
“Aku di mana sekarang?” ucap Changmin, yang baru sadar dari
mabuknya, ia beranjak duduk, dengan tangan memegang kepalanya yang terasa masih
sangat pusing.
Pandangannya terhenti, saat melihat dirinya sekarang telanja*ng
dada. Changmin menoleh ke samping, seketika ia mengerutkan alisnya saat melihat
Grace tertidur dengan posisi duduk dan kepala bertumpu pada ranjangnya. Matanya
memutar , melihat sekelilingnya, ada satu buah baskom di samping ranjangnya. Lwngkap
dengan air dan handuk kecil di dalamnya.
“Jadi dia yang basuh tubuhku tadi Grace,” ucap Changmin,
menggerakkan kepalanya, menatap wajah Grace yang tertutup tekukan tangannya.
“Makasih” ucap Changmin lirih.
Ia menyilakan helaian rambut Grace, yang menutupi wajahnya
saat tidur. Matanya memutar ke atas, sekana ada yang janggal di ingatanya.
“OO.. Iya, Lian yin. Aku sudah ada janji dengannya” ucap Changmin,
yang baru saja teringat jika Lian yin menyuruhnya untuk membawa halicopter
miliknya menuju ke rumah Yiwen.
Changmin bergegas mengambil baju di lemarinya, ia beranjak
pergi dengan henytakkan kaki terburu-buru menuju ke atap rumah. Yang sudah
terparkir halicopter milik Lian yin. Changmin berjalan dengan tangan masih
memakai jaket hitam, dan membenarkan kaca mata hitamnya.
Lay yang menhetahuai
Changmin teruru-buru, ia berusaha mengikuti kemana perginya Changmin. Dengan
langkah teruru-bru naik ke atap rumah.
“Kamu mau kemana?” teriak Lay, membuat Changmin menoleh
seketika.
“Ada urusan dengan Lian yin. lebih baik kamu istirahat saja” ucap Changmin.
“Gak, aku ikut dengan kamu sekarang” Lay, berjalan mendekati
Changmin.
“Kondisi kamu belum pulih sepenihnya, Lebih baik pergilah
sekarang. Aku tidak mau kamu terlibat bahaya lagi.” ucap Changmin tegas, ia
segera masuk ke dalam halicopter, dan ia juga yang megemudi.
Lay dengan sigap, meloncat naik, sebelum halicopter itu
mulai naik ke atas.
“Lay, apa yang kamu lakukan?” tanya Changmin.
“Jalan saja!! jangan perdulikan aku” ucap Lay tegas, ia juga
tidak inginhanya berdiam diri di rumah. menunggu mereka melawa bahaya sendiri.
“Baiklah, Terserah kamu!!”
\~\~\~\~
Di sisi lain, Yiwen dan Lian yin yang memang masih mencari
tau tentang lUhan dan Tao. Mereka sudah sampai di sebuah rumah mewah yang di tujukan
Yiwen kemarin. Ia berhenti di kejauhan, agar tidat terlihat curiga. Dan Yiwen,
beranjak pinda posisi ke tempat duduk belakang.
“Yin, kamu jangan ngintip ya” ucap Yiwen.
“YIwen, sebentar. Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Lian yin yang terlihat bingung dengan
YIwen. Ia tiba-tiba melepas pakaiannya. Meski Lian yin, hanya melirik sekilas.
“Sudah diamlah syang!! Aku mau ganti baju dulu. Agar tidak
dapat di curigai nanti saat aku masuk ke sana. Aku mau masuk ke dalam nantinya
dengan baju tugas aku, agar mereka nanti mengira aku dari agen intelijen khusus”
ucap Yiwen, ia memang merencanakan sesuatu. Ia tidak mau ada orang yang tahu. Kecuali
suaminya, yang saat ini ada bersamanya.
“Apa kamu bilang? Kamu mau masuk ke dalam. Apa aku gak salah
denger? Yiwen jangan bertindak bodoh, gimana caranya kamu bisa masuk?” tanya
Lian yin, ia mulai panik dengan apa yang di lakukan istrinya itu.
“Sudah diam saja dulu!!” Kata Yiwen, tegas.
“Ingat kamu tutup mata, jangan mengintip. Kalau saya sudah
selesai. Baru saya akan bilang pada mu” ucap Yiwen, seketika membuat Lian yin
tambah bingung.
“Kenapa kamu bisa berbicara secara formal seperti itu” ucap
Lian yin.
“Buat pemanasan syang. Aku nanti akan masuk dari belakang.
Jadi kamu harus alihkan pandangan dua penjaga yang menjaga gerbanganya itu.
__ADS_1
Ingat tunggu aku di belakang rumahnya. Setelah selesai dapat informasi aku akan
segera keluar dengan segera.” Kata Yiwen, menjelaskan.
“Iya, tapi aku gak bisa membiarkanmu masuk.” Ucap Lian yin..
Yiwen yang sudah selesai ganti baju, ia kembali melnagkah ke
kursi depan. “Yin, kamu tahu siapa aku dulu kan. Aku bisa masuk ke dalam
perusahaanmu diam,-diam dan aku bisa keluar gimana. Jadi, jangan khawatirkan
aku. Aku sudah membawa semua peralatan yang aku butuhkan nantinya. Satu jam
saja, aku ingij kamu tenang. Dan tunggu aku, jika lewat satu jam aku belum
keluar. Maka, kamu bisa carai aku” ucap Yiwen.
“Tapi kamu itu sangat ceroboh. Dan mudah sekali terpancing”
ucap Lian yin.
“Iya, aku terpancing karena kamu sudah tahu rencana aku dari
awalkan. Kalau ini tidak di rencanakan dari awal. Ini rencana dadakan yang aku
lakukan. Kamu cepat bawa mobilnya belakang rumah mewah.” Kata Yiwen, gadis itu
mulai merapikan rambutnya, menguncir satu ke atas.
Lian yin, segera menuruti apa kata Yiwen. Ia segera membawa
mobilnya ke rumah belakang itu. Dansedangkan Yiwen sudah bersiap, memggundkan
tipi khas miliknya. Dan pelengkap penyadap suara, da sebuah Chip yang sudah ia
hubungkan pada mobil diam-diam. Yiwen menutupi mulutnya.
````
Lian yin, menghentikan mobilnya. Dengan segera Yiwen keluar
dari mobil itu. Ia menoleh ke kiri, ke kanan lebih dulu. Untuk memastikan jika
semua sudah aman. Yiwen, melemaprkan tali yang biasa ia gunankan itu ke atas
tembok yang menjulang yiing yang mentupi separu rumah mewah itu.
Tap.. tap.. tap..
Kaki Yowen dengan sangat cepat memanjak hingga dia bisa
masuk dalam rumah, hanya dalam hitungan detik.
Lian yin yang melihatnya, Heran. Gimana bisa baru ia
mengedipkan matanya. Yiwen sudah hilang dari pandangan matanya.
Bukkk,,
Yiwen menjatuhkan tubuhnya ke bawah, dengan lincah ke dua
ia kenakan.
Cklekk.. Cklekk...
Yiwen mengganti peluru yang ada di dalamnya, dengan memasang
wajah yang serius. Wanita itu berdiri
tegap, berjalan ringan. Ia menembaki semua cctv yang menghalangi rencananya
nanti.
Dor... Dor....
Yiwen, melemparkan talinya, ia memamajat rumah itu menuju
balkon sebuah kamar mewah yang entah itu kamar siapa.
“Suara tembakan di mana itu?” beberapa pengawalnya berhamburan
keluar mencari sumber suara tembakan itu. Dan sesuai dengan rencana Yiwen. Ia
berhasil masuk dengan sempurna. Tapa ada halangan pengawal yang melintas
berjaga di sana.
Buuukkk..Yiwen berguling ke depan, dengan tangan menodongkan
senjata, waspada jika ada musuh tiba-tiba
muncul di depannya.
“Suara tembakan tadi sudah mengilang” ucap para pengawal.
“Kita semua berpencar, dan lindungin tuan muda”
“Iya kamu berjaga di sini. Dan aku kan berjaga di depan.
Sedangkan yang lain kalian harus waspada, jangan sampai ada orang mencurigakan
masuk ke rumah.”
“Baik!”
Yiwen, tidak perdulikan apa yang mereka bicarakan. Ia
berjalan masuk ke dalam kamar itu, melihat sekelilingnya. Kamar yang sangat
megah, tapi kenapa terlihat sangat sepi.
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah kaki, lebih dari satu orang, terdengar jelas
di telinga Yiwen. “Sepertinya, ada orang yang akan masuk ke kamar ini” gumam
Yiwen, segera bersembunyi di bawah ranjang.
Tao, Dan Luhan akan segera ke sini. Aku mau kalian siapkan
__ADS_1
semua apa kebutuhan mereka.” Ucap seseorang laki-laki yang entah tidak terlihat
jelas di mata Yiwen, hanya sepatu hitam mengkilat miliknya.
“Baik tuan!!”
“Dan satu lagi, siapkan kamar juga untuknya. Mungkin mereka
akan tinggal di sini selama beberapa hari ke depan” suara serak, berat itu.
Terdengar dia sangat tegas dalam bebicara pada bawahannya.
“Baik tuan, saya akan segera melaksanakan”
Mr kim, kamu juga segera serahkan semua berkas aku yang
tertinggal di ruang kerja. Aku ingin melihatnya. Sbelum menikah memnti, aku
sudah punya rencana yang akan membuat kalian semua tercengang.
Wanita itu, perlahan sudah tahu rahasia di rumah besar di
sana. Setelah menikah, aku akan kirim pengawal itu masuk diam-diam ke sana.
Sistem dan kelemahan rumah itu sudah aku dapatkan”
```
Yiwen yang berada di bawah ranjangnya, ia mengernyitkan
matanya, berharap jika orang itu tidak melihatnya. Hentakan kaki semakin
mendekat, membuat Yiwen, merasa gugup seketika.
Laki-laki itu duduk di atas ranjang, ,membuak laci di
samping ranjangnya. Mengambil beberapa dokumen. Ia lemparkan ke tas ranjangnya.
“Ini, sekarang urus itu semua. Aku yakin jika Lian yin, akan
segera bertindak. Jadi kalian jangan gegabah” ucap laki-laki itu dengan suara
berat yang terdengar lebih lantang.
“Sepertinya dia terlihat berkuasa. Siapa sebenarnya
laki-laki ini. Dan dia juga kenapa menyebut nama Lian yin? Ap hubungan mereka.
Atau mereka ternyata musuhan. Banya pertanyaan daam otakku yang membuatku
merasa belum puas dengan apa yang sudha aku dengar.” Batin Yiwen.
“Permisi tuan!!” ucap seorang penjaga yang berlari menghadap
tuanya.
“Ada apa?”
“Ada seseorang yang memang sengaja membuat keributan di luar”
ucap penjaga itu menundukkan kepalanya.
“Kaliann tutup semua pintu masuk rumah ini, ingat jangan ada
celah sedikitpun. Dan kamu bawa dokumen ini. Aku akan bicarakan lagi nanti”
ucap laki-laki itu.
“Baik tuan” salah satu laki-laki di sana bergegas pergi dari
kamar itu. Hanya tersisa dua pasang kaki yang masih terlihat di pandangan mata
Yiwen.
“Shiitt... gimana sekarang? Apa yangb harus aku lakukan, aku
yakin mereka akan mengetahuai aku segera” batin Yiwen, menguntupkan bibirnya
kesal.
Ia benar-benar terjebak di bawah ranjang seorang laki-laki yang
sangat misterius. Dan sepertinya dia
sangat asing dan aku tidak pernah tahu sebelumnya. Siapa sebenarnya dia? Dan
apa motif sebenarnya.. rumah ini penuh dengan teka-teki misterius. Tapi aku gak
mau mati konyol di sini. Aku harus segera pergi.. Sebelum semuanya mengenaliku. Pikir yiwen,
dengan pandangan masih menatap sepatu hitam, yang masih tetap di pisisi yang
sama.
“Kenapa dia tidak pergi dari sini” gumam Yiwen lirih dengan
wajah kesalnya.
Drrrtttt... drrrttt..
Shiittt siapa juga yang menghubungiku, apa dia gak tahu
kalau aku dalam suasana genting seperti ini.
Semoga saja dia tidak mendengarnya, aku berharap jika dia
tidak mendengarnya.
“Sepertinya ada ponsel getar” ucap laki-laki itu.
Yang mencoba mencari sumber sura. Laki-laki itu sedikit
menunduk, membuat Yiwen. Hanya bisa berdoa, memejamkan matanya rapat-rapat. Tubuhnya
semakin menunduk ke bawah, membuat Yiwne semakin tegang. Ia tidak bisa bernapas
tenang.
“Gimana kalau dia bisa melihatku. Apa aku kana
ditangkap” batin Yiwen
__ADS_1