gelas minuman untuknya dan Mei.


"Diam di sini! Dan minulah, tenang saja aku tidak akan menyentuh kamu!!" ucap Jack lemvit, Mei yang tak bisa jauh dari Jack, ia hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang di katakan Jack, tanpa banyak tanya Mei meminumnya satu gelas minuman itu tanpa ada sisa, dan dia meminta lagi dan lagi. Membuat ke dua orang itu terkapar yak berdaya.


Dan di saat itulah!! Reysa dan Brayen bertindak. Dia segera membawa Jack dan wanita itu ke dalam.kamar yang sama. Semua sudah di rencanakan dengan detailnya.


Tanpa sepengetahuan mereka membuat Mei dan Jack bisa kembali bersama dengan tidur bersama seperi apa yang sebelumnya mereka lakukan!


-------


"Tuan!! Makanan sudah siap? Apa di sediakan sekarang ati nanti, nunggu istri tuan databg!!" ucap seorang pelayan, membuatnya terkejut, ia tersadar dari lamunannya, dan bergegas menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Nanti ku tunggu istri aku dulu keluar!!" ucap Jack.


"Baik tuan!!" Jack beranjak pergi sebelum pertanyaan itu ada saranya untuk menjawab.


__ADS_2