Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Cemburu


__ADS_3

Setelah semua yang di bicarakan selesai demgan Mei. Dan menemui titik temu, jika mereka akan melawan nantinya saat oenyerangan ke dua terjadi. Mei yang semula ingin bahas tentang Grace harus mengurungkan niatnya lebih dulu, an memendam dalam-dalam apa yang jadi keinginnanya untuk mengungkapkan perasaanya tentang Changmin, ia merasa sangat khawatir saat Grace datang di rumahnya. Tetapi gara-gara ada Lian yin membuatnya tak bisa berkutik apa-apa ingin cerita dengan Yiwen. Ia ingin cerita saat Lian yin benar-benar tidak ada di sampingnya. 


Lian yin terdiam duduk di sofa, melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah menunjukan pukul enam pagi. "Syang ayo kita pergi" ucap Lian yin memegang tangan Yiwen, yang masih dudik teridma memandang ponselnya. Entah siapa yang di hubungi Yiwen, lian yin tidak curiga dengannya. Lagian tidak ada nomor laki-laki lain di ponsel Yiwen. Semalan saat dia tidur, dirinya memberanikan diri memeriksa nomor kontak di ponsel Yiwen secara diam-diam. Hanya ada nomor Tao dan Ayahnya bahkan nomor Luhan juga sudah yidak ada di ponselnya. Jadi sekarang ia tidak perduli lagi jika Yiwen memegang ponsel. Ia sudah merasa lega, dia yidak berhubungan dengam lelaki lain pasti dia menghubungi ayahnya, pikir Lian yin.


Yiwen segera memasukan ponselnya dalam saku jaket hitamnya. Dan mendongakkan kepalanya menatap Lian yin.


"Kita ajak Mei sekalian ya, antar pulang dia juga nanti. Aku uakin pasti Changmin sudah mencarinya" ucap Yiwen. 


"Tapi, bukannya tadi dia bawa mobil sendiri" ucap Lian yin. 


"Apa kamu gak lihat di depan gak ada mobil, jadi dia tadi pasti naik taksi" ucap Yiwen. "Bukannya kamu juga mau pergi ke rumah bertemu dengan Lay dan Changmin" lanjutnya dengan wajah seakan memojokkan Lian yin.


"Gimana kamu bisa tahu kalau aku ingin bertemu dengan mereka. Kamu nguping apa yang aku biacarakan tadi ya" ucap Lian yin curoga dengan istrinya.


"Emangnya istri sendiri gak boleh kalau dengar apa yang suaminya biacarakan. Kamu bicara di dalam mobil ya jelas aku tahu apa yang kamu bicara. Kecuali kalau kamu bicara di pinggir kalan aku di dalam mobil aku tidak dengar nantinya" ucap Yiwen dengan nada kesalnya.


"Iya, udah gitu saja marah syang." Ucap Lian yin mencolek dagu Yiwen. "Ayo sekarang kira pergi." Lanjut Lian yin menarik tangan Yiwen. 


"Mei ayo kita pergi bersama. Jangan lama-lama di sini. Kita tidak tahu Jeff sekarang di mana. Mata-matai kita atau tidak, jadi kira harus lebih hati-hati lagi sekarang setiap kita keluar. Karena yang di incar pertama hanya kita" ucap Yiwen. 


"Baiklah, tapi sebaiknya kita kalau keluar jangan keluar sendiri" Mei segera mengikuti Lian yin dan Yiwen untuk masuk ke mobilnya. Dan mereka menuju ke rumah di mana tempat Grace di rawat.


"Kita ke rumah sekalian di sana nanti bisa bertemu dengan Grace" yiwen menoleh ke belakang, berbicara dengan Mei. Namun dengan nada memang sengaja menyindir Lian yin yang sepertinya ingin tahu gimana keadaan Grace. 


"Apaan sih ayang, kamu slelau begitu" gumam Lian yin, yang masih fokus mengemudi mobilnya. 


"Lagian siapa suruh pernah suka dengannya" ucap Yiwen.


"Gitu aku gak boleh marah dulu dengan kamu. kalau kamu dekat dengan Luhan dan Tao wkatu itu tanpa sepengetahuanku, dia juga orang yang pernah kamu syang. Mantan kesyangan kamu malahan. Dan kalian juga pernah ada hubungan, gimana aku gak curiga juga. Dan sekarang dengan Grace, aku memang pernah suka dengannya tapi aku tidak pernah berpacaran dengannya." Ucap Lian yin. "Jadi kita impas, jangan lagi bahas mantan. Kita sudah menikah harus berpikir lebih dewasa lagi. Aku sudah jadi milik kamu dan kamu sebaliknya. Jadi kita juga harus saling percaya satu sama lain. Dan ingat kamu juga jaga kerpecayaanku padamu" lanjutnya. Membuat Yiwen terdiam, ia merasa memang benar selalu cemburuan dengan Lian yin tanpa sadar apa yang ia lakukan juga dulu. Dan kini Lian yin entah apa bisa melakukan hal yang sama dengan Lian yin sekarang.


Perjalan menuju ke rumah Lian yin memakan waktu 20 menit perjalanan. Dan mereka segera turun dari mibil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Di sambut dengan beberapa pelayannya. 

__ADS_1


"Selamat datang tuan" ucap pelayan Lian yin. 


"Apa Lay dan changmin ada di dalam?" Tanya Lian yin pada slaah satu pelayannya. 


"Ada tuan, mereka di dalam kamar Grace. Dan sedang membahas sesuatu. Yang sepertinya sangat oenting tuan, bahkan ada dua pengawal yang berjaga di depan pintu" Ucap salah satu pelayan. 


"Mereka bahas apa?" Sambung Mei yang merasa kesal Changmin ikut masuk juga menemui Grace, apalagi dia itu mata keranjang selalu tak pernah berhenti menandangi wajah cantik Grace. Dan sifat Mei yang mudah cemburu menbuat ia tambah kesal jika tahu Changmin bersama Grace.


"Saya tidak tahu non, saya tidak berani bertanya maupun mengganggu mereka" ucap pelayan. Belum selesai melanjutkan ucapanya. Mei sudah berlari menuju ke kamar Grace dan di susul Lian yin dengan Yiwen saling berpegangan tangan berjalan ringan menuju ke kamar yang entah belum ia tahu. Tapi setidaknya ia bisa lihat di mana Mei masuk. 


"Aku yakin Mei pasti cemburu" ucap Yiwen. 


"Gimana kamu bisa yakin?" Tanya Lian Yin. 


"Lihat wajahnya, dia sepertinya sangat cemburu. Apalagi Changmin itu suka lihat wanita cantik" jawab Yiwen. " kamu yidak seperti itu kan" lanjut Yiwen. 


"Gak syang" ucap Lian yin, mengusap kepala Yiwen.


"Ayukurlah, aku gak mau kamu seperti itu juga" ucap Yiwen.


"Baiklah, kamu di belakangku. Dan jangan dekat-dekat dengan Grace." Ucap yiwen, yang mulai membuka pintu belas kamarnya. 


~


"gimana apa kamu bisa cek siapa pemilik situs ini" ucap Lay. 


"Bentar, aku akn coba lagi, neri aku waktu satu hari" ucap Grace. 


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Mei, yang menatap tajam ke arah Changmin. 


"Apa-apaan kamu Mei, kamu itu mengejukan Grace. Apa gak bisa berbicara pelan. Lagian kamu kemana saja dari tadi pergi tanpa sepengetahuan Changmin" ucap Lay kesal. Ia selalu mengganggu pekerjannya saat dirinya dan Changmin merasa sangat bingung dengan perusahaan.

__ADS_1


"Dia bertemu denganku" ucap Yiwen. 


Lay dan Changmin menoleh kompak ke sumber suara, ia melihat Yiwen dan Lian yin di belakangnya.


"Lian yin, Kita minta bantuan Grace. Dia sepertinya bisa melakukan ini. Bukannya dia itu kemampuannya setara dengan Lyli" ucap Changmin.


Lian yin terdiam sejenak, ada benarnya juga jika Grace itu pintar, sia bisa dalam segala hal sama dengan Changmin. 


"Iya dia itu pintar, sangat cocok dengan Changmin. Aku mau kalian berdua itu bersatu untuk mengungkap semuanya." Ucap Lian yin, dan seketika Yiwen dan Mei menatap ke araah Lian yin. 


"Kenapa kamu biarkan Changmin dan Grace, apa kamu gak mikirin perasaan Mei. Lihat Mei, dia terluka nantinya. Jika aku seperti itu gimana" ucap Yiwen kesal dengan keputusan Lian yin. 


"Kenapa harus sakit hati, dari dulu Changmin selalu kerja sama dengan Lyli dan dia tidak suka dengan Lyli dan memilih Mei. Dan sekarang kalau memang cinta mereka kuat gak mungkin hanya karena tugas cinta hancur" ucap Lian yin. 


Mendengar kata itu Mei berlari dengan teyesan air mata yang sudah tidak terbendung lagi. 


"Terserah kamu dasar gak punya hati" ucap Yiwen, mendorong tubuh Lian yin dan berlari mengejar Mei. 


Changmin hanya diam, ia ingin pergi menjelaskan pada Mei tapi juga percuma. Mei terlalu kekanak kanakan dia benar-benar tidak bisa di eprtahank. Jika selalu seperti anak kecil. Cemburuan, selalu marah-marah gak jelas. Seakan dirinya tak punya harga diri lagi sebagai lelaki. 


"Gimana apa kamu mau kerja sama dengan Grace." Ucap Lian yin berjalan mendekati Lay dan Changmin. 


"Aku mau kerja sama dengannya" ucap Changmin. "Dan nanti aku akan sellau di sini untuk bahas apa yang sudah aku buat, aku ingin kamu membariki solusi dan membantu pekerjaanku yang belum selesai" ucap Changmin. 


"Tapi gimana dengan pacar kamu? Lebih baik sekarang kamu kejar dia. Kasihan dia harus menangis gara-gara keputusan Lian yin." Ucap Grace. 


"Banti dia juga membaik sendiri. Lagian sudah ada Yiwen yang menegjarnya aku yakin dia bisa menyakinkan hati Mei" ucap Changmin.


"Gimana keadaan kamu?" Tanya Lian yin pada Grace penuh keraguan. 


Grace tersenyum tipis. Memegang tangan Lian yin "Aku baik-baik saja. Nanti ingin berbicara dengan kamu. Aku mau kamu bawa Yiwen agar istri kamu itu tidak salah paham lagi denganku" ucap Grace. 

__ADS_1


"Baiklah" ucap Lian yin. "Ya sudah aku mau pergi dulu. Dan Lay ayo ikut aku. Untuk kamu dan Grace segera kerjakan apa yang ingin kalian kerjakan" ucap Lian yin, membalikkan badannya dan beranjak pergi dari kaamr Grace. Di ikuti dengan Lay yang berjalan di belakang Lian yin . Tanpa banyak bicara, dari tadi ia hanya diam. Tak seuntai kata keluar dari bibirnya.


Dan Changmin berdua ddengan Grace untuk membahas rencana yang sudah di siapkan olehmya. ia ingin kenjebak ke orang yang memang sengaja ingin menghancurkan kntor Lian yin


__ADS_2