
Keesokan harinya, Yiwen terbangun dari tidurnya, tanpa melihat siapapun di dalam kamar, wanita itu melihat tubuhnya yang terbalut selimut tebal, ia menghela napasnya lalu menutup tubuhnya kembali, yang terbalut tanpa helaian kain yang menutupi tubuhnya.
Yiwen memegang kepalanya, mencoba mengingat kembali apa yang suda dia lakukan semalaman dengan orang asing, tapi entah kenapa melakukan itu dengannya membuat dia merasa nyaman dan tak bisa di bayangkan lagi, ingin sekali dia tetua dekat dan setiap hari bersamanya.
"Jadi semalaman apa aku benar melakukannya dengan laki-laki itu?" gumam Yiwen dalam hatinya, tangan kanannya mencoba mengusap samping ranjangnya, ia menemukan sebuah kartu.
"Apa ini?" gumam Yiwen mengangkat tangannya, mencoba melihat kartu itu, seketika matanya terbelalak saat terpampang nomor telfon laki-laki yang bermalam dengannya.
"Oya, Jack kemana? Kenapa dari semalaman dia tidak ada, bukanya dia sendiri yang bilang jika akan menemaniku?" gumam Yiwen beranjak berdiri, melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Yiwen mencuci wajahnya, lalu ke dua tangan menyangga di pinggiran wastafel, dan melihat wajahnya di cermin.
"Bentar! Bentar! Apa Jack tahu kalau aku berhubungan dengan ku. Aku harus segera mandi dan cari Jack sekarang!!" gerutu Yiwen, yang mulai segera mandi, membasuh tubuhnya dari bau minyak laki-laki asing yang bersamanya. Dia terdiam sejenak, membayangkan kejadian di mana saat malam itu dia lakukan, membuat dia senyum-senyum sendiri, seperti orang gila sembari membasuh tubuhnya.
"Yin, kamu membuat aku gila!! Hubungan satu malam yang tak bisa aku lupa? Tapi kenapa aku merasa sering berhubungan denganmu? Apa kita pernah kenal sebelumnya?" gumam Yiwrn, sembari menarik dua sudut bibirnya tipis membentuk senyuman.
"Syang!! Kamu di mana?" suara keras dan serak laki-laki membuatnya terbangun dari lamunannya.
"Aku di kamar mandi!!" teriak Yiwen.
"Aku masuk, ya?" ucap Jack, membuka pintu kamar mandi tanpa persetujuan Yiwen.
"Eh... Kenapa kamu masuk, bentar lagi aku selesai!!" ucap Yiwen, meraih handuknya, lalu membalutkan pada tubuhnya. Jack segera membuang semua bajunya dan beranjak bergabung dengan Yiwen.
"Kenapa pergi!!" ucap Jack, menarik tangan Yiwen, membuat tubuhnya menggulung di lengannya dan jatuh dalam dekapan tubuhnya, Jack memegang perut Yiwen, mengusapnya lembut.
"Aku mau mandi juga!!" bisik Jack.
"Tapi aku sudah selesai, syang!!"
"Gak apa-apa mandi lagi, sekarang!!" gumam Jack, menarik handuk Yiwen. Berdiri di bawah shower yang mengguyur tubuh mereka berdua.
"Maaf soal kemarin malam, aku gak ke kamar kamu." ucap Jack memegang ke dua pipi Yiwen, mendongakkan kepalanya menatap ke arahnya.
"Apa kamu kemarin malam ketiduran, aku salah susah membuat kamu basah dan meninggalkan kamu begitu saja!!" gumam Jack, menarik tubuh Yiwen dalam dekapan hangatnya. Jack mengecup leher Yiwen hingga turun menuju dadanya.
"Kamu kemarin gak cari aku, kan?" tanya Jack.
"Enggak, memangnya kenapa? Aku tidur semalaman."
"Padahal aku kemarin ninggalian kamu, tapi kamu gak cari aku. Tapi tenang saja, seakrang aku akan puaskan kamu?"
Harusnya aku senang, sekarang Jack menyentuhku? Karena kegagalan malam pertama kemarin, tapi entah kenapa aku merasa tidak suka dengan sentuhan tangannya, apalagi melakukanya dengannya nangis.
Jack memutar tubuh Yiwen, membuat punggung Yiwen menempel pada dada bidangnya. Jemari tangan Jack merayap menjelajahi tubunnya.
"Emm.. Jack!!" desah Yiwen, membuat Jack semakin bersemangat.
__ADS_1
"Kamu sangat seksi Yiwen!!" gumam Jack memegang dua milik Yiwen, mencengkeramnya lembut.
Adik kecil Jack sudah tak tertahankan lagi, mereka melakukannya di dalam kamar mandi, membaut desahan kecil keluar dari bibir yipis Yiwen. Suara desahan menggema, Yiwen yang yak kuasa ia menyadarakn ke duantanganya di atas pintu kaca kamar mandi, berbagai gaya di lakikan Jack, sampo titik akhir, dia mengngakt tubuhnya, dan mempercepat ritme permainannya, membuat lahar, Yiwen dan dirinya keluar secara bersamaan di dalam.
Jack yang merasa sudah puas, dia memeluk tubuh Yiwen, membasuh tubuhnya bergantian di bawah pancuran shower.
Selesai berhubungan di kamar mandi, yang hanya memakan waktu 20 menit, Jarak mengangkat tubuh Yiwen keluar dari kamar mandi.
"Gimana syang, apa kamu menikmatinya?" tanya Jack, menurunkan tubuh Yiwen.
"Sekarang kamu pakai baju dulu, aku mau keluar. Aku harus antar Mei keluar dari kapal ini," ucap Jack.
"Kenapa kamu gak ajak aku?" tanya Yiwen.
"Memangnya kamu mau ikut?"
"Iya, lagian aku juga mau tahu, siapa Mei!!" gumam Yiwen.
Baiklah!! Aku akan ajak kamu. Tapia ku temui dia dulu!!" Jack mengusap ujung kepala Yiwen, lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen, dengan senyum tipis mengiringi langkahnya.
Siapa Mei? Dari kemarin dia gak ke kamar aku juga karena Mei? Sepertinya aku harus selidiki, ada yang aneh.
Yiwen membalas senyuman Jack, menatap punggung Jack yang sudah melangkah jauh keluar dari kamarnya, dia segera mengambil gaun dan memakainya.
Tiba-iba ia teringat nomor yang di berikan Yin kemarin malam. "Sepertinya nanti aku harus minta Jack membelikan aku ponsel. Kalau enggak, aku aman bisa menghubunginya," gumam Yiwen, tersenyum tipis, dan segera keluar menyusul Jack.
""lSementara jack berada di kamar Mei, dai mengusap lembut rambut Mei yang masih tertidur pulang, hanya berbalutkan selimut.
"Aku memang tidak bisa menikahi kamu, tapi aku akan membuat kamu tetap jatuh dalam dekapanku. Aku yakin kamu tidak akan bisa pergi jauh dariku" Jack tersenyum tipis, mengecup bibir Mei, membuat wanita itu seketika terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak melihat bibirnya sudah masuk dalam kecupan lembut laki-aki di depannya.
"Emmpp... Empp!!"
"Jack!!" teriak Mei, mendorong sekuat tenang dada bidang Jack menjauh darinya
"Kenapa kamu menolakku, padahal kemarin malam. Kamu tidak menolak tidur denganku" ucap Jack mengusap.lembut wajah Mei, mencoba merayunya. "Makasih!! Kamu sudah menemani malam aku kemarin!!"
"Kamu gila, kamu sudah menikah, tapi kenapa kamu masih mengangguk. Dan kamu masih saja menggodaku, membuat aku terjebak dalam dunia nafsumu lagi!!" Mei beranjak duduk, menarik selimutnya, mencengkeramnya erat.
Jack mencengkeram erat rahang Mei, menariknya sedikit ke depan. "Aku hanya memakai kamu untuk terakhir kalinya, setelah itu kamu pergi dari kehidupanku. Dan jangan pernah ganggu aku lagi.. ingat itu!!" ancam Jack, seketika membuat Mei menunduk takut.
"Syang!! Kamu lagi apa?" tanya Yiwrn, yang tiba-tiba masuk ke dalam.kamar Mei, dia tahu kamar itu karena di beri tahu oleh pelayan yang di sewa oleh Jack untuk melayani apa yang di inginkan di dalam kapal pesiar itu. Mendengar suara Yiwen, jack menoleh ia melebarkan matanya melihat wajah Yiwen yang sudah berdiri di depan pintu.
"Syang!! Kenapa kamu bisa tahu kamar ini?" tanya Jack. Melepaskan cengkeraman tangannya di rahang Mei.
"Aku tanya pelayan, kenapa kamu di sini? Dan dia kenapa pakai selimut seperti itu?" tanya Yiwrn, menatap detail wajah Mei yang hanya diam menciut tak berani menatap Yiwen serta Jack.
Apa mereka semalaman berbuat seperti aku dengan laki-laki asing itu? Sialan!! Berarti ada yang tidak beres dengan semua ini. Memang benar aku patut curiga dengannya!
__ADS_1
Jack melangkahkan kakinya mendekati Yiwen tanpa menjawab pertanyaan darinya, ia memeluk tubuh Yiwen dan menarik tubuhnya seger keluar dari kamar Mei.
"Kenapa kamu bawa aku keluar. Aku mau tanya sesuatu padanya?" Yiwen menatap dingin wajah Jack.
"Kamu bisa tanya padaku, syang!!" ucap Jack, memegang ke dua bahu Yiwen.
"Baiklah!!" Yiwen melipat ke dua tangannya di atas dadanya, menatap wajah Jack. "Apa yang kamu lakukan pada, Mei?" tanya Yiwen, menarik salah satu alisnya.
"Why?"
"Udahlah, aku mau pergi sekarang, kalau kamu gak mau jawab apa yang aku tanya? Aku di sini hanya ingin tanya tentang bubungan kamu?" umpat kesal Yiwen membalikkan badannya, mencoba melangkahkan kakinyanpergi, dengan sigap Jack memegang pergelangan tangan Yiwen. Menarik tangannya, lalu memeluknya erat.
"Jangan pergi! Tetaplah di sini bersamaku? Apa yang kamu inginkan aku akan tepai!!"
"Belikan aku ponsel?"
"Buat apa kamu beli ponsel?" tanya Jack, melepaskan pelukannya, dengan ke dua tangan memegang bahu Yiwen.
"Kau hanya ingin cari hiburan, kalau kamu keluar, dari pada aku bosen aku bisa bermain game." ucap Yiwen beralasan.
"Apa kamu hak mau belikan aku ponsel, kalau gak mau, ya sudah. Aku akan pergi saat kamu sudah menepi di daratan nanti!!"
"Tidak ada yang bisa pergi dariku, dan ingat. Di sini wilayahku, jadi tak akan ada yang bisa pergi jauh, jika bukan aku yang berkehendak."
Sialan aku gak bisa pergi dari sini? Semua alasan aku gak mempan, aku hanya berharap orang asing itu datang lagi, dan membantu aku untuk pergi!.
"Permisi tuan, ada orang yang menunggu anda di luar!!"
"Siapa?" tanya Jack melirik ke arah pelayan di belakangnya, tanpa membalikkan tubuhnya.
"Sya tidak tahu tuan, katanya penting!!"
"Baiklah, aku akan pergi!!" jawab Jack.
"Ingat kamu tetap di sini, jangan pergi kemana-mana!!" pinta Jack menatap tajam ke arah Yiwen, tanpa membuat wanita itu takut, dan pelayan itu segera mengikuti langkah Jack, belum beberapa langkah menjauh, dia menoleh ke belakang, memberikan sebuah kedipan mata, sebagai kode.
"Dia pintar sekali menyamar, dasa mesum!!" ucap Yiwen menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis di wajahnya.
"Maaf, nyonya. Ada hadiah untuk anda," ucap pelayan yang tiba-iba berdiri du belakangnya, membuat dia terkejut, dengan sebuah kita hadiah yang langsung di berikan padanya.
"Tanpa pikir panjang Yiwen mengambil hadiah itu, ia hanya mengira jika hadiah itu adalah pemberian orang asing untuknya."
"Baik!! Makasih!!" ucap Yiwen, beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya, ia segera membuka kotak hadiah dengan terburu-buru, matanya tebelalak seketika saat melihat sebuah ponsel yang di berikan untuknya.
"Apa kedipan mata itu memberi aku kode tentang ponsel ini? Lebih baik aku harus cepat gunakan, agar aku bisa tahu siapa aku sebenarnya." ucap Yiwen, tersenyum tipis.
Pandangan Yiwen tertuju pada surat kecil yang jatuh di tepat di bawah pandanganya. Ida segera mengambilnya dan membacanya.
__ADS_1
"Kamu akan tahu siapa Lian yin, dia orang yang sangat berarti di hatimu!!"