Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 228


__ADS_3

“Aku di mana sekarang?” ucap Changmin, yang baru sadar dari


mabuknya, ia beranjak duduk, dengan tangan memegang kepalanya yang terasa masih


sangat pusing.


Pandangannya terhenti, saat melihat dirinya sekarang telanja*ng


dada. Changmin menoleh ke samping, seketika ia mengerutkan alisnya saat melihat


Grace tertidur dengan posisi duduk dan kepala bertumpu pada ranjangnya. Matanya


memutar , melihat sekelilingnya, ada satu buah baskom di samping ranjangnya. Lwngkap


dengan air dan handuk kecil di dalamnya.


“Jadi dia yang basuh tubuhku tadi Grace,” ucap Changmin,


menggerakkan kepalanya, menatap wajah Grace yang tertutup tekukan tangannya.


“Makasih” ucap Changmin lirih.


Ia menyilakan helaian rambut Grace, yang menutupi wajahnya


saat tidur. Matanya memutar ke atas, sekana ada yang janggal di ingatanya.


“OO.. Iya, Lian yin. Aku sudah ada janji dengannya” ucap Changmin,


yang baru saja teringat jika Lian yin menyuruhnya untuk membawa halicopter


miliknya menuju ke rumah Yiwen.


Changmin bergegas mengambil baju di lemarinya, ia beranjak


pergi dengan henytakkan kaki terburu-buru menuju ke atap rumah. Yang sudah


terparkir halicopter milik Lian yin. Changmin berjalan dengan tangan masih


memakai jaket hitam, dan membenarkan kaca mata hitamnya.


 Lay yang menhetahuai


Changmin teruru-buru, ia berusaha mengikuti kemana perginya Changmin. Dengan


langkah teruru-bru naik ke atap rumah.


“Kamu mau kemana?” teriak Lay, membuat Changmin menoleh


seketika.


“Ada urusan dengan Lian yin.  lebih baik kamu istirahat saja” ucap Changmin.


“Gak, aku ikut dengan kamu sekarang” Lay, berjalan mendekati


Changmin.


“Kondisi kamu belum pulih sepenihnya, Lebih baik pergilah


sekarang. Aku tidak mau kamu terlibat bahaya lagi.” ucap Changmin tegas, ia


segera masuk ke dalam halicopter, dan ia juga yang megemudi.


Lay dengan sigap, meloncat naik, sebelum halicopter itu


mulai naik ke atas.


“Lay, apa yang kamu lakukan?” tanya Changmin.


“Jalan saja!! jangan perdulikan aku” ucap Lay tegas, ia juga


tidak inginhanya berdiam diri di rumah. menunggu mereka melawa bahaya sendiri.


“Baiklah, Terserah kamu!!”


\~\~\~\~


Di sisi lain, Yiwen dan Lian yin yang memang masih mencari


tau tentang lUhan dan Tao. Mereka sudah sampai di sebuah rumah mewah yang di tujukan


Yiwen kemarin. Ia berhenti di kejauhan, agar tidat terlihat curiga. Dan Yiwen,


beranjak pinda posisi ke tempat duduk belakang.


“Yin, kamu jangan ngintip ya” ucap Yiwen.


“YIwen, sebentar. Apa yang akan kamu lakukan?”  tanya Lian yin yang terlihat bingung dengan


YIwen. Ia tiba-tiba melepas pakaiannya. Meski Lian yin, hanya melirik sekilas.


“Sudah diamlah syang!! Aku mau ganti baju dulu. Agar tidak


dapat di curigai nanti saat aku masuk ke sana. Aku mau masuk ke dalam nantinya


dengan baju tugas aku, agar mereka nanti mengira aku dari agen intelijen khusus”


ucap Yiwen, ia memang merencanakan sesuatu. Ia tidak mau ada orang yang tahu. Kecuali


suaminya, yang saat ini ada bersamanya.


“Apa kamu bilang? Kamu mau masuk ke dalam. Apa aku gak salah


denger? Yiwen jangan bertindak bodoh, gimana caranya kamu bisa masuk?” tanya


Lian yin, ia mulai panik dengan apa yang di lakukan istrinya itu.


“Sudah diam saja dulu!!” Kata Yiwen, tegas.


“Ingat kamu tutup mata, jangan mengintip. Kalau saya sudah


selesai. Baru saya akan bilang pada mu” ucap Yiwen, seketika membuat Lian yin


tambah bingung.


“Kenapa kamu bisa berbicara secara formal seperti itu” ucap


Lian yin.


“Buat pemanasan syang. Aku nanti akan masuk dari belakang.


Jadi kamu harus alihkan pandangan dua penjaga yang menjaga gerbanganya itu.

__ADS_1


Ingat tunggu aku di belakang rumahnya. Setelah selesai dapat informasi aku akan


segera keluar dengan segera.” Kata Yiwen, menjelaskan.


“Iya, tapi aku gak bisa membiarkanmu masuk.” Ucap Lian yin..


Yiwen yang sudah selesai ganti baju, ia kembali melnagkah ke


kursi depan. “Yin, kamu tahu siapa aku dulu kan. Aku bisa masuk ke dalam


perusahaanmu diam,-diam dan aku bisa keluar gimana. Jadi, jangan khawatirkan


aku. Aku sudah membawa semua peralatan yang aku butuhkan nantinya. Satu jam


saja, aku ingij kamu tenang. Dan tunggu aku, jika lewat satu jam aku belum


keluar. Maka, kamu bisa carai aku” ucap Yiwen.


“Tapi kamu itu sangat ceroboh. Dan mudah sekali terpancing”


ucap Lian yin.


“Iya, aku terpancing karena kamu sudah tahu rencana aku dari


awalkan. Kalau ini tidak di rencanakan dari awal. Ini rencana dadakan yang aku


lakukan. Kamu cepat bawa mobilnya belakang rumah mewah.” Kata Yiwen, gadis itu


mulai merapikan rambutnya, menguncir satu ke atas.


Lian yin, segera menuruti apa kata Yiwen. Ia segera membawa


mobilnya ke rumah belakang itu. Dansedangkan Yiwen sudah bersiap, memggundkan


tipi khas miliknya. Dan pelengkap penyadap suara, da sebuah Chip yang sudah ia


hubungkan pada mobil diam-diam. Yiwen menutupi mulutnya.


````


Lian yin, menghentikan mobilnya. Dengan segera Yiwen keluar


dari mobil itu. Ia menoleh ke kiri, ke kanan lebih dulu. Untuk memastikan jika


semua sudah aman. Yiwen, melemaprkan tali yang biasa ia gunankan itu ke atas


tembok yang menjulang yiing yang mentupi separu rumah mewah itu.


Tap.. tap.. tap..


Kaki Yowen dengan sangat cepat memanjak hingga dia bisa


masuk dalam rumah, hanya dalam hitungan detik.


Lian yin yang melihatnya, Heran. Gimana bisa baru ia


mengedipkan matanya. Yiwen sudah hilang dari pandangan matanya.


Bukkk,,


Yiwen menjatuhkan tubuhnya ke bawah, dengan lincah ke dua


ia kenakan.


Cklekk.. Cklekk...


Yiwen mengganti peluru yang ada di dalamnya, dengan memasang


wajah yang serius.  Wanita itu berdiri


tegap, berjalan ringan. Ia menembaki semua cctv yang menghalangi rencananya


nanti.


Dor... Dor....


Yiwen, melemparkan talinya, ia memamajat rumah itu menuju


balkon sebuah kamar mewah yang entah itu kamar siapa.


“Suara tembakan di mana itu?” beberapa pengawalnya berhamburan


keluar mencari sumber suara tembakan itu. Dan sesuai dengan rencana Yiwen. Ia


berhasil masuk dengan sempurna. Tapa ada halangan pengawal yang melintas


berjaga di sana.


Buuukkk..Yiwen berguling ke depan, dengan tangan menodongkan


senjata,  waspada jika ada musuh tiba-tiba


muncul di depannya.


“Suara tembakan tadi sudah mengilang” ucap para pengawal.


“Kita semua berpencar, dan lindungin tuan muda”


“Iya kamu berjaga di sini. Dan aku kan berjaga di depan.


Sedangkan yang lain kalian harus waspada, jangan sampai ada orang mencurigakan


masuk ke rumah.”


“Baik!”


Yiwen, tidak perdulikan apa yang mereka bicarakan. Ia


berjalan masuk ke dalam kamar itu, melihat sekelilingnya. Kamar yang sangat


megah, tapi kenapa terlihat sangat sepi.


Tap.. tap.. tap..


Suara langkah kaki, lebih dari satu orang, terdengar jelas


di telinga Yiwen. “Sepertinya, ada orang yang akan masuk ke kamar ini” gumam


Yiwen, segera bersembunyi di bawah ranjang.


Tao, Dan Luhan akan segera ke sini. Aku mau kalian siapkan

__ADS_1


semua apa kebutuhan mereka.” Ucap seseorang laki-laki yang entah tidak terlihat


jelas di mata Yiwen, hanya sepatu hitam mengkilat miliknya.


“Baik tuan!!”


“Dan satu lagi, siapkan kamar juga untuknya. Mungkin mereka


akan tinggal di sini selama beberapa hari ke depan” suara serak, berat itu.


Terdengar dia sangat tegas dalam bebicara pada bawahannya.


“Baik tuan, saya akan segera melaksanakan”


Mr kim, kamu juga segera serahkan semua berkas aku yang


tertinggal di ruang kerja. Aku ingin melihatnya. Sbelum menikah memnti, aku


sudah punya rencana yang akan membuat kalian semua tercengang.


Wanita itu, perlahan sudah tahu rahasia di rumah besar di


sana. Setelah menikah, aku akan kirim pengawal itu masuk diam-diam ke sana.


Sistem dan kelemahan rumah itu sudah aku dapatkan”


```


Yiwen yang berada di bawah ranjangnya, ia mengernyitkan


matanya, berharap jika orang itu tidak melihatnya. Hentakan kaki semakin


mendekat, membuat Yiwen, merasa gugup seketika.


Laki-laki itu duduk di atas ranjang, ,membuak laci di


samping ranjangnya. Mengambil beberapa dokumen. Ia lemparkan ke tas ranjangnya.


“Ini, sekarang urus itu semua. Aku yakin jika Lian yin, akan


segera bertindak. Jadi kalian jangan gegabah” ucap laki-laki itu dengan suara


berat yang terdengar lebih lantang.


“Sepertinya dia terlihat berkuasa. Siapa sebenarnya


laki-laki ini. Dan dia juga kenapa menyebut nama Lian yin? Ap hubungan mereka.


Atau mereka ternyata musuhan. Banya pertanyaan daam otakku yang membuatku


merasa belum puas dengan apa yang sudha aku dengar.” Batin Yiwen.


“Permisi tuan!!” ucap seorang penjaga yang berlari menghadap


tuanya.


“Ada apa?”


“Ada seseorang yang memang sengaja membuat keributan di luar”


ucap penjaga itu menundukkan kepalanya.


“Kaliann tutup semua pintu masuk rumah ini, ingat jangan ada


celah sedikitpun. Dan kamu bawa dokumen ini. Aku akan bicarakan lagi nanti”


ucap laki-laki itu.


“Baik tuan” salah satu laki-laki di sana bergegas pergi dari


kamar itu. Hanya tersisa dua pasang kaki yang masih terlihat di pandangan mata


Yiwen.


“Shiitt... gimana sekarang? Apa yangb harus aku lakukan, aku


yakin mereka akan mengetahuai aku segera” batin Yiwen, menguntupkan bibirnya


kesal.


Ia benar-benar terjebak di bawah ranjang seorang laki-laki yang


sangat misterius. Dan sepertinya  dia


sangat asing dan aku tidak pernah tahu sebelumnya. Siapa sebenarnya dia? Dan


apa motif sebenarnya.. rumah ini penuh dengan teka-teki misterius. Tapi aku gak


mau mati konyol di sini. Aku harus segera pergi..  Sebelum semuanya mengenaliku. Pikir yiwen,


dengan pandangan masih menatap sepatu hitam, yang masih tetap di pisisi yang


sama.


“Kenapa dia tidak pergi dari sini” gumam Yiwen lirih dengan


wajah kesalnya.


Drrrtttt... drrrttt..


Shiittt siapa juga yang menghubungiku, apa dia gak tahu


kalau aku dalam suasana genting seperti ini.


Semoga saja dia tidak mendengarnya, aku berharap jika dia


tidak mendengarnya.


“Sepertinya ada ponsel getar” ucap laki-laki itu.


Yang mencoba mencari sumber sura. Laki-laki itu sedikit


menunduk, membuat Yiwen. Hanya bisa berdoa, memejamkan matanya rapat-rapat. Tubuhnya


semakin menunduk ke bawah, membuat Yiwne semakin tegang. Ia tidak bisa bernapas


tenang.


“Gimana kalau dia bisa melihatku. Apa aku kana


ditangkap” batin Yiwen

__ADS_1


__ADS_2