Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kepanikan Yiwen


__ADS_3

Yiwen terlihat sangat panik menatap darah Lian yin yang tak berhenti keluar dari lengannya. "Aku harus gimana sekarang? Kenapa dokter tak kunjung datang juga" gumam Yiwen jemari lentiknya gemetar seketika. Ia berjalan mondar-mandir di depan lian yin yang sudah duduk tenang di ranjang menatap kelucuan Yiwen saat panik.


"Aku harus gimana..."


"Haduh..Kenapa aku jadi **** gini sih.."


"Dokter tolonglah cepat datang"


Gerutu Yiwen tak hentinya berbicara sendiri memukul pelan kepalanya.


"Kenapa kamu khawatir seperti itu, hanya luka kecil seperti ini sudah biasa nanti juga sembuh" Lian yin memegang pergelangan tangan Yiwen. Membuat Yiwen menghentikan langkahnya menatap Lian yin.


Namun tubuhnya masih bergetar ketakutan. Sebelum dokter datang keadaannya akan terus seperti itu ketajutan yang semakin menjadi. Ia sangat tidak suka melihat darah entah kenapa bau darah yang terasa menyengat membuat Yiwen merasa ketakutan.


Tak lama dokter datang dan segera mengeluarkan peluru di lengan Lian yin. Tak butuh waktu lama peluru sudah bisa di ambil dokter mulai mengobati luka Lian yin dan membalutnya sangat rapi.


"Jangan sampai luka itu kena air, dan jangan terlalu menggerakkan lengannya sampai sembuh. Dan ini resep obatnya segera kamu minum agar lukanya cepat mengering" kata dokter itu pada Yiwen.


"Baiik dok!! Terima kasih" ucap yiwen, menundukkan kepalanya menunjukan rasa hormatnya pada dokter itu.


Lian yin tersenyum melirik ke arah Yiwen seolah ia mendapatkan ide untuk membuat Yiwen selalu dekat dengannya.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu"  ucap Yiwen menekuk ke dua tanagnnya ke linggang.


"Dokter sudah pergi aku mau mandi bau seperti sampah ini membuatku tak nyaman, tapi dokter bilang luka ini tidak boleh kena air sedikitpun. Jadi sekaranb kamu mandiin tubuhku agar tidak kena air. Bagaimana?" lian yin tersenyum melebarkan matanya mengedipkan ke dua matanya menggoda Yiwen.


"Apa kamu bilang, ogah banget aku mandiin kamu. Lagian juga kamu bisa basuh pakai tangan kamu satunya. Dari pada tangan kamu gak guna jadi masih bisa di gunakan jangan manja katanya hanya luka kecil" Yiwen wajah datarnya beranjak pergi namun langkahnya terhenti Lian yin menarik pergelangan tangan Yiwen hingga terjatuh di pangkuan Lian yin dan mendekap tubuhnya.


"Kamu gak bisa pergi dari sini jika aku tidak menyuruhmu. Kamu sudah berhutang nyawa padaku. Aku terluka karena menyelamatkanmu. Jadi sekarang kamu harus menurut apa kataku sampai luka ku sembuh" Lian yin menarik hidung Yiwen. Menatapnya sudah ingin mencubit hidung mungilnya.


Lian yin sudah tak sabar Tanpa menungu jawaban lama dari Yiwen. Ia menarik tangan Yiwen masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Lepaskan aku .. aku gak mau " teriak Yiwen mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan kekar Lian yin.


"Dasar wanita gak tau terima kasih, aku rela terluka tapi kamu tidak tahu balas budi" umpat Lian yin mencengkram erat rahang Yiwen menatapnya tajam seolah dia sangat marah pada Yiwen.


Namun itu hanayalah gertakan pada yiwen agar menurutinya. Namun gadis itu sangat sulit untuk di ancam.


"Sekarang lepas kancing bajuku" ucapan Lian yin sangat lantang.


Yiwen mengerutkan bibir seksi memutar kesal. Dengan perasaan kesal ia membuka perlahan kancing baju Lian yin. Yiwen terdiam sejenak, dalam satu tarikan napasnya, tanpa ragu ataupun malu. Matanya berbinar menatap pemandangan indah tubuh kekar Lian yin tepat di depan matanya. Tanpa sadar ia menyentuh lembut dada Lian yin dengan jemari-jemari nya.hidungnya mendengus aroma parfum mahal Lian yin yang begitu menyeruak ke hidung mungilnya. Matanya memejam meraba lembut tubuh Lian yin dengan jemari lentiknya.


"Apa yang kamu lakukan" Lian yin memiringkan padangannya menatap Yiwen.


Yiwen sontak mengibaskan tangannya dari dada bidang Lian yin. Wajahnya mulai memerah seperri kepiting rebus "Dasar bodoh kamu Yiwen, apa yang kamu lakukan tadi bikin malu saja. Kenapa otakku jadi otak mesum gini" Yiwen memukul kepalanya berkali kali menyalahkan dirinya yang begitu memalukan di depan lian yin.


"Cepat buka celanaku" ucap Lian yin melebarkan mata kirinya dengan tatapan menghoda pada Yiwen.


"Apa? Gak mau!!" Yiwen mengerutkan bibir melempar wajahnya berlawanan arah.


Perasaan balas budi pada Lian yin membuat dia tidak bisa menolak lagi perintah lian yin kali ini. Dia memalingkan pandanganya dengan tangan perlahan membuka kancing celana Lian yin.


"Sudah lebih baik kamu berendam aku aku akan basuh tanganmu" ucap Yiwen masih tetap tak berani memandang tubuh Lian yin.


Lian yin berhasil menggoda Yiwen, ia tersenyum simpul beranjak masuk ke dalam bathup hang sudah penuh dengan air.


Lama berendam di temani dengan Yiwen. Lian yin. Bergegas keluar dari bathup. Ia menyuruh Yiwen untuk mengambil handuk.


Yiwen masih memalingkan pandanganya ia Tidak mau melihat lian yin tanpa baju apapun di depannya. Dia bergegas pergi mencari handuk. Yiwen menutup matanya memakaikan handuk menutupi tubuh Lian yin.


Hari ini sangat melelahkan bagi mereka.kini giliran Yiwen beranjak mandi sendiri tanpa di temani Lian yin pastinya. Dia menikmati berendam di bathup kamar mandi dengan masker menutupi wajah cantiknya.


Hingga 1 jam lamanya Lian yin nampak tak sabar menatap Yiwen lagi. Ia sudah memakai baju piyama dan berbaring di ranjang menunggu Yiwen.

__ADS_1


"Kenapa kamu di situ?" Tidur di kamar kamu sendiri" ucap Yiwen menarik-narik tangan Lian yin agar pergi dari ranjangnya.


"Auuwww sakit..." rintih Lian yin mencoba membohongi yiwen.


"Maaf aku gak sengaja, maaf.!! Kamu gak papa kan?" ucap Yiwen memegang lengan Lian yin meniup niup lukanya.


"Aku ngantuk mau tidur di sini, lagian kamu bisa tidur di atas bersamaku. Aku janji kali ini tidak akan berbuwat macam-macam denganmu. Lagian tanganku masih sakit. Dan juga mei di tidur di kamarku, ku tukar posisi sama dia" ucap Lian yin menekuk tangannya menyangga kepalanya berbaring di atas ranjang.


Yiwen menghela napas kasar. Ia bergegas tidur di samping Lian yin. Karena ia tidak mau tidur di bawah jadi dengan terpaksa tidur di samping lian yin. Karena hari ini ia merasa sangat capek berbagai hal mengerikan terjadi dalam waktu 24 jam.


Ia menaruh guling di pembatas antara dirinya dan Lian yin. "Jangan lewati batas ini. Dan jangan menyentuhku sama sekali" kata Yiwen mengingatkan. Merasa tidak ada jawaban dari Lian yin, dia mulai memejamkan matanya. Memiringkan badanya ke kanan menatap pemandangan yang terlihat jelas di kamarnya. Malam yang semula cerah kini berubah menjadi gelap sinar bulan semakin hilang tertutup awan hitam. Gemercik hujan mulai turun perlahan membasahi jendela kaca. Yang masih terbuka tanpa tertutup kelambu.


Suara gemuruh guntur terdengar sangat keras menggelagar membuat Yiwen ketakutan ia menutup rapat telingannya. Tubuhnya gemetar seketika mendengar suara guntur semakin kera dan keras.


Lian yin yang pura-pura tidur ia mengulurkan tangannya agar Yiwen memegang erat tangan kekar Lian yin saat ketakutan.


Jemarinya bergetar seketika ia memegang erat tangan lian yin dan mencoba memejamkan matanya kembali. Lian yin melempar guling yang menghalangi jarak antara dirinya dan Yiwen. Dia mulai menciumi sekujur tubuh Yiwen membuat yiwen merintih menikmati itu. Desiran napas itu semakin ke atas semakin terdengar jelas. Kehangatan tubuhnya membuat Yiwen tak bisa menolak. Lian yin menciumi dadanya menuju ke bibir seksi nya. Ia mencium bibir Yiwen dengan penuh gairah.


Yiwen terdiam menerima kecupan Lian yin yang begitu bergairah. Yiwen menahan desahannya mencengkram erat sprei putih di ranjangnya. Kini desahan Yiwen semakin hebat seolah ia menerima sinyal dari Lian yin.


"Terukan sayang, aku suka kamu seperti itu" ucap Lian yin mulai menjelajahi tubuh yiwen.


Yiwen masih menutup mata tubuhnya terasa menikmati apa yang di lakukan Lian yin. Hingga mereka tertidur pulas merengkuh satu sama lain sampai esok hari.


Bersambung


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERI LIKE DAN COMENT YA ❤❤ DAN DUKUNG TERUS AUTOR😍😍


JIKA ADA KRITIKAN ATAU MASUKAN DARI KALIAN MOHON TULIS DI KOLOM KEMENTAR.


TERIMA KASIH🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2