
Langit sudah meluai gelap hanya sinar bulan yang tak begitu terang menerangi luasnya lautan di depan pandangan. Kini suasana hati Yiwen terlihat sudah semakin membaik. Lian yin ingin mengajak dia segera pergi dari pinggir pantai. "Sekarang kita balik ke pesta, aku akan kenalkan kamu dengan seseorang pasti kamu sangat mengenali dia kan?" ucap Lian yin menarik tangan yiwen untuk segera pergi.
"Bisa gak, tidak perlu narik tangan ku segala sakit tahu?" decak kesal Yiwen, menarik tangannya kembali dari cengkraman lian yin.
"Aku bisa jalan sendiri" ucap Yiwen jutek, memegang tangannya yang terasa sakit akibat cengkraman lian yin.
"Baiklah!! Sekarang kamu peluk tanganku kita jalan bersama ke dalam" ucap Lian yin menarik tangannya memasukan ke dalam tangan kanan yang di tekuk .
Dengan perasaan terpaksa mengerutkan bibir seksinya, Yiwen hanya terdiam mengikuti setiap langkah lian yin tertuju.
"Kamu harus tersenyum di hadapan para tamu, hilangkan rasa sedihmu itu di raut wajahmu" ucap Lian yin menarik pelan dagu Yiwen.
Langkahnya mulai masuk ke dalam kerumunan para tamu. Yiwen melemparkan senyum terpaksa menatap para tamu menyapa para tamu dengan senyumnya. Langkahnya terhenti di depan seorang pria yang mungkin sudah berusia kepala tiga di depannya.
"Tuan Bay apa kabar? " sapa Lian yin
"Lian yin? Lama tidak jumpa. aku baik gimana pekerjaan kamu sekarang?" sapa balik tuan Bay, memeluk tubuh Lian yin sembari menepuk-bepuk punggungnya beberapa detil. Lalu melepaskan pelukannya.
"Apa ini calon istri kamu?" ucap tuan Bay melirik ke arah Yiwen.
Mata Yiwen terbelalak seketika menatap wajah tuan Bay. Ia tidak menyangka harus bertemu dengan tuan Bay di pesta itu. Ia sangat takut apa yang harus ia lakukan jika tuan Bay bertanya soal Lian yin. Tuan Bay adalah sosok ketua dari agen intelejen. Dan meski baru bertemu dengan tuan Bay. Namun dari namanya ia sudah tahu jika tuan Bay adalah agen dari intelejen cara bicara dan gerak geriknya ia bisa mendeteksi.
"Boleh aku ke toilet sebentar" ucap Yiwen melepaskan pelukannya di tangan lian yin.
"Tetap di sini" ucap Lian yin mencengkram erat tangan yiwen.
"Oya, tuan Bay kenalkan ini Yiwen calon istriku" ucap lian yin memegang pundak Yiwen.
Yiwen mengeryitkan wajahnya. Melirik tajam ke arah Lian yin.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia aku bukan calon istrinya" bentak Yiwen menatap tajam Lian yin di sampingnya. Ia menggertakkan giginya dengan mata melotot menatap Lian yin penuh amarah.Ia menginjak kaki kiri Lian yin keras. Membuat Lian yin terdiam meringis menahan sakitnya.
Tuan Bay terdiam sejenak ia berpikir tentang anggotanya yang sedang bertugas untuk mencuri dokumen di perusahaan lian yin bernama Yiwen sama dengan nama wanita di depannya itu. "Apa itu Yiwen anggotaku" batin tuan Bay menatap Yiwen yang terus menundukkan kepalanya tak berani menampakan wajah cantiknya di depan tuan Bay. Ia takut jika tuan bay tahu ia datang bersama lian yin di pesta itu.
"Kenal kan aku tuan bay" ucap tuan Bay mengulurkan tangannya ke arah Yiwen.
"Aku Yiwen" ucap Yiwen memperkenalkan diri dengan nada datarnya menerima uluran tangan tuan Bay. Ia terus menundukkan kepalanya tak berani bertatapan muka dengan tuan Bay
"Kenapa kamu menunduk, apa kamu kenal dengan dia" ucap Lian yin seakan dia sengaja menjebak Yiwen untuk bertemu dengan ketua anggota agen intelijen yang ia ikuti.
Lian yin sudah tahu semua tentang yiwen, dan asal usul Yiwen namun tak berani bertanya pada yiwen ia hanya berdiam diri diam diam mengumpulkan informasi tentang jati diri yiwen yang sebenarnya. Dan Lian yin ternyata ada hubungannya dengan yiwen dari kakeknya yang sudah membuat perjanjian sebelumnya.
"Apa maksud kamu membawaku ke sini bertemu dengan dia" Yiwen menjijitkan ke dua kakinya berbisik pada Lian yin yang nampak lebih tinggi darinya.
"Tidak ada apa apa, aku kira kamu kanal dengan dia" bisik Lian yin menarik tangan Yiwen mendekatkan pada tubuhnya.
Yiwen menepis tangan Lian yin. Dan melangkahkan kakinya dua langkah menjauh darinya.
Lian yin hanya tersenyum ia bergegas pergi.
"Aku akan ambilkan minimum, kalian disini sebentar gak papa kan" ucap Lian yin.
"Gak papa tenang saja aku akan jaga calon istri kamu" ucap tuan Bay, tersenyum tipis menatap Lian yin.
"Baiklah aku titip dia sebentar" Lian yin menepuk pundak yiwen berjalan pergi membiarkan mereka berdua.
-------------
"Apa kamu memang sengaja masuk dalam dunia Lian yin untuk melaksanakan tugas mu" ucap tuan Bay menikmati minuman tanpa menatap Yiwen di sampingnya. Itu ia lakukan agar semua orang tidak curiga pada mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf tuan Bay saya tidak memberitahu anda tentang ini sebelumnya, tapi aku akan segera melaksanakan tugas itu secepatnya. Tapi aku akan butuh waktu lebih lama lagi. Karena Lian yin sepertinya sudah semakin curiga padaku. Serta Mei dia sudah tinggal bersamaku dan Lian yin jadi semua akan terasa aman" lian yin terus menundukkan kepalanya. Ke dua tanganya Mencengkram erat ujung baju.
"Baiklah aku akan tunggu kamu harus segera membawa dokumen itu, hanya dalam waktu 1 bulan. Ingat dia sudah menunggu dokumen itu segera. Kamu tahu itu jika kamu gagal aku gak tahu lagi apa yang akan dia lakukan padamu, dan jika kamu berhasil dia tidak akan segan segan memberikan apa yang kamu inginkan" ucap tuan Bay meneguk menimun di gelas yang masih ia pegang di tangan kananya.
"Baiklah!" ucap Yiwen mendongakkan kepalanya memberanikan diri menatap tuan Bay di sampingnya.
Tak lama Lian yin datang membawa tiga botol minuman. Dengan senyum semeringai di wajahnya. Seolah ia akan merencanakan sesuatu lagi.
"Apa kalian sudah akrab?" ucap Lian yin.
Yiwen menundukkan kepala dan tuan Bay masih meminum minuman tunggal sedikit di gelas yang ia pegang. Mereka hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Lian yin.
"Baiklah kalau kalian gak mau berbincang berdua, aku akan ajak kalian minum. Gimana kalau kita minum di meja ujung sana" Lian yin menunjuk sebuah meja kosong di ujung dekat dengan pemandangan pantai.
"Baiklah!" tuan Bay meraih tiga botol minuman di tangan Lian yin. Ia berjalan lebih dulu ke meja kosong untuk menghilangkan rasa curiga Lian yin padanya.
Lian yin menarik tangan Yiwen yang masih berdiam diri berdiri tegap di tempatnya. Ia masih menundukan kepalanya dengan tangan masih mencengkram erat ujung bajunya untuk menghilangkan rasa gugup di bibirnya.
"Jangan berdiam terus ayo kita minum, bukannya kamu sangat suka minum" ucap Lian yin terus berjalan manarik tangan Yiwen untuk mengikuti langkahnya.
"Aku bisa jalan sendiri jangan suka menarik tanganku, lama lama copot ni tangan" ucap Yiwen menarik tangannya dari cengkraman Lian yin.
"Baiklah!" Lian yin mendorong pelan punggung Yiwen menuju ke meja kosong yang kini tidak kosong lagi. Tuan Bay sudah duduk menuangkan minuman di tiga gelas kosong depannya.
"Tuan Bay, maaf lama" ucap Lian yin menarik tangan Yiwen untuk segera duduk. Mei terus menatap gerak-gerik mereka dari kejauahan. Ia tahu jika ada tuan bay di depan Yiwen. " ini gawat semua akan kacau jika lian yin tahu semuanya" batin Mei. ia menarik tangan Lie Wei dan Ley menuju ke tempat Yiwen.
"Kita mau kemana?" ucap Lie Wei.
"Ke tempat Lian yin sepertinya mereka minum sendiri tidak ajak kita" ucap Mei membuat Lie Wei memutar matanya melihat ke arah Lian yin yang sedang menikmati minuman dengan Yiwen dan seorang lelaki yang tidak ia kenal.
__ADS_1