Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Yiwen kembali


__ADS_3

"Di mana kamu sekarang, Yiwen!!" gumam Lian yin, melaju semakin cepat, melenggak lenggok di jalan raya, menyalip semua mobil yang jauh di depannya.


Entah kemana arahnya tertuju nantinya. Dia menggunakan feeling nya untuk mencari Yiwen. Dengan wajah nampak sangat cemas, dia tak hentinya terus menggerutu, bahkan gak henti bergumam dalam hati sembari memukul setir mobilnya.


"Shitt..  Aku gak akan  biarkan dia hidup jika dia berani menyentuh Yiwen lagi!!"


"Aku yakin dia gak akan mungkin berani,"


"Kamu gak tahu Jack seperti apa, dia bahkan setiap hari menyentuhnya. Sekarang aku akan menghabisinya jika dia berani menyentuhnya lagi."


"Jangan gegabah."


"Aku gak perduli!!" jawab Lian yin kesal, dia menekuk tangannya mengigit hari telunjuknya menahan rasa cemas dalam dirinya.


"Apa yang kamu katakan? Itu terlalu bodoh.. Bukanya kamu dapat Yiwen tapi kamu akan masuk dalam penjara nantinya," jelas Lyli yang ikut merasa sangat kesal dengan keputusan Lian yin.


"Benar apa yang di katakan Lyli, menyakiti dia sama saja kita yang akan masuk dalam penjara dan kita gak bisa hidup dengan tenang selanjutnya. kamu berpisah dengan Dosen sangat alam, apa kamu sanggup. Kita buat dia menderita di dalam penjara saja sudah cukup." ucap Changmin.


Lian yin terdiam mencoba memikirkan apa yang di katakan temannya. Hanya Changmin dan Lyli yang memberinya saran sedangkan Lay hanya diam menutup matanya karena terlalu takut melihat jalan di depannya.


"Apa yang kamu katakan, benar juga. Lebih baik kita harus hati-hati!!" kata Lian yin semakin mempercepat laju mobilnya.


---------


Jack membawa Yiwen ke sebuah hutan yang sangat lembar, dia menarik tangannya yang amsih terikat dengan kasar.


"Jack hentikan!! Jika kamu suka dengannku maka kamu tidak seperti ini," ucap Yiwen, terus meronta, dia melirik tangan dan kakinya pasti sekarangbsudha membiru di buat nya. rasa sakit itu tak seberapa dari pada rasa sakit hatinya yang selama ini di lecehkan olehnya.


"Aku akan ajak kamu tinggal di sini, di tempat persembunyianku. Jadi kamu akan tetap di sini bersama denganku," ucap Jack, ia tersenyum semringai menatap wajah cantik Yiwen yang tak hentinya terus merintih sakit.


"Lepaskan atau aku teriak!!" ancam Yiwen.


"Hahaha.. Kamu mau teriak, silahkan.. Tidak ada yang akan mendengar suara keras kamu," ucap Jack sambil tertawa terbahak.


"Dasar gila!!" umpatnya.


"Aku memang sudah gila.. Gila karena kamu Yiwen!!!"


"Kalau kamu seperti ini, maka aku tidak akan pernah suka dengan kamu!!"


"Aku tidak perduli sekarang. Asal tubuh kamu bisa jadi milik aku." ucap Jack senyum tipis liriknya.


Dia benar-benar sudah gak waras, lebih baik aku harus segera kabur dari sini. Dari pada bersama dengannya. Aku sudah gak sudi lagi di sentuh olehnya. Gumam Yiwen dalam hatinya.

__ADS_1


Yiwen mencoba untuk menggerkan tubuhnya sebisa mungkin agar bisa lepas dari jeratan orang gila di depannya itu.


Dia sangat tampan, tapi kenapa dia seperti ini. Padahal ada wanita yang jauh lebih tulus suka denganya. Kenapa dia menikah dengan orang yang tidak sama sekali dia kenal, seperti aku..


“Kenapa kamu hanya diam?” Jack menghantikan langkahnya, dia menoleh ke belakang, sembari menatap sinis Yiwen.


“Aku bingung dengan kamu?”


Jack menarik dua alisnya ke atas, “Bingung kenapa?” tanya Jack tak suka.


“Ada wanita yang rela kamu siksa, kamu jadikan teman tidur kamu setiap hari. Sekarang kamu buang dia dan menikah denganku. Apa yang kamu cari dariku?” Yiwen mencoba menarik tanganya. “Lebih baik di cintai dari pada kamu mencintai orang yang tidak pernah mencintai kamu, sakitnya akan terasa sampai menusuk ke hati.” Jelasnya.


Jack terdiam pikirannya melayang membayangkan wajah Mei yang dulunya selalu setia denganya, apa yang di katakan dan di perintahkan dia selalu mengikutinya. Meski sempat menghianatinya pacaran dengan Changmin, tapi itu hanya beberapa bulan, dan dia menyerahkan dirinya lagi padanya.


Jack perlahan melemahkan pegangan tanganya, membuat Yiwen bisa menarik tanganya leluasa dan beranjak pergi mencari sebuah ranting. “Pikirkanlah sekali lagi, Jack. Kembalilah pada orang yang akan lebih menghargai perasaanmu. Aku yakin kamu akan hidup bahagia dneganya.” Lanjut Yiwen, sembari berjalan ringan menggeser kakinya yang masih terkat, dia menjatuhkan tubuhnya di samping ranting dan mulai mencari batu tajam yang tepat di sampingnya. Dengan segera wanita itu mencari kesempatan.


“Aku sudah mulukainya, aku sudah tidak pantas denganya,” jawab Jack dengan pikiran yang masih melayang keluar dari Yiwen.


“Aku yakin Mei pasti masih mau menerima kamu kembali,” Yiwen masih berusaha melepaskan ikatan tangannya dan akhirnya dengan susah payah dan pengorbanannya dia bisa lepas dari ikatan yang membuatnya dari tadi tersiksa. Dia segera melepaskan ikatan di kakinya, dan berusaha untuk berdiri, Yiwen mengernyitkan wajahnya merasakan rasa sakit yang menjalar di tubunnya, di tambah perutnay yang tiba-tiba sangat sakit. Tangan dan kaki Yiwen banyak luka memar di tubuhnya sembari goresan di kulit mulusnya semakin lebar.


Yiwen menyeret kakinya berusaha melangkah mendekati Jack yang masih melamun, kini dia duduk jongkok memegang kepalanya. “Aku sudah banyak salah... Aku banyak salah denganmu,..” gumam Jack mengusap kepalanya frustasi.


Puk!


“Aku tidak pernah dendam dengan kamu, tapi tolong sadarlah. Jika kamu itu salah.” Ucap Yiwen mencoba menasehati Jack.


“Cinta tak pernah salah, hanya saja kita yang salah mengartikanya..”  jawab Yiwen mencoba menarik dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.


Jack diam, menurunkan ke dua tanganya, dia menoleh perlahan mentap Yiwen di belakangnya.


“Aku tahu kamu di kendalikan dengan perasaan dendam, kamu hanyalah ingin membalas semua orang yang pernah membuat keluarga kamu meninggal..’” saut seorang wanita dengan suara lembut khas miliknya.


Krak... krasakkk...


Langkahnya semakin ringan berjalan pelan mendekati Yiwen dan Jack. Sontak mereka berdua kompak mendongakkan kepalanya mentap ke atas, wajah cantik gadis di depannya itu terlihat sagat jelas.


Yiwen berdiri, menautkan ke dua alisnya. “Mei?”


Jack ikut berdiri, menatap Mei dengan pandangan mata sedikit menyipit. “Sebenarnya kamu hanya salah sangka, Jack. Orang yang membuat keluarga kamu hancur itu ayah kamu sendiri, akibat ulahnya yang sering membunuh banyak orang yang mengincarnya dan mengancurkan keluarga kamu.” Mei memegang ke dua pundak Jack. “Jangan teruskan lagi jejak ayah kamu, dan sekarang Meskipun kamu seperti ini aku akan tetap suka dengan kamu.” Mei memeluk erat tubuh Jack, air mata mulai keluar tak tertahankan lagi. “Aku masih sama, perasaanku masih sama. Tidak pernah berubah sama sekali, Jack, Meski kamu tak pernah menganggap aku ada, kamu selalu perduli dengan wanita lain.”


Jack membalas pelukan Mei, “Maafkan aku!!”


“Yiwen...”

__ADS_1


“Yiwen!!”


Lian yin tadinya melihat mobil Jack di seberang jalan, dia langsung keluar dan segera masuk ke dalam hutan mencari Yiwen. Perasaan Lian yin berkecamuk menjadi satu, rasa cemas, curiga, dan khawatirnya mulai menggebu. Dia takut jika terjadi apa-apa dengan Yiwen.


Melihat Jack dan Mei Lian yin dan yang lainya sontak menghentikan langkahnya, ke dua matanya memutar mencari Yiwen di samping Jack.


Pandangan mata Lian yin berhenti tertuju pada sosok wanita yang berdiri dengan mengenakan baju kemeja lengan panjang sepaha, dan sudah terlihat compang camping di lenganya. “Yiwen!!” panggil Lian yin berlari mendekati Yiwen, dia melepaskan jas hitam yang ia gunakan untuk menikah nantinya, dan memakaikan pada Yiwen.


“Lian yin!!” ucap Yiwen dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca melihat suaminya berdiri di depannya.


“Kamu sudah mengingat aku sekarang?” tanya Lian yin, dan langsung di balas dengan pelukan tiba-tiba dari Yiwen.


“Aku sudah ingat.. Aku ingat kamu Yin, aku ingat kamu..” ucap Yiwen sembari tersedu-sedu, tak kuasa air matanya pecah.


Dan Mei melepasan pelukan Jack. “Maafkan dia!!” ucap Mei, sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan punggung tangannya.


“Maaf katamu, dia sudah membuat istri aku seperti ini. Tidak ada kata maaf baginya.” Ucap Lia yin menggebu, amarahnya mulia pecah di buatnya.


“Aku memang salah.. Dan maafkan semua keluarga aku juga...”


Semua orang mengernyitkan matanya menatap Jack. “Maksud kamu apa?” tanya Lyly.


Auah aku yang membunuh kelurga kalian smeuanya. Dan kalian boleh membalasya padaku.” Kata Jack, entah sejak kapan dia merasa hatinya lega saat mengungkanpkan semua yang ada dalam hatinya. Dia sudah menyesali jika dia salah, dan kini dia sadar cinta sesungguhnya berada di sampinganya di depan matanya. Hanya dia yang selalu menerima segala kurangan dia sekarang.


“Apa yang kamu katakan?” Changmin yang dari tadi hanya diam melihat mantan pacarnya itu bersama dengan Jack, diamulai membuka suara sata mendengar penfgakuan Jack, tapi raut wajahnya sudahq mulai memerah penuh dengan amarah.


“Ayah aku yang sudah menyabotase mobil keluarga kamu dulu,”


“Jadi keluarga aku tidak ada juga karena kamu?” tanya Lyli, menggeleng-gelengkan tak percaya.


“Ayah aku yang sudah membantai keluarga kamu.. setelah itu kelurga Lay, dan terakhir keluarga Lian yin, mereka melakukannya atas jasa orang lain.” Jelas Jack membuat suasana jadi tidak kondusif.


Jangan bicara di sini, lebih baik kita pulang saja syang. Aku ingin istirahat,” ucap Yiwen memeluk tubuh Jack.


Lia yin mengusap lembut rambut Yiwen, “Baiklah!! Kita sekarang pulang.” Ucap Lian yin, memeluk tubuh Yiwen dari samping.


“Changmin, Lay bawa Jack jangan biarkan dia pergi,”


“Dia gak akan pergi aku yang akan jamin,” saut Mei.


“Terserah kamu,”


Lian yin membawa Yiwen pergi lebih dulu meninggalkan mereka. Yin

__ADS_1


Terus mendekap tubuh Yiwen yang terlahat lemas.Berjalan dengan langkah menyeret, membuat Lian yin tak bisa melihat istrinya seperti itu. Dia mengangkat tubuh Yiwen berjalan melewati semak-semak dan ranting kering yang berserakan di depannya. Mereka berjalan masuk ke mobil Lian yin.


 


__ADS_2