
Lay yang masih setia duduk di sofa, ia memegang tangan Lyli, mencoba membuat Lyli agar lebih tenang. "Sekarang aku akan bawa kamu pergi dari sini. Kamu jangan khawatir lagi!! Tapi aku ingin tanya padamu, siapa sebenarnya yang mengincar kamu? Siapa mereka semua?" Tanya Lay buruntun, menatap ke dua mata Lyli yang seakan menyimpan sejuta rahasia padanya. Tapi ia tidak ingin tanya semua rahasia Lyli. Hanya sebagian yang menurutnya sangat janggal di hatinya. Membuat pikirannya tak pernah berhenti memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Lyli.
"Aku sudah pernah bilang denganmu kan, jika mereka orang dari Timur" Lyli beranjak bediri dengan wajah nampak kesal dengan pertanyaan Lay.
"Kalau memang kamu gak mau membantuku!! Oke, aku bisa pergi sendiri sekarang!! Aku gak suka kamu banyak tanya!!" Lanjut Lyli yang semakin kesal di buatnya. Tatapannya semakin menajam ke arah Lay penuh dengan kekesalan dalam hatinya.
Lay sadar Lyli sudah mulai memuncak kemarahannya. Ia mencoba meraih tangannya, memegang ke dua tangan Lyli lembut.
"Tenanglah!! Aku hanya ingin tanya baik-baik! Jika kamu tidak mau menjawabnya, gak apa-apa gak usah di jawab" ucap Lay lembut, ia mencoba tidak terpancing dengan amarah Lyli yang sudah mulai mengobar. Lay beranjak berdiri, memegang ke dua bahu Lyli, mengusap lembut rambutnya, seketika membuat hati Lyli tersentuh dan luluh. Percikan amarah dari mata Lyli mulai memudar.
"Tenanglah!! Aku janji akan menjaga kamu, sampai kapanpun. Aku rela pertaruhkan nyawaku untuk melindungimu. Asalkan kamu tetap tenang, dan selalu di sisi aku." ucap Lay, jemari tangannya masih menyentuh lembut kepala Lyli.
Lyli terdiam ia mulai menunduk, tersentuh dengan apa yang di katakan Lay, gimana bisa ia rela pertaruhkan nyawanya untuk gadis yang tidak membalas cintanya "Semua dari negara timur dan selatan" ucap Lyli lirih, membuat Lay harus benar-benar mempertajam pendengarannya.
Lay menghela napasnya.
"Terus kenapa mereka semua mengejarmu? Apa sebenarnya yang terjadi? Ku mohon jujurlah. Kamu dalam bahaya seperti ini"
Lyli yang semula diam, tak mau berbicara terus terang dengannya. Ia menghela napasnya, dan mencoba mulai bercerita kronologi kejadian sebenarnya. "Aku mencuri sebuah data rahasia di Timur, dan aku ketahuan oleh mereka. Setelah itu aku kabur dan menginap di sini beberapa hari ini. Tapi aku ada di mana-mana, aku hak bisa hanya tinggal diam di sini mereka pasti menangkapku dan menjebloskan aku dalam penjara. " Ucap Lyli, menundukkan kepalanya. Dengan tubuh yang semakin bergetar ketakutan.
Lay tahu jika Lyli sangat takut, ia semakin mempererat genggaman tangannya. "Jangan takut aku ada di sini sekarang dengan kamu!!" Ucapnya seketika membuat Lyli merasa semakin terjaga dengan kehadirannya.
Lay masih tidak menyangka jika Lyli berbuat nekat seperti itu. Tapi giamanapun juga ia tidak akan pernah meninggalkan Lyli saat dia lagi butuh bantuanya.
__ADS_1
"Makasih!!" Ucap Lyli.
"Terus di mana sekarang datanya? Kenapa kamu berani sekali berbuat itu? Gimana kalau mereka mencelakaimu? Jangan biarkan mereka terus mengejarmu, aku akan melindungimu!! Mulai sekarang aku akan terus bersamamu, melindungimu. Jangan pernah jauh dariku" ucap Lay, membuat hati Lyli semakin luluh dengannya. Ia merasa sangat nyaman berada di depan ornag yang tidak ada sama sekali di hatinya. Bahkan lebih nyaman dari seorang yang ia cintai.
Lay memeluk tubuh Lyli, menenggelamkan wajahnya dalam dada bidangnya. "Aku merasa sangat nyaman di dekapan ini!" Ucap Lyli, seketika menbuat Lay terdiam, ia memegang ke dua bahu Lyli dan melepaskan pelukannya.
"Apa kamu bilang tadi? Apa bisa di ulangi lagi?" Tanya Lay.
Lyli yang mulai malu, ia hanya diam, dengan senyum semringah di wajahnya. Gadis itu mulai memegang tangan Lay, menarik kopernya dan melangkahkan beranjak pergi segera dari hotel itu.
"Kita jangan terlalu lama di sini. Lebih baik kita pergi dulu sebelum mereka datang lagi. Cari tempat yang aman baru aku akan ceritakan semua padamu. Atau bawa aku ke tempat Lian yin, aku mau bicara dengannya!!" Ucap Lyli terburu-buru, membuat Lay hanya diam menatapnya menurutinya.
Ckreeeekkk.
"Apa kamu gak merasa aneh?" Tanya Lyli.
"Maksud kamu aneh gimana?" Tanya Lay, menghentikan langkahnya. Menatap ke arah Lyli.
"Lihatlah!! Situasi di luar sangat sepi. Gak mungkin di hotel sebesar ini tidak ada orang satupun lewar atau mindar-mandir di sini" ucap Lyli, yang langsung membuat Lay tersadar. Ia tadi sebelumnya tidak menyadari jika ada yang aneh. Pantas saja dia tidak melhiat siapapun di hotel saat melihat situasi di luar.
"Udah lebih baik kita sekarang pergi, jangan lupa harus selalu hati-hati. Dan kamu selalu pegang tanganku!! Jangan lepaskan tangan aku, dan lihat situasi di belakang dan sekitarnya. Dan sebaliknya aku juga melihat situasi di depan" ucap Lay menjelaskan, ia memasukan jemari tangannya ke sela-sela jari Lyli, kemudian menggenggamnya sangat erat.
"Biarkan tangan kita seperti ini. Jangan lepaskan tangamu!! Sebelum semuanya sudah selesai, dan terasa sudah aman!!" Lanjutnya, dengan tangan mengusap lembut atas kepala Lyli, di balas dengan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
"Udah ayo pergi!!" Jangan lama-lama di sini" ajak Lyli, yang langsung menileh ke belakang. Dan tak mau banyak ba bi bu, Lay menarik tangan Lyli berlari masuk ke dalam Lift, yang nampak sangat sepi.
"Kita jangan naik Lift!!" Ucap Lyli, yang nerasa khawatir akan terjadi sesuatu nantinya.
"Kita turun tangga?" Tanya Lay.
Tanpa menjawab ucapan Lay, Lyli dengan segera menarik tangan Arga menuruni anak tanggan dengan langkah sangat hati-hati, an was-was
menatap sekelilingnya.
Langkahnya terhenti saat mendnegar suara teriakan ketakutan, yang menggema di lantai satu. Belum melangkah turun, Lay dan Lyli yang mendengar pasti ada keributan di bawah, ia bersembunyi di balik tembok tangga. Lay mencoba nengintip situasi di bawah.
Mata Lay terbelalak seketika saat smeua orang di hotel di sandera dengan puluhan oran yang tak di kenal. Ia menarik kembali kepalannya.
"Ada apa?" Tanya Lyli yang sudah mulai panik.
"Sepertinya semua orang di sandera di bawah." Ucap Lay yang segera mengeluarkan ponselnya.
"Kamu mau ngapain" tanya Lyli, menutup ponselnya.
"Aku harus beri tahu Lian yin, jika mereka sudah mulai berani terus terang menyerang kota ini" ucap lay, dengan tangan yang sudah memegang ponselnya, dan memberi kode peringatan bahaya otomatis yang terpasang di ponselnya agar yang lainnya bisa tahu. Dan bisa melacak keberadaannya.
"Terus gimana kita? Kita gak mungkin menyerang mereka duluan kan. Aku gak bisa apa-apa, ku juga gak mau jika kamu terluka nantinya. Mereka puluhan orang, dan kamu hanya satu orang. Bahkan semua sudah bersenjata lengkap" ucap Lyli, memegang lengan Lay, dengan rasa cemas dan khawatirnya jadi satu.
__ADS_1
"Tenanglah!! kita tunggu mereka datang, jangan bertindak gegabah sendiri. Aku juga gak mungkin melawan mereka. Ini sangat berbahaya bagi kamu juga, aku yakin mereka pasti mengincar kamu. Menyandera mereka agar kamu segera keluar dari tempat persembunyianmu." ucap Lay, yang masih dengan status was-was. Ia terus mengamati apa yang di lakukan para laki-laki yang berbadan lengkap dengan senjaga.