
Keesokan harinya, pesta Lay dan Lyli sudah di mulai, hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan mewah di rumahnya. Dan semua Lian yin dan Changmin yang bantu siapkan pernikahannya. Lagian itu pernikahan pertamanya. Teman-temannya ingin membuat semewah mungkin agar tidak akan pernah di lupakan, dan mengadakan sebuah pesta di sana sampai larut malam nantinya.
-------
"Syang!! Kamu di mana?" teriak Lian yin, dengan ke dua tangan mengangkat gaun berjalan terburu-buru masuk ke dalam kamarnya.
"Yiwen? Kamu di mana?" tanya Lian yin, memutar matanya melihat sekelilingnya. Melihat hanya kamar kosong tak ada satu orang pun di dalam.
"Kemana dia?" tanya Lian yin, beranjak duduk di ranjangnya.
"Ada apa, syang!!" ucap Yiwen, keluar dari kamar mandi, berjalan dengan langkah ringan mendekati suaminya.
"Kenapa masih pakai handuk," ucap Lian yin, meletakkan gaunnya di ranjang dengan sangat hati-hati, dia beranjak berdiri menuntun Yiwen berjalan dnegan langkah sangat hati-hati, dia mengusap lembut perut istrinya.
"Jalan pelan-pelan," ucap Lian yin.
"Iya, ini hati-hati syang!!" jawab Yiwen, berdiri di depan Lian yin.
"Oya, kamu pakai gaun ini, ya?"
"Gaun dari mana?"
"Dari suami kamu yang tampan ini," ucap Lian yin penuh percaya diri.
Yiwen manautkan ke dua alisnya, sembari salah satu sudut bibirnya tertarik mencibir. "Tampan?" ucapnya penuh tanda tanya di otaknya.
"Memangnya aku tidak tampan?"
Yiwen meletakkan ke dua tangannya di atas pundak Lian yin, dengan senyum tipis dia berjalan ringan ke semakin mendekatinya. "Syang!! Kamu sangat tampan di mataku. Bahkan sampai aku tergila-gila denganmu. Dan maaf!! Aku belum bisa jadi wanita sempurna di kata kamu," ucapnya mengusap lembut penuh manja di rambut pendek lembut milik Lian yin.
"Bagi aku kamu sudah sangat sempurna, bahkan lebih dari sempurna. Aku ingin selamanya dengan kamu, dan bahagia bersama denganmu dan anak-anak kita nanti,"
"Tunggu!!" Yiwen mengerutkan ke dua alisnya.
"Anak-anak kita? Maksud kamu apa?"
"Maksud aku, aku ingin punya anak lebih dari satu!!"
"Hah.. Kamu ini, gemesin.. Aku gak mau," ucap Yiwen memalingkan wajahnya.
"Ya, sudah.. Sekarang kamu cepat pakai gaun ini, nanti keburu kita telat. Jangan sampai kita terlambat menghadiri pernikahan Lay dan Lyli." Lian yin mengambil gaun berwarna abu-bau yang sangat pas untuk ibu hamil seperti dia.
"Ini cukup buatku?" tanya Yiwen mengambil gaunya.
"Cukup, lagian ini itu sudah aku pesan khusus untuk kamu."
"Baiklah!! Aku coba dulu." Lian yin teraneyum, melepaskan handuk yang menempel di tubuh Yiwen.
__ADS_1
"Jangan di sini," ucap Yiwen menarik handuknya lagi.
"Kenapa? Aku suami kamu, jadi gak apa-apa aku bantu kamu pakaikan gaun."
"Tapi..."
"Udah!! Jangan tapi-tapian..." Lian yin menarik handuk Yiwen, dan segera membantu istrinya mekaikan gaun yang membalut tubuhnya. Selesai mekaikan gaun Yiwen, dia mendorong pelan tubuh istrinya menuju ke depan kaca.
"Lihatlah!! Kulit putih kamu sangat indah dan lebih cantik di balut dengan gaun abu-abu ini."
"Makasih!!" ucapnya lembut. Yiwen mengusap perutnya yang semakin hari ia merasa semakin besar.
"Sekarang aku ingin make up dulu, apa kamu mau bantu aku?" tanya Yiwen.
"Aku bantu kamu menata rambut saja," Lian yin, menyuruh tubuh Yiwen untuk duduk di kursi depannya, lalu segera mengurai rambut panjang Yiwen.
Yiwen yang sibuk dengan make up-nya. Sedangkan Lian menata rambut Yiwen dengan jemari-jemarinya, tak lama Yiwen sudah tampil.sangat cantik dengan rambut digulung ke atas, dengan helaian sedikit rambutnya yang tertata di ke dua pelipisnya.
"Sudah siap?" tanya Lian yin, mengulurkan tangannya ke arah Yiwen.
"Siap!!" jawabnya sembari tersenyum manis, memutar tubuhnya, dia segera menerima uluran tangan Lian yin.
"Sekarang aku ingin menikmati hariku bersamamu sejenak."
"Maksud kamu?"
"Kita dansa lebih dulu, sudah lama aku tidak pernah berdandan denganmu!!"
Lian yin menarik pinggang Yiwen mendekatkan ke tubuhnya.
"I Love You!!" bisik Lian yin.
"I love you to.. Syang!!" ucap Yiwen, meluk tubuh Lian yin, ke dua kaki mereka masih bergerak ke kanan dan ke kiri, menikmati dansa mereka.
"Jadilah istri aku, sekarang dan selamanya." ucap Lian yin, mengecup pipi kiri Yiwen lembut.
"Dan kamu ijinkan aku menjaga kamu dan anak kuta nanti, aku ingin membahagiakan kalian!!" Yin mengusap lembut rambut Yiwen, memegang wajahnya, ke dua mata mereka saling tertuju dalam-dalam.
"Aku menginjinkan kamu menjadi pendampingku selamanya." jawab Yiwen, mengecup bibir Lian yin, dia menggulum bibir lembutnya. Lian yin melepaskan kecupan bibir Ywien, memutar tubuh Yiwen dengan ke dua tangan menyilang, dia mendekap tubuh istrinya dari belakang.
"Jangan kecup aku sekarang, kalau sekarang nanti aku kalau ingin lebih gimana." goda Chanhmin, mengecup telinga Yiwen.
"Udah ayo kita berangkat," Yiwen menoleh ke kiri. Memegang kepala belakang Yin.
"Oke, baiklah!!"
Selesai bermesraan berdua, Lian yin segera pe4gi ke pesta pernikahan Lay. Dan hanya butuh waktu lima belas menit mereka sampai di rumah besar milik Lay, di sana sudah terlihat Changmin, Reysa dan Brayen. Serta tak kalah mengejutkannya adalah Jack dan Mei yang berada berdiri menikmati hidangan yang ada.
__ADS_1
"Hai.. " sapa Yiwen melangkahkan kakinya mendekati yang lainya.
"Kamu terlihat cantik, Yiwen!!" ucap Jack memuji kecantikan Yiwen, dan hanya di balas dengan senyum kecut. Melihat wajah Jack membuatnya teringat lagi apa yang di lakukan Jack padanya. Dia juga yang membuat hidupnya hancur. Bahkan melecehkannya setiap hari. Kini dirinya sangat beruntung memiliki suami yang masih bisa menerimanya untuk menjadi pendampingnya lagi meski tahu jika dia sudah berhubungan dengan laki-laki lain.
"Yin!!" Yhing yhi berlari memeluk tangan Lian yin yang berdiri di samping Yiwen.
"Lepaskan!!" ucap Lian yin mencoba menarik tangan Yhing yhi.
"Syang!! Nanti malam.kita lakukan lagi ya," bisik Yhing yhi, membuat Lian yin seketika melebarkan matanya menatap tajam ke arah Yhing yhi.
"Jangan pernah berkata itu di sini. Dasar wanita gila!!" ucap Lian yin, dengan nada tingginya.
Yiwen menarik tangan Lian yin di belakang punggungnya, dengan sekuat tenaga Yiwen mendorong tubuh Yhing yhi hingga tersungkur ke bawah. Semua mata menatap ke arah mereka bingung, bahkan ada yang mengabadikan moment itu untuk peryunjukannya.
"Dasar murahan!! Jangan suka ganggu suamimu lagi!!"
Yhing yhi, menarik bibirnya sini. "Di sini siapa yang lebih murahan." ucapnya gak mau kalah, ia beranjak berdiri berjalan dengan langkah ringan mendekati Yiwen, dan berbisik.
"Kamu yang lebih murahan. Sangat murahan!!" lanjutnya. "Kamu berhubungan dnegan laki-kaki lain, menikmati hubungan dengan laki-laki lain, padahal status kamu masih istri Lian yin." Yhing yhi melirik ke arah Jack.
"Aku tahu kamu pernah berhubungan dengan Jack. Saat di rumahnya, dan kamu tidak menolak sama selali, bahkan kamu menikmatinya. Aku punya rekaman vidio itu. Jika kamu gak ingin aku sebarkan semuanya. Maka pergi dari kehidupan Lian yin."
"Aku tidak akan pergi dari kehidupannya!!"
"Kamu yakin, atau nama baik suami kamu hancur," Yhing yhi mengeluarkan ponselnya. Melihatkan betapa menikmatinya hubungannya dengan Jack.
Raut wajah Yiwen mulai memerah, rahangnya menegang dengan gigi terlihat menggertak kesal, ia meraih ponsel Yhing Yhi, dan melemparnya ke tanah, laku menginjak-injak ponselnya.
"Ini lihatlah!!" ucap Yiwen.
"Dasar ******!!" ucap Yhing yhi, mendorong tubuh Yiwen, dan langsung jatuh dalam dekapan tangan Lian yin.
"Pergi dari sini, ini pesta pernikahan Lay dan Lyli. Jangan mengacaukan pernikahan ini!!" ucap Lian yin kesal.
"Yin!! Kenapa kamu mau bekas dari orang lain seperti dia?" tanya Yhing yhi, tak kuasa menahan air matanya.
"Aku tidak perduli. Lagian aku sudah tahu semuanya. Dam aku diam-diam mengikuti Yiwen, melihat semua apa yang di lakukan dia dengan Jack. Dan sekarang itu sudah aku anggap masa lalu. Jangan ingatkan aku tentang masalah itu!!" geram Lian yin.
"Kalian semua usir dia dari sini," pinta Lian yin apda pengawalnya.
"Baik, tuan!!" ucap para pengawal segrra nenyeret tubyb Yjing yji pergi dari tempat itu.
"Ingat kalian.. Aku akan balas kalian semuanya. Dan aku akan rebut kamu Lian yin!!" teriak Yhing yhi.
Setelah Yhing yhi pergi, semua melanjutkan pembicaraannya lagi, tanpa perdulikan apa yang di katakan Yhing yhi tadi, bagi mereka wanita itu gak penting dan menambah tidak di undang untuk datang di pesta besar pernikahan Lay.
Lama berbincang, Lay dan Lyli bersiap untuk memulai mengucapkan janji berdua. Selesai mengucapkan janji, Lay memasangkan cincin di jari manis Lyli, lalu mengecup punggung tangan kanan Lyli.
__ADS_1
"Kamu wanita terindah yang di takdirkan untukku," ucap Lay, memegang wajah Lyli lalu mengecup bibir lembut istrinya di hadapan para tamu yang datang. Sorak meriah terdengar menggema ke seluruh penjuru taman rumah Lay.
Tak seperti pasangan pada umumnya, setelah mengucapkan janji mereka pergi bulan madu, kalau Lay dan Lyli mereka masih ingin di rumah bersama dengan teman-teman sekaligus mereka anggap suadara sendiri.