Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Hubungan Itu


__ADS_3

"Kurang ajar banget tu orang main nyelonong masuk ke kamar mandi gitu aja" gumam Yiwen terus berdecak kesal berjalan keluar dari kamar mandi. Ia mengintip di balik pintu kamar mandi sepertinya sudah tak ada luhan di luar.


Tak di sangka tiba-tiba ada seseorang berlari masuk ke kamar Mandi lagi menarik tangan Yiwen masuk ke dalam kamar mandi. Dengan segeara lelaki itu menutup pintu kamar Mandi, lalu menguncinya rapat.


"Lepaskan aku" pungkas Yiwen. Dengan sigap Lian yin mendekap mulutnyadan mengunci tubuhnha ke tembok di belakangnya.


Sekilas matanya menatap sosok Lian yin di depannya."Hmzzz" Pungkas Yiwen mencoba berteriak untuk melepaskan diri dari lian yin.


"Diam jangan bilang pada siapa-siapa aku di sini jika tidak mereka akan membunuhku" pungkas Lian yin dengan tatapan seolah habis di kejar-kejar seseorang.


Yiwen terdiam hanya menganggukan kepalanya. Meskipun ia benci dengannya namun jika melihat dia di bunuh sebelum balas dendam sepertinya tidak adil baginya.


Matanya terus tertuju pada wajah Lian yin di depannya sangat dekat. Hingga ia merasakan hembusan napas berat miliknya.


"Siapa yang mengejarmu" pungkas Yiwen menatap wajahnya.


Lian yin tak sedikitpun menatap Yiwen di depannya pandangannya tertuju di balik kamar mandi. Mendengar hentakan kaki membuat Lian yin mencoba mencari tempat aman. Bukan karena dia takut tapi ia tak membawa senjata sama sekali di tangannya bahkan orang yang mengejarnya lebih dari satu orang yang menggunakan senjata yang mematikan.


"Tok.. Tok..."


"Aku mandi jangan ganggu" pungkas Yiwen seolah dia tahu jika mereka mau masuk ke dalam.


"Baiklah.. maaf menggangumu" pungkas orang itu beranjak pergi dari kamar Yiwen.


Yiwen mencoba pasang teling lebih tajam mendengarkan langkah kaki mereka sudah pergi bdai kamarnya atau belum..


"Sepertinya mereka sudah pergi" ucap Yiwen.


Lian yin menatap yiwen yang begitu cantik. Ia tak bisa menahan apa yang ia inginkan. Menatapnya dengan balutan handuk putih yang menutupi tubuhnya. Lian yin memandang dari atas hingga bawah. Perasaan marah kecewa pada Yiwen terkumpul jadi satu.


"Sekarang lebih baik kamu pergi" ucap Yiwen dengan nada semakin tinggi.


Tak mau banyak bicara lian yin menarik tangan Yiwen memepetnya ke tembok mengunci kaki dan tangannya agar tak bisa bergerak. Lian yin sangat kecewa dengan Yiwen. Namun ia tak mau kehilangan Yiwen.


"Lepaskan aku" ucap Yiwen mencoba untuk melepaskan diri namun nihil. Usahanya sia sia lian yin sangat kuat di bandingkan dengan tubuh mungil Yiwen.

__ADS_1


Lian yin mengecup bibir seksi Yiwen, seketika membuat yiwen sampai tak bisa bernapas. Ingatan Lian yin tertuju pada ucapan dia yang hanya mau dengan orang lebih kaya membuat nya merasa sakit hati.


Ia menempelkan tubuhnya membuat Yiwen tak bisa berkutik. Hingga tangannya menarik handuk yang menutupi tubuhnya. Dengan ganasnya Lian yin bergerak cepat merasakan bibir leher dan ke bawah menyentuh miliknya. Membuat Yiwen berdesah lirih menikmati apa yang Lian yin mainkan.


"Aku gak mau kehilanganmu" ucap Lian yin yang mulai bergerak sangat lihai memainkan milik Yiwen. Membuat Yiwen hanya berdiam.


"Apa yang kamu laku..." Ucapan Yiwen terhenti lian yin sudah memasukan miliknya dengan cepat dan memainkannya perlahan. Yiwen hanya berdesah menutup matanya menikmati gerakan gemulai tubuh Lian yin meski haru melakukannya dengan berdiri.


Kehangatan tubuh Lian yin membuat Yiwen gak bisa berkutik. Melihat Yiwen sudah mulai pasrah ia melepaskan tangan Yiwen dan mulai memainkan miliknya dengan terus bergerak gemulai perlahan. Hingga mencapai suatu titik yang harus membuat ia bergegrak semakin cepat. Lian yin menutup mulut Yiwen dengan mulutnya agar tak bersuara.


Gerakan semakin cepat dan cepat membaut yiwen menahan sakitnya. "Ahhh... " pungkas Lian yin lirih ia merasa sudah mualai lega. Namun ia belum melepakan Yuwen begitu saja. ia memeluknya sangat erat meski puluh keringat menempel jadi satu. Dengan napas ngos-ngosan.


Yiwen terdiam mengatur napasnya. Berdiam diri menerima pelukan dari Lian yin .


Lian yin melepas pelukkannya sejenak.


Ia melepas semua helaian kain yang menutupi tubuh kekarnya. Ia menarik tangan Yiwen masuk dalam bathup kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuh mereka. Yiwen hanya terdiam ia tak menyangka harus melakukan hal itu lagi pada Lian yin seolah tubuhnya tak bisa menolak ajakan dia. Ia hanya diam tak mengucap kata satupun pada Lian yin.


"Sekarang kamu tak akan pergi jauh dariku" Pungkas Lian yin menyentuh milik Yiwen dalam genangan air yang menutupi.


"Tok... tok...tok.."


ketukan pintu di luar membuat langkah Lian yin terhenti.


" Yiwen apa kamu belum selesai" ucap Feng yin? yang sudah berdiri di luar pintu kamar mandi.


"Iya..bentar lagi aku keluar" teriak Yiwen yang mulai beranjak dari dalam bathup.


"Lebih baik kamu sekarang pergi sebelum semua tahu" pungkas Yiwen meraih handuk menutupi tubuh mungilnya.


Merasa sudah puas dengan apa yang sudah ia lakukan pada Yiwen ia beranjak pergi dari bilik jendela kamar mandi milik Yiwen. Di atap tepat di kamar Yiwen sudah ada halicopter yang menunggunya ia bergegas naik sebelum semuanya tahu.


Dor... dor


Tembakan mengarah pada Lian yin namun tak bisa mengenainya. Ia sudah naik dalam halicopter dan mulai pergi jauh. Namun tembakan bertubi-tubi mengarah padanya. Dan Ley segera mengeluarkan senjata dan mulai menembaknya hingga tepat sasaran mengenai salah satu orang yang mengejar Lian yin di atap kamar Yiwen.

__ADS_1


"Untung saja kamu datang tepat waktu" pungkas Lian yin.


Ley dan Lie Wei terdiam menatap Ley hanya mengenaikan boxer kecil. "Apa yang barusan kamu lakukan?" tanya Ley menoleh curiga ke arah Lian yin.


"Melakukan kenikmatan yang tak akan terlupakan" jawab Lian yin dengan santainya.


"Apa kamu dengan Yhing yhi bermain lagi di dalam" tanya Lie Wei .


"Wanita itu hanya umpan bagiku" pungkas Lian yin dengan senyum kemenangannya.


"Aku ingin jadi kamu bisa menikmati dengan sudah tubuh wanita cantik tanpa bayar lagi" Pungkas Lie Wei.


"Gimana rencana kmu deketin Mei. Apa ada hal mencurigakan dari dia" pungkas Lian yin yang mulai memakai baju yang sudah di bawakan Ley sebelumnya.


"Tenang saja kini dia semakin terpesona dengan ketampananku" jawab Lie Wei penuh rasa percaya diri.


"Terserah. Yang penting kamu harus gali semua rahasia dia" ucap Lian yin.


#Yiwen POV


Yiwen segera memakai baju yang sudah ia bawa sebelumnya. Ia segera membuka pintu kamar mandinya.


"Feng yin ada apa?" ucap Yiwen


"Gak papa. Kenapa kamu lama sekali di kamar Mandi" pungkas Feng yin .


Yiwen melangkahkan kakinya duduk di ranjang dengan kaki menyilang.


"Aku tadi hampir saja ketiduran di dalam" Pungkas Yiwen membaringkan bandanya seketika.


"Baiklah. Aku tadi mendengar tembakan lagi apa lian yin datang kemari" pungkas Feng yin, duduk di samping Yiwen.


"Gak ada aku dari tadi di kamar mandi gak ada seorang pun di sini" pungkas Yiwen mencoba menutupi.


"Baiklah aku pergi dulu. Kamu istirahat aja jaga diri baik baik" Feng yin beranjak berdiri meninggalkan

__ADS_1


Suara pintu tertutup membuat Yiwen lega. Ia tak sanggup harus terus berbohong pada Feng yin. Yiwen membaringkan badannya sejenak. Hingga tak sadar ia tertidur pulas di ranjang empuk miliknya.


__ADS_2