Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 234


__ADS_3

“Sekarang kamu cepat pergi dari sini, aku gak mau melihat


wajah kamu lagi” ucap Grace tegas, mendorong tubuh Jack menjauh darinya.


“Aku bukan pria bodoh, yang bisa kamu bohongi dan kamu tipu


dengan todongan senjata kamu” ucap Jack, ia mengeluarkan senjata dari balik jas


hitam yang membalut tubuhnya.


“Kau mau menembakku, silahkan. Jika kamu berani berurusan


dengan aku” ucap Grace, tanpa rasa takut dalam dirinya.


“Aku gak pernah takut berurusan dengan siapapun, akau juga


akan melawan kamu. Melawan yang sepatutnya aku lawan. Musuh yang selalu menghalangi


rencana aku, siapapun itu. Bukannya itu prinsip kamu juga ya?” ucap Jack,


berjalan mendekati Grace, yang sudah semakin lemas. “Aku tahu jika tubuh kamu


sudah lemas, jadi jangan paksakan diri kamu lagi, untuk melawan aku. Kamu tidak


akan bisa, Grace.” Prianitu tersenyum picik melihat, Grace yang semakin


lunglai, tubuhnya tak bisa berdiri tegap, hingga dia hampir saja jatuh. Namun,


seseorang di belakang manyangga tubuhnya.


Grace menoleh ke samping. Melihat wajah Lyli di sampingnya,


membuat ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


“Lyli, gimana kamu bisa keluar dari dalam?’ ucap grace


terkejut melihat Lyli bisa keluar dari kamar Lian yin.


“Sekarang jangan pikirkan itu, mana mungkin aku biarkan


sahabt aku melawan bahaya sendiri. Dengan tubuh kamu yang terlihat lemas. Aku


gak bisa biarkan ini terjadi. Aku gak mau kamu terluka ke dua kalinya... Kamu


juga telah menyelamatkan Lian yin. Dan sekarang kamu menyelamatkan ku. Sekarang


aku akan bantu kamu” ucap Lyli, di balas dengan senyum tipis dari Grace.


Lyli kembali menatap ke depan. Melihat Jack di depannya,


yang masih menodongkan senjata ke arah mereka.


“Grace, memang sudah tidak bisa, tapi aku masih sehat, apa


kamu tidak mau melawan aku juga” ucap Lyli, menodongkan senjata ke arah Jack di


depannya.


“Satu wanita lagi, gak ada gunanya kalian melawan. Dan aku


akan menyerah, tenang saja. Jika aku melawan wanita lemah seperti kalian. Sama


saja aku mempermalukan diri kau sendiri. Sekarang lebih baik kalian pergi dari


sini. Dan ikutlah dengan aku.” Lanjut Grace, memasukkan kembali senjatanya, dan


berjalan mendekati Lyli dan Grace


Grace, mencoba berdiri tegap, mengangkat tangangannya


perlahan ke depan.


“Jangan mendekat, jika kamu berani mendekatiku. Maka aku


tidak segak menemabkakkan. Sekarang pergilah, aku tiddak suka ada orang seperti

__ADS_1


kamu menginjakkan kakinya di rumah ini.


Dorr...


Gracae menembakkan, tepat di samping kaki Jack sebagai


pemanansan, membuat Jack yang tadi mencobo berjalan mendekatinya, ia terkejut


dengan apa yang di lakukan Grace tadi.


“Baiklah, aku akan pergi,” ucap Jack, merapikan jas hitamnya


dan beranjak pergi dengan senyum tipisnya. Ia berjalan santainya masuk ke dalam


mobil yang sudah terparkir di depan rumah Lian yin.


Melihat mobil jack sudah pergi menjauh, Grace seketika


lemas, di tumpuan tangan Lyli. “Grace kamu gak apa-apa, sekarang kita masuk


dulu.” Ucap Lyli, ia segera menuntun Grace masuk ke dalam rumah. Dan menuntun


Grace duduk di sofa perlahan.


“Kamu di sini dulu, aku akan ambilkan obat kamu,” Lyli,


berjalan meninggalkan Grace, dan beranjak menuju ke dalam kamar Grace, mengambil


beberapa obat Grace sekaligus, lalu beranjak rurun kembali. Mnegambil air putih


di dapu.


“Grace, minumlah.” Ucap Luli, mengulurkan obat pada Grace.


Grace segera meminum obatnya, mengambil air di tangan Lyli. “Makasih”


ucap Grace.


Ia menarik napasnya, mencoba bernapas lega, dan akhirnya bisa


“Gimana kamu bisa menghubungi Lay?” tanya Grace.


“Belum, dia gak bisa di hubungi. Dan nomornya juga tidak


aktif sekarang. Bahkan Chanmin dan Yiwen juga sama, nomor YIwen juga tidak bisa


terhubung” gumam Lyli duduk di samping Grace.


‘Kemana mereka?’ ucap Grace lirih, dengan otak mecoba


berpikir kemana mereka pergi.


“Kamu tahu sebelumnya Chanhmin dan Lian yin bahas apa?”


tanya grace, melirik ke arah Lyli.


“Aku gak pernah tahu, tapi aku pernah dengan Lay pernah


bilang ada misi Lian yin di sebuah pulau.” Ucap Lyli.


“Pulau?”


“Itya, tapi aku gak tahu itu di mana, di kota mana, di luar


negeri atau di sekitar kota, karen amereka menyembunyikan semuanya. Dan aku


tidak pernah tahu lagi tentang itu.”ucap  Lyli.


“Baiklah, kita biarkan saja mereka. Aku yakin, mereka bisa


mengatasi semuanya. Kamu sekarang ikut aku, bantu aku untuk merakit robot itu


lagi, tinggal kasi sensor pengingat, dan masih banyak lagi kekurangan. Karena


Changmin sudah tidak bisa membantuku lagi. Jadi sekarang aku akan mengajak kamu

__ADS_1


kerja sama, dari pada kita sendiri berdua, tidak ada kerjaan juga” gumam Grace,


seakan dirinya terlihat sudah mulai pulih dari lukanya, meski sebenarnya dia


masih terasa sakit. Namun, ia tidak mau menunjukan pada orang lain tentang apa


yang ia rasakan sekarang.


Luka Grace sebenarnya sudah sembuh, hanya saja masih dalam


tahap pemulihan saat operasi setengah bulan lalu. Tapi terkadang rasa nyeri


masih terasa di perutnya. Sekarang beberapa hari di rumah Lian yin, ia sudah


merasa mendingan. Tidak seperti pertama waktu ia masih baru saja kelur dari


rumah sakit.


`````


Di balik sebuah pulau yang dulunya tidak bepenghuni, Lian


yin dan yang lain mendarat dengan selamat. Mereka semua bergegas turun dari halicopter. Berjalan ringan menuju ke


sebuah desa yang membuat lagkah mereka seketika terhenti.


Yiwen menatap sekelilingnya, pulau yang terlihat sangat beda


dengan pernah ia tinggali dulu. Tapi pulau nya juga masih sama. Di tempat yang


sama, tapi yang membuat Yiwen berpikir jikapulai itu berbeda. Karna semakin


banyak penghuni di sana.


“Apa ini tempatnya? Aku gak salah kan?” tanya Changmin pada


Lian yin dan yang lainya, ereka hanya diam menatap ke depan.


“Hai... kalian semua melihat apa, kenapa tidak ada yang perhatikanku?”


umpat Changmin kesal.


“Diamlah, min.” Ucap Yiwen.


“Changmin menatap ke depan, ia melihat berbagai orang sedang


melakukan kegiatan orang lain pada umumnya, bekerja, ada yang berkumpul dan


lain-lain. Bahkan banyak juga anak-anak yang bermain di pinggiran pantai ini.


“Kita masuk ke sana, aku merasa ada yang aneh di balik ini


semua. Kenapa pulau ini bisa di tempati banya penduduk luar pulai ini.” Ucap Yiwen.


“Dan, aku mengira penduduk di sini semakin banyak, dari yang


pernah aku lihat dulu.” Sambung Lian yin, ia terkejut kenapa bisa berubah dalam


waktu drastis. Padahal hanya berselang beberapa bulan saja.


“Saku juga mengira begitu, kita sepemikiran” saut Lay heran.


“Ya, sudah kalau gitu kita masuk sekarang!!” ajak Cangmin,


antusias.


“Tunggu!! Jangan gegabah masuk begitu saja, seperti kita jalan


di sebuah desa. Tapi di sini kita gak tahu, ini tempat musuh atau tempat kawan.


Jad kita harus tetap waspada” ucap Lian yin.


“Baiklah!!” ucap Changmin, melangkahkan kakinya mundur lagi


ke belakang.

__ADS_1


__ADS_2